A/N : Mew Terinspirasi dari Radikon alias Radio Kon (BLEACH manga. Jangan beli bajakan,Mew!), dan untuk mengenang kon, kucing orange mew yang hilang. Pertanyaan2 ini udah berbulan-bulan mendem dan membuncah saat Mew nulis SWEETS (Promosi,mew). Ah nyaris lupa…Mewth ngga punya Death Note lho.

RADIO M!

- RADIO M, tanya semua pada M!"

Episode 1

(&- Music: RADIO M! -&)

"Ohayou Minna! Selamat datang di RADIO M! Tempat dimana kalian semua bisa bertanya apa saja seputar Death Note (manga n anime!) juga berdiskusi mengenai masalah yang kalian hadapi sehari-hari, bisa tentang teman, cinta dan semuanya deh! Dan kali ini pembawa acara kalian, seorang foto model bertalenta… MISA-MISA!" Misa mengangkat mike berbentuk apel dan memasang pose peace. Tapi karena ini studio radio, tindakannya itu sia-sia.

"Bintang tamu kita kali ini adalah makhluk yang membawa Death Note ke dunia manusia. Inilah dia sang malaikat maut hitam, Jeng-Jeng-Jeng….. Shinigamiii Ryuk!"

Ryuk menatap Mike di hadapannya, ragu-ragu lalu "GRAUP!" menggigitnya.

"Gyaaa!! Ryuk, Itu bukan apel" Misa berteriak panik."Itu Mike!"

"Krauk-Krauk-krauK" Terlambat,Ryuk sudah mengunyah 'Apel'nya. "Apel merek Mike ini aneh ya, keras… tidak ada rasanya…" Ryuk mengeluarkan Mike yang sudah tak berbentuk dan penuh dengan air liur berwarna kehitaman. "Misa mau?" tawar Ryuuzaki.

Misa memandang 'sampah' di tangan Ryuk lalu muka Shinigami yang nggak ada ganteng-gantangnya itu bergantian. "Propertiiiii!!"

(Mohon tunggu sebentar… pihak property sedang mengganti mike)

"Kita kembali lagi dalam RADIO M!" Misa menjaga jarak sama Ryuk. Shinigami Jorok yang banjir iler memandangi sekeranjang apel di pangkuan Misa. "Yak, Ryuk akan dapat satu apel tiap menjawab satu pertanyaan,"Ryuk mengangguk berkali-kali, bersemangat "Untuk siaran perdana, RADIO M! mendapat banyak surat dan email dari Kota Beika. dan 3 surat telah terrpilih. Nah sekarang Ryuk, silahkan baca surat pertama"

Ryuk memandang penuh semangat pada kertas surat yang bermotif apel. Tapi tenang, Ryuk tidak memakannya melainkan membacanya dengan penuh semangat. "Dari Genta, 7 tahun. Waah, anak SD ya… Hyuk hyuk hyuk" Ryuk tertawa tak jelas. Entah apa yang dibayangkan. "Halo Shinigami Ryuk. Kamu kan suka apel, jadi aku kirimkan surat bermotif apel ini padamu. Aku juga sangat suka makan, semua jenis makanan! Anu, Ryuk, sebenarnya aku ada naksir teman sekelasku, namanya Ayumi, kelihatannya dia suka dengan yang unik-unik. Jadi, bagaimana aku menarik perhatiannya?"

"Hyuk-Hyuk-Hyuk- Mudah saja, pamerkan saja aku pada anak gadis yang kau sukai. Aku kan termasuk unik juga Hyuk-hyuk-hyuk…. Tentu saja aku akan datang menolong, asal disediakan sekeranjang apel. Dan aku akan membiarkan Ayumi melihatku, pasti dia tertarik. Hyuk-Hyuk-Hyuk… Nah Misa, mana apelku?"

Misa mengernyitkan keningnya. "Genta-chan, sebaiknya tolak saja jawaban Ryuk. Bukannya bahagia bertemu Ryuk, ada juga Ayumi-chan ketakutan." Misa teringat pertemuan pertamanya dengan Rem. "JANGAN AJAK RYUK MENEMUI AYUMI-CHAN" tegas Misa. "Lebih baik Genta-chan jadi diri sendiri saja. Tunjukkan kelebihan Genta-chan. Genta-chan suka makan kan? Jadi Genta bisa ajak Ayumi-chan makan makanan yang enak dan unik. Nah dengan begitu Genta bisa menarik perhatian Ayumi-chan dengan jadi diri sendiri"

"Apel untukku mana?"Ryuk mengulurkan kedua tangannya.

Misa menyilangkan kedua tangannya. "Misa ngga kasih apel buat jawaban asal!" tolak Misa tegas. Ryuk merenggut, tangannya terangkat ke atas, pupil matanya juling dan satu kakinya kini sudah melingkar di leher. Pose kekurangan apel tingkat 1.

