Title: It's Time To Give Up

Cast: Kim Mingyu, Jeon WonWoo

Extra Cast: Cari Sendiri :)

Warn: BL, Age Change, Typo(s)

_

·

·

Meanie

·

Apa itu cinta? Jika kau bertanya maka orang akan menjawap.Cinta adalah dimana kau ingin melindungi seseorang dengan sepenuh nyawamu. Dimana kau ingin selalu membuatnya bahagia tanpa memikirkan bahagia mu. Dimana kau ingin senyum selalu terukir diwajahnya tanpa peduli hati mu yang bernganga lebar. Cinta memang aneh tapi menyenangkan. Cinta memang menyakitkan tapi juga membahagiakan walau hanya melihat senyum dan tawanya. Itu yang seorang Kim Mingyu rasakan.

·

·

·

·

·

·

·

Kim Mingyu, Siswa kelas 11A di sekolah elit terletak di Seoul, Korea Selatan bernama Seventeen HighSchool . Siswa yang popular dengan bakat bakatnya, Wajah nya yang mengalahkan pangeran dicerita dongeng, tinggi nya yang ideal, Senyum yang menawan dengan gigi taringnya terlihat seperti Vampir, Kulit exotic yang seksi membuat para gadis bahkan lelaki yang berstatus uke histeria hanya kerna melihat nya berkeringat pasca habis latihan basket.

Siapa yang tidak akan jatuh pada pesona nya? Seorang suamiable kerna bakat memasaknya yang selevel chef pro diluar sana. Lalu boyfriendable kerna sikap nya yang perhatian. Ah! mungkin hanya teman teman yang berlevel Uke yang sudah punya pasangan dan Seorang senior disekolahnya Jeon WonWoo."Hyung! ."

Wonwon berjengkit saat seseorang menepuk bahunya. Dia membalikkan tubuhnya dan memasang wajah datar saat seorang adik kelas yang sudah sangat dia kenal berdiri dengan senyum lebar didepannya.

"Hyung lagi apa disini?."

"Aku yang harus bertanya itu pada mu Kim Mingyu! Apa yang kau lakukan di sini.? " jawap Wonwoo

"Oh! Aku? Aku tadi ingin kekelas mu Hyung. ingin mengajak mu makan siang."

"Aku kenyang! Sudah sana pulang kekelas mu.." usir Wonwoo lalu meninggalkan Mingyu menuju kekelasnya.

Mingyu menghela nafas saat Wonwoo sudah menjauh. Dia memandang kedepan kearah dimana Wonwoo berdiri tadi. Didepan sana dua orang pria yang bermesraan tanpa risih dengan pandangan orang sekitar mereka.

Mingyu kembali menghela nafas beratnya. Dengan langkah lunglai, Dia menuruni tangga menuju kekelasnya yang berada ditingkat bawah. Dia memasuki kelas 1!A dengan wajah muram. Selalu seperti itu sehabis bertemu dengan senior nya.Bahkan teman sekelasnya tanpa bertanya sudah tahu penyebab muramnya wajah visual kelas mereka itu.

·

Meanie:It's Time To Give Up·

"Wonwoo-ahh.. Aku kesal sekali dengan Jun. Dia membatalkan janji kami lagi sore ini sebab kelas dancenya."

Wonwoo yang berada dia meja belajarnya hanya tersenyum tipis.

"Kenapa kau tak ikut masuk saja eskul dance dengan itu kau bisa menghabiskan banyak waktu dengan nya Hao-ie." jawap pria emo itu tanpa mengalihkan matanya dari novel ditangannya.

Minghao atau lebih singkat Hao, namja manis asal China itu terdiam memikirkan ucapan teman sekelasnya itu.Merangkap teman baiknya itu.

"Matta! kenapa Hao tidak terpikir akan itu!."Minghao turun dari kasur Wonwoo dan mendekati pria emo itu. Memberikan sebuah pelukan erat membuat Wonwoo sedikit terkejut.

"Gomawo Wonu! kau memang sahabat baikku." Ujar Minghao.

Wonwoo hanya berdehem.

"Aku pulang dulu. Gomawo sekali lagi. Annyeong!."

Dan selepasnya hanya kesunyian dalam kamar Seorang Jeon Wonwoo dan isak tangis seseorang yang merangkap pemilik kamar itu.

