A/N : "Mou. Puu dayo, Puu! Kenapa update-nya lama sekali, Salary Damion!" Cocona, tokoh dari Ar Tonelico yang lagi numpang lewat terlihat kesal.

"Maaf."Salary Dam ngemil. Cocona melindasnya dengan V-Board. The End.

YA ENGGAK LAH. Soo, ini dia part 2 dari Shirakawa Tragedy…yang entah kenapa tidak cocok disebut 'Tragedy'. Lebih cocok 'Shirakawa Garingness' kan?

Sebelum mulai…kudos untuk kalian yg setidaknya menyadari "gaya tulisannya agak beda ya"! Sebenarnya saya lagi demen baca novel, jadi sok-sok dipanjangin(yang hasilnya buruk). Dan gara-gara ini skill nulis komedi saya jadi ilang, huwawawawawa

Disclaimer : P4 punya ATLUS. Ar Tonelico punya GUST (halaah muncul 2 baris aja).

X X X

PET. Tiba-tiba mati lampu. TV pun mati, ruangan langsung sepi.

"Eh, listriknya padam…Baguslah, TV-nya jadi mati…" Naoto bangkit, mencoba melihat di tengah kegelapan. Sebagai detektif handal, matanya sudah terbiasa. Dia menghampiri Kuma yang masih sembunyi di balik bantal. "Kuma-san, ayo bangun…"

"H-HAH! ABRA KADABRA ALAKAZAM!" Kuma terhentak, bantalnya terlempar.

Naoto mingkem. "Bermimpi tentang Pokemon ya?" Beberapa saat kemudian dia menyadari bahwa gas-gas pink yang dari tadi melayang di udara telah hilang. Pikirannya pun kembali jernih. "…Bersamaan dengan padamnya listrik, efek-efek tidak jelas juga menghilang…"

TING! Ide menghampiri Naoto yang tersenyum pede. Detektif itu menghampiri pintu ruangan, dan berhasil membukanya. "Sudah kuduga…Kuma-san, ayo pergi!"

"Hah? I-Iya bentar!" Kuma membereskan kostum beruangnya dan mengikuti Naoto yang sudah berjalan menuju kegelapan di luar ruangan.


"Duh pake mati lampu segala…Panaaaasss!" Rise menggerutu.

Chie yg juga sudah putus asa, meraba-raba dinding dan dengan tak sengaja menyentuh sesuatu. "Apaan nih?" Ia memutarnya dan…pintu terbuka.

"Waw! Mejik!" Chie bersorak. Dia langsung nyosor keluar sambil narik Rise.


"Yosuke-senpai, kamu dimana?" Suara Kanji menggema didalam ruangan. Ia berjalan ngasal, mencoba membuka pintu ruangan. Seperti yang lain, pintu terbuka dengan sukses. "Eh…? Akhirnya, pintunya terbuka!"

"HOREEEEEEEEEEE!" Kanji mendengar suara pintu terbuka dan melihat sosok manusia melesat di depannya, kelihatannya menuju keluar ruangan, tapi sayangnya mejret nabrak tembok.

Sosok yang sebenarnya Yosuke tersebut meleyot, sebelum diseret Kanji ke luar ruangan yang gelap.


"Aduh, apaan nih bunder-bunder?" Yukiko kelihatan bingung, tangannya berada di sesuatu tak dikenal.

"Anu, Amagi…itu kepalaku…"Souji, yang diatas kepalanya terdapat tangan Yukiko, meringis malu.

"A-Apa? M-Maaf!" Gadis itu berjalan mundur, dan menabrak sesuatu di belakangnya. Selagi ia merintih kesakitan, ia mendengar suara putaran knop pintu dari belakang.

Souji mencoba menghampirinya. "…Amagi…pintunya terbuka, ya…?"

"K-Kelihatannya. Kita coba keluar saja."

"Tapi gelap lho. Memangnya kamu bisa lihat?"


