A/ N : Halo.. nah, bagaimana bilangnya ya.. emm.. jadi gini, saya 'kan pingin buat fanfic.. genrenya horror/ supernatural lagi.. Jadi, aku pikir lebih enak kalo ff ku yang pertama digabungin aja.. dan dijadikan Kumpulan one-shot .. hahaha.. jadi ff saya yang pertama ganti judul menjadi " Ghost Stories ".. semoga para readers mengerti.. - Muggle.30.05.80. –


" Supir Taksi Yang Tadi "


" Teman-taman aku duluan ya.." ujar Sakura Haruno.

" Sakura, hati-hati ya.." ujar Ino, sahabat Sakura

" I..ya…..sayonara minna….", jawab Sakura

Di malam musim dingin berselimut salju. Sakura pun meninggalkan rumah sahabatnya, Ino. Sehabis berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.. Ino, Hinata, Temari, dan Tenten. Sakura tinggal di Osaka. Setiap habis berkumpul di rumah Ino, Sakura pulang naik kereta. Untuk menuju stasiun, Sakura harus naik taksi dahulu.

Sakura melambaikan tangannya, memanggil taksi yang datang.

" Malam ", ujar si tukang taksi.

Tukang taksi itu sangat pucat, rambut biru gelapnya berdiri-diri seperti landak. Kulitnya putih seputih mayat. Gerakkannya kaku. Tindak tanduknya aneh.

Sakura menaiki taksi itu dengan perasaan tak enak.

" Stasiun kereta api Osaka, tuan ", Sakura memberitahu tempat tujuannya. Pak supir tak menjawab. Hanya diam, tak mengangguk pula.

Selama perjalanan, Sakura hanya diam, tak melekukan apa-apa. Ia hanya melihat ke arah jendela, memandang kota yang berselimut salju putih-bersih.

Perasaan tak enak selalu mengelilingi Sakura selama ia menaiki taksi itu. Ada sesuatu yang salah. Bukan Taksinya.

Tapi supirnya.

Si pak supir yang terlihat seusia dengannya, tidak seperti orang hidup. Ia lebih pantas disebut orang mati, tidak bernyawa.

DUUUUKK…..

Taksi berhenti, sepertinya ada yang salah dengan taksinya. Sakura makin dag dig dug.

" Ada apa ya tuan? ", Tanya Sakura

Si supir taksi tidak menjawab melainkan langsung keluar dari mobil dan menghilang. Mungkin ia sedang menunduk sehingga Sakura tak bisa melihatnya. Begitulah yang Sakura pikirkan.

Sakura sedang melihat ke jendela sebelah kanan. Tiba-tiba pintu sebelah kiri terbuka. Siapa yang membukanya? Tentu saja si supir.

DEEEG………..

Si supir membuat Sakura jantungan..

" Bannya kempes ", ujar si supir. Nada bicaranya aneh..dingin sekali. Sakura menelan ludah.

" Ano, kalau begitu saya turun di sini saja deh..", kata Sakura

Si pak supir mengangguk. Sakura keluar melalui pintu di sebelah kanan. Lalu berjalan ke pintu di sebelah kiri mobil untuk menemui si pak supir, untuk membayar . Akan tetapi si pak supir hilang, entah kemana.

" Kemana si supir taksi itu ya? Tadi perasaan di sini deh..", ucap Sakura

Sakura celingak-celinguk mencari si pak supir. Matanya mengarah ke sana ke sini, tapi tetap tak bisa menemui si pak supir. Tiba-tiba, taksinya menghilang.

Taksinya sudah tancap gas.

" Supir dan taksi aneh..Belum sempat bayar lagi..", Sakura mendumel kecil.

Untung bagi Sakura, tempat ia turun tak jauh dari stasiun. Berjalan 7 menit saja sampai.

Sekarang, ia sedang duduk. Menunggu kedatangan kereta yang terlambat.

--

Setelah 1 jam menunggu kereta akhirnya datang juga. Sakura segera naik ke kereta. Di depan pintu kereta sudah ada seorang kondektur. Seorang kondektur yang sedang berdiri tegak mengumpulkan tiket dari para penumpang yang menaiki kereta tersebut. Si kondektur terlihat familiar bagi Sakura….

- Mata yang hitam legam

- Rambut biru berdiri seperti landak

- Kulit sepucat mayat….

Si kondektur itu terlihat seperti si……………….

Supir Taksi yang tadi……

Sakura tercengang melihat si kondektur. Tetapi, ia tetap bersikeras mencoba terlihat biasa-biasa saja. Sakura memberikan tiketnya kepada si kondektur.

" Malam ", Si kondektur mengucapkan kata yang sama dengan supir taksi yang tadi. Cara bicaranya pun sama.

" Malam ", jawab Sakura lembut.

--

Sakura duduk di dalam kereta. Yang ada dipikirannya adalah si supir taksi dan si kondektur yang aneh tadi. Mereka begitu mirip. Apa mereka itu satu orang? Pikir Sakura.

Sakura menatap ke arah jendela kereta. Dilihatnya pemandangan malam yang gelap gulita. Salju putih disinari sinar-sinar rembulan bertaburan di lapangan luas yang dikelilingi pohon cemara.

