My Name is Will

Disclaimer: Will Traveler adalah milik David DiGilio.


Tag untuk Chapter 8: The Exchange, saat mereka bertiga bertemu lagi: Jay Burchell, Tyler Fog, dan Will Traveler. POV Will.


Jay memandangku dengan tatapan bingung, tertawa canggung. "Jadi, siapa namamu?" tanyanya. "Traveler? Taft? Atau satu dari lima nama dalam paspor-paspor ini?"

Stephen Mailer, keluhku dalam hati.

Inginnya aku berkata jujur.

Tidak. Bukan.. Stephen Mailer sudah mati sejak aku menerima perintah pertama berikut dokumentasi identitas yang baru.

Dan itu tidak lama. Dalam hitungan minggu, paling lama hitungan bulan, tugasku selesai. Namaku berganti sejalan dengan kuterima tugas baru. Nama berganti. Kesatuan berpindah. Bahkan kewarganegaraan.

Christian Malbec, Arfika Selatan. Conrad Neuberg. Belanda. Atau yang mana saja dalam—paling tidak—dua belas paspor yang kumiliki. Dan satu nickname yang terus mengikuti sejak tugasku berhasil: menyelamatkan; Nightingale. Jika kau nyaris mati dalam peperangan, Stephen Mailer, atau siapapun namaku, akan datang menyelamatkanmu. Maka julukanku adalah Nightingale.

Aku mengetahui seluk beluk senjata atau strategi militer lebih banyak dari yang kau kira. Tapi bukan berperang tugasku. Menyelamatkan nyawa. Itu yang kurasa adalah tugasku. Itu yang diinginkan Paman dariku. Seingatku aku tidak pernah naik pangkat.

Tapi kemudian aku ditarik dari militer dan diperbantukan di bawah Kementrian Dalam Negeri. Operasi Hometown. Jack Freed. Namaku menjadi Daniel Taft. Tugasku bukan menyelamatkan orang lagi.

Aku ditugaskan untuk menyamar menjadi mahasiswa.

Dan di situ aku bertemu dengan Maya. Orang pertama yang kuberitahu siapa diriku. Yang tahu apa pekerjaanku. Yang tahu menjadi siapa aku kemudian.

Aku menjadi Will Traveler selama dua tahun. Maya tahu itu. Ia tahu mengapa aku memilih nama itu. Aku bergaul dengan siapa, Maya tahu. Aku merencanakan apa, Maya tahu. Apa yang kurasakan, Maya juga tahu.

Maya tahu bahwa sekitar waktu itu membuatku bahagia. Aku bersamanya di Deer Harbour. Dan dua taun di Yale, hidup normal, tertawa dan gila-gilaan bersama Jay Burchell dan Tyler Fog.

Tertawa. Itu kemewahan untukku.

Aku menyimpannya rapat-rapat dalam memoriku. Aku bahagia selama menjadi Will Traveler.

Dan aku tidak bahagia sejak mengetahui tugasku. Selama ini tugasku menyelamatkan nyawa. Sekarang aku harus membunuh. Orang tak bersalah, orang dari negaraku sendiri.

Kalau bisa aku ingin menghentikan waktu.

Aku bahagia selama menjadi Will Traveler.

"Will. Panggillah aku Will. Aku terbiasa dengan nama itu," jawabku pada Jay..

FIN