CHIE-RISE TEAM

TAP TAP BUK INI DINDING YA GRASAK GRUSUK ADUH APA SIH TEP JEB

"Agh, Senpai nginjek kakiku!" BRUK BRUK

"Ngomong apa nggak kedengeran, gelap!" TAP TAP TAP

"JANGAN NGELES!" DRAP DRAP


KANJI-YOSU TEAM

GREK GRAK TAP SIALAN BRAK SRET INI KAKIKU BUKAN SIH? SET SET

"Aduh apaan nih tajem-tajem?" SET SET

"ITU RAMBUT GUE BEGO."BRUAAK


SOU-YUKI TEAM

SAAT SUUT AMAGI KAMU DIMANA? TEP TEP AKU DISINI, YANG ITU TEMBOK GRATAK

"Ah, Amagi! Kenapa kamu nggak coba panggil Amaterasu? Persona-mu itu kan cukup menyilaukan." POK PLOK

"Ooh, benar juga! Sebentar…" SRET SRET

PERSONA! PLAAKKKK

"…Loh. Mana Amaterasu-nya?"

"…Sebenarnya Amagi, yang kamu pukul dengan kipasmu itu…"


KUMA-NAO TEAM

PUNG PUNG DRING DRING! KUMA SHINY BEAM PUK PUK PERCUMA SAJA TAP TAP TAP

"Iih gelap banget sih! Kita dimana ya…?" PUNG PUNG

"Hmm… Sepertinya di depan ada pintu…" JREK GREK

"Naoto bisa lihat? Kereen!" PLOK PLOK PLOK

"Sebentar, aku buka." KRIEET


Naoto dan Teddie sampai sampai di ruangan bundar yang luas. Di situ, lampunya nyala. Mereka bisa melihat Souji dan Yukiko di kejauhan. "Senpai!" Naoto memanggil.

"Oh… Naoto-kun!" Yukiko menyahut, menghampirinya—diikuti Souji.

"Senpai sudah di sini dari tadi?" Tanya Naoto.

"Baru tadi sih. Meski gelap, kami bisa berjalan berkat Amaterasu."Jelas Souji bangga.

"… Sensei, muka sensei kenapa? Kok ada bekas kayak kipas begitu…"Teddie menunjuk pipi Souji.

"… Tadi Amagi—"

"T-Tadi ada kecelakaan! Hahaha…"Yukiko motong. Naoto dan Teddie bingung.

BRAK!

4 orang itu menoleh dan melihat 2 pintu di ruangan itu terbuka. Dari 1 pintu keluar Rise dan Chie. Dari pintu yang satu lagi muncul Yosuke dan Kanji. "Kalian semua!" Yukiko sumringah.

"Yu… Yukikoo!" Chie langsung nyosor ke Yukiko. "Denger deh, tadi aku disangka lesbi sama Rise…"

"BOHONG!"Rise ngamuk.

"Baiklah, berarti semua sudah kumpul ya?" Souji menyela. "Sepertinya semua pintu terhubung ke sini. Pasti ada sesuatu…"

"WELCOME, CHILDREN!"

Souji dkk langsung menoleh ke asal suara. Entah darimana, muncul stage pink nyala-nyala di depan mereka. Di stage itu, ada seseorang yang duduk di kursi besar… dia adalah…

"Pinocchio versi kakek-kakek?" Yosuke menebak.

"Siapa sih? Hidungnya panjang banget!" Chie menambahkan.

"I… Igor!" Teriak Souji membenarkan.

Benar, pria itu adalah Igor! Ia memakai tuxedo merah dan mahkota yang dikalungkan di hidungnya. Di belakang, Margareth menebarkan mawar untuk efek lebay. "Selamat datang."

"Kamu ngapain di sini, Igor?" Tanya Souji lantang. "Jangan-jangan… kamu yang membuat dungeon ini?"

Igor mengangguk. "Benar!"

"Kenapa?"

"Bikin sensasi."

