The Girl In Library

By KitsuneSan99


Saat ini terdapat lima pemuda yang bisa dibilang sudah cukup dewasa. Mereka berlima sudah tidak bisa dikatakan remaja, karena usia mereka yang sudah mulai berkepala dua.

Mereka saat ini sedang membicarakan sesuatu tentang masa depan mereka, tentang rencana mereka setelah lulus Universitas nanti.

"Kurasa aku akan meneruskan pekerjaan orang tua ku di perusahannya, mengingat jurusan yang aku ambil saat ini merupakan jurusan bisnis." Kata pemuda yang memiliki rambut berwarna coklat,

"Aku juga akan sama sepertimu Maeda, Ayahku sangat ingin aku meneruskan pekerjaannya di perusahaan miliknya. Meskipun aku akan meneruskan pekerjaan orang tuaku, aku sangat ingin membuat sebuah Kindergarten. Kalian tau kan aku menyukai anak kecil." Kata pemuda kedua yang seperti kita ketahui merupakan seorang yang cukup aneh.

"Kau dan sifat lolicon mu itu hanya akan membuat anak kecil takut untuk bermain denganmu." Ejek pemuda bersurai hitam panjang yang membuat Takeda menjadi suram seketika.

Semuanya tertawa saat pemuda bersurai hitam itu melontarkan perkataan yang bisa membuat pria lolicon disampingnya menjadi pundung. Teman-temannya bukannya memberikan semangat malah semakin mengeraskan tawanya.

'Dasar teman-teman biadab, bukannya menyemangatiku saat suram begini mereka malah menertawakanku.' Umpat Takeda didalam hatinya dilanjutkan dengan beberapa umpatan lainnya yang ditujukan kepada teman-temannya saat ini.

"Oh ya Naruto, bagaimana acara kencanmu dengan seseorang yang aku kenalkan kemarin? apakah sekarang kalian resmi menjadi sepasang kekasih?" Ucap salah satu temannya lagi kepada pria pirang yang kita ketahui bernama Naruto.

Naruto yang mendapat pertanyaan seperti itu dari temannya hanya bisa menghela nafas, dan memikirkan beberapa jawaban yang cocok dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan temannya tersebut.

"Hah..."

Temannya yang mendengar helaan nafas yang dikeluarkan oleh pemuda pirang ini, sudah mengetahui jawaban yang akan Naruto katakan. Karena hal ini bukan pertama kalinya bagi mereka menanyakan pertanyaan itu dan hanya dijawab dengan helaan nafas.

Mereka tahu apa yang akan dikatakan oleh Naruto saat ini, setelah mendengarnya menghela nafas dan memasang ekspresi yang sulit diartikan.

'Sepertinya tidak berhasil lagi.' Hanya itu yang mereka pikirkan ketika mereka semua melihat raut wajah Naruto saat ini.

"Kemarin pun tidak berhasil lagi, maaf sudah merepotkan kalian selama ini, tetapi aku minta kepada kalian untuk berhenti melakukan itu lagi, karena hanya akan merepotkan kalian saja."

Ucap Naruto kepada teman-temannya dengan sedikit tidak enak, karena bagaimanapun juga teman-temannya sudah banyak membantu dirinya disaat dia membutuhkan.

"Santai saja Naruto, bukankah sesama teman harus saling membantu di saat teman lainnya sedang kesusahan."

"Iya Naruto, lagipula kita tidak merasa direpotkan saat kau meminta bantuan kepada kami untuk mencarikan perempuan yang cocok dengan dirimu."

Naruto merupakan salah satu dari sedikit orang yang belum pernah berpacaran, bahkan Naruto belum pernah memiliki kekasih hingga saat ini.

Sebenarnya Naruto memiliki wajah yang tampan, dengan kulit tan yang memberikan kesan seksi bagi siapapun yang melihatnya, tidak hanya itu Naruto juga bisa dibilang cukup cerdas karena saat SMA dulu dirinya berhasil menjuarai berbagai macam perlombaan yang sering di ikutinya dulu.

