BELAHAN JIWA DEIDARA

MAK COMBLANG ALA AKATSUKI

By: Uchiha Yuki Sasori

CHAPTER 1

Yei! Gue seneng bisa bikin cerita lageee!! Tapi kali ini ada chapternya! Baca aja langsung nih ya! Gak usah banyak-banyak pembukaannya!

Saat itu di ruang tengah markas kumuh, berkumpulah 2 hewan (Hiu dan Kalajengking), 1 kanibal, dan 5 orang manusia. Mereka sepertinya lagi baca sesuatu.

Gue pengen…..banget…punya cewek, un!! Hiks, un! Biar gue gak dikatain hemafrodit terus ama anak-anak lainnya, un. Fuh…mungkin gak yah, un? Mungkin gak mungkin, lebih baik gue tulis kriteria cewek gue, un! Siapa tau ada peri yang nolong gue setelah baca diary ini, un! Amin…, un….

Kriteria cewekku : HARUS cewek tulen, un! Menerima gue apa adanya, kulit putih (tidak seputih tembok), dan yang terpenting……HARUS berambut kuning panjang, un! Kayak…… ah, un! Gak deh, un!

Yup, tau kan apa yang sedang di baca Anggota akatsuki lainnya? Buku diary pastinya! Punya siapa? Tebak aja sendiri anggota Akatsuki yang paling sering keranjingan ngomong dengan nambahi kata un di akhir kalimatnya! Tentunya diary itu di baca tanpa sepengetahuan pemiliknya!

"An-Un-An-Un! Dia lagi curhat ama Unta ya?!" dengus Pein sewot

"Deidara tuh lesbi ya? Kok kriterianya kayaknya cewek banget?" Tobi heran

"Dia cowok tulen, kok! Gue yakin!!" ujar Sasori serius sebagai partnernya

"Lo emang pernah liat?" Tanya Itachi

"Apanya?"

"Anunya,"

"Ih! Uchiha porno!" teriak Sasori

"Lo yang porno! Maksud gue adalah kalamenjeng (benjolan di leher khasnya makhluk cowok. -Maaf, author gak tau bahasa indonesianya apa, kalo ada yang tau, kasih tau ya!hehehe) nya! Selama ini kan ketutupan kerah jubah terus!" jelas Itachi

"Oh…. Udah kok! Waktu itu dia dengan sengaja ngeliatin untuk membuktikan ke-cowok-annya! Well, waktu itu gue masih ragu sih… jangan2 kalamenjingnya itu palsu," jelas Sasori

"Mana ada kalamenjing bajakan?" Tanya Kisame

"Balik ke topic, nih! Ternyata Deidara lagi kebelet nih!" kata Zetsu

"Waduh! Ganti dong kosa kata lo! Emang si Dei mo nelor pake kebelet?" ujar Hidan

"Iya, deh! Dia lagi telebek!" ralat Zetsu

"Bahasa Afrika mana, tuh?" Pein heran

"Baca aja dari belakang," ujar Zetsu

"Oh…sama ja, dong!" ujar yang lain, minus Tobi

"Bentar," ujar Tobi, lalu pergi dari situ

"??"

"Mana? Gak ada tulisan apa apa di belakang!" ujar Tobi setelah balik dari WC

"Tulisan apa?" Itachi heran

"Kata Zetsu suruh baca dari belakang. Gue udah di WC, tapi Cuma ada tulisan "HARAP DI SIRAM ABIS BOKER!", trus "BUAT KISAME, MANDI AJA DI KALI! BAU AMIS!" trus "TOBI!! JANGAN MAKAN SABUNNYA!! MAHAL TAUK!! –Kakuzu-" trus….,"

"UDAH! CUKUP!" bentak Pein jengkel! "maksud Zetsu ya lo balik aja tulisannya! Bego banget, sih?!"

"Lha tulisannya tuh mana, Om?" Tobi keukeuh

"APA? SEJAK KAPAN GUE NIKAH AMA TANTE UCHIHA??" Pein sewot, agak ngebongkar identitas Tobi yang sebenarnya

"Dan sejak kapan elo kalo mandi di WC?" Tanya Itachi ke Kisame

"Dan siapa yang berani nulis berita fitnah gitu?!" geram Kisame.