"…"

"Namun ini masih belum seru, anakku. Margareth, lakukan!" Igor memberi perintah. Margareth mengangguk dan menekan sebuah tombol di remote. Tiba-tiba muncul angin yang mendorong Yosuke dkk (kecuali Souji) ke belakang.

"Hwaaks! Kok angin lagi sih?" Yosuke protes.

"H-Hei… di belakang ada lift yang terbuka!" Teriak Kanji sambil melihat ke belakang.

"Kalau begini terus… kita akan terdorong ke dalam!" Tambah Yukiko.

"LAGI? BASI BANGET NI AUTHOR!" Chie meringis.

Sementara itu, SD asik nonton acara Korea. Ehem—maaf, ada kesalahan teknis.

"Teman-teman!" Souji panik. "Igor! Mau kau apain mereka!"

"Seru-seruan. Kamu tidak boleh ikut, anakku! Karena kamu Ace bagi mereka, tapi Joker bagiku." Ujar Igor sok keren. "Untuk sementara kamu di sini dulu. Margareth!" Margareth manggut-manggut. Angin muncul lagi—kali ini mendorong Souji ke kerangkeng (yang tiba-tiba muncul) dan menguncinya.

"T-tunggu!" Souji hanya bisa melihat teman-temannya masuk ke dalam lift yang tertutup dan bergerak ke bawah. "T… Teman-temaaan!"


Di dalam lift. "L-Lift ini tidak mau terbuka!" Naoto menekan tombol-tombol di lift, tapi tak ada yang terjadi.

"Sialan… mau apa si Tigor itu?" Chie mencoba menggedor pintu.

"WELCOME, DOMBA-DOMBA TERSESAT!" Tiba-tiba muncul suara dari speaker di atas pintu lift. Suara Igor, lebih tepatnya.

"Hoi! Kamu mau apain kami?" Tanya Kanji keras.

"Kita hanya akan memainkan sebuah game…" Suara itu berdeham. "Jadi begini, domba-domba. Lift ini sedang bergerak ke bawah dengan kecepatan tinggi. Kalau dibiarkan, kalian akan…"

"MATI?"

"Tidak. Saya juga tidak tahu, Margareth yang bikin."

"…"

"Pokoknya sesuatu yang buruk akan terjadi. Kalau kalian mau keluar, kalian harus menjawab 3 pertanyaan ultimate dari saya. Siap-siap saja!"

"Cih… jadi karena itu dia tidak mengikutsertakan Souji! Karena dia pintar!" Yosuke menggerutu.

"Baiklah. Pertanyaan pertama!"

"-gulp-"

"BENDA APAKAH YANG TERJOROK DI TUBUH ANDA? HINT : BISA DIGOSOK."

"! ?"

"T-Tenang semua. Kita pikir baik-baik…"Yosuke mengisyaratkan. Mereka ber-tujuh pun berkumpul membentuk lingkaran.

"Benda… paling jorok? Bisa digosok?" Yukiko berpikir keras.

"J-Jangan-jangan…"Yosuke berbisik...

"HAYO JANGAN MIKIR YANG ENGGAK-ENGGAK!" Chie ngamuk.

"G-GAK ADA YANG MIKIR BEGITUAN KOK! KAMU YANG BEGITU KAN?" Yosuke tidak terima.

"… Aku tak bisa berpikir…"Naoto pun mandek.

Kanji terlihat paling tegang. "S-Semua… sepertinya aku tahu jawabannya!"

Yang lain kaget. "Eeh? Sumpe lo Kanji!" Rise belo.

"K… Kamu serius, Kanji?" Yosuke gugup.

Kanji mengangguk. "B… Biarkan aku menjawab, semua!"

Semua ikutan tegang, sebelum mengangguk.

"Jawabannya… BULU!" Teriak Kanji.

"…"

"…"

"… Bulu? Bulu apa?"

Kanji monyong. "H-Hah?"

Naoto malah nguliahin Rise dan Teddie. "Nah, ini salah satu bentuk kesalahan publik. Mamalia seperti kita sebenarnya mempunyai rambut, bukan bulu."

