Ooooooh………

Karena ini cepter terakir en rasanya bakalan panjang….

Siapin air minum, sbelumnya, pigi ke toilet dulu, sbelum ntar ga bisa pigi.

Fufufufu…. Lanjuuuuuuut….XD

XXX

Ryukk selalu tertarik pada Light. Semua yang dilakukan Light semasa hidupnya sebagai manusia selalu membuat Ryukk tertarik, hingga menjadi shinigami pun, mungkin yang dilakukan Light tetap menarik dan itulah yang membuat Ryukk selalu berada di dekat Light. Light sudah melupakan kehidupan sebelumnya sebagai manusia. Bahkan Ryukk yang membunuhnya di depan matanya pun sudah terlupakan sama sekali. Walau begitu, Ryukk juga tidak berniat menceritakannya. Menceritakan rahasia masa lalu shinigami lain itu termasuk pelanggaran, dan hukumannya berat. Ryukk tidak mungkin melakukannya.

Hari itu Ryukk berjalan ke lubang hitam untuk mencari korban. Di sana sudah ada Light yang juga sedang mamandang ke dalam lubang hitam.

"Kau benar-benar akan mengambilnya?"

Ryukk memecahkan keheningan, walau tidak membuat Light mengalihkan pandangannya dari gadis pirang berkepang itu.

"Entahlah. Aku tidak pernah melihat manusia sehidup ini. Rentang hidupnya yang begitu panjang belum pernah kulihat pada manusia lain"

"Jadi kau setiap hari datang ke sini hanya untuk mengagumi rentang hidup manusia ini?!"

Light memalingkan wajahnya menatap Ryukk, lalu perlahan berdiri dan melompat ke dalam lubang, mengepakkan sayapnya ke dunia manusia. Ryukk memang penasaran, tetapi dia memutuskan untuk tinggal. Sudah lama dia mengenal Light, dan dia tahu kapan Light sedang tidak ingin diganggu, jadi lebih baik ya didiamkan saja.

Ryukk menatap ke lubang hitam, memilih seorang pemuda yang mengenakan pakaian tentara. Dia berlari di tengah reruntuhan bangunan dengan senapan di tangannya. Pemuda itu masih memiliki rentang hidup 42 tahun, cukup untuk membuat Ryukk sedikit bersantai. Kemudian Ryukk menulis nama pemuda itu di dalam bukunya dan beberapa saat kemudian, sebuah ledakan melemparkan pemuda itu, mengantarnya ke kematian.

XXX

Sudah lama Light memperhatikan Misa. Dari awal melihatnya, entah kenapa membuat Light ingin melihatnya lagi. Hari demi hari, dia menjadi terobsesi. Sangat aneh bagi seorang dewa kematian yang biasanya hanya memikirkan hidupnya sendiri.

Light terbang di atas jembatan berwarna merah dalam badai. Dia mengikuti sebuah mobil yang membawa Misa. Misa di dalam mobil sesekali berbicara pada orang yang duduk di kursi depan. Wajahnya selalu ceria, seakan-akan dia selalu merasa senang. Apa karena hal itu rentang hidupnya bisa sepanjang yang dilihatnya?

Setelah sampai di sebuah gedung, Misa keluar dari mobil, dan kemudian mobil itu pergi. Di gedung itulah Misa tinggal dan itu bukan yang pertama kalinya Light mengikutinya. Seperti biasa, Misa masuk ke kamarnya, meletakkan tasnya dan duduk di meja riasnya. Kemudian dia mengangkat sebuah pigura yang duduk di mejanya.

"Raito.."

dari balik punggung Misa, Light bisa melihat foto Misa yang memeluk seorang pemuda dalam pigura itu. Pemuda bernama 'Raito' dalam foto itu sudah mati, itulah yang diketahui Light. Tetapi yang tidak dipahaminya, Misa sama sekali tidak tertarik pada laki-laki lain selain 'Raito' ini. Dia seorang artis besar, banyak yang tertarik padanya. Tetapi setiap hari, setiap berada di rumah, Misa tidak pernah absen menyapa 'Raito' ini. Saat itulah, wajah ceria Misa akan berubah. Tersenyum menahan kesedihan. Pemandangan itu lama-kelamaan membuat Light sebal dan lambat laun merasakan benci pada pemuda bernama 'Raito' itu.

Setelah Misa bersiap untuk tidur, Light keluar dan terbang mencari mangsa.

XXX

Hari itu seperti biasa. Ryukk yang bosan hanya melamun. Tiga shinigami di depannya yang mengajaknya bergabung dalam taruhan tidak dihiraukannya. Kemudian dia melihat Light lewat, berjalan ke lubang hitam. Ryukk melompat dari tempatnya duduk dan mengikuti Light.

"Hey! Kau mau turun Light?!"

"Mungkin..", Light menjawabnya dengan acuh tanpa menatap Ryukk. Mereka memandang ke dalam lubang hitam. Seperti yang sudah diduga Ryukk, wajah Misa yang muncul lagi, tetapi…

"Hooo…….Sepertinya kau memang tertarik pada manusia ini yaa.."

Light hanya menatap Misa dengan terkejut, tanpa memberi komentar apapun pada Ryukk, dia melompat, terbang ke dunia manusia, diikuti Ryukk.

"Heh?! Apa-apaan? Apa yang terjadi padanya? Baru 3 hari….ya, baru 3 hari aku tidak melihatnya….kenapa hidupnya tiba-tiba tinggal sebentar lagi…?!"

Light terbang di atas kerumunan orang banyak yang ramai. Diantara mereka terlihat Misa yang berdiri di atas karpet berwarna merah sedang tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah kerumunan yang terus-terusan memanggil namanya. Light menatap Misa, tertegun. Dia tidak bisa menyembunyikan ketakutannya. Tidak mungkin Misa yang memiliki rentang hidup sepanjang itu bisa hilang secepat ini.

Tinggal sedikit lagi…..sebentar lagi…. Dengan cepat mata Light melihat sekelilingnya. Orang-orang yang memanggil-manggil nama Misa, orang-orang yang mengangkat kamera, memotret, menarik kabel, mengangkat lampu, barisan orang berkaca mata hitam, lalu di sana. Dia berdiri sendiri, mengangkat pistol di tangan kanannya, mengarahkannya….pada Misa.

Ryukk menatap orang itu, lalu Misa dan terakhir, dia menyeringai saat melihat Light menarik buku hitamnya.

"..tidak mungkin…"

beberapa saat kemudian, orang bersenjata itu terjatuh, dan sebelum angka di atas kepala Misa habis, tiba-tiba saja angka itu bertambah begitu saja dan dengan seringainya Ryukk menangkap sebuah buku hitam yang terjatuh dari tangan Light yang terurai menjadi pasir.

XXX

Ryukk meletakkan buku hitam milik Light di sebuah batu hitam berbentuk meja yang besar di ujung tangga.

"Dia sudah selesai.."

lalu Ryukk berjalan meninggalkan batu besar itu menuruni tangga panjang yang membawanya ke tanah gersang dan berbatu.

Setelah Ryukk tidak tampak lagi dari meja itu, buku itu terurai menjadi pasir.

"Light. Hukuman terakhirmu, karena kau telah menyia-nyiakan cinta manusia dalam hidupmu, maka dengan cinta juga, kau akan menghancurkan dan membunuhmu".

……THE END…..


ah…selesai…

oits! Sebelum unjuk rasa terjadi, ada yg musti dilurusin.

Nama Raito: Misa adalah orang Jepang yang punya logat Japanese. Jadi, bakalan susah buat dia ngerubah kebiasaan ngucapin nama Light sebagai Raito.