RADIO M!

- RADIO M, tanya semua pada M!"

Episode dua (WARNING:Be Detective! Bakal panjang-siapkan cemilan)

!(&- Music: RADIO M! -&)!

"Ohayaou! Konnichiwa! Konbanwa! Kapanpun dan dimanapun kalian berada, selamat datang di acara RADIO M! Tempat dimana semua pertanyaan seputar Death Note –Manga n Anime- juga seputar kehidupan sehari-hari bebas untuk di tanyakan. Kali ini tetap dengan host tercinta kalian Matsuda Touta! Mungkin banyak yang mempertanyakan kenapa aku muncul lagi dan kenapa masih episode dua? Itu karena episode dua yang lalu di batalkan! Tentu saja karena tak ada satupun surat di bacakan. Dan aku tampil lagi karena Misora Naomi yang seharusnya jadi pembawa acara episode dua (revisi) sedang bulan madu di surga dengan Ray Penber, sedang Mogi-san tidak bisa menggantikannya, Misa menolak tampil … Mikami Teru tak berhasil ditemukan dan Mason Steve-- siapa tuh? Karena itu jadilah aku terpilih lagi!"

Tawa kebahagian sekali lagi terdengar. Semua dengan nama M telah tersingkir. Kecuali Mew tentu saja. Matt dan Mello? Kecuali Matt bisa mengatasi kecanduan nikotinnya dan Mello mejaga kata-katanya, baru mereka bisa masuk Studio.

"Dan bisa dijelaskan kenapa aku yang duduk di sini bukannya si detektif freak, insomnia pecandu gula?" suara yang elegan mengaluarkan Matsuda dari taman kebahagiaan dalam pikirannya.

"Ah, Light-kun... lama tidak jumpa" Matsuda mengembangkan senyum yang ramah walau terlihat bodoh-pada Yagami Light- aka Kira.

"Ya.. sejak kau menembakku di gudang tua… waktu yang lama sekali Matsuda-san" Matsuda melihat sebuah senyum laser beam! Senyuman penuh dendam dengan mata genius penuh rencana. "Jadi…Apa jawabanmu?"

Light akan membunuhku! Light pasti akan membunuhku! Tawa 2 paragraf yang lalu berubah jadi tangis ketakutan. "Ano.. emm"tangan Matsuda bergetar keras. "L itu… Light kan juga, alfabet awalnya L, kan? jadi…." Senyum Light lenyap. TIDAAAAKKK!! Light pasti akan menyiksaku sampai mati!

Light menhentikan terornya dengan berdiri dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar studio RADIO M! . "Aku menolak di jadikan pengganti hanya karena dia tidak muncul dari episode gagal yang lalu" Matsuda masih menggigil di kursinya. "Aku akan mencarinya.. entah siapa orang (atau arwah) yang cukup gila untuk menculik si freak, tapi kurasa dia lawan yang tidak akan membosankan~" Senyum Light kembali terkembang. Kali ini senyum seorang Jenius yang tertantang pada kasus."Tapi sebelumnya, temukan si hentai itu terlebih dahulu dan menyeretnya kemari"

Light keluar-pintu tertutup- Matsuda kembali sendiri.

…selamat… Matsuda menghela nafas lega.

…tapi…

…sekarang bintang tamunya siapa dong?...

Tidak sampai 3 detik matsuda bertanya, pintu studio kembali terbuka.

"Maaf, aku telambat…"

Muncul! Dengan membawa kotak cake, memakai kemeja putih kucel, jeans biru lusuh, mata besar lengkap dengan kantung mata hitam serta rambut hitam yang berantakan- sosok makhluk yang lebih mirip hantu (oh- dia memang hantu) masuk dan duduk di kursi samping matsuda. Tak lupa mengangkat kedua kakinya ke atas kursi dan memeluknya di depan dada.

Mata Matsuda berkaca-kaca penuh kebahagiaan. "L-san!"

"Aku lebih menghargai bila kau memanggilku Ryuuzaki, Matsuda"

"Ah, tentu saja Ryuuzaki" jawab Matsuda penuh semangat. Sementara L- maksudnya Ryuuzaki mulai memotong kue di hadapannya tanpa niat menawarkan pada Matsuda.

"Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita akan mulai membaca pertanyaan pertama. Pertanyaan pertama, kali ini berasal dari shi-4-shi-4. Isi emailnya… L, knp L stiap megang ssuatu slalu pk ujung jari, kyk jijik gitu? apa L trmsk STTB (si tgn tak brkuman. wkwkw) ? trus, apa ngga pgel jongkok trus?"Matsuda mengalihkan pandangan dari e-mail ke Ryuuzaki. "Nah,apa jawabanmu Ryuuzaki?"

Ryuuzaki mencolek dengan jari telunjuknya lapisan tebal selai strawbery dan menjilatinya perlahan. "Pegal, sama sekali tidak, kalau kalian melakukannya sepanjang hidup, justru duduk yang 'normal' jauh lebih bikin pegal."Ryuuzaki melirik cara duduk Matsuda "Lalu... STTB ya? Mungkin saja… tapi cukup meragukan bila melihat pakaian yang tak pernah ganti. Apakah kau masih berfikir mengenai higienis tidaknya suatu barang jika kau sendiri diragukan pernah ganti baju?" Seringai terkembang. "L bahkan tidak pernah mencuci tangan sebelum memakan semua makanan manis. Jadi, cara pegang itu hanya agar tidak perlu cuci tangan sebelum makan kue".

Matsuda berjengit. Selain tidak tidur juga tidak mandi?

"Oh, jadi begitu ya…" Matsuda menggeser kursi, menjauh dari Ryuuzaki. "Untuk pertanyaan Selanjutnya, Ryuuzaki silahkan pilih kartu pos di hadapanmu"

Ryuuzaki sedang menuang isi botol saos strawbery (yang muncul entah dari mana) ke atas kue ketika matanya melihat kartu pos berwarna merah darah dengan gambar tengkorak perak. "Kartu pos yang manis"

Ryuuzaki mengambil kartu pos itu dengan tangan berlumuran darah, eh maksudnya saos strawbery yang seperti darah. "Surat dari Kindaichi Hajime. -Hallo L! kau pasti memilih kartu posku karena aku sudah membuatnya seunik mungkin, kupertaruhkan nama Kakekku! Aku siswa SMA yang sehat dan sering dikatai hentai oleh Miyuki, teman kecilku. Tapi aku senang karena ada juga detektif yang lebih hentai dari pada aku, yaitu L!-"Ryuuzaki berhenti membaca kartu. Hentai, pervert, mesum dan apapun bahasanya tetap saja membuatnya sedikit 'tergelitik'. Dia menjilati strawberi di tangannya dan melanjutkan.

"Lebih dari 50 hari menawan Misa. model yang seksi yang tidak memakai under-"Ryuuzaki memotongnya dan melanjutkan ke kalimat berikutnya "Dan hanya pakai-" melompat ke kalimat berikutnya. "Melihat-"melampaui 3 kata "24/7 dari kamera! Kau detektif Hentai sejati! Lalu bagaimana kau mengatasi bila Misa sedang-"Ryuuzaki mengganti kata yang ada dalam kartu pos "panggilan alam dan panggilan bulan?"

Matsuda bergidik ngeri demi melihat Mata Ryuuzaki yang terlihat merah. Well, kalau di versi movie ada anggota kepolisian wanita yang mengurusnya. Tapi di versi anime dan manga… (-(keringat dingin mengalir)-). oh, ini benar-benar pelecehan!

Ryuuzaki menarik nafas panjang dan menuntaskan kartu pos yang akan membuatnya di hajar sampai mati oleh komnas Ham dan Wanita- tunggu… dia kan sudah mati. "Tolong jawab pertanyaanku ya… " Ryuuzaki baru berfikir surat itu sudah berakhir ketika melihat di ujung bawah kartu pos tulisan kecil 'Ps:berhubung kau juga merantai diri sebulan penuh dengan cowok tampang model itu, apa kau AC-' sebelum L selesai membacanya, Matsuda sudah menyambar kartu pos. khawatir Ryuuzaki ngamuk.

"De-demikianlah pertanyaan dari Kindaichi-kun. Silahkan dijawab Ryuuzaki"

Ryuuzaki memasukkan sepotong besar cake merah yang entah terbuat dari apa dengan permukaan dibanjiri saos strawbery ke dalam mulutnya. Mengunyahnya perlahan dan menjilati tepian bibirnya yang mirip Vampir setelah menghisap darah.

