CLASSICAL STORIES

Disclaimer : Masashi Kishimoto dan Ichie Ishibumi

Warning : Classic Crossover, NoCikara, NoBijuu, Typo, Another univer...

Summary :

Uzumaki Naruto tewas pada saat perang dunia Shinobi ke-4. Hidup pada dunia baru. Menjadi Seorang bidak dari klan besar Akuma. Berkeinginan hidup damai. Kekuatan baru. Kisah Cinta yang rumit dia alami.

Chapter : Pertama

-Malam Pernikahan Rias Gremory.

Semua berjalan dengan sesuai dengan rencana milik sang Mou Lucifer, dimana Issei datang mengacau dan menghancur pernikahan sang adik dengan berakhir Issei dan Raiser saling bertanding untuk membatalkan pernikahan ini.

Mereka semua masih menonton pertarungan Issei melawan Raiser, mereka semua dibuat terkesima saat melihat Issei memasuki mode [Blance Breaker] bahkan sang ketua sendiri sangat bangga dan terharu karena melihat sang pion yang berjuang mati-matian untuk membatalkan pernikahan yang dia tidak inginkan ini.

Selama berjalannya pertarungan, maka suasana ruangan tersebut menjadi riuh saat Issei berhasil melukai Raiser bahkan setelah itu pertarungan mereka semakin memanas. Pertarungan berjalan cukup lama hingga akhirnya Issei mengakhiri pertarungan ini dengan serangan pamungkas miliknya bersama air suci yang dia gunakan. Mungkin sedikit curang tetapi hanya inilah salah satu cara untuk mengalahkan Raiser itu sendiri.

Saat Raiser tumbang, mereka berfikir jika pertarungan ini telah berakhir dengan Issei sebagai pemenang nya. Tetapi itu semua harus di tepis jauh-jauh karena Raiser kembali bangkit bahkan tubuhnya yang terluka tadi kembali beregenerasi dengan cepat.

Semua orang termasuk Issei disana terkejut melihat Raiser bangkit kembali bahkan luka-luka yang diderita nya pun kembali pulih.

" Terkejut? Inilah ke istimewan kekuatan klan kami dan kau menggunakan cara curang maka akupum sama. Sekarang giliran mu untuk mati " Ujar Raiser yang langsung melesat ke arah Issei yang sudah benar-benar kehabisan tenaga bahkan [Draign] pun membantu memulihkan tenaga Issei masih kesulitan.

Dengan tepat Raiser meninju wajah Issei hingga membuat Issei terpental jauh menabrak dinding Arena. Raiser tersenyum puas saat serangan mengenai dengan telak bahkan Raiser menambah serangannya dengan menghujani Issei dengan metor api secara membabi buta.

Orang menonton pertandingan itu dibuat bergidik ngeri bahkan menangis teruntuk Rias sendiri karena melihat pionnya di siksa dengan begitu kejam oleh Raiser. Sirzech yang awal akan berhasil rencana miliknya tetapi semua berubah total karena Raiser melakukan ke curangan juga. Sirzech mulai berfikir dengan cepat, jika tidak pion sang adik bisa musnah di tangan Raiser saat ini.

Selagi dia memikirkan cara menyelamatkan pion adiknya, Raiser yang tertawa maniak karena dapat menyiksa pion dari calon sang Istri. Saat debu-debu berterbangan dari balik gelap debu tersebut terlihat sinar merah gelap serta sebuah lingkaran besar melindungi Issei sedari tadi. Saat debu tersebut menghilang terlihat Issei dalam keadaan kurang baik serta seorang pemuda lain yanh berdiri tepat di depan Issei.

Raiser terkejut melihat Issei tidak musnah bahkan dilindungi oleh seorang pemuda lain dengan sihir Klan Gremory, ya Gremory. Para penonton bahkan terkejut saat melihat seorang pemuda ikut serta dalam pertandingan Issei melawan Raiser terlebih pemuda itu melindungi Issei dengan sihir klan Gremory.

Rias yang terkejut melihat pemuda itu tak kuasa menahan rasa kaget hingga menutup mulutnya dengan tangis haru, bahkan Akeno sedikit berlari mendekati Rias.

" Rias, jangan kau bilang kalau teman mu yang kau hidupkan itu adalah Uzumaki-kun ?" Tanya Akeno yang tepat berdiri di depan Rias.

