Standard Disclaimer Applied.

Crazy Little Things

Collab with xxxibti. Bagaimana nasib jantung Sakura jika selama satu bulan ke depan tiba-tiba mendapat supir antar jemput yang mirip hot sugar daddy gini? Mau resign aja kayaknya tuh jantung, gak kuat coeg!/ "Paman, mau anu dong"/ "Dasar bocah, masih putih abu-abu udah mau ena-ena"/ "Bangsat, belum selesai ngomong cuk"

Don't Like Don't Read!


"Loh, Sakura? Lama tidak bertemu," ujar Gaara saat gadis itu sudah berjarak dekat dan tinggal beberapa langkah saja, membuat ia bisa lebih jelas melihat kembali sosok gadis yang diam-diam ia rindukan itu.

"Oh, siapa ya?"

Coeg! Inikah yang dinamakan sakit tak berdarah. Oke, akang Gaara rapopo :)

"Aku Ga-"

"Hahaha, bercanda, Gaara-nii kan? Masa lupa sama orang ganteng, hehe."

Sasuke mengernyit mendengar suffix -nii, hei yang benar saja, mereka seumuran, kenapa dia dipanggil paman? Apa dia menderita keriput dini seperti Itachi?

"Hah, kau ini benar-benar ya," desah Gaara merasa lega.

"Hehehe, Gaara-nii lagi liburan di Konoha ya?"

"Bukan, aku menetap disini dalam jangka waktu yang lama, gak tau juga sampai kapan."

"Eh, beneran? Terus tinggalnya jangan bilang di rumah itu?"

"Aa, iya."

Sebelum pindah ke Amegakure dulu, Gaara dan Sakura itu bertetangga, makanya mereka saling kenal. Dan selain Sasori, Gaara dulu juga menjaganya sewaktu kecil, makanya ia memanggilnya dengan embel-embel kakak.

"Ekhem." Sasuke berdehem pelan, dipikir enak apa ya jadi obat nyamuk gini.

Dasar Sabaku 'bucin' Gaara, Sakura 'tidak peka' Haruno, dan Sasuke 'obat nyamuk' Uchiha. Cih, gak sudi atuh teh Akang Sasuke digituin.

"Ehe, maaf lupa ada Paman. Gaara-nii, kenalkan di-"

"Aku sudah kenal," ucap Sasuke ketus, merubah atmosfer jadi canggung seketika.

"Aa, iya."

"O-oh, eng, gitu ya, kalau gitu kayaknya kami duluan ya, haha."

"Iya, hati-hati Sakura."

Selepas perjumpaan singkat antar dua tetangga masa kecil itu, Sasuke dan Sakura melanjutkan aktifitas mereka. Membayar belanjaan sebelum kemudian kembali ke rumah.


Sakura mengekori Sasuke menuju dapur, memperhatikan bagaimana otot lengan pria itu yang terlihat saat mengangkat belanjaan yang cukup berat. Membuatnya diam-diam menelan ludah. Gakuku ganana kokoro Neng Saku mah kalau gini terus.

"Kamu cuma mau diem aja di situ? Gak mau bantuin saya?"

Sakura sedikit terkesiap, tertawa hambar sebentar lalu ikut membantu pria itu menata bahan masakan ke kulkas dan lemari makanan.

"Paman, mau makan apa buat nanti makan malam?"

"Hn? Kenapa tiba-tiba?"

"Tadi pagi kan lo dah masak, nanti biar gue aja,"

"Hn, kamu bisa masak apa?"

"Lo maunya apa?"

"Yaki Gyoza?"

"Ha? Apaan tuh, gak ngerti gue, yang lain coba."

"Pad thai?"

"Ehm, No."

"Beef bulgogi bowl?"

"Tau sih, tapi ribet ah."

"Ya udah, terserah kamu aja kalau gitu, enaknya masak apa, saya ngikut."

"Gak, lo yang pilihin," kekeuh Sakura.

Sasuke menghela nafas, duh, cantik-cantik ribet, cipok juga lama-lama.

"Chicken cordon bleu?"

"Wah, enak tuh, eh tapi gue gak pernah nyoba masak, takut gagal nanti."

"Pasta bolognese?"

"Sausnya susah buatnya, nan-"

"TERUS KAMU BISANYA APA?" teriak Sasuke dengan emosi yang meluap begitu saja. Kesel atuh teh si Akang.

"Aku? Ind*omie telor aja sih sebenernya, hehehe."

Ctak! Perempatan siku imajiner muncul di dahi Sasuke, kalau gitu ngapain nawarin aduh Neng. Duh!

Mengheka nafas sabar, Sasuke berusaha menguatkan hati, "Ya udah, kamu masak Ind*omie telor aja sana."

"Nah gitu dong paman, daritadi kek, buat ribet aja."

Ya Gusti, paringi kulo sabar sing katah. Batin Sasuke nelongso. [Translate: Ya Tuhan, berikan saya banyak kesabaran]

Setelah memastikan semua bahan tertata rapi, Sasuke pamit ke kamar duluan untuk beres-beres dan mandi, meninggalkan Sakura yang asik memilih cita rasa Ind*omie yang mau ia masak. SSS aja deh, Suka Suka Sakura. Sasuke mah ngikut.


Udara malam ini tidak terlalu dingin, bahkan cenderung hangat, Sasuke muncul dengan kaos putih polos dan celana pendek selutut warna hitam. Rambutnya yang setengah basah ia biarkan acak-acakan begitu saja. Duh, seksi banget sih, buat kokoro lemah aja si Akang.

"Astaga, Sakura kamu ngapain!" seru Sasuke kaget begitu memasuki area dapur dan ruang makan.

