A LOVE STORY, PERHAPS

Disclaimer: bukan aku yang ngarang Naruto (ya iya lah!)

Yap, fanfic Kakashi lagi! Sekarang romance lho! Kenapa romance? Soalnya aku selalu mbayangin itu, he he he, lagian biar Kakashi hepian dikit gitu. Kali ini aku bikin OC, soalnya karakter cewek di Naruto tuh kurang (buat Masashi Kishimoto: karakter ceweknya banyakin donk, biar tambah seru)

Cerita ini setting-nya setelah Sasuke pulang dari ikut Orochimaru (moga2 di komiknya Sasuke pulang ke Konoha dan tim 7 ngumpul lagi deh). Dalam cerita ini Kakashi umurnya 30, Naruto, Sakura & dan Sasuke 16. Naruto dan Sasuke juga udah naik tingkat jadi chuunin.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB SATOE

"Jadi mereka berempatlah yang akan mengawal saya, Hokage-sama?" wanita itu berkata sambil membaca dokumen ninja.

"Tepat sekali. Satu jonin dan tiga chuunin, meski begitu mereka salah satu tim terbaik."

"Terima kasih Hokage-sama. Saya sangat terbantu."

"Sama-sama, Fubuki. Kamu bisa menemui mereka di ruang tunggu."

Sharingan no Kakashi, ya. Orang dengan reputasi sangat hebat. Aku hanya pernah melihatnya sekilas, tapi tidak betul-betul mengenalnya. Mungkin ini kesempatan bagus untuk belajar banyak darinya.

Sambil berpikir seperti itu Fubuki berjalan keluar.

Seorang wanita berambut hitam sepunggung dan dikepang berdiri di depan Kakashi dan ketiga muridnya. Matanya tajam, warnanya kelabu dingin dan mengingatkan Kakashi akan langit mendung. Ada sebilah pedang disandang di punggungnya. Wanita itu bernama Fubuki Hoshino, kira-kira umurnya 30 tahun, sama dengan Kakashi. Tugas yang diterima timnya adalah melindungi wanita ini. Dia memang seorang jonin Konoha, tapi dia perlu dikawal karena beberapa orang yang menyimpan dendam padanya. Misi Fubuki Hoshino sebelumnya adalah menyingkirkan seorang bos yakuza, rupanya beberapa anggota yakuza tidak terima dan menyewa sejumlah ninja pelarian yang cukup berbahaya untuk membunuhnya. Tsunade berpikir tim 7 sudah cukup untuk mengawalnya.

"Nama saya Fubuki Hoshino, salam kenal."

"Ah, aku Kakashi Hatake."

"Fubuki-sensei, aku Naruto Uzumaki!" Naruto berkata dengan ceria.

"Aku Sakura Haruno"

"Aku Sasuke Uchiha."

Setelah mereka saling memperkenalkan diri, Kakashi dengan cuek langsung mengeluarkan Icha Icha paling baru dan membacanya. Fubuki jadi penasaran itu buku apa karena Kakashi kelihatannya langsung tenggelam dalam buku itu, maka Fubuki menanyakan apa ada yang lain. Ternyata ada Icha Icha yang lain, diputuskannya untuk meminjamnya. Sebenarnya dia agak sedikit kecewa, Kakashi ternyata adalah orang bergaya malas-malasan.

Fubuki mulai membaca buku milik Kakashi.Wajahnya sontak jadi merah padam.

"Bagus sekali Hatake-sempai!!!! Membaca buku seperti ini di depan remaja di bawah umur!!! Lagipula bukankah kita sedang dalam misi sekarang?!!!! Seharusnya paling tidak kita merundingkan cara menghadapi para ninja pelarian itu!!!! Kelihatannya Hatake-sempai tidak bisa dipercaya untuk membantuku dalam hal ini!!!!" Fubuki marah-marah dan membanting Icha-Icha milik Kakashi.

Kakashi jadi agak ngeri.

Waduh, cewek ini nakutin juga. Heh, Yuki Onna, ya. Ah, tapi nggak pa-pa, cara ini pasti manjur.

Diturunkannya maskernya, wajahnya yang sangat tampan memikat diperlihatkannya pada Fubuki. Sejauh ini cara itu selalu berhasil untuk menghadapi wanita manapun (kecuali satu-satunya murid perempuannya) Jika wajahnya terlihat, kesannya jadi begitu berbeda dengan Kakashi yang biasanya. Seperti ada pesona yang ajaib memancar dari pria ini.

"Apa maksudnya ini?!! Mau menggoda dengan wajahmu, gitu?!!! Dasar sok kecakepan!!!!!!!!!!"

PLAKKKKK!!!!!!!!! Fubuki menampar Kakashi.

Kakashi hanya terpana.

Baru sekali ini ada wanita bersikap seperti ini setelah melihat wajahku…. Tapi dia menarik sekali ya….