Rias tak menjawab dengan suara melainkan dengan gerakan tubuhnya yang membuat Akeno membeku saat ini juga. Sirzech yang sedari berfikir bagaimana cara menyelamatkan pion adiknya dibuat terkejut melihat kemunculan pemuda tersebut. Sirzech juga mendengar pertanyaan dari Ratu adiknya dan tebakannya bahwa pemuda itu juga pion adiknya tetapi bagaimana bisa pemuda itu menggunakan sihir Klan Gremory.

" Untung saja aku datang tepat waktu, jika tidak kau sudah mati untuk kedua kalinya Issei " Kata Naruto yang membantu Issei untuk berdiri dan Issei hanya cengir bodoh menjawab perkataan Naruto barusan.

" Aku tau kau juga akan datang " Balas Issei yang sudah berdiri dibantu oleh Naruto.

Narto maupun Issei kembali di buat terkejut saat sebuah bola api cukup besar mengarah ke arah mereka berdua, hanya dalam sekejap sihir pelindung muncul didepan mereka dan itu sama seperti tadi.

" Jadi lelaki itu menjadi calon suami Rias? " Tanya Naruto yang masih memperhatikan Raiser dari kejauhan.

" Iya, apakah kau bisa membantu ku untuk mengalahkan nya? " Tanya Issei balik yang membuat Naruto tersenyum simpul dan melangkah mengarah Raiser.

" Serahkan pada ku dan kau beristirahat lah, biar aku menyelesaikan lelaki itu " Ujar Naruto sembari melangkah dan meninggalkan Issei yang sedikit kagum.

[Ada baiknya kau sedikit menjaga jarak dengan pemuda itu, Issei]

[Heh...? Apa maksud mu Draign? Dia itu teman ku juga]

[Terserah pada mu saja, pemuda itu berbahaya. Aku hanya menyarankan mu saja]

Issei langsung saja terdiam saat mendengar perkataan Draign barusan dan kemudian melihat ke arah Naruto. Terkejut bukan main saat ini, melihat Naruto sudah bertarung dengan Raiser bahkan dapat memojokan Raiser. Mungkin, ada benarnya jika Naruto itu berbahaya melihat cara bertarung nya pun bukan isapan jempol belaka.

Naruto secara terus menerus melancarkan serangan Taijutsu miliknya kepada Raiser yang kewalahan menahan setiap serangan Naruto. Saat mendapat sela, Raiser langsung saja mengambil jarak dari Naruto dan kemudian langsung terbang dengan sayap api miliknya.

" Ku akui jika kau memang hebat dalam serangan jarak dekat. Tetapi, apa kau bisa sehebat dalam serangan jarak jauh seperti ini?" Tanya Raiser yang langsung menyerang Naruto dengan berbagai jenis sihir api, Naruto terus menghindar setiap serangan Raiser dan sesekali menangkisnya.

Tap Tap

" Hmmmm, apa kau pernah berburu seekor burung? Jika belum, maka akan ku tunjukan bagaimana cara menembak jatuh seekor burung " Ujar Naruto yang sudah berdiri dengan sempurna, secara perlahan dari genggaman tangan kirinya muncul Busur panah yang cukup besar dengan bentuk begitu mengerikan.

Dengan kepala seekor Naga ditengah serta kiri kanan seperti sayap serta busur panah tersebut dikelilingi oleh [Power Distracion].

Seakan membuat busur panah tersebut begitu mengerikan, Raiser maupun orang yang menonton pertandingan ini dibuat sangat terkejut karena mereka kembali melihat seseorang begitu mahir dalam mengendalikan sihir Klan milik Gremory setelah Sirzech.

Sirzech yang melihat Naruto begitu mahir dalam mengendalikan kekuatan penghancur mutlak itu dibuat begitu terkagum bahkan Sirzech terus menerka kenapa pemuda ini bisa lolos dari pengawasan nya terlebih dari adiknya sendiri.

Saat masih memperhatikan, Sirzech dan semua Akuma disana di paksa untuk menelan ludah dengan begitu kasar saat melihat Naruto menarik tali busur panahnya dan disana tercipta sebuah anak panah dari ketiadaan dengan kekuatan penghancur mutlak.

