Yo si HUD kembali lagi... aduh gila lama sekali gw nggak menghadap ke fanficition ini... pa kabar kalian semoga sehat2 aja ya... dan thanks buat semua fanfic-ter dah mendoakan gw... apa lagi yang telah mengujungi situs gw... thanks sekali buat kalian semua... sebelumya yang mengupdate cerita ini bukan gw... jadi thanks sekali atas doanya dan sambutannya... lho kok sambutan?? ada spesial thanks buat si reviewer nama fanficnya si the water flatter... gw tau ini cerita gw bernilai sama sekali belum ada... karena apa karena gw bukan penulis dan juga gw disini juga belajarmenjadi penulis... oh ya thanks masukannya semoga gw bisa menjadi penulis yang lebih terkenal lagi...

thanks to: milanisti (maaf milanisti, gw baru sembuh dan baru bisa mengupdate cerita ini... silahkan membaca ya... jangan lupa review...), NejiHolic-at-anywhere (nggak pa-pa lagi, gw kan orangnya nyantai.. panggil aja gw kakak seperti yang lainnya manggil gw nii-san... emang naruto nggak ngerti kalee, apa itu cinta... tetep review kamu gw tunggu...), yvne-devolnueht (thanks simlabimnya... pantes cepet sembuh hehehe... kamu kocak orangnya... thanks dah review... review lagii ya...), Azumi Uchiha (yup thanks ya... sebenernya pingin bikin orang tambah ngakak sampe klenger tapi humornya belum bisa sampe ke situ deh... review lagi ya...), Kaizo Eroji (hehehe... hiashi marah sebentar doang kalee.. direview lagi ya ceritanya...), CupCupMuah (kemaren yang meng-update cerita temen dia cowok kalee... jadi nggak mungkin gw suka ama cowok... tenang aja... bagi semua cewek yang mau deket ama gw silahkan... nggak ada yang marah kok... wow gw promosi... hehehehe), eye-of-blue (OMG coba biar nanti gw baca lagi ceritanya... biar kamu puas... nanti aku perbaikin untuk chapter selanjutnya... thank atas reviewnya... oh ya di review lagi ya...)

News: naruto shippuden 63 sudah dapat kalian download secara free (no pay and no submit) di storyofnarutoanime(.)blogspot(.)com Ganbatte ne...


Misi part 1

author: Hola-Ucup-Disini alias UcupNeptune

(Cerita Sebelumnya)

Naruto kaget dan terkejut seperti kesambar petir dan kesetrum listrik bertegangan tinggi.

'HAAHHH, YANG BENER AJA. HIASHI, SI KETUA KLAN HYUUGA BAPAKNYA HINATA MENANYAKAN PERTANYAAN INI. TIDAK DISANGKA' Naruto menganga dan mukanya mulai pucat pasi.

"Ehh Hiashi sama, saya juga tidak dapat menjawab pertanyaan ini" Naruto gugup.

"KENAPA?" Hiashi mulai berteriak.

"Err, karena ini menyangkut masa depan dan saya belum memikirkan masalah pernikahan" Naruto menjawab sedapatnya.

"BAKA, CEPAT KAMU PIKIRKAN ITU. KALAU KAMU SUDAH DAPATKAN JAWABANNYA KEMBALI MENEMUI SAYA. PULANG SANA!!" Hiashi benar-benar habis kesabaran.

(sekarangnya!! maksudnya apaan ya?? baca aja deh... bingung nanya ya...)

"Ba-baik Hiashi sama" Naruto panik dan berlari menuju pintu gerbang

"Ba-baik Hiashi sama" Naruto panik dan berlari menuju pintu gerbang.

"Dasar anak bodoh bla3!" Hiashi mengatakan sumpah serapah.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Saya harus meminta bantuan Tsunade. Dia kan menganggap Uzumaki sebagai adik atau cucu kesayangannya. Dia harus membantu saya" Hiashi ngedumel di ruang meditasi.