·It's Time To Give Up·Mingyu memandang punggung sang senior kesayangan dari belakang. yang saat ini pasti mengintai sepasang kekasih itu lagi. Minggu sudah hafal sekali dengan kegiatan sang senior ketika jam istirahat. Siswa dan Siswi lain pasti tergopoh gopoh mengisi perut dikantin sekolah tapi senior kesayangan nya ini pula tergopoh gopoh mengintip sepasang kekasih yang bermesraan dan nanti bakal sakit hati sendiri.

Mingyu membuang nafas pelan dan perlahan mendekati sang senior tanpa membuat bunyi bising.Saat sudah berdiri tepat dibelakang senior kesayangan nya itu, Dia ikut memandang kearah taman sekolah dimana sepasang kekasih duduk bermesraan dibawah pohon. Sepasang kekasih itu perlahan mendekat kan wajah mereka dan dapat Minggu lihat tubuh sang senior kesayangan nya itu menegang.

Mingyu memegang kedua bahu senior itu dan membaliknya cepat lalu membawa tubuh tegang itu dalam dakapannya serentak dengan sepasang kekasih disana sudah menempelkan bibir mereka. Wonwoo senior itu tidak membalas pelukan Mingyu tapi dapat Mingyu rasakan baju bahagian dadanya basah. Walau tiada isakkan tapi Minggu tahu Wonwoo menangis saat ini.

·It's Time To Give Up·

"Hyung. . Kau tak lelah?." Tanya Mingyu saat sudah bermenit menit berlalu mereka hanya diam duduk berhadapan dimeja sebuah cafe sepulang dari sekolah dengan paksaan Mingyu berhasil membuat senior kesayangan nya itu ikut nememaninya sekadar minum cofe di cafe .

Wonwoo melirik Mingyu lalu memandang cofenya yang tinggal sedikit semula.

"Maksudmu?."

Mingyu menghela nafas pelan.

"Hyung. . Jun hyung sudah bahagia dan aku pikir Hyung juga harus bahagia. "

Wonwoo memandang Mingyu tajam.

"Kau tidak tahu apa-apa."

"Aku tahu! Hyung tidak perlu menafikannya. Semua orang tahu pandangan hyung berbeda jika memandang Jun hyung. Hanya melihat pandangan itu, Sudah menjelaskan betapa cintanya hyung pada Jun Hyung.." Suara Mingyu melirih diakhir kalimatnya.

Wonwoo bungkam, Mengalihkan pandangan selain daripada memandang wajah Mingyu yang menatapnya intes.

"Tapi tidak bisakah hyung memandang ku dengan pandangan itu juga?."

Wonwoo reflek memandang Minggu saat kalimat Minggu yang satu itu menyapa indra pendengarannya.

"K-kau--."

"Aku mencintai mu hyung! Tidak kah kau menyadarinya? tidak bisakah kau melihat ku walau hanya sejenak? Tidak bisa kah kau membukakan hati mu untuk ku?."

Wonwoo memandang Mingyu dengan pandangan terkejut nya.

"K-kau--... Kau Gila!." kalimat itu reflek keluar dari mulut Wonwoo

Wonwoo bangkit dari duduk nya hendak keluar dari cafe itu meninggalkan Mingyu--

"Wonu!!."

--Sebelum sebuah suara familiar memanggilnya dan dari arah depannya sahabat baiknya itu mendekati nya dan memeluk dibelakang sahabat baiknya itu ada Jun dengan wajah kesalnya.

"Wonu! Jun selingkuh!." Minghao melepskan pelukannya dan menunjuk Jun.

"Aku tidak selingkuh hao." bela Jun.

"Won-"

"Kalian berdua! Maafkan jika aku langcang dengan kakak kelas tapi bisa kah kalian menguruskan masalah kalian sendiri? Selama ini kalian setiap bertengkar akan selalu datang pada Wonwoo hyung tapi jika kalian sudah berbaik kalian kemana? Kalian tidak pernah memikirkan perasaan Wonwoo hyung! kalian egois!." Satu suara muncul dari arah belakang Wonwoo membuat 3 sosok itu memandang sosok dibelakang Wonwoo yang tak lain Seorang Kim Mingyu.