Rise & Teddie manggut-manggut. "Ooh, jadi yang bener itu rambut hidung bukan bulu hidung?" Tanya Rise.

"Benar. Yang punya bulu itu unggas, seperti ayam dan burung…"

Mendengar perkataan itu, tiba-tiba ide muncul di kepala Kanji. "A… AKU TAHU! BULU BURUNG!"

"…"

"…"

"DENG! SALAAH!"

GEJLEK! Lift-nya bergetar. Kanji tewas dianiaya cewek-cewek, sementara Yosuke dan Teddie geleng-geleng.

"PERTANYAAN BERIKUTNYA… Oh sebentar, saya ke toilet dulu."

Yosuke dkk menghela nafas. "Gawat… tanpa Souji, kita hopeless…" Ujar Yosuke lirih.

"Apa… kita akan mati?" Rise berwajah sedih.

"Setidaknya sebelum mati…biarkan aku melihat pertunjukan lawak secara live…uhuhu…"Yukiko menangis. Yang lain mikir 'Gak elit amat…'

"Ya…Aku juga masih ingin…"Kanji tak melanjutkan. Rise sudah tau apa yang ada di pikiran Kanji.

"Gini kan Kanjii, 'aku masih ingin bersama Nao'—"Ucapan Rise dipotong oleh Kanji.

"N-N-NAO-NOW SELLING, BONEKA MINI MOS! NOW SELLING, BONEKA MINI MOS DI JUNES DISKON 90%!"Usaha ngeles Tatsumi Kanji : Gagal.

"Teddie juga belom mau mati…kan Teddie…Teddie masih pengen merayu gadis-gadis…"Setelah mengatakan itu, sebuah sepatu mendarat di wajah Teddie.

"Rise juga mau menikah dengan senpai sebelum mati…Uwaaaan…"Rise juga nangis.

"Aku masih ingin meninggikan tubuh…"Naoto juga ikut-ikutan pidato.

'…Apa? Meninggikan tubuh?' Pikir yang lain dengan lubang hidung megar.

"A-Ada apa Teddie?"Tanya Yukiko.

"Ukh…ukh!"Teddie megap-megap.

"Gawat…jangan-jangan dia sesak nafas?"Naoto menebak.

"E-Eeehhh? Bukannya lift ini nggak kedap udara?"Tanya Rise.

"Aku juga tidak tahu…"Balas Naoto.

"Ukh…to…long…Edi…"Teddie merintih sampe-sampe dia salah menukar namanya dengan nama mas-mas warung sebelah.

"Ini parah. Harus diberikan nafas buatan (ngaco deh. Halaaah, namanya juga fiksi)…"Naoto bermuka khawatir.

"Apa boleh buat, Aku saja…"Ujar Naoto.

"EEEH!"Yang lain makin histeris.

"Y-Yakin, Naoto-kun?"Tanya Chie.

"Tak apa-apa, aku sudah sering latihan…"Naoto melirik ke arah Teddie."Lagipula ini juga demi Teddie…"

"Tenanglah Teddie, kamu akan selamat…"Naoto mulai mendekatkan bibirnya menuju bibir Kuma. Yosuke napsu. Chie bermuka merah. Yukiko deg-degan. Kanji mau buka baju. Rise nyesel gak bawa kamera.

5 cm…4 cm…3 cm…2 cm…1 cm…

"Ngg…Edii…"Tiba-tiba Teddie bergumam. Naoto langsung kaget dan refleks lompat.

"Teddie? Kamu tidak apa-apa?"Tanya Naoto.

"Ngg…mungkin…uuukh…"Balas Teddie pelan.

"Tadi kamu kenapa?"Tanya Rise.

"Ukh…upilnya…upilnya masuk ke mulut…"Jawab Teddie.

"YE ILAH GUE KIRA APAAAN! MAKANYA JANGAN KESERINGAN NGUPIL!"Teriak Yosuke, Chie, Kanji, dan Rise.

"Habis Teddie laper…tapi ternyata rasanya gak enak gitu…asin…"Teddie meletin lidahnya.

