Ini Fanfic berbahasa Indonesia yg ke 4... jadi mohon di review ya...

PS (seperti biasa): Author masih sakit flu neh. Mohon doanya biar cepet sembuh dan lancar usahanya, dan juga cepet dapet jodoh (Hehehe kesempetan minta doa ama pembaca yang lain, semoga doanya mak-bul)

Disclaimer : Masashi Kishimoto the master... Cerita ini merupakan milik GW


NARUTO and Prank

"Minggir, Uzumaki Naruto mau lewat" seorang anak kecil berlari dengan kencang melewati kerumunan orang-orang dewasa yang sedang berlalu lalang. Anak kecil itu sedang dikejar beberapa chuunin dan jounin.

Ketika sedang asyik berlari, tiba-tiba "Brak". "Ittai, huh. Siapa dia ya?" Naruto bangun dan berjalan mendekati anak perempuan yang jatuh di depannya. Rambut biru laut dan bermata lavender dan tidak ada pupil matanya.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Naruto

"Aduh" anak perempuan itu mengangkat sikunya. "Oh sikumu lecet, sini aku obatin" Naruto menarik siku anak perempuan itu dengan pelan dan meniup luka lecet disikunya.

"Gimana, masih sakit nggak? Kamu manis juga ya. Oh ya nama kamu siapa? Namaku Uzumaki Naruto" Naruto memberikan tangannya.

"Heh, na-nama-ku Hi-hinata Hyuuga" Anak perempuan itu rada takut terhadap Naruto.

"Naruto, mau kemana lagi kau. Cepat kesini kalau nggak gw pukulin loe" Jounin yang mengejar Naruto teriak-teriak.

"Oh ow. Suman Hinata-chan, Alu pergi dulu ya. Ja-ne Hinata-chan" Naruto segera pergi meninggalkan Hinata yang masih terbengong-bengong. 'Anak itu aneh, lucu dan ngegemesin. Cute banget dia. Tadi siapa namanya? Uzamki, bukan-' lamunan Hinata buyar ketika jounin yang mengejar Naruto kembali berteriak "Naruto jagan lari. Awas kamu".

"Ohh Naruto. Aku akan mengingatnya" gumam Hinata.

"Hinata-sama, ada apa?" seorang anak pemuda dengan rambut hitam panjang mendekati Hinata.

"Oh Neji ni-san. Tidak ada apa-apa"

Balik lagi ke Naruto

'Sial sekali, para jounin dan chunin nggak mau nyerah. Tetep aja ngejar gw' Naruto berlari lebih cepat lagi. 'Kalau kayak gini terus gw bisa ketangkep. Oh gw ada ide' Naruto masuk ke dalam pemandian air panas dan "henge" Naruto merubah dirinya menjadi cewek yang cantik. Ia segera masuk ke air panas dan berendam.

'Semoga mereka tidak mengejar lagi' pikir Naruto.

Ternyata idenya Naruto berhasil mengecoh para jounin and chuunin. Mereka kebingungan mencari Naruto. "Kemana itu bocah ya?" seorang chuunin berkata. "Mungkin dia ke Iciraku ramen, tempat biasanya dia nongkrong" chuunin lainnya bilang.

"Baik, kita ke sana. Cepat kita harus menangkapnya" Jounin lainnya bilang.

Suara mereka menghilang. "Fuih, akhirnya lolos". Tiba-tiba "NA-RU-TO, KAMU NGAPAIN DI PEMANDIAN AIR PANAS INI?" pemilik pemandian air panas mengambil palu besar dan mengejar Naruto yang sudah bersiap-siap lari.

Very lucky buat Naruto. Dia berhasil lolos dari pemilik pemandian. Naruto berlari ke arah apartemennya. Bad luck buat Naruto (padahal dia udah lucky), pintu apartemennya ada yang ngejaga.

"Itu dia" Naruto sadar, seorang jounin menunjuk ke arah Naruto dan segera menangkap Naruto.

"Iya gw nyerah" Naruto teriak.

"Cepat, kamu harus menghadap Sandaime-sama" Jounin bertampang hidung merah bilang.

Kantor Hokage

Di ruangan Hokage tampak seorang kakek sedang melukis. Eh salah lagi nulis. Kakek itu juga sedang mengisap tembakau dengan menggunakan pipa panjang.

"Kakek tua, kenapa saya mesti kemari sih?" tanya Naruto dengan kesal.

"Naruto, kamu tidak sekolah hari ini? Kamu mestinya pergi ke akademi Naruto" jawab kakek itu sambil tersenyum.

Naruto sambil cemberut dan melirik kakek itu "Tadi saya mau berangkat ke sana, kakek. tapi para kakak2 ini malah menculik saya dan membawa saya kemari".

"Apa kamu bilang Naruto. Sorry banget, ngpain juga gw nyulik loe anak kecil" jawab seorang jounin bernama kontetsu.

"Kontetsu, kamu panggil si guru Iruka kemari untuk membawa Naruto ke Akademi" perintah Hokage.

"Baik Hokage-sama" jounin itu langsung pergi puff menghilang dibalik asap.

"Naruto kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh biar-" pembicaraan kakek itu terpotong dengan ocehan Naruto.

"buat apa aku belajar, lagian juga nggak ada yang peduli sama aku" Naruto tertunduk dan duduk bersila dekat dengan kakek tua itu "Buktinya ayah dan ibuku membuang aku begitu saja. Mereka sama sekali tidak meniggalkan pesan atau surat sama aku. Itu buktinya mereka se bodo teuing ama aku" Naruto masih kesal tapi bernada sedih.

Sandaime lalu mendekati Naruto "Naruto, orang tuamu adalah salah satu pahlawan Konoha. Mereka sebelum pergi menitipkan pesan sama saya. Mereka bilang 'tolong jaga Naruto dengan baik, bimbing Naruto supaya menjadi Ninja Konoha yang lebih hebat dari siapapun' itulah pesan mereka sebelum pergi meninggalkan kamu". Sandaime lalu mengelus rambut Naruto.

Naruto menjadi bertambah sedih setelah mendengar cerita yang dikatakan Sandaime. "Kakek, maukah kakek menjadi kakek yang sangat aku banggakan. Aku tidak mempunyai keluarga lagi selain kakek dan Iruka-sensei".

Sandaime tersenyum "tentu Naruto. Kamu juga sayangkan sama Iruka-sensei, kenapa kamu tidak pergi ke akademi pagi tadi?"

"Kek, aku bosan di kamar dan aku malas di sekolah. Aku selalu jadi bahan ejekan mereka" jawab Naruto masih bernada sedih.

Puff "NARUTO, KENAPA KAMU TIDAK KE AKADEMI?" tanya Iruka yang datang tiba-tiba dengan sura marah dan menggelegar.

"Ohayou, Iruka-sensei. hehehe saya lagi belajar dengan kakek disini" jawab Naruto dengan innocent.

"Maaf sandaime-sama, saya kemari mau mengambil Naruto" kata Iruka dengan sopan.

"Ya sudah, Naruto kamu belajar dengan tekun ya" Sandaime masih mengelus rambut Naruto.

"HAI" jawab Naruto dengan bersemangat.

Naruto kemudian pergi bersama Iruka ke Akademi...


TBC... tunggu updaten selanjutnya. (OIII JANGAN LUPA REVIEWNYA)