Misa mengabaikan Ryuk yang mulai meracau tak jelas dan membaca email yang baru masuk. "Ah, ini ada email dari Ai Haibara kelas 1-B SD Teitan. Dear Misa dan Ryuk,. Pertanyaan untuk Ryuk, Kamu adalah makhluk yang abadi kan? Yah tentu saja sebagai Shinigami, kau pasti diciptakan bersamaan bahkan mungkin duluan dari manusia. Sistem huruf tertua yang dikenal dengan Proto-sinaitic Script adanya di Mesir 1700 SM (sebelum masehi-mew), itupun hanya berupa grafiti untuk menggambarkan kejadian. Sedangkan sistem huruf untuk menulis nama yang populer ada pada zaman dinasti shang 1500 SM. Itupun di cina. Sedangkan manusia sudah ada dari zaman paleolitikum, lebih dari 2,5 juta tahun yang lalu! Jadi bagaimana kalian bisa menuliskan nama seseorang sedangkan huruf saja belum ditemukan? Bukankah tanpa menulis nama manusia kalian tidak bisa hidup?" HUWAAA… anak SD yang mengerikan! Batin Misa menjerit. Dia mengalihkan pandangannya dari monitor ke arah Ryuk. Ryuk berkeringat dingin. Setetes keringat, dua tetes…satu gallon air keringat bercucuran. "Bagaimana jawabanmu Ryuk?"

"Aku…"Ryuk meneguk air ludahnya. "Lupa"

(Jingle Iklan!)

-SWEETS… kisah thriller(?) tentang mind games(?) antara Light dan Ryuuzaki. Dibalut dengan segunung gula, cake dan makanan manis. Bersiaplah merebonding otak yang akan semakin keriting setalah membacanya. Chapter 6b telah di update!-

.

(&- Music: RADIO M! -&)

.

"Baiklah kita kembali di RADIO M! bersama Misa dan bintang tamu kita Ryuk! Sekarang kita baca surat ke tiga. Ryuk mau baca?"

Ryuk menggeleng, masih kena Shock karena pertanyaan kedua

"Kali ini sebuah kartu Pos dari 'Profesor Agasa yang sudah tua'. Wah nick name yang lucu ya Ryuk" Namun tanggapan Ryuk hanya gelengan tak jelas. Masih shock. "Ehem…"Misa membersihkan tenggorokannya yang mulai seret. "Pertanyaan Untuk Shinigami Ryuk" Ryuk terbelalak, bola matanya melompat keluar, tapi dengan cepat ditangkap dan di pasang lagi.

"Aku juga punya Note untuk menulis hasil penelitianku, tapi Note itu begitu cepat penuh hanya dalam waktu 1 bulan. Sekarang aku menggunakan Note elektronik ,laptop, jadi tidak perlu beli note lagi. Pertanyaanku adalah, Sebanyak apa halaman Deathnote? Padahal orang-orang itu menulis hampir satu halaman perharinya. Kalau dihitung secara kasar, itu berarti selama 6 tahun 365 x 6 + 2 2192 halaman! Itu bahkan lebih tebal daripada novel Harry Potter."

Rahang Ryuk terjatuh kelantai.

"WAAAHH! Misa sendiri baru sadar sekarang!" Mata Misa membulat takjub. "Sebagai tambahan, Misa juga memakai Deathnote Jealous dan Rem. Tapi tetap aja kalau di tumpuk ngga setebal Novel Harry Potter. Nah Ryuk, jadi berapa jumlah halaman Death Note?" Misa menoleh ke kursi di sebelahnya, Ryuk kini memunggungi Misa sambil membaca buku tebal bersampul Hitam. Ryuk membaca? Pemandangan yang jauh lebih ganjil daripada saat Ryuk Flu..

"HYUK77x" Tawa Ryuk meledak. Sayapnya terkembang, dan Ryuk melayang dalam ruang siaran sebelum akhirnya "DUG" kepalanya kebentur langit-langit studio. "Akhirnya… akhirnya Aku akan mengalahkan kalian para manusia yang sok pintar! Lihat! Lihat ini!" Senyum Ryuk merekah bagai bunga raflesia, gede n bau. Dia menunjuk salah satu tulisan dari buku yang entah ditulis pakai bahasa apa.

"Anu Ryuk, bukannya Misa mau menyela. Tapi ini radio, jadi ngga ada yang bisa ngeliat" Misa bergidik ngeri ketika cengiran Ryuk sampai pada batas maksimum., mukanya bagai terbelah karena senyum itu."DEATH NOTE, HOW TO USE IT POINT XXXI : THE NUMBER OF PAGES OF DEATH NOTE WILL NEVER RUN OUT!" baca Ryuk dengan penuh semangat. "Death Note tidak akan pernah habis! Itulah sebabnya… 6 tahun-seabad-semilenium juga gak bakal habis HYUK HYUK HYUK" tawa kemenangan Ryuk menggaung dalam studio.