Mata Sakura terpaku ketika melihat seseorang yang berdiri di tengah-tengah lapangan yang penuh oleh salju. Laki-laki yang sedang berdiri dengan pandangan hampa. Tidak menggunakan sweater, jaket, atau pakaian tebal sekalipun. Tetapi menggunakan seragam….

Seragam Supir Taksi….

Sakura terkejut bukan main… Lelaki itu.. Mirip sekali.. dan tak lain tak bukan adalah…

Supir Taksi yang tadi..

Sakura mengalihkan pandangannya dari si supir taksi itu. Hanya ada satu Perasaan yang sekarang menghinggapinya.. yaitu..

Ketakutan….

DUUUK…

Tiba-tiba kereta berhenti. Jantung Sakura berdegup kencang. Sesegera mungkin ia berlari menuju ke tempat dimana sang masinis berada. Ia ingin menanyakan apa yang terjadi dengan keretanya.

" Permisi ", sapa Sakura

Sang masinis tak menjawab. Tak memandang ke arah Sakura juga.

" Kenapa keretanya berhenti? ", Tanya Sakura sopan

Tak ada jawaban

" Tuan? ", Sakura bertanya lagi

Untuk saat ini, sang masinis menoleh.. walaupun ia tak menjawab pertanyaan Sakura. Ketika sang masinis menoleh….. yang dilihat Sakura adalah wajah……wajah…..

Supir Taksi Yang Tadi…..

" Malam ", kata masinis itu. 'Malam' kata-kata yang diucapkan oleh si supir taksi dan si kondektur. Mereka bertiga mirip dan mungkin…..

Satu Orang

Sakura benar-benar takut sekarang. Ia mencoba lari. Mencoba kabur dari kereta itu. Semua lampu di dalam kereta mati. Gelap gulita. Hal itu membuatnya sulit untuk mencari jalan keluar.. sulit untuk kabur..

Sakura hanya meringkuk di kursi. Ia mencoba bersembunyi dari sang masinis, supir taksi, ataupun sang kondektur.

Tiba-tiba….

TAP

TAP

Sakura mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya. Ia takut sekali. Sakura menahan nafas. Dan menundukkan kepalanya.

" I….ini…hanya mimpi buruk……mimpi buruk… ", ujarnya pelan.

" Malam ", seseorang menyapa Sakura. Seseorang….yang ditakuti Sakura…

Supir Taksi Yang Tadi…..

Sakura mengangkat kepalanya dan melihat sang supir taksi yang berlumuran darah. Supir taksi itu membawa pisau. Lalu, mata Sakura tertuju kepada tanda pengenal yang digunakan si supir taksi tersebut. Tanda pengenal yang bertuliskan:

Sasuke Uchiha

Kini, Sakura tahu.. nama orang yang akan membunuhnya…Namanya Sasuke..walaupun ia tak bisa di sebut orang.. ia lebih pantas di sebut ….

Arwah yang kesepian….

" Sasuke-kun ya? Salam kenal….." ia tersenyum. Senyum tertulus yang pernah Sakura keluarkan.

Senyum tulus yang ia keluarkan di hari terakhir ia hidup….

--

" Huhuhuhuhuhuhuhuhu ", Hianata tak bisa menahan air matanya yang terus bercucuran. Ia tak rela, sahabatnya harus mati.

" Hinata, sudah dong…", Temari berusaha tersenyum. Walaupun sebenarnya ia juga merasa sangat sedih.

" Te-temari-chan…..kenapa semua ini harus…ter..jadi pada Sakura-chan….", Hinata terus menangis sambil menatapi tubuh Sakura yang sudah terbujur kaku.

" Entahlah " jawab Temari

Suara tangisan dan isakan memang mengiringi kepergian Sakura. Semua orang berduka atas 'Kecelakaaan Kereta Yang Sakura Terima'. Semua mengira itu adalah kecelakaan kereta. Yang sebenarnya….bukan kecelakaan kereta.

--

Malam ini…Ino, Tenten, Hinata, dan Temari berkumpul di rumah Ino. Mereka sedang berbagi duka atas kepergian sahabat mereka.

Tiba-tiba……………….

TOK

TOK

TOK

Seseorang mengetuk pintu.

" Biar aku yang buka… ", ujar Tenten

Tenten pun berjalan menuju pintu. Dan membukanya. Lalu, dilihatnya seorang laki-laki. Berkulit pucat. Rambut biru tua yang berdiri seperti landak. Mata hitam legam. Berpakaian seragam supir taksi.

" Malam ", ucap lelaki itu.

JEEEEEEEEEEENG JEEEEEEEEENG….!


The End


Desclaimer: Masashi Kishimoto-sama

Os!! Selesai juga fanfic pertama saya ini. Hahahahaha, ngerti ceritanya ga?

" Jadi, Sasuke itu hantu… Nah, sialnya Sakura digentayangin.. ".. hahaha

Maaf ya ga ada keterangan jelas kenapa Sasuke gentayangan atau nguber-nguber Sakura. Yang jelas, dia itu Cuma pingin cari temen…Namanya juga arwah kesepian… wakakaakakakak…

Pada tau kan siapa yang datengin Tenten?? Tenten yang malang...hohhohhohohhoho

Jadi? Bagaimana pendapat anda-anda semua? Luangkan pendapat dan kritik anda melalui review… dengan senang hati saya menerimanya..

Jadii…… mohon reviewnya yaaaaaaaaaaaaa!!

"""""""" Muggle.30.05.80""""""""