Raiser yang melihat itupun merasakan jika hal selanjutnya adalah ajalnya menjemput, maka dari itu Raiser menciptakan sepasang pedang Api dan langsung melesat ke arah Naruto dengan kecepatan tinggi.

'Jika ini adalah ajal ku kembali, maka aku sangat berterima kasih telah dihidupkan kembali waktu itu dan mungkin hanya sebatas ini saja yang bisa aku balaskan Jasa mu, Rias'Batin Naruto serta pandangan yang saling berhadapan dengan Raiser saat itu juga. Naruto maupun Raiser meluncurkan serangan terkahir mereka secara bersamaan yang membuat mereka semua terkejut bahkan terdiam saat serangan dari mereka saling mengena.

Anak panah Naruto tepat mengenai dada Raiser yang membuat sang empuh langsung jatuh di belakang Naruto dengan memuntahkan darah dan Naruto yang juga jatuh terduduk dengan lengan kanannya terpotong.

Tidak ada yang saling bersuara semua yang melihat pertandingan tersebut selama lima menit. Sebelum Naruto bangkit dan berjalan menjauh dari Raiser yang sudah jatuh telungkup dengan genangan darah disana.

Grayfia yang terlebih dahulu tersadarkan langsung saja menteleport mereka yang ada disana kecuali Naruto yang menteleport dirinya sendiri. Sesaat kemudian mereka telah berada di gedung pernikahan kembali dan Raiser yang langsung dibawah oleh tim medis serta Issei yang disambut oleh teman-temannya. Rias yang melihat kondisi Issei cukup bersyukur dan satu orang lagi yang tidak muncul, yaitu Naruto.

Mereka semua masih berfokus pada Issei dan Raiser yang di bawah pergi barusan. Kemudian, mereka menyadari keberadaan Naruto yang berjalan mendekat ke arah rombongan Rias sembari menahan lengan kanannya yang terus mengeluarkan darah bahkan wajah Naruto sudah terlihat pucat karena kekurangan darah cukup banyak.

" Rias, semoga setelah semua ini kau bisa berbahagia kembali. Mungkin, hanya sebatas ini yang bisa aku balas atas jasa mu waktu kembali menghidupkan ku. "

Ujar Naruto yang berdiri tepat di depan Rias yang terdiam mematung dan melihat ke arah lengan kanan Naruto yang masih mengeluarkan darah tersebut.

" Aku memang ingin menghidupkan teman ku, tidak ada maksud lain dari itu semua Naru. Seharusnya, kau tidak sejauh ini bertindak! Ayo segera obati luka mu Naru! "

Seru Rias yang berusaha menjangkau tubuh Naruto dan itu dihindari oleh Naruto sendiri yang secara perlahan berjalan mundur dari Rias yang terus berusaha menjangkau tubuhnya.

" Tidak apa, ini hanya luka ringan. Aku segera mengundurkan diri karena keberadaan ku sudah cukup saat ini "

Ujar Naruto kembali dan berhenti yang diikuti oleh Rias. Rias yang merasakan firasat buruk setelah perkataan Naruto barusan yang membuat dirinya harus segera menjangkau tubuh Naruto saat ini juga.

Tapi semua itu tidak terlaksana saat Naruto yang langsung terbang dengan sepasang sayap merah gelap yang membentang lebar dan mereka semua membuat bulat kan mata mereka karena sepasang sayap besar itu tercipta dari kekuatan penghancur mutlak dan membuat mereka semua menerka seberapa kuat Naruto itu sekarang.

" T..tunggu! kau mau kemana Naru!! "

Seru Rias yang terlihat panik saat Naruto sudah terbang di atasnya dan hanya sebuah senyum dan hujan bulu sayap yang dilihat Rias sebelum, Naruto mengepakan sepasang sayap tersebut terbang menjauh. Karena, melihat Naruto terbang menjauh Rias mengejar Naruto dengan terbang juga.

Diluar gedung pernikahan tersebut terlihat Naruto terbang menjauh dengan Rias yang mengejar dibelakang nya. Rias tak henti meneriakkan Nama Naruto dengan tangisnya hingga di depan sana, sudah muncul sebuah lingkaran sihir sama seperti tadi dan langsung menelan keberadaan Naruto yang membuat Rias terhenti terbangnya dan pandangan nya menjadi kosong.