Tetapi siapa sangka pria pirang yang memiliki wajah tampan dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata itu belum mempunyai kekasih hingga sekarang ini, Naruto sangat ingin memiliki kekasih, karena dia melihat teman-teman dihadapannya ini sudah memiliki tambatan hatinya masing-masing.

Naruto juga ingin memiliki seseorang yang bisa dirinya cintai, dan bisa dia jadikan pendamping hidupnya mengingat di usianya saat ini seharusnya dia sudah memiliki seorang kekasih dan juga mulai mencari pendamping hidupnya.

"Terima kasih teman-teman kalian memang yang terbaik. Oh ya, berbicara tentang masa depan sebenarnya aku sudah menemukan seseorang yang bisa membuatku tertarik, aku bertemu dengannya di perpustakaan saat aku sedang belajar disana." Ucap Naruto.

Semua temannya terkejut akan perkataan yang dilontarkan oleh Naruto saat ini, bahkan ada beberapa dari mereka yang tersedak minumannya sendiri.

Bagaimana tidak terkejut, Naruto yang di hadapannya ini tidak pernah sekalipun menunjukkan ketertarikannya kepada lawan jenis, bahkan teman-teman Naruto mengira bahwa dirinya merupakan seorang yang menyukai sesama jenis.

Jangan salahkan mereka tentang ini, saat Naruto masih duduk di bangku SMA dia pernah beberapa kali mendapatkan pernyataan cinta dari gadis-gadis di sekolahnya dulu, dan Naruto menolak semuanya dengan alasan yang menurut temannya tidak masuk akal.

"Kenapa kalian begitu terkejut seperti itu? apakah kalian mengira aku ini seorang homoseksual yang menyukai sesama pria?"

Tanpa disadari ada beberapa dari mereka yang spontan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Naruto itu.

"Dasar teman-teman tidak sopan." Umpat Naruto dengan muka kesalnya.

Hei ayolah, dia ini merupakan seorang yang tampan dan pintar. Seenaknya saja teman-temannya mengira dirinya sebagai homoseksual, bahkan Naruto pun bergidik ngeri ketika dirinya membayangkan orang-orang yang menyukai sesama jenisnya itu.

"Tidak, bukannya kami bermaksud seperti itu, tapi siapa perempuan yang bisa membuat dirimu tertarik ini? bisakah setidaknya kau mendeskripsikan tentangnya sedikit?" Tanya salah satu temannya yang memiliki surai hitam pendek.

"Sebenarnya dia satu jurusan denganku di Universitas, dia memiliki rambut berwarna merah terang dengan mata yang berwarna ungu, memiliki badan yang cukup bagus untuk perempuan seusianya."

Naruto mendeskripsikan perempuan itu seraya membayangkan sesosok perempuan yang bisa membuat dirinya tertarik, Naruto tidak bodoh untuk menyadari bahwa dirinya menyukai perempuan tersebut.

"Hm... kurasa aku tau, siapa perempuan yang dimaksud oleh Naruto." Ucap salah satu temannya, ucapannya ini membuat semua teman Naruto memandangnya dengan rasa penasaran yang tinggi.

"Kurasa ada satu perempuan yang memenuhi kriteria yang tadi Naruto sebutkan di jurusan kami." Temannya ini ternyata satu jurusan dengan Naruto di kampus itu.

"Itsuki Nakano, benar?"

Semua temannya sekarang balik memandang Naruto dengan rasa penasaran yang tinggi menunggu Naruto untuk mengonfirmasi kebenaran dari perkataan temannya itu.

"Itu benar." jawab Naruto dengan tenang.


Disebuah ruangan, terdengar bunyi alarm yang menandakan bahwa sudah seharusnya sang pemilik kamar bangun dan bersiap untuk memulai aktivitasnya hari ini.