"Jadi jumlah halamannya ada berapa?" pertanyaan Misa menghentikan tawa Ryuk. "Terus gimana dengan halaman yang sudah ditulis? Kalo ditotal jadi berapa halaman?" Mata Misa bercahaya penuh rasa penasaran.

Ryuk kembali merenggut, tangannya terangkat ke atas, pupil matanya juling dan satu kakinya kini sudah melingkar di leher. Padahal pertanyaan itu bisa saja ditujukan kepada Misa, "Kenapa harus ditanyakan padaku?"batin Ryuk menangis. Ya jelas saja, kamu kan bintang tamunya.

"Jawabannya Ryuk?"

Ryuk berjanji dalam hati bakal mencari tahu siapa yang mengirim surat ini dan menuliskan namanya dalam Death Note. "Aku tidak pernah menghitungnya"

Misa menggeleng dan menghela nafas kesal. "Wah, tidak dijawab lagi. Artinya tidak ada apel"Misa menyingkirkan apel ke dalam Lemari besi anti Shinigami.

Ryuk memasang Pose kekurangan apel tingkat 2. Air liurnya kembali membanjiri Studio.

"Nah pertanyaan terakhir. Kali ini kita akan menunggu telepon dari Pendengar RADIO M! dan jangan lupa paswordnya. Kalau Misa bilang RADIO M! kalian harus membalas 'Tanya Semua Pada M!' ok?"

"KRIIIIIIINGGGGG" telepon pertama langsung berdering. Operator merangkap Author segera menyambungkan ke studio. Sementara Misa menekuk kedua kakinya ke atas kursi, duduk ala Ryuuzaki demi menghindari banjir liur Ryuk. Ketinggian air liur Ryuk saat ini 1 cm.

"GYAAA!! Ryuk Jorok" Misa-chan ada telepon masuk, diangkat dong! "Oh iya… RADIO M!"

"Tanya semua pada M" suara anak laki-laki terdengar diseberang telepon.

"Wah, lagi-lagi kita mendapat pertanyaan dari anak-anak. Dari siapa dan dimana?" Tanya Misa balik.

"Pertama kutegaskan, meski tubuhku anak 7 tahun, aku ini pemuda berumur 17 tahun. Namaku Conan Edogawa, Detektif"

Misa sebenarnya tidak paham dengan apa yang dikatakan Conan. Tapi pura-pura paham demi menghemat halaman. "Nah, Conan-chan… apa pertanyaanmu?"

Terdengar dengusan. "Sudah kuduga… selalu saja dikira anak kecil. Tapi sudahlah. Aku ingin bertanya pada Ryuk. Pertama, Ryuk, kau tahu segala hal tentang penggunaan death Note oleh Light kan?"

Ryuk mengelap liurnya yang masih mengalir dari sudut bibir. "Iya, meski Light melepas kepemilikan, Aku masih sering memperhatikannya dari dunia God of death" Ting, muncul bayangan apel bercahaya di kepala Ryuk. "Misa, Apel!"

"Tunggu! Pertanyaanku belum selesai"sela Conan." Setelah menjawab semua pertanyaan ini aku rasa Misa-san akan dengan sukarela memberikan sekeranjang apel"

Misa mengangguk menyetujui, sementara Ketinggian banjir air liur Ryuk naik jadi 2,7 cm.

"Pertama agar lebih jelas, kita beri nama dulu death note yang dijatuhkan Ryuk dan di pungut Light sebagai Deathnote Ryuk, sedang deathnote yang dimiliki Misa sebagai deathnote Jealous. Nah Ryuk, apa Light menulis sendiri nama-nama di Death Note Ryuk?"

"Tentu saja, dengan tangannya sendiri setiap malam" Ryuk menggambar 2 butir apel di Death Notenya.

"Apa Light pernah mengoyakkan lembaran Death Note yang sudah ditulisi nama olehnya?"

"Hmmm" Ryuuzaki meletakkan tangan di dahinya berusah mengingat. "Waktu kasus FBI-Raye Penber- Light pernah mengoyak beberapa lembar, tapi tidak ada nama orang di dalamnya. Selain itu dia juga mengoyakkan beberapa lembar kosong baru menulisnya. Jadi… tidak pernah" Ryuk membiarkan 2 liter liurnya jatuh saat menggambar apel ke 3.

"Jadi dia tak pernah mengoyakkan sampai saat dia melepaskan kepemilikannya ketika ditahan L"

"Ya!" Perlahan, Misa mencium bau samar antara air got dan seember telur busuk menyebar di dalam studio, bau banjir liur Ryuk (aneh juga baru keciuman). Sedang Ryuk sibuk menggambar apel ke 4.

