Kediaman Uchiha...

"Huwe..", Sai menghela nafas sambil menghempaskan dirinya ke sofa, "Masa' konsep teknologi dapet C..", lirihnya sedih.

Neji yang sedari tadi sedang sibuk dengan kalkulatornya tak begitu menggubris, "Jadi kalo misalnya pengantar rangkaian elektrik dapet B dan presentasi dapet A.. Kira-kira IP ku jadi sekitar..", Neji mendengus kesal, "Baru tiga koma delapan.."

"Bagus kan?", kata Sai sinis, "Semester ini dengan sukses aku dukomsel, tau!"

Neji menaikkan sebelah alisnya, "Dua koma selalu?"

"Makanya, kan sudah aku bilang.", kata Shikamaru yang baru datang sambil duduk di sebelah Neji, "Keseringan nongkrong di markas Genshiken sih.."

Sai cemberut, "Cuma itu kan, unit kesenian kampus yang bisa jadi ajang berkreasi.."

"Maniak manga, dasar.."

Sai tak ambil peduli dan mulai mengeluarkan buku sketsanya. Iseng-iseng menunggu Itachi dan Sakura, ia mencoret-coret di buku itu. Jangan salah, coretan tangan Sai itu sama berharganya dengan lukisan abstrak. Shikamaru menyender dan menghela nafas sedih.

"Kenapa? Belum puas dengan IP empat mu itu?", sindir Neji dendam. Seumur-umur dia di elektro, baru satu kali ia mendapat IP sempurna. Sementara si jenius Shikamaru yang ada di teknik informatika, langganan mendapat IP empat koma nol. Mengerikan.

"Tahun ini Temari diwisuda..", kata Shikamaru, "Walaupun aku ambil semester padat, tetap saja susah untuk bisa wisuda bareng.."

"Ya iyalah, dia duluan kuliah dibanding kamu.", kata Sai ketus. Masih berkutat dengan buku sketsanya. Maklum, anak seni rupa ITK yang jago menggambar.

Neji tertawa kecil, "Nggak kerasa ya, sudah dua tahun berlalu sejak Naruto pindah ke Oto..", katanya, "Apa kabar cewek itu sekarang?"

Mereka bertiga kembali mengenang wajah manis itu. Sosok seorang cewek riang yang dua tahun lalu ada di antara mereka sebagai vokalis band. Sejak kepergian Gaara dan Sasuke serta pindahnya Naruto, Neji dan yang lain memutuskan untuk vakum dari dunia musik. Mereka memilih fokus pada studi mereka di ITK. Walau begitu, entah kenapa kebiasaan mereka berkumpul di rumah Sasuke tak pernah berubah.

"Makanya aku suruh kalian berkumpul..", suara seorang wanita membuat mereka bertiga menoleh, "Semalam aku dapat telepon dari Naruto."

Sai, Shikamaru dan Neji berpandangan, "Lalu?"

"Dia menyuruh kita nonton MTV hari ini.", kata Itachi yang menyusul Sakura dan langsung merangkul bahu wanita itu.

"Kau belum ditendang-tendang, Sakura?", tanya Sai sambil melihat ke arah perut Sakura yang sudah membuncit. Setengah tahun setelah kepergian Sasuke, Itachi merasa kesepian dan menikahi tunangannya. Menghindari hal yang tak diinginkan juga, katanya sih. Buah cinta mereka sudah ada di dalam perut istrinya. Sakura tersenyum dan menggeleng.

"Ini kan baru jalan lima bulan.", jawabnya sambil mengambil tempat duduk di samping Sai, "Kata Naru sih, kita disuruh nonton MTV jam empat sore.."

"Baru juga jam tiga..", kata Shikamaru sambil nguap, "Sempet tidur sebentar.."

"Heh! Tidur melulu..", hardik Sakura sambil melemparkan bantal ke muka Shikamaru.

Dengan sigap Shikamaru nangkep, "Troublesome. Dasar nyonya Uchiha.."

Itachi ikut duduk di samping Sakura dan merangkul istrinya itu mesra, "Apa lagi yang akan diperlihatkan anak itu pada kita?"

Neji angkat bahu, "Entahlah. Tapi kalau Naruto.. Ia berkali-kali memperlihatkan pada kita, apa itu yang dinamakan 'keajaiban'.."

Balai Sarbiraage, KananGakure...

"Make up-nya sudah? Itu bajunya, hei!"

"Jangan biarin wartawan masuk, ya! Security-nya mesti sigap, tuh!"

"Aduh neekk... eke pusing deghh.."

