Disclaimer: Haikyuu! adalah karangan Furudate Haruichi. Author tidak mengambil keuntungan materiil.

Warning: ficlet oneshot, berpotensi BL AsaNoya dan KageHina

.

.

Pada Suatu Pagi

by Fei Mei

.


.

Kiyoko dan Hitoka sampai sekolah kepagian. Bukan janjian juga, tapi bisa pas banget mereka sama-sama tiba di sekolah berbarengan. Ciieee~~, eh, enggak, tunggu, inti dari cerita ini bukan tentang mereka yang bisa sehati banget hari ini. Karena sudah terlanjur tiba di sekolah, kedua manager tim voli putra SMA Karasuno itu memutuskan untuk ke ruang gym, siapa tahu ada anggota tim voli yang entah bagaimana datang lebih pagi dari mereka.

Suara decitan dan derap sepatu terdengar jelas dari luar pintu gym. Wah, entah ada yang kepagian juga atau memang orang yang di dalam itu kerajinan untuk latihan pagi. Kiyoko dan Hitoka sudah berniat untuk membuka pintu ruang itu, tapi mereka mengurungkan niatnya ketika tiba-tiba mereka mendengar suara Nishinoya.

"Ini yang pertama kalinya untukku, kudengar rasanya akan sakit sekali, apa benar?"

Nah loh.

"Hmmm, pengalaman pertama pasti sakit sih." Kali ini suara Azumane. "Entar lama-lama bakal terbiasa, kok. Malah, kalau sudah biasa, bakal jadi enak dan keterusan!"

Hah?

"Asahi-san, bimbing aku, ya!"

"Sini, tanganmu sentuh ini!"

Sentuh apaan?

"A-ah! Sakit!" rintih Nishinoya.

"Tanganmu salah, coba sentuh yang benar."

Telinga Kiyoko dan Hitoka semakin memanas. Harusnya mereka tidak boleh menguping lebih jauh. Tapi, tapi, tapi penasaraaan!

"Asahi-san!" rintihan itu makin jelas.

"Tahan, Noya, sedikit lagi!"

"Tidak, aku tidak kuat! Punya Asahi-san terlalu besar, aku kan kecil!"

"Noya, percayalah padaku, ya?"

"Tapi, perih, Asahi-san … entar aku gak bisa masuk kelas, gimana?"

"Aku tanggung jawab, pasti."

"Asahi-san"

"Nishinoya—"

"—Shimizu, Yachi, kalian lagi ngapain?"

DEG.

Kedua gadis itu kaget parah, menoleh ke belakang, ada sang kapten dan setter kelas tiga.

"Eh, ehehehe—" Kiyoko dan Hitoka salah tingkah.

"Kok belum masuk? Masih terkunci?" tanya Sugawara, hendak maju memegang gagang pintu.

"S-Suga senpai!" Hitoka panik. "Mungkin kita jangan masuk dulu!"

"Kenapa?" Sawamura bingung.

"Ada Nishinoya dan Azumane … mereka mungkin sedang sibuk … " Kiyoko tidak kalah panik.

Sugawara dan Sawamura saling pandang dan bingung. Menghiraukan kedua manager mereka, Kapten pun membuka pintu gym. Hitoka dan Kiyoko ingin teriak panik, tapi langsung canggung gara-gara—

"Loh, mereka masih pakai celana?" gumam Kiyoko, terdengar lebih kencang daripada niatnya.

"Pakai celana? Ya, iyalah!" sahut Azumane, setengah tertawa.

"T-tapi tadi—anu, kalian habis ngapain tadi?" tanya Hitoka gugup.

Nishinoya menyerngit. "Tadi? Oh, aku lihat jump serve Asahi-san keren banget, jadi aku minta diajari. Susah banget! Tanganku jadi sakit begini gara-gara baru pertama kali coba."

Kedua gadis itu agak menganga. Jadi mereka salah paham? Tapi—

"Terus, besar-kecil itu apaan?" tanya Hitoka, masih penasaran.

"Oh, itu masalah tangan. Tangan Asahi-san kan, besar, jadi tidak bakal begitu sakit. Tanganku kecil, jelas lebih sakit," jelas Nishinoya.

"Kamu sentuh bolanya salah, sih," ujar Azumane.

Aaaahh, jadi kedua gadis itu salah paham, padahal sudah tahan nafsu, untung bukan bulan puasa.

.


.

Keesokan harinya, Hitoka masih datang kepagian, tapi kali ini ia tidak berpapasan dengan Kiyoko. Dipikirnya mungkin sudah ada anggota tim voli yang sudah latihan pagi-pagi, jadi gadis itu memutuskan untuk ke gym. Benar juga, ia bisa mendengar suara Hinata dan Kageyama dari luar ruangan.

"Sakit, Kageyama!"

"Tahan, Boke!"

Hitoka tersenyum, ia pikir mungkin kedua teman seangkatannya itu sedang mencoba teknik baru atau apa. Ia tidak ingin salah paham seperti kejadian kemarin. Jadi ia membuka pintu gym dan—

—Yachi Hitoka mimisan.

.


.

Selesai

.


.

A/N: Ini lebih panjang dari rencana Fei, tapi semua adegan di sini memang sesuai rencana sih, apalagi dialog AsaNoya dan KageHina. Bagian terakhir itu, masih bisa masuk rate T enggak ya?

Review?