Terlihat seorang perempuan dengan surai merah terang duduk di tepian kasur untuk menghilangkan rasa kantuk yang menyerangnya beberapa saat lalu. Dengan sisa tenaganya gadis itu bangun dari kasurnya dan melangkah pelan menuju kamar mandi.

Setelah gadis tersebut selesai dengan ritual paginya, terdengar suara gadis lain dari depan kamar yang memanggil namanya.

"Itsuki!, sarapannya sudah siap, turunlah!. Kita semua sudah menunggumu di ruang makan, hanya kau yang belum sampai disana, dan aku tentunya, hihi..."

Gadis di depan kamar Itsuki itu pergi berlalu setelah tugasnya dirasa selesai tanpa mendengar dulu jawaban dari Itsuki yang berteriak dari kamarnya.

"Ya!"

Itsuki POV

Saat ini aku sudah berada di depan pintu, namun sebelum tanganku sempat memegang gagang pintu itu, aku mendengar bunyi dari ponselku yang menandakan ada sebuah pesan yang masuk.

Apakah hari ini kamu pergi ke perpustakaan seperti biasa? perpustakaan tak akan menyenangkan tanpamu, jadi kemarilah

Aku sedikit terkikik ketika membaca pesan yang tertera saat ini, aku tahu betul siapa orang yang mengirim pesan seperti ini di pagi hari, meskipun aku tau ada atau tidaknya aku di perpustakaan, orang yang mengiriminya pesan saat ini pasti akan tetap disana.

Baiklah, aku akan kesana setelah kelas pagi ku selesai.

Respon diberikan kepada si pengirim setelah dirinya membaca pesan tersebut. Aku mulai berjalan menuju lantai bawah untuk sarapan bersama dengan saudari-saudariku, aku yakin salah satu dari saudariku disana sedang menunjukkan wajah kesalnya karena menungguku terlalu lama.

Itsuki POV End


Beralih ke tokoh utama cerita ini, saat ini Naruto sedang belajar di kelasnya, karena sebentar lagi kelas paginya akan segera dimulai, biasanya sebelum kelas dimulai Naruto selalu mempelajari materi yang akan disampaikan hari ini.

Namun berbeda untuk saat ini, terlihat bahwa Naruto sedang tersenyum sambil membayangkan sesuatu.

Flashback

"Huh... kenapa harus turun hujan disaat seperti ini, aku tidak membawa payung, baterai ponselku habis, sekarang aku tidak tahu harus pergi kemana."

Naruto hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini, dia hanya bisa menggerutu dan mengutuk dirinya sendiri karena dia tidak membawa payung, padahal dia tahu hari ini akan turun hujan.

"Kurasa berteduh di perpustakaan merupakan ide yang bagus, sekalian saja aku membaca buku untuk mengisi waktu bosanku dan untuk menunggu hujan reda. Hm! kurasa itu bagus."

Saat ini Naruto sudah berada di dalam perpustakaan, dirinya tak menyangka kalau perpustakaan akan sangat sepi seperti ini, padahal waktu baru menunjukkan pukul tiga sore.

'Aku tak mengira akan sesepi ini perpustakaan di sore hari, atau mungkin karena hujan ini, sehingga para siswa memilih untuk pulang daripada harus berada di perpustakaan.' Batin Naruto setelah melihat kondisi perpustakaan tersebut.

Dirinya memutuskan untuk mencari tempat duduk di perpustakaan itu, namun saat dia mencari bangku yang akan dirinya tempati, dia melihat ada seorang perempuan yang tertidur di salah satu meja disana.

"Heh?? kenapa ada perempuan yang tertidur di tempat seperti ini?, apakah aku harus membangunkannya?. Tapi disini sangat sepi sekali, kurasa aku tidak akan membangunkannya hitung-hitung ada seseorang yang akan menemaniku disini." Ucap Naruto.

'Kurasa aku akan membaca disini saja sekalian menemaninya hingga bangun nanti.' Pikir Naruto saat dirinya memutuskan untuk menemani gadis didepannya ini.