Belum sempat Wonwoo protes, Mingyu sudah duluan mengengam pergelangan tangan nya dan membawa pergi meninggalkan Minghao dan Jun yang masih mematung memikirkan kalimat sang adik kelas tadi.

·

It's Time To Give Up

·

"Lepaskan!" Wonwoo menghentak tangan nya sehingga gengaman Mingyu terlepas. Mereka berdiri berhadapan di bawah lampu isyarat. Sedari tadi Mingyu menyeret Wonwoo tanpa arah.

"Kau!." Wonwoo menunjuk wajah Mingyu dengan wajah emosi nya.

"Kau pikir apa yang kau lakukan tadi!."

"Aku tak ingin kau semakin terluka hyung." jawap Mingyu.

"Kau tahu apa?." emosi Wonwoo semakin terselut.

"Aku tahu semuanya hyung! Semuanya!." Mingyu berteriak frustasi.

"Walaupun kau tahu semuanya kau tiada hak untuk melakukan hal tadi! Aku tidak butuh simpati mu!."

"Kau hanya orang asing bagiku. Dengar! Orang asing! Menjauh dari ku! Aku membenci mu!" teriak Wonwoo lalu meninggalkan Mingyu yang mematung.

"Orang asing?"

·

It's Time To Give Up

·

1 week later

Wonwoo dibuat pusing dengan perasaannya. Sejak kejadian seminggu lalu, esoknya Jun dan Minghao mendatanginya lalu meminta maaf akan keegoisan mereka dan Wonwoo memaafkan mereka.

Bukan itu yang membuat Wonwoo pusing. Tapi sang adik kelaslah yang membuat nya pusing Kim Mingyu sejak kejadian itu tak pernah lagi menganggunya. Tak pernah lagi menyambutnya digerbang sekolah. Waktu istirahat juga Mingyu sudah tidak pernah mengajaknya makan bersama walau selalu ditolak mentah mentah oleh nya.

Ntah lah. Yang pasti Wonwoo rasa seperti ada yang hilang.

"Wonu~. Wonu oke?." tanya Minghao saat melihat wajah muram Wonwoo yang menjatuhkan wajah di atas buku pelajaran mereka.

Wonwoo memandang Minghao lalu mengangguk pelan.

"Benarkah?."

lagi Wonwoo hanya mengangguk pelan tanpa mengubah posisinya.

"Hm.Oke, Jika ada masalah ceritakan pada Hao siapa tahu Hao bisa bantu."

Lagi, Wonwoo hanya mengangguk.

Pikiran melayang jauh kekejadian Minggu lalu.

"Apa kata ku keterlaluan?."

"Apa aku menyakiti nya?" Wonwoo membatin mengingat ucapannya seminggu lalu pada sang adik kelas.

"Aku mencintai mu hyung! ." Wonwoo reflek mengangkat wajah nya saat kalimat Mingyu seminggu lalu berputar dibenaknya.

"Wae-yo?." Hao sedikit terkejut dengan pergerakan tiba tiba Wonwoo.

"Hao-ie.."

"Hm"

Wonwoo memandang Hao dengan pandangan yang sulit Minghao tebak.

"Kau sangat mencintai Jun?." Tanya Wonwoo.

Minghao mengangguk laju.

"Jika Jun mengatakan padamu bahawa kau hanya orang asing padanya. Apa yang kau rasakan?."

Minghao mengernyit tapi dia tetap akan membalas pertanyaan Wonwoo.

"Sedih tentunya! Hati bagai ditusuk beribu ribu pisau tajam. Yah, bayangkan orang yang sangat kita cintai malah menganggap kita orang asing. Silap silap jika kau tidak mampu menahan sakit itu, kau akan nekat bunuh diri."

Wonwoo bungkam dengan tubuh menengang.

"Ani! Mingyu tidak akan sebodoh itu."

"Dia tidak akan melakukan hal bodoh hanya kerna kalimat ku."

Wonwoo mengeleng laju mengenyahkan pikiran negative nya.

"Dia tidak akan bunuh diri, kan?." gumamnya.

·

It's Time To Give Up

·

"Chogiyo? Apa kau melihat Mingyu? ." Tanya Wonwoo pada adik kelas saat di berkeliling sekolah mencari adik kelasnya itu.