"BEGO LU."

"Maaf lama, domba-domba! Sudah siap untuk pertanyaan kedua?" Suara Igor kembali lagi.

"S-Siap!" Jawab Chie.

"Ini dia. OLAHRAGA APA YANG PALING MENDEBARKAN?"

Lagi-lagi mata semuanya muter.

"Ini pertanyaan apa banget sih." Rise menggerutu.

"Hmh! Ini mah ganciil." Tiba-tiba Yosuke tersenyum pede.

"Hah? Kamu tahu, Yosuke?" Chie sumringah.

"Tentu saja." Yosuke berdiri dengan penuh pede. "Jawabannya… BASKET!"

Hening lagi.

"… Basket? Kenapa?" Naoto bingung.

Yosuke menyeringai. "Ayolah. Apa bahasa indonesianya basket, coba?"

"Basket… basket… keranjang bukan sih?" Yukiko agak ragu.

"Benar. Coba tambahkan spasi setelah 'ke'." Lanjut Yosuke.

"… Ke ranjang?" Ujar Rise.

Yosuke mengangguk. "Benar. AYO, MAIN KE RANJANG!"

"DENG! SALAAH!"

Lift-nya bergetar lebih kencang. Yosuke tewas digebuk massa. Ia resmi bonyok, di mukanya ada bekas sepatu Chie. "S-Sori, guys… habisnya… Shirawaka Boulevard kan memang tempat begitu! Otomatis aku…"

"JANGAN NGELES! BILANG AJA ISI OTAK LO BEGITUAN!" Teriak Chie meledak-ledak.

"PERTANYAAN BERIKUTNYA…"

"JENG JENG JEENG! Kita kembali lagi bersama acara infotainment kesayangan anda. Berita paling hot tahun lalu, benarkah Ariel Peterporn dan Luna Nyata melakukan aksi porno? Berita ini akan kami sajikan setajam piso…"

"Oh, lihat jam berapa sekarang! Saatnya nonton gossip. Sebentar ya."

Lagi-lagi jeda…

TUT.

Hening.

PREET.

"Haha, apa cuma perasaanku, tapi kayaknya gue denger suara kentut?"Chie bercanda.

BROT BROOT.

"SERIUS OI. YOSUKE! KAMU KENTUT KAN?"Chie sewot.

"A-apaan sih? Seenaknya nuduh orang…Kan masih banyak tersangka lain?"Yosuke membela diri.

"Sayangnya, Hanamura-senpai, saya mencium bau itu dari anda."Naoto menambahkan, detective mode on."Menyerahlah dan ikut kami ke polisi!"

"Kayaknya kentut doang nggak usah dibawa ke polisi segala deh."Rise garuk-garuk hidung.

"Oh."Naoto mingkem."Maaf."

"JADI ELO KAN YANG KENTUUUUT?"Chie mendesak Yosu.

"Uhh…IYA! Emang napa?"Akhirnya Yosuke mengaku."Harum yah? Ah, jadi malu…"

"HARUM PANTAT LU! SIALAN BANGET! LAGI KEKURUNG DI TEMPAT SEMPIT GINI LO MALAH KENTUT!"Chie ngamuk.

"Umph…bau!"Teddie menutup hidung.

"Ugh…Yosuke-senpai, sarapan apa tadi pagi?"Kanji bertanya sambil menutup hidungnya.

"Mau tau aja lo. Genit ah!"Jawab Yosuke santai.

"Ikh…Hanamura-kun…dahsyat…"Yukiko mulai gak tahan.

"ABC lima daasar…ah…'K'!"Rise dan Naoto malah main ABC lima dasar."Kentut!"

"Keren."Naoto menyahut.

"Oh, kentut gue keren? Tengkyu Chibiko (Chibiko : Bocah Cebol)…"Yosuke tersipu-sipu.

"KEGEERAN LU!"Chie makin sewot, disusul teriakan Naoto;"SIAPA YANG CHIBIKO?"