Naruto tersenyum kecil melihat krunya yang sangat sibuk mengurusi acara kali ini. Ia sendiri sedang berada di backstage, menunggu acara yang akan berlangsung live setengah jam lagi. Karena pusing dengan kericuhan rekan-rekannya, Naru menyusup dan memasuki ruangan pribadinya. Tidak ada siapapun di sana. Naru menarik nafas lega.

"Huh.. Untung saja si menejer cerewet itu masih sibuk sama wartawan..", bisik Naru sambil duduk di depan meja riasnya, "Setengah jam lagi.."

Naruto tersenyum melihat bayangannya di cermin. Wajah yang menawan itu sudah di-make up ringan. Rambutnya yang sebahu dibiarkan tergerai bebas. Baju yang ia kenakan pun sederhana namun terlihat elegan. Dua tahun, dan sosok yang dahulu sempat tertatih-tatih itu kini mampu mengembangkan sayapnya. Terbukti, sebentar lagi acara launching album solo pertamanya akan disiarkan di seluruh negeri.

"Nggak sia-sia perjuanganku selama dua tahun..", kata Naruto sambil terus tersenyum pada bayangannya sendiri, "Ini semua kayak mimpi. Kamu tau, Naruto? Kamu adalah cewek paling beruntung di dunia ini.."

Gadis itu kembali tertawa lepas. Sepertinya memang inilah takdir yang digariskan untuknya. Menjalankan hidup sebagai seorang penyanyi profesional. Naruto menghela nafas dan melakukan kebiasaannya sebelum melakukan hal penting. Menggenggam rosario perak yang tergantung di lehernya. Berdoa sambil mendengarkan denyut jantungnya. Naruto tersenyum kecil, mengingat pemilik jantung itu lagi.

Sasuke, kau dengar? Hari ini aku akan membuktikan bahwa aku pantas menjadi seorang penyanyi. Gaara juga, hari ini launching album solo pertamaku, lho. Aku yakin kalian berdua melihat aku dari atas sana, dan kalian akan bangga padaku. Dan kau, teme. Aku yakin kau tak akan menyesal memberikan jantungmu padaku. Naruto kembali membuka matanya, dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah handycam.

Naruto tersenyum sedih sambil mengambil benda pemberian Sakura itu.

—Flashback—

"Aku tak menyangka kau akan pergi secepat ini.", kata Neji sambil memandang Naru sedih, "Kenapa sih, nggak bilang dulu sebelumnya?"

Naruto tersenyum pahit, "Maaf, Neji.. Tapi kepindahanku ke Oto karena kerjaan Papih mendadak dimutasi.", jawab Naruto.

"Kenapa harus Oto.. Kan jauh banget.. Nggak bisa ketemuan..", kata Sai sedih.

"Soalnya hanya di sana aku bisa mengembangkan bakatku di dunia musik.", jawab Naruto, "Oto kan terkenal karena musiknya. Papih sengaja minta mutasi ke sana."

Shikamaru mengangguk, "Kau akan main-main ke Konoha, kan?"

"Mungkin..", Naruto menggeleng, "Tak akan sering. Aku mau fokus dengan latihan vokal dan lain-lain.. Tapi kayaknya sih.. Ya, akan aku usahakan."

Bandara internasional Konoha sedang jam sibuk. Naruto, Sai, Shikamaru dan Neji masih berada di sana untuk melepas kepergian sahabatnya itu. Keluarga Naruto masih sibuk dengan bagasi dan bekal. Sakura dan Itachi masih dalam perjalanan. Sudah satu bulan berselang semenjak Gaara dimakamkan. Dan Naruto memutuskan untuk pindah dari Konoha.

"Senang melihat kamu bisa senyum lagi.", kata Sai.

"Memangnya aku akan sedih terus?", jawab Naruto, "Gaara bisa maki-maki aku di atas sana. Dan Sasuke..", Naruto menunduk, "Sasuke bener. Dia memberikan jantung buat aku, bukan untuk dipakai menangis terus, kan.."

Neji, Shikamaru dan Sai tersenyum lebar mendengar kata-kata Naruto. Gadis yang kemarin begitu rapuh itu kini sudah mulai bisa berjalan sendiri lagi. Hari-hari terakhir mereka di Konoha banyak dihabiskan dengan main bareng, jalan-jalan dan mengunjungi makam kedua sahabat mereka. Pada dua kunjungan terakhir, Naruto sudah bisa memandang kedua makam di hadapannya sambil tersenyum dan berdoa. Tak ada lagi air mata.