Naruto mulai menatap wajah gadis yang sedang tertidur di depannya saat ini, tanpa dirinya sadari tangannya bergerak pelan untuk menyibak surai merahnya dengan pelan agar dia bisa melihat wajah dari gadis tersebut.

"Cantik..." Gumam Naruto tanpa sadar saat dirinya melihat wajah gadis didepannya itu.

Setelah selesai dengan acara menatapnya, Naruto mengalihkan perhatiannya kepada buku yang saat ini dirinya pegang untuk kembali menetralkan wajah dan pikirannya saat ini.

Beberapa menit kemudian Naruto mendengar lenguhan dari arah depannya, setelah dia melihat gadis itu lagi, Naruto menemukan gadis di depannya saat ini telah terbangun dari tidurnya.

"Sudah bangun? bagaimana tidurmu? nyenyak?" Tanya Naruto kepada gadis didepannya itu.

"Siapa kau? kenapa kau ada disini?" Gadis itu balik bertanya kepada Naruto.

"Aku Naruto, Uzumaki Naruto, Aku hanya sedang menunggu hujan di luar reda dan membaca buku disini. Dan kau? siapa namamu?" Jawab dan tanya Naruto.

"Aku Nakano Itsuki, sepertinya aku ketiduran saat sedang belajar disini."

"Baiklah kalau begitu, salam kenal Nakano-san, Aku akan pergi dari sini karena hujannya telah mereda, sampai jumpa lagi Nakano-san." Ucap Naruto kepada Itsuki sembari beranjak dari kursinya.

Namun sebelum dia beranjak pergi Naruto melihat ujung bajunya dipegang oleh Itsuki.

"T-terima kasih karena sudah menemaniku sampai aku bangun disini Uzumaki-san." Ucap Itsuki kepada Naruto saat itu.

Naruto yang mendengarnya hanya bisa tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya dan Naruto juga memberi Itsuki secarik kertas yang berisi alamat e-mailnya.

"Itu alamat e-mailku Nakano-san, agar kita bisa bertukar pesan dan dapat menjadi teman nanti, dan tolong berhenti memanggilku 'Uzumaki-san' karena itu terasa asing di telingaku, panggil saja aku Naruto, seperti temanku lainnya."

"Baiklah Uzu- m-maksudku N-naruto, dan panggil saja aku Itsuki." Ucap Itsuki disertai dengan rona merah di pipinya karena dia tidak terbiasa memanggil seorang pria dengan namanya.

"Kau tau Itsuki, kau terlihat sangat lucu saat merona tadi." Puji langsung Naruto kepada Itsuki, yang membuat gadis bersurai merah terang itu semakin tersipu.

"Baiklah, sampai jumpa lagi Itsuki." Ucap Naruto disertai cengiran khas dirinya.

Setelah kejadian itu Naruto dan Itsuki semakin sering bertemu satu sama lain di perpustakaan, walaupun hanya membicarakan beberapa hal yang kurang penting, namun itu sudah bisa membuat Itsuki senang karena dia telah mendapatkan seorang teman pria yang baik dan menyenangkan seperti Naruto.

Flashback end

Tersadar dari lamunannya, Naruto hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum saat mengingat pertemuan pertamanya dengan Itsuki.

"Itsuki ya... Si gadis perpustakaan." Gumam Naruto dengan sangat pelan, dengan suara yang hanya bisa didengar olehnya.

Baiklah, aku akan kesana setelah kelas pagi ku selesai

Naruto kembali tersenyum ketika mendapat pesan jawaban dari Itsuki, sebenarnya Naruto mulai menyukai Itsuki sejak pertama kali bertemu di perpustakaan itu, bahkan Naruto sudah memberikan julukan sendiri untuk Itsuki.

Itsuki si gadis di perpustakaan.