Sementara itu Hinata telah selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut panjangnya yang indah. Ketika sedang asyik mengeringkan rambutnya dia kepikiran Naruto lagi. Ketika menatap lantai bawah, dia melihat Naruto berlari kencang. Hinata segera menutup matanya.

"Hah aku telah dibutakan cinta. Kenapa dimana-mana ada Naruto-kun?" Hinata menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

"Sebaiknya nanti aku bertemu Naruto-kun" gumam Hinata.

'atau yang paling dikenal memata-matai dia. Iya kan' inner Hinata angkat bicara.

Hinata hanya tersenyum dan mengangguk.

Kembali ke Naruto

Naruto terus berlari ke arah tak menentu. Penjaga gerbang bingung melihatnya lari kocar-kacir seperti dikejar anjing. Naruto baru berhenti berlari setelah sampai di depan toko Ichiraku Ramen.

"Teuchi oji-san rramennnya ddooongg ssaaatuuu" Suara Naruto terdengar ketakutan dan serak.

"Kamu kenapa Naruto?" Ayame bertanya.

"Ahhh tidak apaa-appaaa" Naruto berbohong.

"Ahh paling-paling kamu ngerjain orang lagi ya" kata Ayame.

"Nih ramen kesukaan kamu Naruto" Teuchi memberikan semangkuk penuh ramen.

"Tthhaannkkk yyoouuuu, OOOjjiii-ssaaann" kata Naruto.

Kantor Hokage

"Shizunne-san, Godaime ada?" tanya Hiashi.

"Oh Hiashi sama, dia ada. Tapi katanya sebentar lagi ada rapat. Kalau mau bertemu silahkan saja" Shizunne menjelaskan.

Penjelasan Shizunne tidak digubris oleh Hiashi

'Sombong banget sih ini orang' pikir Shizunne.

Hiashi tanpa mengetuk pintu dulu langsung menyelonong masuk ke kantor Hokage.

"Tsunade, anda harus membantu saya" kata Hiashi terburu-buru.

Tsunade yang sedang menuangkan arak terkejut dan menumpahkannya ke lantai.

"Hiashi, bisa tidak kalau mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam?" Tsunade terdengar marah.

"Maaf Tsunade. Tapi ini bener-bener urgent banget. Anda harus menolong saya. Biar saya gantikan arak yang tumpah sebanyak yang anda mau" Hiashi mencoba mengambil perhatian Tsunade.

"Hiashi, anda serius?" Tsunade mmemicingkan matanya ke Hiashi.

"Ya, saya serius" jawab Hiashi.

"Ok, sekarang anda duduk di sana dan jelaskan permasalahannya" Tsunade mempersilahkan Hiashi duduk di kursi tepat di depan meja Hokage.

Hiashi menjelaskan pokok permasalahannya. Tsunade terkejut karena pokok permasalahannya hampir sama dengan perkataan Sakura kemarin sore. Yaitu tentang Naruto dan Hinata. Tsunade hanya menggeleng-gelengkan kepala saja.

"Gimana Tsunade, anda mau membantu?" Hiasi berharap agar Tsunade membantu.

"Sudah apasti saya akan membantu. Sekarang mana uang pengganti araknya. Anda tinggal menunggu saja dalam waktu sebulan ini. Saya pesan, anda juga mempersiapkan pernikahan mereka bulan depan" Tsunade dengan PD-nya berkata.

"Hah cepat sekali. Baiklah saya pegang perkataan anda Tsunade. Ini uang pengganti araknya" dengan segera Hiashi meninggalkan kantor Hokage.

'Yay dapet duit bisa buat beli arak lagi yang enak. Hehehe" pikir Tsunade.

Di pintu depan kantor Hokage, Hiashi bertemu dengan teman-temannya Hinata.

"Konichiwa Hiashi sama" mereka semua menyalami Hiashi.

"Hmm" Hiashi Cuma berdeham saja.