"Kalian..", kata Naruto, "Sering-sering latihan ya."

Senyum di wajah ketiga cowok itu sedikit memudar. Mereka berpandangan lalu sama-sama angkat bahu dan tertawa kecil. Neji memandang wajah manis itu, "The Thanatos dinyatakan vakum mulai hari ini."

"Apa?", Naruto tersentak mendengarnya, "Kenapa?"

"Kita nggak bisa naik panggung lagi tanpa kamu, Sasuke dan Gaara.", jawab Shikamaru, "Karena itu kami memutuskan vakum. Entah sampai kapan.."

Naruto kaget bukan main. Dia memandang ketiga sagabatnya dengan mata tak percaya, "Kalian kan bisa cari pemain lain.."

Sai menggeleng, "Kau pikir mudah mencari pemain gitar sebagus Gaara?"

"Atau penyanyi sekaliber kau dan Sasuke?", tambah Neji.

Naruto terdiam dan menunduk, "Sayang sekali.."

"Tak ada pilihan lain.", kata Shikamaru, "Tapi kalau ke depannya memang ada pemain yang bagus, bukan nggak mungkin Thanatos main lagi."

"Kuharap gitu.", kata Naruto sambil tersenyum.

"Naruto..!!"

Naruto menoleh ke arah Sakura yang datang sambil berlari kecil dan melambaikan tangan. Di belakangnya ada Itachi yang berjalan santai.

"Sakura!", sapa Naruto sambil berpelukan dengan gadis itu, "Kok lama?"

Cewek berambut pink itu tersenyum, "Aku mempersiapkan hadiah perpisahan buat kamu.", kata Sakura sambil merogoh tas tangannya dan mengeluarkan sebuah handycam kecil berwarna pink, "Bawa ini ya."

"Sakura..", kata Naruto sambil menggeleng, "Aku nggak bisa menerima barang sepenting ini! Handycam ini kan selalu kamu pake kemana-mana.."

Giliran Sakura yang menggeleng, "Aku bisa beli yang baru. Lagian dengan benda inilah, aku merekam semuanya.", kata Sakura sambil meletakkan handycam pink itu di tangan Naru, "Bawalah. Karena hanya benda ini yang akan mengingatkan kamu pada persahabatan kita semua."

Naruto memandang benda mungil itu. Handycam Sakura yang selalu dibawanya kemana-mana. Sakura selalu merekam momen penting The Thanatos dar belakang panggung. Ia selalu membanggakan hadiah ulang tahun ke-enam belasnya itu. Naruto tak menyangka kalau Sakura akan memberikan handycam penting itu kepadanya. Ia memeluk gadis berambut pink itu lagi.

"Aku nggak akan ngelupain kamu, Sakura.. Yang lain juga..", bisiknya.

Sakura mengangguk, "Awas saja kalau sampai lupa.."

"Oh iya, dalam handycam itu sudah ada sebuah kaset yang isinya film pendek hasil editan Sai.", kata Itachi, "Nanti sampai Oto kau tonton ya, Naru."

Mata Naruto berbinar, "Wah, film apa?"

"Itu.. Editanku dari semua hasil rekaman Sakura.", jawab Sai.

"Menarik sekali.. Aku lihat sekarang saja ya?", kata Naruto semangat. Baru saja yang lain hendak mencegah, tombol play sudah kepencet duluan. Sai, Shikamaru, Neji, Sakura dan Itachi berpandangan agak camas. Neruto menontonnya dengan semangat.

Lalu di video itu terlihat sepasang tangan dari jarak dekat sedang bermain gitar. Intro 'Semua Tentang Kita' terdengar dari gitar itu. Baru setengah, lalu tangan itu berhenti main.

"Woy! Jangan rekam aku lagi latihan!"

"Nggak apa-apaa.."

"Ntar aja, kalo aku udah lancar mainin!"

Naruto agak tersentak melihat cowok itu, "Gaara? Ini rekaman jaman kapan..?", katanya sambil tertawa melihat sosok Gaara yang masih imut-imut itu.

"Waktu kita dua SMP.. Jaman dulu banget deh.", jawab Neji sambil ikutan nonton. Akhrinya semua ikut nonton video editan Sai itu. Layar itu memperlihatkan Gaara dengan muka sebal mendekati kamera lalu menutup lensa handycam dengan tangannya. Lalu layar berubah hitam, ada tulisan berwarna putih muncul. Our Memory. The Thanatos. Senyuman Naru berubah sedih saat lagu 'Semua Tentang Kita'-nya Peterpan mengalun lembut sebagai backsound video itu.