Sensornya secara tiba-tiba menjadi tidak berfungsi pada Naruto bahkan keberadaan Naruto telah musnah ditelan bumi. Rias hanya bisa berteriak keras dan menangis menghadap bulan buatan tersebut dan tak lama kemudian dari langit tersebut muncul hujan bulu bulu sapa berwarna sama seperti sayap Naruto tadi yang membuat Rias bertambah kuat menangis.

Jauh dibelakang Rias ada Akeno yang jatuh terduduk melihat kepergian Naruto, sama seperti Rias sensor nya pun tidak dapat melacak keberadaan Naruto. Didalam fikirannya saat ini setelah Naruto menteleport dirinya tadi langsung saja mati kembali.

Malam itu juga kedua orang gadis menangis tersedu-sedu atas kepergian satu orang remaja lelaki yang mereka kenal, katakanlah mereka berdua memang menyukai lelaki itu tetapi nasi telah menjadi bubur. Keberadaan Naruto telah hilang ditelan bumi.

(Kemudian semua kejadian sesuai dengan light Novel, kecuali untuk Rias dan Akeno yang memilih tinggal terpisah oleh Issei. Rias pada apartemen sendiri dan Akeno pun sama. Fokus cerita ini tentang hubungan mereka dan sedikit bumbu konflik. Time skip sedikit membuat semua karakter menjadi dewasa, yaitu 6 tahun. Oh Issei juga udah sangat kuat!).Time Skip : 6 Tahun kemudia

-Los angeles, Amerika Serikat.

Perkiraan cuaca pada kota LA pada hari ini hujan deras dan diharapkan para warga membawa jas hujan maupun payung untuk mengantisipasi nya... Berita selanjutnya...

Suara televisi yang menggema pada semua cukup mewah di antar perumahan lainnya dan penghuninya rumah tersebut sedang berada di dapur untuk menikmati sarapan pagi semua. Ada dua orang lelaki yang pada meja makan yang sibuk dengan aktifitas mereka sendiri dan seorang perempuan dewasa sedang masak di sisi kanan mereka.

" Naruto, setelah pulang kerja nanti. Tolong mampir pada tokoh bunga langganan Ibu, Ibu sudah memesan bunga dari sana. Setelah itu bawakan ke rumah Nenek mu "

Ujar Perempuan dewasa disana dengan Surai merah diikat sanggul sembari memasak sarapan pagi untuk mereka. Ya, keberadaan Naruto saat ini mengikuti kedua orang tuanya yang sudah terlebih dahulu pindah dan tinggal di negeri bebas ini.

" Oke, oh Yah. Perusahaan cabang di Jepang bagaimana? "

Tanya Naruto kepada Minato yang sibuk membaca berita hangat di koran pagi ini. Minato sedikit melirik ke arah anak lelakinya dan melanjutkan membaca.

" Ada sedikit masalah tetapi sudah di atasi. Apa kau mau kesana? Sembari bernostalgia? "

Jawab Minato dan bertanya kepada Naruto yang tidak di tanggapi. Mereka kembali sibuk pada kegiatan mereka sendiri. Setalah sarapan pagi dan berbincang singkat, Naruto berangkat ke kantor dan kedua orang tua nya pun juga berangkat kerumah Nenek Naruto karena akan merayakan ulang tahunnya ke 64 tahun walau fisik seperti 30 tahunan, you know she.

Selama perjalanan menuju ke kantor, jalanan LA terlihat ramai pagi ini. Suasana biasa pada kota LA, jadi Naruto tak terlalu kaget lah. 20 menit kemudian Naruto telah sampai pada perusahaan miliknya yang saat ini telah di pimpinnya mengganti kan sang ayah telah pensiun 3 tahun lalu.

Menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar pada usia mudah, lulus universitas dengan begitu cepat, wajah yang tampan, berstatus single membuat wanita maupun perempuan di LA tergila-gila pada Naruto. Wajah blesteran Ameriak-jepang menjadi nilai plusnya.

Jika dulu lengan kanannya terpotong oleh Raiser maka sekarang dirinya telah memiliki lengan kembali setelah menjalani operasi, sebuah operasi besar yang pernah di jalani dan syukur nya itu berhasil walau lengan tersebut terlihat sangat pucat Maka dari itulah Naruto menutupi nya dengan perban yang setiap hari diganti, agar kulit lengan barunya tidak mengalami iritasi.