Matahari sudah berada diatas kepala, Naruto yang sudah menyelesaikan kelas paginya memilih untuk pergi ke taman disekitar Universitasnya, dia memilih taman yang terdapat sebuah bangku yang menutupi sinar matahari di atasnya.

Dia bersantai disitu karena udaranya sangat sejuk meskipun cuaca hari ini sangat panas, karena bangku yang saat ini Naruto tempati di payungi oleh sebuah pohon besar yang cukup rindang.

Hal itu sudah lebih dari cukup untuk menciptakan suasana yang damai dan sejuk, meskipun matahari masih memancarkan sinarnya.

Namun, waktu santai Naruto harus terusik karena dia kedatangan seseorang yang mulai duduk di sampingnya, tepatnya di sisi bangku lainnya yang kosong.

'Kenapa orang ini harus berada di bangku yang sama denganku, bukankah masih banyak bangku lain yang tersisa.'

Masih dengan mata tertutup Naruto berharap orang disampingnya ini segera pergi dari bangkunya, namun setelah beberapa menit berlalu orang di sampingnya ini masih belum juga beranjak dari sampingnya.

Saat Naruto mulai membuka matanya untuk melihat siapa yang berani mengganggu waktu santainya disini, dia menengok ke samping dan hanya mendapati pemandangan berupa rambut merah terang.

'Tunggu dulu... rambut merah panjang, dan apakah itu pin berbentuk bintang? kurasa aku tahu siapa pemilik rambut merah ini.'

Setelah Naruto memberi sedikit jarak dengan orang di sampingnya dia melihat wajah seorang perempuan yang telah mengisi hatinya saat ini. Naruto hanya bisa tersenyum saat dirinya tahu siapa perempuan disampingnya.

Kini di sampingnya terlihat Itsuki yang sedang fokus memakan bento, namun bukan itu yang membuat Naruto bingung saat ini.

'Kenapa dia membawa dua bento? apakah dia sangat lapar?' Pikir Naruto saat dia melihat Itsuki membawa dua kotak bento.

"Nee... Itsuki, apakah kau sangat lapar saat ini?" Ucap Naruto kepada gadis disampingnya.

"Oh sudah bangun ternyata, i-ini a-aku membuatkan bento untukmu, a-aku ingin kau mencoba masakan buatanku."

Ucap Itsuki saat ini, sambil memberikan salah satu kotak bento yang dia bawa untuk diberikan kepada Naruto yang saat ini masih memandang Itsuki dengan ekspresi terkejut. Naruto tidak menyangka, Itsuki akan memberikannya kepada dirinya.

Setelah Naruto berhasil menetralkan kembali ekspresi di wajahnya saat ini, tangannya bergerak untuk mengambil bento yang di berikan oleh Itsuki.

"Terima kasih Itsuki, Aku tidak menyangka kalau kau akan membuatkanku bento, kebetulan sekali aku belum makan siang hari ini."

"Tidak apa-apa, sekarang cobalah rasa masakanku, a-aku tau kalau aku tidak terlalu pandai dalam hal memasak seperti saudariku yang lain, t-tapi aku sedikit percaya akan rasanya."

"Baiklah, selamat makan, Itsuki."

Itsuki mulai menatap wajah Naruto saat pria disampingnya ini mulai mencoba satu demi satu makanan yang ada di kotak itu. Makanan di kotak itu perlahan habis hingga hanya menyisakan tempat dan alat makannya saja.

Setelah melihat pria di sampingnya telah selesai memakan habis makanan di kotak itu, Itsuki langsung bertanya kepada pria itu.

"Bagaimana dengan rasanya? enak?" Tanya Itsuki penuh ragu.

Naruto yang melihat tingkah Itsuki saat ini hanya tersenyum lembut dan mengusap rambut Itsuki dengan pelan. Itsuki yang menerima perlakuan Naruto saat ini hanya bisa menundukkan kepalanya, dirinya takut jika Naruto tidak menyukai masakannya.