"BUKAN GUE!!" Tukas Sasori tiba-tiba. Seketika Kisame menatap Sasori dengan pandangan menuduh

"ELO YA?!" bentak Kisame

"BUKAN!!" Sasori geleng-geleng dengan paras panik.

"ELO!!"

"BUKAN! ITU FITNAH! FITNAH MENIMBULKAN DOSA DAN DOSA MENYEBABKAN MASUK NERAKA!" Ceramah Sasori panik

"Kalah pamor deh, gue sebagai ustadz," desis Hidan

"PASTI ELO!!" tuding Kisame tajam. "Gue kalo mandi bukan di WC tau!"

"Di comberan ya?" sela Kakuzu

"DI LAUT!!"

"Hah?! Laut dari sini kan jaraknya 999km!" ujar Hidan kaget

"Gue mandinya ya sebulan sekali lah!"

"OH…..," semua pada nutup hidung dan jaga jarak dari Kisame seketika

"Gue besok mau ganti partner ma Zetsu! Zetsu single kan?" ujar Itachi pada Pein

"Gak bisa! Kisame udah menjadi jodohmu!"

"Tobi! Kenapa elo makan sabun, sih? Gak mati?" Tanya Zetsu heran

"Abisnya Kakuzu senpai pelit gak mau beli odol, sih!!" gerutu Tobi

"Iya! Gue juga terpaksa ke musholla dulu kalo mau nyikat gigi," dukung Hidan

"Gue malah nahan gak sikat gigi selama 1 bulan," kata Itachi membuka aib

"Tuh kan?! Lo emang jodoh ama Kisame! Pasangan Kemproh!!" ujar Pein

"Mentang-mentang gak punya gigi jadi gak beli odol!" ujar Zetsu

"Anjing menggonggong, kafilah berlalu," ujar Kakuzu cuek

"Mana anjingnya?" Tobi geblek

"UDAH! Balik lagi soal Deidara!" lerai Pein sebelum terjadi pembantaian sesama Akatsuki. "Kita harus bantuin Deidara! Dia teman kita, kan?"

"BUKAAAAAA…….NNNN!!" ujar yang lainnya kompak kayak koor

"Kalian kok gitu, sih? Tanpa dia, kita gak bisa ngalahin Gaara dan mendapatkan Shukaku" ujar Pein

"Tapi gara-gara dia juga kan, gue jadi dikira homo ma tuh orang!" dengus Sasori yang selalu di gosipin jadi pacarnya Deidara

"Bukan homo, kok!" hibur Itachi

"Lalu?"

"cowok suka ama cowok," lanjut Itachi, Sasori cemberut

"Gimana ya? Kita bantuin dia supaya punya cewek!" ujar Pein berapi-api

"Kok elo yang semangat, sih?!" Hidan heran

"Gue mewakili semangat Deidara!" ujar Pein

"Kalo nanti Deidara sekarat, lo juga yang mewakili?" Tanya Kisame

"Mmmm…….," Itachi bergumam

"Mmm..??" yang lainnya pada penasaran, mo denger usul Itachi

"Mmmm….,"

"Mmmm….?"

"Mmmm……moh!!"

GLODAK

"Gue gak mau bantuin tuh anak!" lanjut Itachi

"Why not?" ujar Tobi sok Inggris. "Dia temen well kita (dia temen baik kita). No choosing-choosing temen dong….,"

"Dia sok cakep gitu sih! Sok pamer rambutnya yang kayak rambut model iklan sampo Sunsilk gitu!"

"Udah lah Itachi!! Rambut lo juga gak kalah cantiknya kok! Kayak rambut model iklan sampo Dee-Dee," hibur Sasori balas dendam, giliran Itachi yang cemberut

"Jadi gimana, nih?" Tanya Pein

"Um…gimana kalo kita Bantu cariin cewek buat Deidara," usul Tobi

"Caranya?"

"Kita bikin pengumuman lowongan jadi pacar Deidara!"

"Lowongan? Lo kira kerja, apa?"

"Iya! Kerja! Mana ada cewek yang mau jadi pacar Deidara dengan ikhlas? Ya nanti kita bayar lah! Asal Deidara seneng kan?" ujar Tobi sok mengkuliahi

"Bener juga sih…. Tapi pengumumannya gimana?" Tanya Itachi

"Ntar gue yang bikin!" ujar Tobi menepuk dada

"Perasaan gue gak enak, deh….," bisik Sasori pada Kakuzu

"Gue juga! Jangan2 honor yang ditawarin gede, lagi!" jawab Kakuzu

Beberapa menit kemudian….