Cuma perasaanku atau Ryuuzaki hari ini kelihatan lebih seram ya?

"Kindaichi-kun… L melihatnya sebagai Kira- bukan wanita. Kira ke-2, tidak kurang mungkin lebih" Ryuuzaki kembali menjilati jari-jarinya yang panjang. "Mengenai 'panggilan' dan bagaimana mengurus Misa selama 50 hari" senyum terkembang, mata menyipit-menatap lurus pada mikrofon di hadapannya. "Hanya tiga hal yang akan terjadi bila aku memberi tahu jawabannya. Pertama, para pembaca wanita tidak akan bisa makan selama 2 hari. Kedua, Radio M di brendel lembaga sensor dan terakhir seekor Kucing siluman akan masuk azkaban" senyum Ryuuzaki semakin melebar, matanya seperti burung nazar yang melihat orang mati. "Kurasa kita tidak menghendakinya"

Cuma perasaanku atau Ryuuzaki semakin kelihatan seperti panda pemakan daging ya?(emang ada?)

"Matsuda, kenapa kau diam?" Ryuuzaki melihat matsuda, alih-alih naik terus ke atas. Ke rambut hitam yang selalu di minyaki. "Padahal panjang umur"gumamnya.

"Oh… maaf…"Matsuda merapikan mengalihkan pandangannya dari Ryuuzaki ke kartu pos ukuran Jumbo dengan foto sekelompok anak usia 14-17 tahun atau mungkin lebih kecil. "Berikutnya kita mendapat kartu pos gabungan dari siswa kelas Q - Dan Detektif School. Cukup banyak pertanyaan di dalamnya. Tapi kurasa hanya beberapa saja yang akan di bacakan"

"Hoyeh ahu hang henghahahah?"(Boleh aku yang membacakannya?) tawar Ryuuzaki dengan mulut dipenuhi daging berdarah-eh maksudnya kue dengan saos merah kental. Tapi dengan segala kebijaksanaan yang tidak ada pada dirinya, Matsuda menolak.

"Selamat siang RADIO M! Aku Kyu, mewakili teman-temanku di Dan Detective School mau menanyakan banyak hal seputar cerita DEATH NOTE. Tolong di jawab ya" Matsuda melihat 13 nomor pertanyaan, sebagian diantaranya berkaitan lansung dengan Light, Near, Misa atau Shinigami yang saat ini tidak ada di tempat, dan agak mirip dengan pertanyaan di episode satu. Akhirnya setelah pilah-pilih, di dapatkan 3 pertanyaan yang berhubungan dengan L.

"Pertanyaan nomor dua. Siapa saingan terbesar yang paling kau hormati?"

Tanpa ragu-ragu, setelah menelan kue dan menyeruput cairan merah di dasar piring, Ryuuzaki menjawab. "Saingan besar L adalah Yagami Light. Dan saingan terbesarku adalah Kira" sama aja kalee..

"Pertanyaan nomor tujuh. Aku penasaran, siapa yang lebih tinggi antara Light dan L"

Ryuuzaki mengedipkan matanya dua kali. "Tinggi tingkat intelektualnya atau skill sosial atau tinggi badan?" Ryuuzaki balik bertanya sambil mengeluarkan stok gula aren entah dari mana.

"Ah kalau soal ini…"Matsuda menggantikan L menjawab. "Kalian bisa membaca DEATH NOTE 13 How To Read It. Dan Jangan beli bajakan! Hargai pengarang dengan membeli produk originalnya. Kalau tidak, bisa-bisa Indonesia bakal sulit dapat license manga. Hargai kekayaan intelektual dengan tidak membeli prosuk palsu" (Iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh- Matsuda)-".

"Dan jawabannya, mereka berdua sama tinggi badannya- sekitar 179cm. Untuk intelektual… itu tergantung pandangan masing-masing orang. Aku pribadi mendukung Light-kun" Kalo mendukung L bisa-bisa aku dibunuh beneran sama Light-kun.