Lift yang tadinya memiliki udara segar itu pun langsung berubah jadi kamar penyiksaan dengan aroma mantaph. Yosuke pura-pura cuek. Chie scot jump, berharap aroma kentut Yosu akan digantikan oleh aroma keringat. Yukiko mencoba bertahan. Teddie malah ngupil(lagi). Semangat buka baju Kanji semakin menggelora. Rise sibuk mencari cara ngupil tanpa harus buka lubang hidung. Naoto blue screen (maksudnya error).

"Ukh…gue gak mau mati disini!"Chie berteriak.

"Gue juga gak mau mbak! Gak keren amat…"Ujar Yosuke, membayangkan percakapan yang akan terjadi di pemakamannya (kalau dia beneran mati)

Numpang lewat : Saya turut berduka cita bu. Anak Ibu mati kenapa?
Mama Yosu : Hiks…anak saya mati…karena KEBAUAN KENTUTNYA SENDIRI…
Numpang lewat : SUMPE LO? K-Kalau begitu gawat…karena SAYA BARU SAJA KENTUT TADI! OH TIDAK! KITA SEMUA AKAN MATI! MATII!

"Fuh. Siap-siap, pertanyaan terakhir! SIAPA ORANG PALING GANTENG DI DUNIA?"

Meski lemes, Yosuke masih sanggup ngomong. "Uh… siapa sih? Gue kali…"

"Aku saja yang jawab!" Kanji maju lagi."ROBERT PATTINSON, BUKAN!"

Yang lain langsung menatapinya. "Kamu… nonton Twilight, Kanji?"

"E-ENGGAK! AKU CUMA DENGER DARI TEMEN!"

"DENG! SAYANG SEKALI, PERTANYAAN HABIS! SEKARANG KALIAN SEMUA AKAN TAMAT!"

Lift bergetar mantap, dengan kecepatan terlalu tinggi. "AAAAHHHHHHHH! MAMIII!" Yosuke histeris.

"Sayonara… JACKY-CHAN!" Chie pun histeris, diikuti semua.

"TUNGGU!"

Sekejap, semua terhentak. Mereka mengenali suara itu…

"… SOUJI-SENPAAAIIII!" Rise dan yang lain berteriak lega. Benar, itu suara Souji!

"Oh, anakku. Ada apa?"

"Kalau aku bisa menjawab pertanyaan itu… lepaskan kami semua! Kumohon, Igor! Sebagai gantinya… akan kubelikan lotion khusus hidung!"

"HAAAH?"

"… Baiklah."

"EEEHHHHH?"

"Memang apa jawabanmu, nak?"

"Pertanyaan pertama, DAKI! KARENA DAKI MENJIJIKKAN DAN MEMANG BISA DIGOSOK. SEBAGAI INFO, SEBAGIAN BESAR DEBU DI RUMAH BERASAL DARI DAKI MANUSIA. Pertanyaan kedua, LARI! KARENA JANTUNG BEKERJA LEBIH KERAS."

"TING! BENAAR!"

"JAWABANNYA BIASA AJA, TUH!" Teriak semua di lift.

"Dan terakhir… Orang paling ganteng di dunia adalah… IGOR!"

"TENG NONG! SELAMAT, KAU BENAR SEMUA!"

"NAJIS BANGET NI KAKEK!" Teriak lagii.

Lift pun terbuka, kembali ke ruangan yang tadi. Semua nyosor keluar sambil mensyukuri hidup.

"Teman-teman!" Souji yang sudah keluar dari kerangkeng lega.

"Soujiii!" Teriak semua lega juga.

BERPELUKAN! Ya enggak lah. "Baiklah… kita sudah bisa pulang kan, Igor?"

"Meskipun ini masih kurang seru… baiklah. Silakan saja. Lotion-nya jangan lupa ya." Jawab Igor.

"HOREEE!"

Saat mereka asik bersorak, tiba-tiba muncul aroma tak sedap.

"… Bau apa ini?" Tanya Souji kebauan.

