Disclamer: Bisco Hatori (Ouran Koukou Host Club) & Takeshi Konomi (The Prince of Tennis)

Genre: Humor (?)

Well, tiba-tiba Ru mikir seru aja kalo anak-anak Ouran ketemu sama anak Seigaku. Tapi, walopun Ru punya bayangan yang cukup lucu di kepala Ru tentang gimana pertandingan mereka, tetep aja susah buat ngegambarinnya dalam bentuk tulisan. Jadi…maaph kalo kurang lucu yah….


AYO KITA BERTANDING!

Haruhi menghela napas panjang menatap pemandangan indah di sekelilingnya. Lagi-lagi anak-anak host club seenaknya menyeretnya untuk berlibur. Kali ini di vila milik keluarga Tamaki yang terletak di gunung.

"Paling tidak mereka tidak mengajak para pelanggan host club," pikir Haruhi, mencoba melihat sisi positifnya.

"Wuaah! Di gunung ini ada vila mewah seperti ini ya?" Seorang anak berambut kemerahan tiba-tiba muncul di depan vila. Anak-anak host club yang saat itu sedang mengadakan tea party di halaman depan langsung menoleh ke asal suara.

"Eiji! Tidak sopan masuk ke wilayah orang seenaknya!" Di belakang anak berambut kemerahan itu muncul seorang anak laki-laki lain dengan potongan rambut yang aneh. "Ah, maaf, kami masuk seenaknya," kata anak itu saat menyadari bahwa seluruh anggota host club menatap mereka.

"Ooishi-senpai! Ada apa?" Muncul lagi segerombolan anak laki-laki yang menggenggam raket.

"Momo! Tidak, tidak apa-apa," kata Ooishi. Ia kembali menghadap anak-anak host club, lalu berkata, "Sekali lagi kami minta maaf. Permisi…"

"Matte!" Tamaki tiba-tiba bersuara. "Kalian main tenis?" tanyanya.

"Iya! Sebenarnya kami sedang mengadakan training camp. Tapi lapangan tenisnya jelek sekali," keluh Eiji.

"Eiji!" Ooishi lagi-lagi menegur temannya yang polos itu.

"Souka, souka. Bagaimana kalau kalian bertanding tenis dengan kami?" Tamaki menyerukan tantangan pada anak-anak Seigaku.

"HAAH??" Semua yang ada di sana memberikan respon yang sama saat mendengar tantangan Tamaki.

Melihat respon itu, Tamaki memasang jurus andalannya: 'puppy eyes'. "Mau ya? Mau ya?? Mau ya??" pintanya. Keenam anggota host club yang lain berpandangan.

"Hum…Kelihatannya menarik juga," kata Hikaru.

"Yaa…daripada tidak ada kerjaan. Bosan," kata Kaoru.

"Aku juga mau main tenis" kata Hunny. Mori hanya diam seperti biasa. Semua juga tahu, Mori akan setuju kalau Hunny setuju.

"Tapi aku…"

"Kalau begitu, sudah ditetapkan akan bertanding, ya…" Kyouya memotong perkataan Haruhi, membuat Haruhi tidak berani membantah.

Giliran anak-anak Seigaku yang berpandangan. Masa' mereka harus melawan amatiran begitu?

"Ano… Karena lapangannya dari tanah, aku pikir mungkin kalian akan kesulitan…" Ooishi berusaha membuat para anggota host club berubah pikiran.

"Tenang saja. Di belakang vila ini ada lapangan tenisnya kok," kata Tamaki.

"Hontou?! Sugee!! Aku mau main! Aku mau main, nyaa!" Eiji melompat-lompat bersemangat.

Ooishi menatap anggota Seigaku yang lain.

"Kedengarannya seru," kata Momo.

"Maa…menarik juga," kata Fuji.

"Fshh.." - Kaidoh tentunya.

"Mungkin aku akan mendapat data yang bagus," tambah Inui.

"Yah, aku sih setuju saja," kata Taka-san.

"Merepotkan…" gumam Ryoma.

"Baiklah. Kami terima tantangan kalian," kata Ooishi sambil menyalami Tamaki.

--

Di Kubu Ouran

"Tapi Senpai, aku tidak bisa main tenis…" kata Haruhi.

"Tenang saja Haruhi, aku akan melindungimu karena kita akan bermain ganda!" kata Tamaki mantap.

"Iyada yo, Touno" Hitachiin Brothers tiba-tiba menyela.

"Lowongan untuk pemain ganda sudah penuh," kata Hikaru.

"Touno dan Haruhi harus bermain tunggal," tambah Kaoru.

"Ta-tapi Haruhi belum bi.."

"Memangnya kita bisa memisahkan mereka berdua?" Si kembar memutus kata-kata Tamaki dan menunjuk Hunny dan Mori.

"Kalau begitu kalian berdua yang harus berpisah!!"

"Iyada yo..."

"Baka Touno. Apa kau tidak mengenali mereka? Mereka itu pasangan emas yang terkenal sampai tingkat Nasional lho!" Hikaru menunjuk Eiji dan Ooishi.

"Pasangan yang tidak kompak tidak mungkin bisa melawan mereka," tambah Kaoru.

"Karena itu…Kami yang akan melawan mereka!" Hitachiin Brothers berkata sambil menyeringai.

Akhirnya, setelah memikirkan masak-masak, mereka berhasil menentukan urutan pemain:

Ganda 2: Hunny-Mori

Ganda 1 : Hikaru-Kaoru

Tunggal 3: Haruhi

Tunggal 2: Kyouya

Tunggal 1: Tamaki

"Yosh! Ayo nikmati pertandingan ini!" seru Tamaki.

"Ou!"

--

Di Kubu Seigaku

"Bagaimana? Mereka kelihatannya hanya amatiran," kata Momo.

"Kita tidak boleh meremehkan mereka. Mereka orang kaya dan punya lapangan tenis sendiri di vila mereka. Mungkin saja mereka latihan tiap hari," kata Ooishi.

"Lalu, siapa yang tidak akan keluar di pertandingan ini, nyaa?" tanya Eiji.

"Aku saja. Aku malas," kata Ryoma seraya ngeloyor pergi. Tapi kerah bajunya langsung ditarik oleh Ooishi.

"Sudah kubilang kita tidak boleh meremehkan mereka. Kamu juga harus tampil sebagai tiang penyangga Seigaku!"

"Ja…Kalau begitu, aku jadi wasit," kata Inui.

Akhirnya urutan pemain Seigaku berhasil ditetapkan:

Ganda 2: Taka-Momo

Ganda 1: Eiji-Ooishi

Tunggal 3: Kaidoh

Tunggal 2: Fuji

Tunggal 1: Ryoma

"Seperti kata Tezuka, 'YUDAN SEZU NI IKOU'!" seru Ooishi.

"Osh!"

--

To be continue

Review ya, nyaa... Ditunggu lhoo….