Waktu terasa semakin berlalu

Tinggalkan cerita tentang kita

"Halo, halo!", ada Sai lagi dadah-dadah ke kamera, "Konser pertama kita!"

Lalu kamera menyorot keadaan backstage beberapa menit sebelum mereka tampil. Biasa, Neji yang main ponsel, Shikamaru lagi tidur, Gaara main gitar dan Sasuke latihan nyanyi. Sakura mengarahkan handycam ke wajahnya sendiri.

"Mereka sok cool.", katanya sambil geleng-geleng kepala.

Gambar itu berubah menjadi saat-saat di panggung. Naruto tertawa saat melihat Sasuke menyanyi dengan wajah agak tegang. Lagu yang mereka bawakan ternyata sama dengan backsound video yang sedang ia putar. Penampilan mereka berlima masih pada cupu deh. Maklumlah, anak SMP. Naruto menahan tangisnya saat video itu memutar adegan Sasuke dan Gaara tertawa kecil dan mengelus dada.

"Gue gugup, gila!"

"Ah, suara lo masih bagus, kali.."

Akan tiada lagi kini tawamu

Tuk hapuskan semua sepi di hati

Sakura merangkul Naruto saat melihat ekspresi cewek itu mulai muram. Adegannya ganti lagi. Naruto kaget saat menontonnya.

"Kalian.. Sakura.. Kau merekamku waktu audisi?"

Sakura mengangguk sambil tertawa kecil, "Nggak sadar?"

Naruto kembali memandang adegan yang masih sangat segar di ingatannya. Saat ia menyanyikan bait lagu 'Aku dan Dirimu'. Lalu Sasuke berdiri dan menyambut nyanyiannya. Kamera menyorot ke muka-muka cengok Gaara, Sai dan Neji. Shikamaru ngorok.

Ada cerita tentang aku dan dia

Dan kita bersama sejak dulu kala

Naruto kembali menonton. Adegan-adegan dimana mereka berlatih di rumah Sasuke. Neji tertawa saat melihat adegan ia menengahi pertengkaran Sasuke dan Naruto. Lalu ada saat mereka semua berebutan minum yang dibawa Sakura. Ada juga Gaara yang masih main gitar dengan gaya dinginnya. Semua menoleh pada Shikamaru saat kamera menyorot close up mukanya yang sedang ngiler.

"Kapan kau merekam itu?", tanya Shikamaru ngancem.

Sakura menjulurkan lidahnya, "Siapa suruh kau tidur melulu?"

Ada cerita tentang masa yang indah

Saat kita berduka, saat kita tertawa

Lalu berbagai adegan muncul di sana. Bukan hanya saat-saat konyol ketika mereka latihan saja. Gladi resik dimana Sasuke, Gaara dan Naruto perang dingin juga ada. Lalu konser pertama Naruto di Sasana Budaya Konoha. Naruto tersenyum mengenang waktu itu. Setelah itu adegan berganti saat mereka semua menjenguk Naruto di rumah sakit. Saat mereka semua tertawa ceria menghibur Naruto.

"Ini keren!", kata Sai. Semua memperhatikan dan mengangguk.

Adegan dimana mereka konser besar-besaran di KananGakure. Mereka tersenyum geleng-geleng kepala saat adegan Sasuke dan Gaara nyanyi duet lagu 'Dia Milikku'. Lalu senyum itu berubah pahit saat adegan berganti menjadi penembakan Gaara. Kamera menyorot ke penonton yang banyak bukan main, lalu menyorot lagi ke panggung. Naruto menghela nafas panjang, "Aku kangen Gaara.."

Yang lain langsung merangkul bahu Naruto dan terus menonton. Mereka menatap sedih ke arah layar kamera. Rekaman saat-saat pemakaman Sasuke. Berganti menjadi momen terakhir di pemakaman itu, saat Gaara yang dimakamkan. Lalu berbagai foto-foto the Thanatos yang aneh-aneh menjadi slideshow di layar itu. Naruto menutup mulutnya.

Saat slideshow itu berganti menjadi rekaman khusus.

"Naruto..", kata Sai, "Ini rekaman yang kuambil saat kami lulus-lulusan.."

Mata Naruto menatapnya. Ada Sasuke dan Gaara sedang berangkulan dengan senyum terkembang. Baju dan rambut mereka penuh coretan pilox. Mereka mengacungkan ijazah mereka bangga. Naruto merasa air matanya menetes saat melihatnya.

"Abis lulus, rencana kalian apa?", suara Sakura yang megang kamera.