'Untung saja Hinata tidak ada. Sebelum Hinata datang lebih baik saya pulang memutar saja' pikir Hiashi takut ketahuan dengan Hinata.

Aneh memang kenapa Hiashi menjadi was-was kalau bertemu Hinata. Apa mungkin karena Hiashi mau membuat kejutan untuk Hinata?

Balik ke Tsunade

"Ohh semuanya sudah berkumpul baiklah misi hari ini adalah-"

"Sebentar Tsunade-sama, kalau misinya cuma ada satu kenapa kita semua dipanggil?" Kiba bertanya.

"Ohh ya, pertanyaan yang sangat bagus. Kalian semua dipanggil disini ada dua alasan: 1. kalian tidak ada misi dan 2. teman kalian butuh bantuan" Tsunade menatap ke wajah mereka.

"Tidak ada pertanyaan sebelum saya menjelaskan misi kalian. Misi kalian adalah…" Tsunade menjelaskan dengan jelas tentang misi mereka. Rapat terus berlanjut hingga mereka semua membagi tugas masing-masing.

Naruto

Naruto telah menyelesaikan mangkok yang ke-18 nya.

"Teuchi ojii-san, semuanya jadi berapa?" Naruto bertanya.

"Semuanya jadi 200 ryo" jawab Teuchi.

"Trims ojii-san" Naruto segera beranjak dari warung tersebut menuju ke tempat latihan.

Dari jarak jauh, Hinata mengawasi Naruto. Mengikuti Naruto menuju tempat latihan team 7. Naruto engambil tempat di tengah diantara tiga batang kayu besar. Hinata terus menyaksikan Naruto latihan. Hinata tidak henti-hentinya mengatakan "wow", "ouch", "sungoi", "ahh".

Selesai latihan Naruto istirahat sejenak untuk mengeringkan peluh yang keluar disekujur tubuh Naruto. Setelah peluhnya tidak keluar lagi, Naruto beranjak ke Tsunade untuk meminta misi. Hinata terus mengikuti Naruto. Naruto berjalan dengan santai dan bersenandung.

Ketika tiba di kantor Hokage, Naruto menyaksikan teman-temannya berhamburan keluar dari kantor Hokage. Naruto menghampiri Sakura, Sai dan Sasuke.

"Hey, ada apa ini kok semuanya hadir di kantor Hokage" Naruto bertanya ke mereka bertiga.

"Naruto, kamu tahu misi kita itu adalah un-" Sasuke segera membekap mulutnya Sai.

"Heheheehe, misi kami sudah ada Naruto maaf. Misi ini hanya untuk kami bertiga. Tadi Tsunade berpesan untuk yang terlambat ada misi yang lain" Sakura menjelaskan diiringi ketawa yang terpaksa.

"Huh curang, kenapa kalian tidak mencariku sih?" Naruto protes.

"Salah kamu sendiri dobe. Dicariin di apartemen, kamunya tidak ada" Sasuke berbohong da berhasil mengelabui Naruto.

"Ahh sial, gara-gara Hiashi sama" gumam Naruto.

"Hah siapa Naruto?" Sakura mencoba menanyakan kembali nama yang disebut Naruto.

"Ohh bukan siapa-siapa. Ya sudah, saya mau bertemu dengan Tsunade no-bachan" kata Naruto.

"Oy dobe. Tenang masih ada yang telat kok" Sasuke memberitahu.

"Yes. Siapa-siapa?" Tanya Naruto bersemangat

"Hinata" jawab mereka berdua serempak.

Naruto mendengar kata Hinata, dia menjadi pucat pasi.

"Naruto kamu kurang sehat?" tanya Sakura

Tangannya Sasuke yang tadi membekap mulutnya Sai di letakkan di kening Naruto.

"Apa-apaan sih?" Naruto menepis tangan Sasuke.

"Naruto, good luck" kata Sai.


Tunggu cerita selanjutnya Naruto dan Hinata dalam misi... Review kalian saya nanti-nantikan... selahkan di review