"Nih, Senpai! Pengumumannya dah jadi!" ujar Tobi setelah mencetak kertas pengumuman dari komputernya

Semua mata (minus mata Deidara n Konan), membaca kertas pengumuman itu

--

Dicari: Cewek yang mau jadi pacar Deidara (Anggota Akatsuki yang sok cool itu looohhhhh!!)

Syarat: 1. HARUS cewek tulen (jadi cewek yang se-spesies ama Madam Ivan Gunawan

gak boleh Ngikut)

2. kulit putih (tidak seputih tembok)

3. HARUS berambut kuning panjang (asal jangan make wig ya!)

Dan syarat terberatnya adalah…. HARUS menerima dia apa adanya (jadi yang gak betah malu, sebaiknya jangan ngikut)

Kerja: jadi cewek Deidara selama 7 hari 7 malam

Upah: semakin betah, upah kamu semakin tinggi! 1 hari Rp500.000,-

Bagi yang berminat cepet daftar paling lambat 24 jam setelah pengumuman ini di umumkan. Tempat pendaftaran di Gua Pacitan, Jatim!

Buruan daftar!! Kapan lagi dapat cowok yang terkenal dari geng Akatsuki? Nanti dapat tanda tangan, foto bareng, dan jubah dari anggota Akatsuki lainnya! Juga dapatkan CD dan DVD terbaru kami! Now Available di toko CD dan DVD terdekat!!

Love

Pein Bokep

--

"Heh? Kok keterangannya Pein bokep sih?" Pein sewot

"Emang napa?" Tobi innocent

"Ganti dong," Kisame ngebela Pein

"Jadi apa?"

"Pein porno,"

"KISAME!!" Pein udah masang kuda2 buat nyerang

"GWAAAAAAA!!" Kisame berlari keluar ruangan, disusul Pein yang mengejarnya

Semuanya: "??"

"Tadi ada apa, sih?" Itachi gak nyambung

"Pein kayaknya marah nama belakangnya disebut," ujar Zetsu

"Udah, deh!" sela Kakuzu back to the laptop. " Tob, lo kira2 dong! Masak bayarannya mahal banget 500ribu / hari? Jadi pacar doang, juga!" (Author sudah menduga jumlah gajinya bakal diprotes oleh orang yang (lagi2) sama )

"Itu kan dah sesuai dengan pekerjaannya, Zu!" Tobi keukeuh

"Sesuai gimana?"

"jadi ceweknya cowok kayak Deidara itu lebih berat dari pekerjaan seorang kuli batu dan lebih hebat daripada kerjanya profesor sekalipun!"

"Udah deh, Zu! Ikhlasin aja!" hibur Hidan

"Hidan….hiks! huhuhu….," Kakuzu memeluk Hidan sambil nangis, persis anak kecil yang ngadu ke ibunya gara2 di marahin ayahnya

"Udah,jangan nangis ya!" hibur Hidan dengan suara dan sikap yang keibuan (?). "Nanti Kakuzu tambah jelek lho!"

"HUWA…..!!" Kakuzu tambah histeris

"Diem dong…Kakuzu minta apa biar mau diem?" Tanya Hidan lagi

"Mawar,"

"Hah?"

"Mawar 2, Supratman 2 dan Ki Hajar Dewantara 4,"

"Apa itu? Poster?"

"Duit!"

"Sudah ku duga……," ujar Hidan dan yang lainnya

"Tob, kenapa waktunya 7 hari 7 malam? Kayak selamatan orang mati aja!" Tanya Itachi setelah adegan ibu dan anak yang menjijikan tadi kelar

"kalo 7 tahun 7 windu, bisa mati ceweknya!" ujar Tobi gak nyambung

"Oh….," Itachi ngangguk2 sok ngerti. Jaim lah! Klan Uchiha gitu loh!