"Aku mau masuk Konoha High School.", Gaara, sambil tersenyum dingin.

"Aku juga. Dan aku akan membuat the Thanatos terkenal di mana-mana!", Sasuke yang menjawab semangat, "Oh ya, aku mau cari penyanyi cewek!"

"Kompak bener", Sai, Shikamaru dan Neji ikutan nampang di kamera.

Sasuke dan Gaara tetap berangkulan dan tertawa kecil, "Kami kan sahabat."

"Wah, parah! Kita nggak dianggep!"

Lalu mereka bertiga langsung mengejar Sasuke dan Gaara sambil mengincar muka mereka dengan pilox warna-warni. Sakura mengikuti mereka kejar-kejaran sambil tertawa. Karena dikejar tiga orang, Gaara dan Sasuke tertangkap dan habis-habisan dicoret dengan pilox. Mereka berteriak nggak jelas dan tertawa kencang.

Teringat di saat kita tertawa bersama

Ceritakan semua tentang kita...

Kamera itu men-zoom out wajah coreng moreng Sasuke dan Gaara yang sedang tertawa lepas. Naruto tak dapat lagi membendung tangisnya. Ia langsung memeluk handycam itu dan berlutut di hadapan teman-temannya sambil menangis sesenggukan, "Gaara.. Sasuke.. Kenapa..", isak Naruto, "Aku nggak bisa lagi liat mereka tertawa.."

"Naruto..", mereka hanya bisa diam melihat Naruto seperti itu.

Naruto menangis makin perih. Dalam hatinya ia sangat merindukan kedua sosok itu. Namun tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menangis dan terus menangis. Sakura dan yang lain akhirnya ikut berlutut dan memeluk gadis itu.

"Itu.. Anggap aja kenang-kenangan dari Konoha..", kata Sai, "Biar kamu selalu ingat kalo kamu punya sahabat yang selalu nunggu kamu.."

Naruto mengagguk dalam isakannya. Setelah ia merasa tangisannya mereda, Naruto berdiri dan menghapus air matanya, "Makasih.."

"Jangan lupain kita-kita ya.", kata Sakura yang juga ngelap air mata, "Kayaknya pesawat kamu udah mau tinggal landas.."

"Iya..", kata Naruto sambil melihat ke arah ibunya yang sudah melambaikan tangan, "Kalau begitu.. Aku berangkat sekarang."

"Ah! Tunggu.", cegah Itachi. Ia merogoh kantong bajunya dan mengambil sesuatu yang berkilauan lalu menggenggamkannya ke tangan Naruto, "Ambillah ini."

Naruto kaget saat melihat salib perak kecil yang sangat ia kenal, "Ini kan.."

Itachi mengangguk, "Itu rosario yang selalu dipakai adikku. Benda itu yang selalu menjaganya. Sekarang, benda itu akan menjagamu."

"Tapi aku nggak bisa menerima.."

"Ambil.", kata Itachi sambil tersenyum, "Kau sudah dipanggil. Pergilah."

Naruto menunduk agak lama dan membiarkan air matanya jatuh. Lalu ia menegakkan kepalanya, "Terima kasih, semuanya..", lalu senyuman terkembang di bibirnya.

Semuanya membalas tersenyum, "Terima kasih juga, Naruto.."

"Jaga baik-baik jantung adikku ya.", kata Itachi sambil melambaikan tangan.

"Naruto.. Jangan lupa kirimkan aku e-mail! YM-an!", kata Sakura sambil menangis.

"Hati-hati.. Hiks.. Di jalan.. Hiks..", kata Sai sambil ngelap air mata.

"Selamat jalan, Naruto.", ini jelas Shikamaru dan Neji yang nggak mungkin ngasih salam aneh-aneh. Naruto mengangguk dan berbalik pergi.

"Sampai jumpa lagi, semuanya!"

Naruto berlari ke arah pesawat sambil menenteng handycam Sakura dan memakai rosario pemberian Sasuke. Ada rasa hangat yang ia rasakan saat itu. Walau perpisahan itu benar-benar terjadi, namun rasanya ikatan persahabatan itu tak akan pernah terputus oleh apapun. Naruto menaiki tangga pesawat lalu menoleh untuk terakhir kalinya dan melambaikan tangan pada sahabat-sahabatnya.

Sampai jumpa lagi, Konoha. Karena tak ada itu frase 'selamat tinggal'...