"Rasanya tidak kalah enak dengan buatan saudarimu, meskipun aku tidak pernah memakan bento buatan saudarimu tapi menurutku ini enak."

Jawaban dari Naruto membuat Itsuki sangat senang, dia langsung mengangkat kepalanya dan menatap Naruto dengan ekspresi senang di wajah cantiknya dan tersenyum sangat lembut kepada Naruto.

'Sial senyum itu lagi, tidakkah dia tahu senyumnya itu sangat manis dan bisa membuatku tersipu kapan saja setelah melihatnya tersenyum seperti itu.' Batin Naruto seraya mengalihkan pandangannya ke samping untuk menghilangkan rona merah diwajahnya.

"Tidak sia-sia aku meminta untuk di ajari memasak oleh saudariku, lain kali aku akan membuatkan bento untukmu lagi Naruto." Ucap Itsuki kepada Naruto saat ini.

"Terima kasih Itsuki, aku akan berusaha untuk memakan setiap masakan yang dibuat olehmu."

Jawaban Naruto ini membuat Itsuki yang mendengarnya tersipu malu sekaligus senang akan respon baik yang Naruto berikan.

Setelahnya mereka berdua berbincang bersama, dan sesekali tertawa saat salah satu dari mereka memberikan candaan yang menyenangkan.

'Kurasa aku mulai menyukaimu, Naruto.'


Beberapa Hari Setelahnya...

Saat ini terlihat Itsuki yang sedang memasak bento, Itsuki akan memasak dua bento sekarang ini, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk Naruto, pria pirang yang berhasil membuatnya tertarik beberapa hari ini.

Itsuki semakin sering memasak bento untuk Naruto, bahkan belakangan ini Itsuki hampir setiap hari makan siang berdua dengan Naruto, dan Itsuki selalu membuatkan bento untuk pria pirang itu.

Hari ini sama seperti beberapa hari sebelumnya, Itsuki akan memberi kabar kepada Naruto untuk mengajaknya makan siang bersama seperti biasa, dan memberitahu Naruto tentang masakan yang akan dia bawa siang ini.

13.37 Waktu Setempat

Itsuki POV

Aku sedang kesal saat ini, bayangkan saja Naruto telat selama kurang lebih setengah jam dari waktu yang telah kita sepakati.

"Dimana Naruto ini?, mungkinkah dia lupa akan janji yang dia sendiri buat kalau kita akan makan siang bersama di taman."

'Mungkin aku akan mencoba mencarinya di sekitar sini, karena aku yakin dia pasti berada di sekitar sini, mungkin aku akan sedikit memarahinya nanti.' Batinku sedikit kesal dengan Naruto karena dirinya saat ini sudah terlalu lama menunggu di taman.

Aku memutuskan untuk beranjak dari tempatku, dan pergi mencari Naruto di sekitar sini, aku yakin akan menemukannya segera.

Setelah berjalan cukup lama aku melihat Naruto di depan sana, mungkin jaraknya agak sedikit jauh dari tempatku berdiri saat ini tapi aku yakin sekali bahwa itu Naruto, tetapi ada yang aneh...

'Siapa perempuan yang bersama dengan Naruto saat ini? apakah dia kekasih Naruto?'

Karena aku sangat penasaran tentang apa yang mereka bicarakan aku memutuskan untuk lebih mendekat lagi, setelah cukup dekat aku bisa mendengar pembicaraan mereka meskipun samar.

"Terima Kasih, Naruto. Aku senang bisa berbicara denganmu, bisakah lain kali kita berbicara seperti ini lagi?" Ucap gadis yang duduk di depan Naruto saat ini.

"Sama-sama." Ucap Naruto dengan sedikit tersenyum ramah.

Aku merasakan perasaan sesak di hatiku setelah melihat Naruto tersenyum ramah kepada gadis tadi, setelahnya aku pergi berlari meninggalkan tempat itu dan pergi ke taman sebelumnya.