"Kenapa juga acaranya di Jatim? Dekat amat!" lanjut Zetsu

"Biar gak tau Deidara,"

"Kenapa ada acara tanda tangan gratis? Foto bareng? Jubah Akatsuki gratis lagi! Lo kira kita mau jumpa fans?" Tanya Itachi

"Tanda tangan gue kan komersil! Foto gue juga! Lagian, foto bareng kan ngabisin banyak rol film! Pasti mahal belinya! Apalagi jubah! Itu kan dari kain yang langka!" ujar (siapa lagi kalo bukan) Kakuzu

"Alah!! Kain tembelan aja bangga!!" ujar Tobi

"Tunggu, trus apa hubungannya kita bagiin CD dan DVD? Gak nyambung dweh!" ujar Sasori

"Bukannya sebentar lagi kita bakal ngadain launching video shippuden terbaru kita?"

"Kita? Perasaan gue gak ngikut deh!" ujar Kakuzu, Hidan, Sasori bareng n kompak

"Gimana mo ngikut?! Kalian kan dah mati dalam ceritanya!" ujar Tobi

"Iya sih….," gumam Kakuzu sedih, gak ikut syuting pemasukan turun neraka

"Jadi gimana nih? Jadi kita sebarin nih brosur?"

"Terserah lah!" ujar Itachi malas. "Gue gak yakin bakal berhasil,"

"Di mana kita nempelinnya?"

"Di pasar loak, kuburan, RSJ, Panti Jompo aja!" usul Sasori

"Warung remang2 juga!" tambah Tobi

"Kalo gitu kalian aja yang pergi nyebarin!" ujar Zetsu sebel

"Gak mau!!" ujar Sasori dan Tobi kompak

"Panti Jompo bagiannya Itachi, sesuai dengan imejnya! RSJ bagiannya Tobi, sesuai ama kepribadiannya! Kuburan bagiannya Kisame, sesuai dengan muka horornya! Pasar loak bagiannya Kakuzu yang hobi beli barang2 bekas," usul Sasori

"Dan warung remang2 bagian lo yang sesuai dengan tempat gaul favorit lo!" balas Itachi pada Sasori

"Bukannya lebih sesuai ama Pein?" Tanya Tobi

"Ya udah deh! Sebarin aja di manapun kalian suka! Pokoknya cepet beres! Repot deh!" omel Zetsu jengkel

"OTRE!!" teriak yang lainnya kompak

Please……REVIEW nya dong…..zzz!!

Talkshow

Itachi: (datang dengan langkah n mimik siap ngebantai) Hoi! Kenapa imej gue yang keren n elit ini jadi tolol kayak tadi?

Yuki: Bukannya pantes?

Itachi : UGH! Kalo lo bukan tunangannya adek gue, udah gue kawin lo! Manis amat jadi cewek! (gak nyambung)

Yuki : Hehehe, tapi aniki gak marah, kan?

Itachi : Enggak…. (sambil ngelus2 rambut Yuki. NB: Hope Sasuke never knows about it)

Hidan n Kakuzu : Hoi Uchiha!!

Yuki n Itachi noleh : apa?

H : Dasar Author penyengsara umat Jashin! Sejak kapan aku jadi punya sifat keibuan? Plis deh!

Y : Sejak tadi (dengan wajah sepolos bayi)

H : oh, (terhipnotis)

K : dan sejak kapan aku jadi minta uang Rupiah? Aku kan orang jepang! Gak kenal ama Supratman dan Ki siapa gitu lah!

Y : ya makanya, itu aku lakukan supaya kamu tau uang dari luar negeri! Gak dari Jepang aja!

K : trus buat apa? Mana laku uang rupiah di jual di Jepang

Y : ya dituker lah!

K : HALAH! REPOT! (ngebentak)

Y : (mewek, lalu memeluk Itachi. NB: Itachi fan club, sorry yah dengan senyum licik) Aniki! Orang Arab itu ngebentak Aku…hiks!

I : tenang my sweety imouto, biar aniki yang kasih pelajaran (sambil mengelus punggung Yuki)

K : Ayo maju! Dasar kakak jahat! Tunangan adek sendiri mao di embat juga!

Dan berlangsung lah adegan smack down ala Akatsuki

Y : hehehe…seru!

H : iya!! (dengan tak kalah semangat nonton adegan di depan mereka)

Y : kayak di TV, yah?

Hehehe…gak jelas banget sih talkshownya! Maaf yah! Buat Itachi fan club, sorry…jangan khawatir, ku gak akan mengkhianati Sasuke demi Itachi :D

Sekali lagi, REVIEW!! PLIS….

Tunggu chapter 2 nya ya!

OSH!