Yang lain sweat dropped. "K… KENTUT YOSUKE! AKU LUPA BAUNYA MASIH ADA DAN BISA MENYEBAR!" Teriak Chie panik.

"M-MAAFKAN AKU!" Yosuke gak bisa ngeles lagi.

"Oops. Sepertinya kalian sendiri telah membuat ini semakin seru! Good job, anak-anak. Saya dan Margareth pamit dulu." Igor dan Margareth langsung hilang begitu saja.

"GAK BERTANGGUNG JAWAB!" Teriak semua.

Aroma kentut Yosuke makin mantappph. Yang lain megap-megap.

"HANAMURAAA YOSUKEEE…kalo gue mati elo yang gue hantuin…"Chie menggeram.

"Silakan aja neng…wong saya juga bakal mati duluan disini…"Yosuke stay cool, meski sebenarnya lagi nutup idung.

"Akh…Aaakkkhhh…"Yukiko merintih sambil menutup hidung.

"Semuanya tenang! Sebenarnya…jeng jeng jeng jeeeng…Teddie bawa parfum!"Ujar Teddie sambil menunjukkan sebuah botol warna biru.

"OOOOOHHHH! NICE TEDDIE!"Seru semuanya.

Teddie pun menyemprotkan parfum itu. Yang lain udah sumringah, tapi…

LHO KOK LAMA-LAMANYA BAUNYA MAKIN PESING.

"Teddie! Parfum apaan sih itu?"Chie berteriak."Malah jadi tambah bau nih!"

"Ung…tulisannya sih 'Mini Baygon –teman imut-'…"Kuma menjelaskan.

"HAAAAAAAAAAAAAA!"Semua histeris.

"Kenapaa? Soalnya setiap hari Yosuke nyemprotin ini ke seluruh ruangan. Teddie kira…"Teddie masang muka cengo'.

"YOSUKE ELO SIH KAYAK NYAMUK!"Tadinya Chie yang Stress Meternya meledak berniat melempar sepatu, tapi karena dua-duanya sudah raib (satu dilempar ke Yosuke satu dilempar ke Teddie) dia frontal aja dengan cara nendang Yosuke secara live.

"WOW! PUTIH GARIS-GARIS IJO!"Yosuke malah sempet-sempetnya ngintip celana dalem Chie yang terekspos ketika roknya terangkat. Adegan berikutnya disensor.

"UGH…BAUUU! GAK TAHAN LAGI GUE!"Chie merengek.

"Sayonara…Senpai…Nenek…Hiks…"Rise udah pasrah.

"… Saya disini…"Souji berkata.


Souji membuka mata. Ia bangkit dan melihat ke sekeliling. Mereka ada di tempat awal Midnight Channel, tempat mereka biasa berkumpul. "Lho… teman-teman?"

Perlahan anggota yang lain pun turut sadar. Chie mengucek mata. "Kok… kita kembali lagi?"

Mereka semua diam sebentar, berpikir.

Yosuke nyerocos. "Biarin aja lah! Yang penting kita semua selamat! Horeee!"

"YANG BIKIN KITA SENGSARA KAN KAMU!" Yang lain menimpali.

Souji menyadari ada kertas di sampingnya. "Apa ini…?" Isinya…

Selamat anakku, kamu telah berhasil. Dengan bijaksana, saya telah mengeluarkan kalian dari dungeon itu. Jangan lupa lotion-nya ya. Tambah obat penumbuh rambut.

Dadaah.

P.S Sebenarnya dungeon tadi adalah perwujudan hati kalian.

Love, Igor

Hening. "Perwujudan hati kita…?"

Yosuke langsung menjauh penuh horror. "M-MUNDUR KALIAN SEMUA! GUE NGGAK NYANGKA TERNYATA KALIAN BEGITU!"

"YUKIKO, KAMU PERNAH BILANG KAMU SUKA 'HARD GAY' KAN! JADI KAMU…!" Chie ikut histeris.