—End of flashback—

Naruto tersenyum lagi sambil mengusap debu yang bertengger di handycam-nya. Setelah dua tahun berlalu, ia tak pernah lagi menangis saat memutar ulang rekaman karya Sai. Terakhir kali ia menangis adalah saat enam bulan lalu ia mengunjungi makam Sasuke dan Gaara di Konoha. Namun tidak sekarang. Naruto menghela nafas dan meletakkan handycam itu ke dalam tas peralatannya.

"Naru?", sapa seorang wanita yang sangat ia kenal, "Ayo, udah mau mulai."

Naruto mengangguk semangat, "Oke, Mih!"

Kushina merangkul bahu putrinya dan membimbingnya sampai ke tempat konfrensi pers, "Kamu jangan gugup, biasa saja. Kalo wartawan mulai nanya aneh-aneh, biar Mamih yang hajar nanti.", kata Kushina semangat. Naruto tertawa.

"Mih, Mamih..", katanya. Kushina tersenyum dan membelai rambut putrinya.

"Udah panjang lagi ya, rambut pirangmu ini..", kata Kushina.

Naruto mengangguk, "Kan udah dua tahun nggak dipotong.", jawabnya. Ya, Naruto membabat habis rambut panjangnya setiba ia di Otogakure. Ujarnya sih buang sial karena patah hati. Namun tak ada satupun rekannya yang tahu kenapa Naruto patah hati. Naruto menarik nafas panjang saat memasuki ruangan konfrensi pers, dimana sudah sejublek wartawan yang menyiapkan kamera dan microphone.

"Baiklah, sekarang saatnya.."

Kediaman Uchiha di waktu yang sama...

"ASTAGA!!", teriak mereka barengan sambil menonton acara yang bertajuk launching album pertama seorang penyanyi wanita. Masalahnya, mereka sangat mengenal wanita cantik berambut pirang itu.

"Naruto??", teriak Sakura tak percaya, "Kok dia nggak cerita?"

"Mau kasih kejutan, kali..", jawab Itachi.

"Gila..", kata Sai kagum, "Dia beneran jadi penyanyi wanita!"

"Konfrensi pers-nya di Kanan, lagi! Pasti beken, ini mah..", Neji geleng-geleng kepala. Shikamaru yang dari tadi nggak bisa tidur tersenyum kecil.

"Impian dia.. Beneran menjadi nyata ya.."

Mereka semua terdiam dan menonton acara eksklusif itu. naruto duduk didampingi Kiba, Kushina dan menejernya yang tak lain adalah Orochimaru. Sekarang masih sesi foto-foto, lalu sesi wawancara pun dimulai. Dengan pertanyaan ringan tentunya. Sai tertawa-tawa melihat betapa gugup dan polosnya Naruto saat menjawab pertanyaan para pers. Lalu mereka semua terdiam saat salah satu pers bertanya.

"Nona Naruto, kabarnya ada lagu karangan Anda?"

Naruto mengangguk, "Iya, judulnya 'Mengenangmu'."

"Boleh tahu, lagu ini ditujukkan pada siapa? Seseorang yang spesial mungkin?"

Lalu wartawan mulai heboh. Naruto tertawa.

"Lagu 'Mengenangmu' ini saya tulis ketika inget satu negara yang sangat berkesan buat saya.", jawabnya.

"Boleh tau negara mana?"

Naruto tersenyum, "Konoha."

Sai, Shikamaru, Neji, Sakura dan Itachi berpandangan saat mendengar jawaban Naruto, "Konoha? Kita, dong?"

"Boleh tau alasannya?"

Naruto menarik nafas, "Saya pernah bergabung dengan the Thanatos saat saya sekolah di Konoha. Nah, lagu ini saya persembahkan buat temen-temen seperjuangan saya. Sahabat, yang senantiasa menemani saya saat senang dan sedih."

"Sahabat, atau sahabat?", lagi-lagi pers iseng.

Senyum Naruto berubah sedih, "Terutama untuk dua orang yang selalu ada buat saya. Orang pertama, dia sahabat terbaik yang pernah saya punya. Orang kedua...", Naruto diam sebentar, "Mungkin, cinta pertama saya.."

"Ohhh...", wartawan iseng lagi, "Apa mereka menonton acara ini?"

Naruto mengangguk yakin, "Pasti. Mereka berdua pasti sedang melihat saya..", Naruto menunjuk ke atas, "Dari surga..."

Spontan lima orang yang nonton acara itu dari televisi Konoha menunduk sedih mendengar kata-kata Naruto. Sudah dua tahun berselang namun Naruto tetap mengenang kedua orang terpenting baginya itu. Wajar saja. Selama jantung itu masih berdetak, selama itu pula Naruto akan mengenang Sasuke.

