Standard Disclaimer Applied

Crazy Little Things

Collab with xxxibti. Bagaimana nasib jantung Sakura jika selama satu bulan ke depan tiba-tiba mendapat supir antar jemput yang mirip hot sugar daddy gini? Mau resign aja kayaknya tuh jantung, gak kuat coeg!

Don't Like Don't Read!


Sakura Haruno mengunyah cemilan minggu sorenya dengan santai, sambil menatap kakak merahnya yang tengah menggeret koper bawaannya untuk dinas kali ini.

"Nah Sakura, aku akan pergi ke Sunagakure, sekitar satu minggu, paling lambat mungkin dua minggu aku baru kembali," ucap Sasori mendudukkan dirinya di sofa samping Sakura.

"Okay, take care of yourself," balas Sakura santai. Lagipula ini bukan pertama kalinya keluarganya sibuk dengan urusan bisnis.

"Aku tidak menyuruhmu untuk tidak membuat masalah di sekolah lagi, tapi setidaknya kurangi kenakalanmu itu, kau ini semakin dewasa."

"Nii-chan, kau bisa telat jika terus mengomel."

Sasori mendengus, adiknya ini memang suka cari alasan.

"Baiklah, ingat pesanku kemarin, ada adik temanku yang akan tinggal disini sekitar satu bulan sampai apartmentnya selesai direnovasi, jadi jaga sikapmu."

"Apa dia tampan?"

"Ck, kau akan tau sendiri nanti, dan oh ya, mulai besok dia yang akan mengantarmu sekolah."

"Eh? Kok bisa?"

"Apa kau pikir aku mau membiarkanmu menyetir mobil setelah kemarin kau menabraki tong sampah di pinggir jalan?"

"Kan bukan menabrak orang, lagian itu karena aku menghindari kucing!" bela Sakura kesal.

"Pokoknya ya atau tidak ada uang saku. Aku pergi dulu, see you soon darl!" pamit Sasori lalu melangkah pergi, meninggalkan Sakura yang kesal karena tak bisa protes.

Setelah mengeluarkan beberapa kata kebun binatang, Sakura akhirnya memilih kembali rileks menikmati tontonan televisi sorenya. Setidaknya sampai suara bel rumah terdengar setengah jam kemudian.

"Ya, sebentar."

Sakura berjalan malas-malasan membuka pintu rumahnya, dan setelah pintu itu terbuka ia bisa melihat sosok pria dewasa bertubuh jangkung dan berparas rupawan tengah menatap ke arahnya.

"Sakura Haruno? Saya Sasuke Uchiha, teman kakak kamu."

Sakura masih mematung di tempatnya, netra klorofilnya memperhatikan pria yang diketahui bernama Sasuke itu dengan seksama, dari penampilannya sih udah kayak om-om, tapi kok ganteng banget ya? Mirip hot sugar daddy gitu coeg! Apalagi degan lengan kemeja yang digulung sampai siku, memperlihatkan otot lengan pria itu, ambyar teh neng Saku lihatnya.

"Saya tahu saya ganteng, tapi gak perlu segitunya kalau ngelihatin saya," tegur Sasuke menyadarkan Sakura dari lamunannya sendiri.

"Hah?" ucap Sakura agak cengok mendengar apa yang dikatakan om-om di depannya. Cih, ganteng-ganteng narsis.

"Kamu gak mau mempersilahkan saya masuk?" tanya Sasuke lagi.

'Idih, si abang pakai saya kamu segala, sok formal banget dah,' batin Sakura agak keki, kesan pertamanya dengan Sasuke jadi agak kurang baik melihat kenarsisan pria itu. Tapi walau begitu ia akhirnya mempersilahkan pemuda itu masuk dan menunjukkan kamarnya.

"Ini kamar lo, kalau ada apa-apa panggil aja, kamar gue di lantai satu juga kok, tuh di depan," tunjuk Sakura pada kamar dengan tulisan nama Cherry di pintunya.

"Oh, oke."

"Dan awas aja kalau lo macem-macem mentang-mentang abang gue gak disini," ancam Sakura kemudian sambil berniat pergi.

Tapi ucapan Sasuke selanjutnya, susah membuat gadis itu berbalik dan melotot horor.

"Siapa juga yang mau macemin gadis tinggal tulang kayak kamu."