"Pertanyaan terakhir, nomor 13. Dari guru-guru pengajar di Dan Detective School" Matsuda meneguk air ludahnya tiga kali dan bolak-balik menatap L dan kartu pos bergantian. "Ini mengenai Video Kira ke dua, kita sebut saja Misa. Untuk bertemu dengan Kira yang sesungguhnya, Misa mengirimkan Video, lalu mendapat balasan yang sebenarnya disusun L dan Light. Lalu dia mengirimkan video ke dua beserta buku harian setahun yang lalu. (dalam versi manga tahun 2003-versi anime tahun 2006). Yang jadi pertanyaan adalah, apakah buku harian itu ikut ditayangkan bersama dengan video yang dikirimkannya?" Matsuda mengalihkan pandangannya pada Ryuuzaki yang menggigiti arena berwarna (lagi-lagi) merah darah. Meskipun nama lainnya gula merah, tapi bukannya warna aslinya coklat?

((Hindari makanan dengan warna mencolok, karena menggunakan pewarna buatan secara berlebihan-Mew))

"Masih ada lanjutannya kan…?

Matsuda menelan ludahnya… "Iklan dulu boleh?"

Mata Ryuuzaki sepertinya terkontaminasi oleh kue yang di makannya, berwarna merah.

!(&- Music: RADIO M! -&)!

a/n : Uwaaa~ upload dua chapter sekaligus,Mew! Karena yang sebelumnya rada ngawur, kali ini Mew kumpulkan Para Detektif Manga yang aksinya sangat melekat di kepala Mew. MeWTh Love Detectives! Oh, ada kriminal juga nyangkut – satu. BTW, jangan lupa review ya! Awas kalo ngga review- nilainya ulangan semester ini bakal anjlok semua lho! (Pasang kertas mantra anti kutukan). Silahkan lanjutkan baca –ada misteri besar! Oh, Mew Love mystery!- dan jangan lupa... Review please!

!(&- Music: RADIO M! -&)!

"Produser-Author geblek! Ngeletakin author note kok di tengah-tengah cerita!" Matsuda mendengus kesal.

Tapi sebelum protes lagi Produser-author egois numpang lewat lagi...

!(&- Music: RADIO M! -&)!

Nyaris lupa….

Disclaimer: Death Note bukan punya Mew, tapi ohba tsugumi & obata Takeshi - kalo Mew Yang punya populasi kucing pasti akan meledak (gak nyambung). Azkaban 100 persen buatan J.K Rowling. Detektif Kindaichi dan DDS Q juga bukan Mew yang dirikan, tapi Kanari Yosaburo & Sato Fumiya. Kaito Kid masih belong to Gosho Aoyama, klo mew yang punya udah mew curi emas Monas (eh- udah di curi ya?). Mew hanya punya ide analysis dan pertanyaan-pertanyaan. Serta misteri utama! Adakah yang sadar dari awal?!"

!(&- Music: RADIO M! -&)!

"Geblek kuadrat… disclaimer juga di tengah cerita!"

"Bisa dibacakan lanjutan suratnya Matsuda-san?" Matsuda menggigil, bukan karena AC penyebab global warming- tapi pada tatapan membunuh Ryuuzaki. Sejak kapan Ryuuzaki punya kemampuan death stare seperti Light-kun?

"Ano…" Matsuda ragu untuk membacakan- tapi mengingat masa hidupnya yang mungkin akan berakhir bila tidak dibaca… mau tak mau.. "Soal Video dan buku harian. Video memang ditayangkan ke seluruh jepang, tapi apakah Diarynya juga di tayangkan?"

Dibawahnya ada dua option jawaban "Jika Ya, kenapa ketika Light pergi ke Aoyama tidak terjadi kepanikan atau membludaknya orang-orang? Bahkan teman-teman Light yang notabene Mahasiswa Hukum sama sekali tidak membicarakan mengenai 'di diary itu ada Tertulis Kira pernah ke aoyama untuk tukaran Note lho'. Hal ini nyaris mustahil, mengingat fanatisme pendukung Kira. Dan tentu saja media massa tidak akan melewatkan kesempatan ini. Bahkan kondisi dua tempat lainnya termasuk Stadion juga tidak terjadi kepanikan atau antusiaseme massal. Ini berlawanan dengan psikologi sosial"

Matsuda menarik nafas panjang. "Tolong jelaskan…"

Ryuuzaki menelan gula aren terakhir tanpa mengunyahnya dan mendelik. "Ada option keduanya kan? Bisa kau bacakan, Matsuda-san?"daripada permohonan lebih terdengar seperti ancaman karena L mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. Untuk membuka kaleng manisan? (yang lagi-lagi muncul entah dari mana)