"Baiklah, sekarang saja kita mulai sesi nyanyinya...", salah seorang MC kondang bernama Raven, yang dulu memimpin acara konser amal.

"Hadirin, sambutlah! Uzumaki Naruto!", kali ini Ghee.

Semua kamera menyorot ke panggung yang sudah disediakan. Naruto melangkah ke tengah panggung bulat itu dan berdiri di depan mic. Saat intro lagu dimulai, Naruto mengambil mic dan maju ke hadapan kamera.

"Saya persembahkan lagu ini untuk sahabat saya, the Thanatos. Neji, Sai, Shikamaru, dan Sakura. Juga pada Itachi-sama yang selalu mendukung kami. Buat Gaara, sahabat terbaikku yang sudah tidur dengan tenang..", Naruto tersenyum manis kali ini, "Dan untuk pemilik jantung yang kupakai sekarang. Uchiha Sasuke..."

Intro lagu 'Mengenangmu' mengalun lembut. Naruto mundur sedikit dan mulai bernyanyi. Yang nonton dari TV Konoha kaget mendengar suara Naruto sekarang.

Tak kan pernah habis, air mataku

Bila kuingat tentang dirimu, huu

"Suara Naruto bagus banget sekarang..", kata Sakura kagum.

"Nggak percuma ya, dua tahun dia belajar vokal di Oto.", kata Itachi bangga.

Sai, Shikamaru dan Neji berpandangan. Entah dari mana ide itu berasal.

"Apa kalian berpikiran sama denganku?", tanya Shikamaru semangat.

Neji dan Sai mengangguk.

Mungkin hanya kau yang tahu

Mengapa sampai saat ini, ku masih sendiri...

"Besok, kita cari vokalis cowok dan gitaris ya.", kata Neji.

"Aku setuju. Sudah saatnya the Thanatos bangkit kembali.", sambung Sai.

Sakura menghapus air yang bertengger di kedua ujung matanya, "Aku siap jadi menejer kalian lagi.", katanya. Ketiga cowok itu mengangguk mantap.

"Sudah seharusnya, kan?"

Mereka berlima kembali menatap Naru yang sedang menghayati tiap bait yang ia nyanyikan. Suaranya jauh lebih matang ketibang saat dia jadi vokalis the Thanatos.

Adakah di sana, kau rindu padaku

Meski kita kini ada di dunia, berbeda

Naruto membuka matanya lebar-lebar dan menatap pada penonton yang sedari tadi melambai-lambaikan tangan mereka mengikuti irama lagu. Satu senyuman tersungging di bibirnya. Kalian lihat aku, Sasuke? Gaara? Aku membanggakan, bukan? Aku bisa berdiri tanpa kalian harus selalu di sampingku. Naruto ikut melambaikan tangannya dan menuju ujung panggung sambil terus menyanyi.

Bila masih mungkin waktu kuputar

Kan kutunggu dirimu

"Semuanya!", teriak Naruto sambil mengarahkan mic-nya ke penonton.

Biarlah kusimpan, sampai nanti aku

Detik itu juga, Naruto seakan kembali ke dua tahun yang lalu. Saat ia bernyanyi dengan Sasuke ada di sampingnya. Naruto memejamkan matanya, menikmati momen-momen saat aksi panggungnya dan Sasuke berhasil membuat penonton terpesona.

Kan ada di sana, tenanglah dirimu

Dalam kedamaian

Naruto terus menyanyi sambil melambaikan tangan. Ia merasa Sasuke ada di sebelahnya dan ikut membaurkan suara dengan penonton. Petikan gitar yang mengiringi suaranya tak lain adalah permainan Gaara yang memang jenius soal gitar. Di sebelah Gaara ada Neji yang konsentrasi penuh pada bass-nya. Sai ada di belakang. Ia memainkan rythm sambil berdiri di samping Shikamaru yang menikmati permainan drumnya.

Itulah yang ada dalam benaknya. Kenangan masa lalu yang tak pernah bisa ia lupakan. Kalaupun bisa, ia tak mau. Naruto tersenyum saat mengenang masa-masa indah itu. Tersenyum karena ia begitu kuat, karena ia tak pernah lagi sendirian. Detik ini saja, Naruto ingin kembali ke masa-masa itu.

Dengarlah cintaku, kau tak terlihat lagi

Saat Naruto membuka matanya, kembali ia sedang menghibur ratusan tamu undangan. Menamukan ia sendirian bernyanyi dengan orkestra besar di belakangnya. Namun tetap saja ia merasa, sahabat-sahabatnyalah yang mendampinginya. Sasuke, Gaara...