Bangsat, cari ribut nih orang. Nyelekit amat ngomongnya. Sakura jadi kesel sendiri. Bisa-bisanya dia ngomong gitu ke cewek. Gini-gini Sakura tuh cewek tulen tau, walau kelakuannya udah kek preman ganguro.

"Ck, nyelekit amat omongannya, pasti paman jomblo ya? Makaya gak tau cara ngomong sama cewek? hahaha," ejek Sakura dengan tawa yang ia buat-buat.

"Berarti kamu juga jomblo dong? Kamu kan juga judesin saya," balas Sasuke santai.

Sedangkan Sakura, udah mangap-mangap gak terima, pengen seleding itu om-om, tapi ia tahan dan memilih berlalu pergi, malas ngurusin cowok model begini. Gak tau aja dia kalau neng Saku itu gini-gini banyak juga yang suka walau belum ada yang nyantol aja di hati. Aseg.

Sasuke menatap Sakura yang terlihat melenggang pergi ke arah kamar gadis itu dengan langkah yang agak dihentak sebal. Bibirnya tanpa sadar menarik kurva kecil di sudutnya.

"Sakura ya? Lucu juga."


Sakura menatap pantulan dirinya di cermin, ia sudah berpakain rapi dengan seragam sekolahnya, lengkap dengan alamamater dan tas ransel kecil di pundak.

Wajah ayunya terlihat kesal pagi ini karena mengingat ia akan pergi sekolah dengan Sasuke. Menghela nafas kasar akhirnya ia pasrah saja dan memilih melangkah keluar.

Dan baru saja ia keluar dari kamarnya, pemandangan seorang pria dengan balutan jas sudah membuatnya sport jantung saking kagetnya. Ganteng banget coeg!

"Bangsat," ucap Sakura reflek saat emeraldnya menangkap pemandangan sempurna dari ciptaan Tuhan bernama Sasuke Uchiha.

Jangan-jangan nih orang pas pembagian jatah ketampanan pakai orang dalem lagi, makanya bisa ganteng gini. Sedangkan teman-temannya di kelas yang mirip kentang buluk itu pasti ngantrinya di akhir-akhir, jadi udah keambil semua jatahnya sama si Sasuke. Hmm, Saku teh yakin pasti gitu.

Oke, abaikan kalimat ngawur di atas.

"Hn? Gak bisa lebih kasar lagi?"

"Hmmm... Maaf."

"Sini, sarapan dulu, saya tebak orang kayak kamu pasti lebih milih gak sarapan daripada bangun pagi nyiapin makanan," ucap Sasuke santai sambil mengajak Sakura bergabung sarapan dengannya. Ini yang mana tuan rumah sih sebenernya?

Sakura mendengus sebal dan melangkah untuk ikut sarapan, ia tidak bisa membalas karena mau tak mau ucapan Sasuke benar adanya, ia malas bangun pagi dan memasak.

"Gak diracunin kan?"

Kini Sasuke yang balik mendengus, "Saya masih hidup tuh makan ini."

"Siapa tau kan," Sakura mengangkat bahuya cuek lalu memulai sarapannya.

Damn! Enak banget njir. Kokoro Sakura udah gak bisa berkata apa-apa lagi, gadis musim semi itu menikmati sarapannya dengan baik, sekali-kali emeraldnya mencuri pandang ke arah depan.

Jika dipikir-pikir Sasuke itu kayak perfect husbando juga, ganteng iya, mapan iya, pinter masak lagi. Tapi ya itu, omongannya nyelekit. Yah, yang namanya manusia emang gak ada yang sempurna kan.

"Saya tahu kalau pesona saya sekuat itu, tapi segera makan sarapannya jika tidak mau telat."

Bangsat! Baru juga dipuji coeg, udah buat kesel aja nih muka papan. Untung ganteng, kalau gak udah dedek seleding dari tadi atuh mas.

Sepertinya Sakura harus mulai membiasakan diri selama sebulan ke depan, menata hati dan juga mental buat ngehadapain manusia rupa malaikat tapi jiwa setan kek gini. Sabarakan Saku Tuhan, amien.

TBC?


Hai, ini fict collab bareng my beloved xxxibti, cewek paling ruwet yg pernah ada, haha #digelundungin. Rencana kita sih ini cuma jadi fict MC pendek sekitar 5 chapteran. Kalau gaya bahasanya beda sama aku yang biasanya, harap dimaklumi ya ~

Thanks for read! Have a really nice day peeps! Luv ya all ~