"Kim Mingyu?. Ah! Mingyu sudah 3 hari tidak masuk sekolah sunbae." Jawap adik kelas yang Wonwoo tanya tadi.

Wonwoo tidak bisa menyembunyikkan keterkejutannya.

"3 hari? kerna apa? Apa dia sakit?."

"Tidak tahu Sunbae, Dia menghilang tiba-tiba. Rumahnya juga kosong. Wali kelas kami juga tidak tahu dia kemana."

Wonwoo terdiam.

"Kalau tiada apa lagi. Saya permisi sunbae."

"I-iya.. terima kasih." ujar Wonwoo. Adik kelas itu mengangguk lalu meninggalkan Wonwoo yang masih terdiam ditempatnya.

Wonwoo berjalan lunglai.Kakinya membawanya ke taman sekolah. Duduk dibawah pohon dengan pandangan kosong kedepan.

"Wonwoo Sunbae?." satu suara mengejutkan Wonwoo yang reflek menoleh kesamping dimana berdiri seorang pria berwajah aneh.

"Iya?."

"Ah! Untung ngak salah orang. " pria itu menghela nafas lega.

"Ada apa?." Tanya Wonwoo.

"Ah! Aku Seokmin. Teman Mingyu"

mendengar nama Mingyu entah kenapa membuat hati Wonwoo berdesir.

"Aku tidak bisa lama kerna bel akan berbunyi tak lama lagi. Aku hanya ingin memberikan ini pada Sunbae. Mingyu pesan agar memberikan pada Sunbaes selepas tiga hari." Ujar Seokmin menghulurkan sebuah amplod kecil berwarna putih.

Wonwoo menerima amplod putih itu dengan perasaan tak menentunya.

"Aku pamit Sunbae. Annyeong"

Belum sempat Wonwoo bertanya, pria bernama Seokmin itu sudah duluan berlari meninggalkan nya dan tak lama bel masuk berbunyi tapi Wonwoo tiada niat untuk bangkit dari duduknya buat kekelas.

Wonwoo memandang amplod kecil ditangannya dengan bibir bawahnya dia gigit pertanda dirinya gelisah entah kenapa.

Perlahan Wonwoo membuka amplod itu dan mengeluarkan isi amplod itu yang berupa sebuah kertas. Wonwoo gantian membuka surat itu dan membacanya.

'Annyeong WonWoo Hyung:). Ini aku Mingyu adik kelasmu yang menyebalkan. Maaf untuk setiap hari mu yang ku ganggu. Maaf kerna seenak jidat ku memanggil mu Hyung bukan sunbae.Maaf kerna masuk campur dalam hal peribadimu. Dan Maaf kerna sudah lancang mencintai mu.

Hari itu dimana aku mengajakmu ke cafe adalah Kerna ingin mengatakan sesuatu selain menyatakan perasaan ku. Aku harus pindah ke Amerika mengikuti kedua ibu bapa ku. Dan berharap Hyung menahan ku agar tidak pergi dengan itu aku mempunyai alasan untuk tinggal tapi

Aku terlalu berharap tinggi ya? Sehingga sakit sekali rasanya. Maaf hyung tapi bagi ku, Hyung segalanya untuk ku bukan orang asing bagiku. Sekali lagi maafkan aku. Aku mencintai mu Jeon Wonwoo. Selama nya seperti itu tapi aku juga manusia Hyung.Juga mempunyai titik putus asa. Dan aku sudah sampai ke titik itu kerna sampai kapan pun Hyung tidak akan pernah membuka hatimu untuk ku Ah! bahkan melihat ku saja, Hyung tidak mahu...

Berbahagia lah Hyung'

From:Orang asing mu

For:Jeon Wonwoo[Heart emoji]

Wonwoo mengigit kuat bibir bawahnya menahan isakkannya. Kenapa,Ini lebih sakit dari melihat Orang yang kau cintai bermesraan dengan kekasih nya?.Ini lebih sakit dari harus membantu orang yang kau cintai berbaikan dengan kekasih nya?. Ini lebih sakit dari harus mendengar cuthatan dari orang yang Kau cintai tentang kekasih nya. Kenapa?

"Mingyu. ... hikss... "

Kerna penyesalan selalu datang disaat semuanya sudah berakhir.

_

E N D

See you next chapter