Namun cintamu, abadi

Aku tak akan pernah melupakan kalian, selamanya...

Owari

OMAKE :

Sutradara (Raven) : Oke, CUT!!

Scriptwriter (Ghee) : Bagus, bagus...

Naru : Kai!

BUSSHHH... Naruto yang masih nangkring di panggung berubah lagi jadi pria tulen.

Naru : Anjrit.. capek gue! Lain kali gw ga mau ambil peran jadi cewek...

Hina : (tiba2 lari ke lokasi syuting) Naru.. Huhuhu..

Naru : Iya, iya.. Lain kali aku akting cowok deh..

Sasu : Kai! (Busshhh lagi)  asap dimana2.

Sasuke yang sedari episode berapa kapan tau jadi Gaara, kembali jadi Sasuke lagi.

Sasu : Gue pegel jadi Gaara..

Gaa : Gue juga ga rela lo jadi gue sebenernya.

Neji : Lha? Kok nerima?

Gaa : Bayarannya gede, euy!

Sai : Kesannya gue bego banget di film ini, cengeng lagi..

Shika : Cocok, cocok..

Sutra : Bagus, bagus semuanya.. Ini pengambilan gambar terakhir..

Script : Akting kalian bagus.. Nggak sia-sia bayar mahal..

Sutra : Dua bulan lagi launching! Awas kalo pada nggak dateng!

Script : Iya, jangan bolos! Mau diliput tim eksklusif SILET loh!

Semua : APA? SILET? SUMPEH LO? (mesem2 bangga)

Sutra & Script : Iya dong! Ini kan film fenomenal yang reviewnya ... (belum ngecek)

Naru : Wahh.. Banyak ya..

Semua : Alhamdulillah, Puji Tuhan...

Naru : Pokoknya gw ga mao jadi cewek lagiiii..!! Capek gw henge sepanjangan..

Sasu : Bukannya lo ahli jurus mesum itu yah?

Naru : Diem lo! Gw kasih rasengan nih!

Neji : Walau pengambilan gambar di film ini kelar, jangan lupa REVIEW!

Sai : Iya tuh! REVIEW nya banyak2 yagh! Ayolah semua author..

Shika : (sambil nguap) Iya, REVIEW...

Sutra : Oi, Ghee! Ayo, kita mesti rapat untuk fanfict baru nih!

Script : Oh iyah.. Ayo deh. Tentang cinta antara , dan si kan?

Sutra : Ho oh! Ayo!

Sutradara dan Scriptwriter menghilang di balik asap.

Baiklah, sampai jumpa di FIC berikutnya yahhh!!

Starring

Naruto Uzumaki

Sasuke Uchiha

Sabaku no Gaara

Neji Hyuuga

Sai (siapa ya??)

Shikamaru Nara

Sakura Haruno

Itachi Uchiha

Kushina Uzumaki

Minato Namikaze

Kiba Inuzuka

Jiraiya

Tsunade

Orochimaru

Tenten

Sabaku no Temari

Sabaku no Kankuro

Anko (lupa)

Kurenai (lupa juga)

Akatsuki Boys (Bukan Akatsuki Biasa)

Kakashi Hatake

Maito Gai

Shino Aburame

Asuma Sarutobi

Ibiki (lupa lagi)

Special thanks to :

.hoshi.na.chan., Raichan, Pink Violin, Naruchu-chan, Karupin69, GoodBoyTobi, Funsasaji1, Runaway Dobe, Faika Araifa, Ochamed, Sora Aburame, Zerou, shi-4 shi-4, PinkBlueMoonlight, Melisaastenten, rED-Ew, Hola-Ucup-Disini, Uchiha Ayashi, Mayura, Biaaulia, Tiaisme, MzMoony, miyu201, Akari Shimai, Blacklicious, Sasunaruislove, enma-chan, dan para author yang mereview setelah cerita ini saya post. Terima kasih yang udah ngereview sekali2. MAKASIH banyak bagi yang setia ngereview sampe cerita ini berakhir. Mungkin ada yang kelewat, maap aja, kita kan manusia yang tak lepas dari kekhilafan.

Tambahan : Sabaku no Ghee tuh ISLAM!

The HARDWORKERS...

Sabaku no Ghee! YYAAYYYYY!!

Raven Zala

Aria TheChasireCat

Atherlene Tia Riele

Sumeragi Varan

Sekali lagi, YYYYAAAAAAAAYYYYYYYY!!

potong tumpeng rame-rame