"Wah, tumben ada yang kebal liat wajahnya Kakashi-sensei, ya." kata Sakura.

"Sakura-chan, aneh juga kamu ngomong begitu. Bukannya kamu sendiri juga kebal tiap hari liat mukanya Kakashi-sensei dan nggak kejadian apa-apa?" balas Naruto

"Yeee, kan beda kasus! Tapi sayang juga wajahnya Kakashi-sensei kena tampar gitu."

(AN: Kalo bingung baca Finally We See His Face, oke? Yah, ini sih sebenernya bukan sekuelnya siy.)

Tidak terasa sudah dua bulan tim 7 mengawal Fubuki. Selama itu banyak kejadian yang cukup berbahaya, tetapi Fubuki masih tetap aman. Sekarang Fubuki tidak pernah pergi sendirian lagi, setidaknya salah satu dari mereka berempat menemaninya, paling sering sih Kakashi. Gara-gara mereka sering terlihat berdua (lebih dari 50 mereka kelihatan berdua) sampai muncul gosip kalau sekarang mereka pacaran, sampai bikin cukup heboh di kalangan cewek-cewek yang ngefans Kakashi.

Saat itu Fubuki dan tim 7 mau makan siang. Ketika akan membayar makan siangnya, Fubuki dengan bingung merogoh kantongnya.

"Kenapa Fubuki?"

"Aduh, dompetku nggak ada, jangan-jangan ketinggalan. Gimana nih?"

"Nnggg , Fubuki, gimana kalo kali ini aku yang traktir?" tawar Kakashi dengan ragu-ragu.

"Eeeh? Nggak, nggak bisa! Ntar aku ganti."

"Udah deh, a...a...aku ikhlas kok."

"Eh, eh...Ya... udahlah."

"Senseiiii, kita bertiga juga dooooooong!"

"Kalian sih nggak usah."

"Huuuuuuuu, Kakashi-sensei peliiiiiiiiiiiiiiiiitt! Dasar, dari jaman dulu pelitnya nggak sembuh-sembuh!"

"Kalian nyadar nggak sih, sikap Kakashi-sensei lain kalo sama Fubuki-sensei?" tanya Sasuke pada dua temannya

"Iya, kalo diliat-liat sih, Kakashi-sensei... jatuh cinta..." jawab Sakura.

Naruto bingung, "Heh, masak sih?"

Sakura meninju Naruto, "Kamu ini ya, emang bego urusan beginian, ditaksir orang aja nggak nyadar, apalagi tau siapa naksir siapa.".

"Dasar, kamu nggak liat apa Kakashi-sensei yang biasanya pelit jadi murah hati sama Fubuki-sensei?" tambah Sasuke

"Kakashi-sensei naksir orang? Kayaknya nggak mungkin deh?" bantah Naruto.

"Woi, Kakashi-sensei juga manusia, tau! Kamu pikir dia apaan? Orang-orangan sawah?" balas Sakura.

Entah kenapa sejak insiden Fubuki menamparnya perasaan Kakashi padanya jadi aneh. Ada suatu ketertarikan yang dia sendiri tidak mengerti.

Kenapa aku mikirin Fubuki terus? Perasaan apa ini? Seumur hidup aku tidak pernah merasakan hal seperti ini. Kalau aku dekat dengannya... Mengapa bersamanya terasa seperti takdir?

Malam itu mendadak sejumlah orang menyerbu ke apartemen Fubuki. Fubuki yang cuma sendirian kewalahan menghadapi mereka karena para pengejarnya sangat licik, menghadapi mereka sendirian masuk kategori berbahaya. Untungnya Naruto yang dapat giliran jaga memergokinya dan membantunya, meskipun begitu Fubuki terluka cukup parah, terkena kunai di punggungnya.

"Sekarang Fubuki-sensei sudah tidak aman lagi tinggal di apartemennya. Enaknya gimana nih?" cetus Naruto besoknya di rumah Fubuki.

"Kayaknya mending Fubuki-sensei tinggal bareng salah satu dari kita deh." usul Sakura.

Naruto dan Sasuke saling berpandangan, bingung kalau Fubuki tinggal bersama mereka, mereka tidak pernah punya kakak perempuan, jadi….

Sakura rumahnya sudah penuh. Nggak ada tempat lagi, kamarnya cuma pas buat dia sendiri.

Tinggal Kakashi.

"Yah, sepertinya Fubuki harus tinggal denganku ya?" kata Kakashi

Sepertinya Fubuki akan kena serangan jantung.

"APAAAAA??!!!!!! AKU TINGGAL DENGAN KAKASHI??!!!!!"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apa yang akan terjadi pada Fubuki? Apakah dia akan tinggal serumah dengan Kakashi? Tunggu saja lanjutannya!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

AN: Buat yang belum tahu

Fubuki: badai salju

Yuki Onna : wanita salju, ya... semacam makhluk halus gitu deh dalam cerita rakyat Jepang