"Light pernah memusnahkan kertas Death Note yang telah ditulisinya? Misalnya dengan membakar"

"Yang dimusnahkan Light hanya kertas kosong yang kemudian ditulisinya. Seperti kasus Misora Naomi, FBI, juga waktu kamar Light dipasangi kamera. Tapi selain itu, tidak ada" Mata Misa berkunang-kunang, sementara kedua tangannya menutupi hidung yang serasa di sodori telur dinosaurus yang sudah membusuk 100 juta tahun. Ryuk masih sibuk menggambar apel ke 5.

"Baiklah sekarang kita runtun bagaimana nasib Death Note Ryuk. Dari tangan Light, lalu diberikan pada REM pada hari dia ditahan, kemudian REM memberikannya pada Higuchi, lalu kembali pada Light dan tim penyidik Kira"

Terlalu panjaaang. Misa udah ngga tahaaannn. Pandangan Misa seolah ditutupi kabut, lalu semua kehilangan bentuk, meliuk-liuk seperti sebuah lukisan abstrak. Mulutnya asam. Sedang dari mulut Ryuk ada miniature air terjun Niagara.

"Pertanyaannya adalah…" AKhirnya, sebentar lagi selesai, beban neraka 'Niagara' mulai mereda." Kenapa L tidak menangkap Light begitu dia mendapatkan Death Note Ryuk?"

"Hyuk?" Ryuk menelengkan kepalanya lalu tersenyum. Panjang-panjang nanya ternyata bego juga nih anak. "Itu karena peraturan palsu 13 hari yang aku tuliskan atas permintaan Light. Masa itu saja tidak ta-"

"Tulisan tangan!" potong Conan dengan suara tinggi. "Di sana seharusnya ada tulisan tangan Light dan itu bisa di jadikan bukti kuat. Walau bukan sebagai Kira, tulisan tangan itu bukti nyata Light pernah menggunakan Death Note. L bisa menahannya dengan bukti itu! Setelah itu baru membuktikan peraturan 13 hari"

Air di mulut Ryuk terhenti, meski bau dari banjir yang mencapai ketinggian 4,4 cm itu semakin menusuk hidung. Misa merasa perutnya digoncang bau liur, mau muntah, mau pingsan, tidak tahu yang mana. Misa sudah tidak bisa melihat, mendengar, meraba, mengatakan dan (untungnya) mencium apapun lagi. Akhirnya terpilihlah Pingsan.

"MANA AKU TAHU?!" Ryuk berteriak pada mike di hadapannya. "YANG BEGITU TANYA SAJA SAMA L !"

Terdengar helaan nafas kecewa, dan sura perempuan memanggil. "Baiklah, kalau begitu pertanyaan sederhana. Aku tidak pernah memegang Death Note Ryuk" Aku juga malas ngasih Death Note ke orang kayak kamu. Ngga bakal jadi cerita tahu! "Lalu, kenapa aku bisa mendengar bahkan bicara pada Ryuk?"

"…"

"…"

"…"

"…"

"… Ryuk?..."

"…"

"… Misa-san?..."

"…"

"…Ryuk… Misa-san?..."

"…."

"…"

"Haloo… ada orang di Studio?"

"…"

"… Tuut tuut tuut…"

(&- Music: RADIO M! -&)

RADIO M!

- RADIO M, tanya semua pada M!"

Ps: (by-the next Host):

Ryuk kabur di tengah siaran dengan banjir air mata dan pembawa acara, Misa, pingsan dikarenakan keracunan gas dari Liur Ryuk. Karena itu untuk episode berikutnya pembawa acara adalah Matsuda Taito. Aku sendiri!

Dan bintang tamunya adalah…. (&-Mission Imposible-&) … kata kuncinya Permen! Siapa dia? Orang ini adalah orang yang tidak pernah mengakui bakat terpendamku dengan hanya menyuruhku membuat kopi. Cih!

Dibutuhkan saran, komentar serta kritik dan tentu saja pertanyaan dari para 'pendengar' RADIO M! tercinta ini. Yang perlu kalian lakukan cukup mengklik Review di sudut kiri bawah layar, lalu tuliskan saran,kritik,komentar atau pertanyaan. Dibuka juga request bintang tamu dan pembawa acara (chara Death Note dengan huruf awal M) dan kirim! Tolong request aku yaaa… (eh… ada apa operator?... tidak boleh promosi diri?... Hhhh… baiklah...)

Kelanjutan RADIO M! bergantung pada kalian semua. Jadi setelah 'mendengar' Radio M langsung tulis komentar atau saran atau pertanyaan atau permasalahan cinta kalian, sebagai pembawa acara, aku juga akan bantu menjawab. Sampai jumpa di episode berikutnya, bersama Matsuda!

RADIO M!

- RADIO M, tanya semua pada M!"