"Jika tidak, kurasa semua ketenangan di Aoyama bisa di jelaskan. Tapi…"

Oh, kurasa kalian pasti akan langsung tahu bila menonton animenya.. "Tapi kenapa Misa masih datang ke Aoyama? Kira hanya bisa tahu tempat perjanjianbila membaca diary itu. Dan Misa bahkan tahu kalau diary itu akan jatuh ke tangan kepolisian (atau bahkan L). Dan mengingat tempramen Misa, dia akan membunuh beberapa (yang pasti lebih dari 10) apabila Diary itu tidak di tayangkan. Ps: Persentase L menjawab tidak hampir sama dengan persentase Pak Dan menari tap Dance"

Ryuuzaki nyengir. Menyeringai, kedua sudut bibirnya bagai membelah pipinya yang pucat. "Banyak sekali detektif di dunia… sangat banyak. dan siapa yang bilang L detektif terbaik di dunia?"

Bukannya kau sendiri? Ahh… kenapa dari tadi Ryuuzaki menjatuhkan imagenya sendiri ya? Tapi setahuku dari awal juga dia ngga pernah jaga image.

"Jawabannya bisa kalian lihat di Manga dan anime. Penjelasannya sudah diberikan oleh para guru DDA. Dan Matsuda, 85 persen kemungkinan kau berfikir aku menjatuhkan image, 10 persen aku sama sekali tidak L, dan 5 persen bahwa L makin error sejak mati. Berhenti memikirkan hal bodoh"

Matsuda nyaris lupa bahwa Ryuuzaki punya analisis kejiwaan yang tepat sasaran.

"Nah kita lanjutkan pada suara pendengar"Matsuda mengalihkan pembicaraan. "Pertanyaan langsung via telpon. Untuk bergabung, silahkan hubungi nomor +81713 xxxxxxxx… dan jangan lupa paswordnya. Bila terdengar RADIO M! kalian harus membalas 'Tanya Semua Pada M!' dan sekarang di studio sudah masuk telepon pertama!"

"Memang berapa banyak telepon yang mau kau terima?" Ryuuzaki mengeluarkan manisan Cabai dari dalam kaleng. Dan mengoyakkan dengan taringnya.

Matsuda hanya tersenyum penuh ketakutan dan menerima telpon padahal harusnya aku jadi pemeran utama, tapi kenapa jadi sasaran teror mulu sih? "RADIO M! "

"Tanya Semua Pada M!"

"Dari suaranya kurasa besar kemungkinan Remaja SMA laki-laki dan punya kebiasaan yang unik" Ryuuzaki mulai menganalisis. "Dan dari jenis suaranya, kurasa dia juga punya kemampuan suara perut atau sejenisnya"

"Anu Ryuuzaki, bukan kita yang nanya penelpon tapi sebaliknya" Matsuda menjelaskan perlahan.

Ryuuzaki menatap Matsuda, mengangkat pisaunya yang di penuhi cairan manisan cabai kemerahan. Menyodorkannya pada mata tebelalak Matsuda yang berarti 'Aku lebih tahu dari pada kamu! Berhentilah melihatku atau akan kekeluarkan mata itu'

"Pe-Pe-Pertanyaannya tolong!!" Tolong selamatkan aku dari Ryuuzaki yang berubah jadi Psiko!

"Namaku Kaito Kid, seperti dugaanmu aku masih SMA. Aku mengikuti RADIO M! dari awal, tentu saja dari sejak Light menolak jadi bintang tamu pengganti"

"Per-per-pertanyaan TOLOOOONGGG!!:" Seseorang selamatkan aku!!! Pisau itu semakin mendekat.

"Cuma perasaanku atau sepertinya Matsuda sedang berteriak Minta tolong?" tanya Kaito di ujung telepon. "Well baiklah, aku akan to the point saja. Pertanyaan untuk L-san"

"Ryuuzaki…" Koreksi Ryuuzaki dan menarik pisau yang nyaris menggores hidung Matsuda.