'Kenapa hatiku terasa sesak begini? apakah aku benar-benar mempunyai rasa kepada Naruto?' Batin Itsuki dengan sedikit lelehan air mata di pipi putihnya itu.

'Sepertinya saat ini Naruto berlari mengejarku karena aku mendengar beberapa teriakan yang memanggil namaku dari belakang.'

Itsuki POV END

"ITSUKI!" Naruto berteriak dengan keras berharap agar Itsuki menghentikan larinya.

Naruto sebenarnya melihat Itsuki saat dia berbincang dengan gadis tadi, dan dia juga tahu jika Itsuki berlari dengan menangis karena Naruto sempat melihat mata ungunya yang terlihat berkaca-kaca sebelum Itsuki berlari.

'Apakah dia menangis karena aku?'

'Apakah dia cemburu saat melihatku berdua dengan gadis lain, aku harap pemikiranku ini benar.' Batin Naruto sedikit senang jika Itsuki cemburu dengan gadis itu.

Setelah sekian lama berlari, Naruto bersyukur ketika Itsuki menghentikan larinya dan berdiri di sebuah taman.

"Nee... Itsuki, kenapa tadi kau berlari? kenapa tadi kau tidak menghampiriku saat aku disana?" Tanya Naruto.

"Bukan urusanmu!" Jawab Itsuki dengan nada marah kepada Naruto saat ini.

Naruto tau dari nada yang Itsuki gunakan saat ini, dia mengerti bahwa gadis manis di depannya saat ini sedang marah kepadanya, Naruto mulai berpikir kalau Itsuki benar-benar cemburu saat ini.

"Apakah kamu cemburu kepada gadis yang berbicara kepadaku tadi?"

"Untuk apa aku cemburu kepada gadis itu, aku juga tidak peduli jika dia kekasihmu." Jawab Itsuki dengan wajahnya yang masih menunjukkan ekspresi kesal.

"Heh... benarkah begitu Itsuki?" Tanya kembali Naruto kepada Itsuki.

"Tentu saja."

Naruto sedikit tersentak saat mendengar jawaban Itsuki, otak cerdasnya mulai memikirkan berbagai cara agar Itsuki bisa menerima penjelasannya.

"Asal kamu tahu Itsuki, gadis tadi hanya ingin menanyakan tentang beberapa tempat yang dia belum ketahui, dan dia tersesat saat itu, jadi aku sebagai senpai yang baik membantunya." Jelas Naruto kepada Itsuki dengan nada selembut mungkin.

"Aku tidak peduli akan hal itu"

"Huh... Jadi kenapa kau berlari sambil menangis seperti tadi?" Naruto menghela napas mencoba untuk berbicara setenang mungkin.

"B-bukan berarti aku cemburu saat aku melihatmu bersama seorang gadis, a-aku tadi hanya menghawatirkan bento yang aku tinggalkan disini." Ucap Itsuki dengan membuang pandangannya kesamping.

'Kena kau, Itsuki.'

Naruto menyeringai lebar saat mendengarnya, meskipun dia tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya, setidaknya dia tahu bahwa saat ini Itsuki sedang cemburu. Naruto tidak menyangka jika Itsuki akan mengeluarkan sifat merepotkannya itu, Naruto mendapat sebuah ide yang menurutnya patut di coba.

"Hm... Jadi tidak masalah jika aku memiliki kekasih selain dirimu." Ucap Naruto dengan nada kecewa yang dibuat-buat.

"Apakah tidak masalah bagimu jika aku makan siang bersama dengan gadis lain selain dirimu." Lanjut Naruto.

Itsuki terdiam ketika dia mendengar Naruto akan mencari gadis lain untuk makan siang bersama, dan itu bukan dirinya. Itsuki bimbang saat ini, disisi lain dia merasa tidak rela jika Naruto makan siang bersama gadis lain, disisi lain dia tidak mempunyai hak untuk melarang Naruto saat ini.