Ini habis perang dunia ke tiga apa bagaimana, kacau parah. Panci dan wajan berserakan dan bahkan tercium bau hangus. Bumbu-bumbu banyak yang tumpah dan mengotori meja. Bahkan ada piring yang terbelah dua di tempat sampah.

"Uh, ya, bukan apa-apa. Kita bisa bereskan nanti, hehehe," ucap Sakura yang muncul dengan dua piring mie dan telor di atasnya. Gadis itu berjalan santai dengan kaos putih pendek dan hotpants yang menampakkan kaki jenjangnya. Duh, buat khilaf aja.

Sasuke menghela nafas, mendengar Sakura menyebut kata kita sepertinya itu pertanda tidak baik untuk jam tidurnya.

"Paman, buruan!" seru Sakura sambil meletakkan dua piring di meja makan. Lengkap dengan dua gelas air putih di atasnya.

Sasuke mengangguk pasrah dan memakan makan malamnya yang untungnya masih berasa sepert mie.

Dan tepat seperti dugaannya, gadis itu tidak membiarkan Sasuke kembali begitu saja, memaksanya untuk membantu membersihkan kerusuhan yang telah dibuat oleh adik Sasori itu.

"Paman Sasuke, ini kerannya kok gak mau nyala sih," teriak Sakura pada Sasuke yang tengah merapikan bumbu dapur yang berserakan.

Sasuke menolehkan kepala ravennya, onyxnya sedikit melotot saat mendapati Sakura tengah menarik-narik leher keran seperti mau mencopot keran itu dari tempatnya.

Segera saja ia berjalan tergesa menghampiri Sakura, berusaha mencegah gadis musim semi itu merusak sang keran air lebih jauh.

"Hei, hati-hati, jangan menariknya seperti itu!" Tangan Sasuke hendak menggapai tangan Sakura, berusaha menghentikan aksi bar-bar sang gadis, tapi belum sempat hal itu dilakukannya, keran air tersebut telah terlepas dari tempatnya, menghujani mereka dengan cukup deras.

"Kyaaa!" pekik Sakura terkaget saat merasakan hampir sekujur tubuhnya tersiram mendadak.

Dengan secepat kilat Sasuke meraih keran yang terlepas dan menutupnya kembali ke tempatnya.

Hening beberapa saat, Sasuke berusaha mengatur nafas dan juga emosinya, sedangkan Sakura terlihat berusaha kembali menata ikat rambutnya.

Sasuke berbalik, hendak mengomeli gadis ceroboh itu, tapi entah mengapa, dirinya malah ikutan ceroboh, kakinya terpleset oleh licinnya lantai yang tergenangi bekas air keran tadi.

Bruk! Bagai adegan drama-drama pada umumnya, Sasuke membelalak horor saat menyadari ia tengah menindih badan mungil Sakura. Benar-benar sudah mirip adegan drama picisan saja. Posisi absurd yang sangat akward untuk keduanya.

Sasuke tidak kunjung membuka mulutnya saat netra hitam jelaganya menatap betapa cantiknya gadis di bawahnya ini, ia tidak terlalu suka mengakuinya, dan juga ia mungkin pernah bertemu gadis yang lebih cantik dari Sakura.

Tapi, entah mengapa wajah cantik nan manis gadis itu, ditambah netra emerald cerlang dan rambut senada bunga musim semi yang berantakan, sukses menarik seluruh atensinya.

Pandangan Sasuke bahkan terus turun, sedikit kaget dan meremang saat menatap bagiamana bra hitam gadis itu terlihat secara sama-samar dari balik kaos tipisnya yang basah. Pinggang rampingnya bahkan tercetak jelas saat kaos itu menempel mengikuti lekuk tubuhnya.

Dan detik setelahnya, tanpa bisa dicegah, netranya menatap kaki jenjang Sakura yang mulus tanpa cela. Menelan ludah kasar setengah frustasi saat ia tiba-tiba merasakan sesuatu mengeras di bawah sana.

Sial, apa dirinya a.k.a Sasuke Uchiha, baru saja mengalami ereksi karena seorang gadis yang bahkan baru masuk SMA? Hell, yang benar saja.

Sakura mengernyit saat Sasuke tak kunjung menarik badannya, ini orang mau apa sih? Ena-ena? Duh, gak sabaran amat, batin otak bokep Sakura absurd.

"Paman, kalau mau ena-ena jangan di sini dong."

Sasuke mendengus, "Bicara apa kamu, badan gak ada isinya gitu mau ena-ena, sekolah aja dulu sana yang bener."

Sakura menatap kesal ke arah Sasuke, hey, yang barusan itu termasuk body shaming tau.

"Dih, kalau gak nafsu ngapain tambah besar coba," ucap Sakura ambigu. Dan Sasuke tau betul apa yang dia maksud.

"Emang udah besar dari sananya." Dan bodohnya Sasuke malah ikutan menanggapi.

Baru saja akan melayangkan balasan, Sakura langsung membungkam mulutnya kaget saat Sasuke mendekatkan wajahnya. Duh, apaan nih si Akang, katanya tadi gak mau ena-ena. Neng Saku belum siap atuh.

Dan apa yang dilakukan Sasuke selanjutnya sukses membuat ia mendapati rutukan sumpah serapah satu kebun binatang dari seorang Sakura Haruno.

Coeg! Ganteng-ganteng resek!

TBC


Halo! Terimakasih banyak yang mau ngasih review, itu sangat berarti untuk kami, T_T. Dan Klo banyak typo / miss, maaf ya, aku malas cek ulang, haha #ditabok #orz.

Thanks for read! Have a really nice day peeps! Luv ya all ~


Special thanks to : Crow on the wire, Febrichan2425, Ryoutacchi.

All the readers, favers, and followers.