Se-..se-… selamat.. fuuuhh

"Baiklah Ryuuzaki… aku merasa ganjil sejak tadi Ryuuzaki menjawab dengan meletakkan diri sebagai pihak ke-3 dan tidak L. Aku akan mengulangnya" Kaito berdehem dua kali dan mengeluarkan suara yang 100 persen mirip Ryuuzaki (akan ditulis dengan italic).

"Jawaban Pertama : L bahkan tidak pernah mencuci tangan sebelum memakan semua makanan manis… Disini kau meletakkan dirimu sebagai pihak ke-3.

Jawaban ke-2: L melihatnya sebagai Kira- bukan wanita. Kira ke-2, tidak kurang mungkin lebih. Penggunaan kata mungkin, itu seolah kau bukanlah L.

Jawaban ke-3, atas pertanyaan kyu, DDS - secara berturut-turut : Saingan besar L adalah Yagami Light. Dan saingan terbesarku adalah Kira. Di sini bahkan kau memisahkan dirimu dengan L. Lalu terakhir Banyak sekali detektif di dunia… sangat banyak. dan siapa yang bilang L detektif terbaik di dunia? Mengingat kau orang yang tidak mau kalah, tipe kekanakan. Ini sama saja mengungkapkan L kalah. Bahkan kau menolak kupanggil L. yah, aku memanggilmu L hanya untuk mengetes."

"Dengan kata lain…" Ryuuzaki menjilati cairan manis di pisau lipatnya. sensasi dingin ketajaman perak membuat darahnya berdesir. "Dengan kata lain kau mengatakan. Aku bukan L"

"Bukan hanya aku…" kaito membersihkan tenggorokannya lagi dan mengeluarkan suara yang 100 persen mirip Yagami Light

'Aku akan mencarinya.. entah siapa orang (atau arwah) yang cukup gila untuk menculik si freak, tapi kurasa dia lawan yang tidak akan membosankan~.Tapi sebelumnya, temukan si hentai itu terlebih dahulu dan menyeretnya kemari' Setelah itu aku dapat mendengar Light keluar dari studio dan tidak sampai ½ menit kau masuk ke dalam studio melalui pintu yang sama. Yeah, dari awal saja aku langsung tahu!"

Matsuda menelengkan kepalanya. "Maksudnya?"

"Matsuda-san… anda benar anggota kepolisian? Yakin tidak masuk lewat jalan belakang?" Suara meremehkan Kaito menjelma jadi seribu pisau yang menghujam Matsuda. "Itu artinya, Light pasti bertemu -berpapasan- dengan Ryuuzaki yang saat ini ada di studio. Tapi saat itu tidak ada pertengkaran, bahkan Light tidak menyeretnya ke Studio. Dan untuk itu hanya ada satu alasan… yaitu-"

"Ya… aku memang berjumpa dengan Light-kun… Kira…" Ryuuzaki mengeluarkan senyum manis,penuh hormat- sementara tangan kanannya memutar-mutar pisau. "Pemuda menarik, bahkan dia langsung tahu aku bukan L hanya dengan sekilas pandang. Dan karena aku bukan L maka dia tidak menyeretku"

Kaito berteriak penuh kemenangan. "Kau mengakuinya kau bukan L! yah, sejak pertama kali kau masuk ke studio tanpa Light, aku langsung tahu kau bukan L!"

Ryuuzaki mendekatkan bibirnya pada mike dan mengatakan dengan tegas. "Dari awal juga kubilang… aku Ryuuzaki"

Sekilas info : nama romanji Ryuuzaki pertama kali digunakan oleh Beyond Rue Ryuuzaki. setelah itu baru digunakan Oleh L(baca: eru) sebagai nama panggilan di Tim penyelidik kira.

"Beyond Birthday!"dapat terdengar eureka secara samar dari ujung telepon.

Itu menjelaskan kenapa tampangnya lebih terlihat seperti psikopat daripada detektif. Matsuda menjauh satu langkah. Dan menyadari sesuatu… "Jadi kau yang menculik L!!!"

"Bukan" jawab Ryuuzaki cepat.

Terdengar helaan nafas Kaito. "Matsuda-kun, karena ada polisi sepertimu, selamanya aku tidak akan pernah tertangkap. Tapi aku kecewa ada polisi sebodoh kamu…"

"..!.." Sakit hati tak terperi, siksa batin tak terdefinisi. Matsuda jatuh dalam jurang 'orang bodoh' selamanya.