"Jadi... bagaimana Itsuki? apakah aku boleh makan siang bersama gadis lain selain dirimu?" Tanya Naruto, sebenarnya dia tidak tega melihat gadis didepannya ini bimbang.

"Tidak boleh..." Ucap Itsuki dengan sangat lirih, bahkan Naruto yang didepannya harus sedikit mendekat kepada Itsuki untuk mendengar kata-katanya.

"Apa?"

"AKU BILANG TIDAK BOLEH! KAU HANYA BOLEH MAKAN SIANG DENGANKU! KAU TIDAK BOLEH MEMILIKI KEKASIH SELAIN AKU!" Teriak Itsuki kepada Naruto.

Naruto yang mendengar teriakan Itsuki terkejut dan kembali menyeringai lebar. Berbeda dengan Itsuki yang saat ini baru tersadar akan teriakan yang ia keluarkan beberapa saat lalu hanya bisa menundukkan wajah merahnya dan kepalanya yang mulai mengeluarkan asap karena terlalu malu.

"Begitukah... Jadi apakah kamu mau menjadi kekasihku?" Ucap Naruto kepada gadis di depannya yang masih betah menundukkan wajahnya.

Itsuki yang mendengar itu sedikit terkejut sekaligus senang karena pernyataan Naruto saat ini.

Merasa tidak ada jawaban dari Itsuki, Naruto sebenarnya juga agak cemas saat ini, dia takut jika Itsuki tidak menerimanya menjadi kekasihnya.

"Iya..." Itsuki kembali berucap dengan suara yang lirih.

"Apa yang kau katakan Itsuki?"

"Iya, aku mau."

"Terima kasih, Itsuki."

Naruto kemudian memeluk Itsuki dengan erat, Itsuki juga membalas pelukan Naruto dengan sama eratnya, setelah acara pelukan mereka selesai, Itsuki teringat oleh sesuatu.

"Nee Naruto-kun aku sudah membutkanmu bento jadi mari kita makan bersama, hari juga sudah semakin sore, jadi ayo kita makan." Ajak Itsuki kepada Naruto, tanpa sadar Itsuki menambahkan suffix 'kun' dibelakang nama Naruto.

"Baiklah, ayo kita makan"

Itsuki mulai mengambil dua kotak bento yang sudah dia ikat dengan kain berwarna pink bermotif bunga dan membukanya.

"Naruto-kun"

"Ada apa Itsuki-chan?"

"Buka mulutmu, biarkan aku menyuapimu"

Naruto sebenarnya agak sedikit malu saat ini, namun dia memilih untuk menuruti kekasihnya itu.

Aaaa...

"Masakanmu enak seperti biasa Itsuki-chan, tetapi jika di suapi olehmu itu akan terasa lebih nikmat." Puji Naruto kepada Itsuki karena memang benar bahwa makanan Itsuki enak, apalagi jika dirinya disuapi oleh sang kekasih.

"Terima kasih Naruto-kun, aku senang jika kamu menikmatinya."

FINISH~

Stories By KitsuneSan99

Original Oneshoot


About Story :

Pair : Naruto Uzumaki X Itsuki Nakano

Title : The Girl In Library

Anime :

- Naruto Belongs To Masashi Kishimoto

- Quitessential Quintuplets Belongs To Negi Haruba

Word : 3,604 Words (Clear)


Hai, Berjumpa lagi dengan saya KitsuneSan99 di Fic ini. Seperti biasa, saya ingin para readers kembali memberikan kritik dan sarannya dengan baik terhadap fic ini.

Jangan lupa untuk memberikan comment tentang fic kedua ku ini.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah memberikan kritik dan sarannya dengan baik, serta para readers yang sudah menyemangatiku.

Dan saya minta maaf, jika ada beberapa kesalahan kata maupun bahasa yang saya gunakan.

Oh ya, kalau boleh tahu, apakah kalian menikmati fic yang kubuat ini?, tolong di comment ya... Stay tune~

Mark : Kitsune~