Berjalan memasuki perusahaan yang dia pimpin sekarang dengan aura kewibawaan yanh begitu kental serta karisma tampan yang bertebaran dengan kuat membuat para kaum perempuan disana tak mengedipkan mata mereka sebarang sedetik pun. Karena, mereka saat ini sedang melihat salah satu makhluk tertampan di dunia ini dalam jarak pandanh mereka.

Hingga Naruto menghilang di balik lift khusus para petinggi perusahaan dan lift tersebut mengerah ke lantai teratas cukup teratas dimana ruangan seorang CEO berada. Saat keluar dari lift, Naruto telah disambut oleh dua orang sekretaris miliknya ayahnya dan menjadi sekretaris nya pula. Naruto tidak menganggap mereka seperti bawahannya tetapi sebagai seorang senior dan kakak perempuan untuknya.

Karena kedua perempuan ini sudah seperti Kakak bagi Naruto. Memperhatikan dirinya dari sebagai hal terkecil hingga terbesar dan memberi semangat di kala dirinya lelah. Naruto menciumi kedua perempuan itu dah di balas oleh kedua perempuan itu juga pada kening Naruto.

Mau bagaimana pun mereka juga menganggap Naruto sebagai adik lelaki mereka dan jangan lupa anak-anak mereka yang senang jika bertemu dengan paman pirang mereka ini. Kemudian, kegiatan mereka berjalan seperti hari-hari biasa dilakukan seperti Rapat, pembahasan perusahaan, berkas-berkas, dan sebagainya.

Hingga pada waktu menunjukkan waktu pulang maka mereka semua pulang ke rumah, sembari merehatkan tubuh yang letih bekerja seharian. Naruto, sebagai seorang pemimpin pun tak luput juga. Pulang urutan terkahir karena harus memastikan beberapa hal terlebih dahulu.

Kemudian pulang ke kediaman neneknya tapi sebelum itu mengambil pesanan bunga dari Ibunya. Jalanan LA pada jam pulang kerja begitu ramai dan Naruto dengan begitu sabar mengendari mobil mewahnya dalam jalanan LA yabg terkenal sibuk di seluruh dunia. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu jam menuju ke kediaman sang Nenek. Setiba disana Naruto langsung disambut oleh seluruh keluarga besar nya dan pandangan Naruto kala itu tertuju pada seorang perempuan.

Dia mengenal perempuan ini bahkan pandangannya juga menangkap seorang perempuan lain yang baru saja datang dengan troli membawa teh. Padangan mereka saling bertemu saat ini. Waktu serasa berhenti saat itu. Dunia ini hanya ada mereka bertiga saat ini juga.

Sebelum Naruto memutuskan pandangan nya pada kedua perempuan tersebut dan melanjutkan percakapannya kepada Neneknya. Cukup lama berbincang dan Naruto memohon undur diri dahulu menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Naruto berjalan menunu ke kamarnya dan diikuti kedua perempuan tadi, ya mereka ada Rias dan Akeno. Rias yang berpenampilan seperti wanita karier dan Akeno yang berpenampilan rapi tetapi cantik. Mereka berdua mengikuti Naruto, karena mereka ingin memastikan apa benar jika lelaki yang mereka ikuti ini benar adalah seorang Naruto.

Hingga mereka berdua berhenti didepan pintu kamar Naruto yang terkunci. Mereka bisa saja menerobos masuk tetapi ada baiknya mereka menunggu orangnya sendiri keluar dari kamarnya. Maka dari itu mereka berdua menunggu tepat di depan pintu kamar naruto.

Soal perasaan mereka sudah saling tahu, maka berdua lah bertikat untuk mendapatkan Naruto bahkan mencari keberadaan Naruto di dunia ini karena mereka yakin jika Naruto masih hidup. Cukup lama mereka menunggu Naruto selesai dan saat pintu terbuka maka hal yang pertama mereka lihat adalah seorang lelaki dewasa bertubuh tinggi jangkung didepan mereka dengan wajah yang begitu terpahan sempurna.

Di mata mereka Naruti begitu sempurna bahkan mereka tak dapat berkedip sedikit pun.

" Kalian berdua mengikuti ku? Ada apa kalian mengikuti ku? "

...

...