"Sama seperti alasan kenapa Ryuuzaki yang ada dalam studio bukan L, alasan itu juga yang menekankan kalau dia bukan orang yang menculik L. Kalau memang Ryuuzaki yang menculik L, Light pasti akan menantangnya… setidaknya akan terjadi keributan. Light jenius, aku tidak akan mengingkari ini. Dia tidak mungkin berkata yakin akan menyeret L jika tidak memiliki petunjuk. Dan… sekali lagi… penekanan bahwa Dia membiarkan Ryuuzaki karena tahu dia tidak ada hubungannya dengan penculikan L"

"Analisis yang sangat hebat tuan pencuri. Kalau begitu kau tahu siapa penculiknya?"

"Itu mudah saja dia-"

Sebelum sempat Kaito menjawab, pintu di dobrak oleh pemeran utama Death Note yang perfeksionis. Sedang sosok kembar Ryuuzaki, L, bersandar lemas pada pundak Light. "Sejak pertama kali aku berpapasan denganmu yang mirip si maniak gula ini di lorong" Light langsung mengeluarkan analisisnya. "Beyond Birthday, aku tahu pasti… Si Hentai ini pernah menceritakan tentangmu. Beyond Birthday tak pernah terobsesi jadi detektif, obsesinya penjahat terbaik. jika mau menculik, dia akan menculikku- KIRA-SAMA. Jadi yang tersisa adalah yang mengundangnya. Dia pasti tahu L tidak akan hadir. Dan makhluk itu memiliki kemampuan memanggil orang ke studio ini.."

"Yah, aku juga mau ngomong begitu" Kaito tertawa lirih. tapi sebelum sempat berkata-kata lagi, kabel telpon keburu diputus Ryuuzaki dengan pisau keramatnya.

Tiga pasang mata (mengabaikan mata matsuda yang sudah terjun bebas ke jurang 'orang bodoh') memandang lurus ke satu titik. satu makhluk..

((Perasaaan Mew ngga nyaman))

"Light-kun…" Suara L terdengar Lirih. Masih trauma pada temapat dia dikurukng tanpa makanan manis selama 1 chapter. "Aku punya pertanyaan kecil… untuk menutup acara ini"

Senyum terkembang. Dia mengeluarkan pena dari sakunya. Menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang dia sudah tahu pasti apa.

"Apakah Death Note bisa Membunuh makhluk selain manusia?"

Light mengeluarkan kertas deathnote dari dalam ruang rahasia jam tangannya. "Kurasa kita perlu mencobanya terlebih dahulu…"

Mata tak lepas pada satu titik. Memangnya mereka lihat siapa ya?

((Noleh kiri, kanan, diri sendiri, mew?? Masa sih…mew?))

Light menuliskan 5 huruf alfabeth dalam kertas.

Mata merah Ryuuzaki melihat ke atas kepala MeWTh? "Ah… tenggat waktu hidup kucing itu tinggal 40 detik"

((MEEEEEEEEWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!))

…40…

((Jangan-jangan…mew~))

Kertas terjatuh ke lantai, tertera sebuah nama…

…35…

MeWTh

…40…

((KEJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!!!))

…30…

"Tinggal 29 detik lagi…"

"Wah sepertinya Death Note berlaku juga untuk makhluk selain manusia…"

"Terima kasih atas jawabannya Light-kun"

...35…

Jahatnya, Hiks…Hiks… masa RADIO M! harus berakhir seperti ini?

"Hanya balasan untuk orang yang menculikku"

…20…

ah, sebelum mati Mew mau promosi lagi. The most Shocking detective story Mew Ever Write (until Jan 09). Menantang tuk pecahkan misteri yang berbalut komedi dan romance. Sebuah fanfiction detective conan. AixconanxRan.

Edge of hope apakah yang menanti di ujung harapan?

...15...

"Ngga bercanda, nih makhluk beneran harus mati"

...10...

Ujung harapan Mew sekarang jangan sampai mati dulu deh,mew~ B-san… save mew

"Ah tinggal 9 detik"

…8…

Kelihatannya nasib RADIO M! berakhir sampai di sini

…7…

Juga nasib Mew

6

5

4

3

Review?

2

PLEASE…

1

RADIO M!

- RADIO M, tanya semua pada M!"

THE END (?)