"Iya… T-TUNGGU! HARD GAY ITU NAMA PELAWAK TERKENAL, BUKAN GAY YANG ITU…!"

"KANJI AKU SELALU MERASA KAMU PUNYA JIWA GAY NAN MESUM!" Rise ikut-ikutan.

"B-B-BUKAN!"

"Tunggu… jangan-jangan…"Naoto menimpali. "Ini… tidak disiarkan di malam hari seperti biasanya, kan?"

Semua pucat pasi.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAARGH!"

X X X

A/N : NGGAK LUCU BANGET NI FANFIC

Maaf, kepanjangan lagi. Beneran maaf, guys. 'Hard Gay' memang seorang pelawak dari Jepang.

Fuh… MAAF KALI INI MESUMNYA FRONTAL BANGET SOALNYA SHIRAKAWA BOULEVARD SIH –ditimpuk-

MARIOSKAR-BAKSOSKAR-san : P4 needs SM too –dibunuh-

Shino-xXxXx-san : Adegan itu ya…Adegan jorok! Jadi ceritanya Tom sama Meg maen lumpur –digulung-

Shaneeta Chornicels-san : Karena…VARIETY IS LOVE! –kabur-

-The Letter-san : Thanks! ketawa Yukichon itu moe loh…-ngawur-

Ginryuumaru-san : Emang saya gila! Wahahahahaha

Siklomika-san : YESH NAORISE IS LOVEE! Temen sekelas anda ada yang begitu? Wow, kontak Rise ya nanti biar bikin grup Upilerz–gausah dipikirin, author emang sedeng-

KageNao-san : Ceritanya mengarah ke…KANAN! ATAU KIRI? *ditinju*

Onna Ran-san : Epic? Fic ini? Aduhh makasih!

Kurogane Koutetsu-san : You made me sound like a perverted old man-dilindes-Thx!

Fuuko96-san : Maunya sih gitu, tapi fic ini kan nggak normal!-ditendang-

Anastasia Keehl-san : Ya kan? Tau rasa tu Yosuke sering mencabuli ayam -dibakar-

Katy Starcatcher-san : Aww. Makasih!

Shiro Kurogane-san : Maafkan saya ya, Shiro Kurogane-san…anda jadi dimarahin-ditimpuk-

Iwanishi Nana-san : Iyaaan, jadi malu hhaha-digoreng-Tentang film? …silahkan isi sendiri sesuai selera wakaka-ditendang- Kalau shoujo-ai saya lumayan suka karena…apa ya. Kalau shounen-ai sih saya biasa aja, tapi karena konsep BL sudah merajarela di kalangan fans, sekalian aja deh. –ditonjok-

MelZzZ-san : Entah kenapa image Rise mengupil sangat menarik bagi saya-oeeekk-HDO itu parody HBO, nama channel TV hahahaha…

Tasyatazzu-san : Aww, thanks a whole bunch!

kyriell-san : Ayo, menggila di dunia gila yang penuh kegilaan bersama! –gila-

Shara Sherenia-san : Terimakasih Shara Sherenia-san! Sorry for the long wait lol. Yosuke agak bersemangat setelah disemangati, tapi kayaknya udah hopeless deh –dilempar headphone-

heylalaa-san : Wauu, terimakasih banyaaaakkk! Chie dan Rise memang paling nggak jelas XD.

Tetsuwa Shuuhei-san : Ratingnya sudah diganti kok mwahaha-dibacok- Naoto Justice? Setengahnya udah jadi, tapi saya bingung jadi syalalala-kabur-

BlazingFireAngelXXX-san : Teamnya Souji maksudnya Souji-Yuki atau Blue Team? Kan ada Teddie-Naoto juga…Thanks for the review.

LvNa-cHaN-san : Terimakasiih! Jangan salahkan Salary Dam menggila.-apaan sih ni orang- Oya? Emang di Mamotte Lollipop juga ada ya? Udah lama nggak baca komik itu. Kalau saya sih, idenya dapet pas lagi baca kamus jepang.

Shina Suzuki-san : Karena kalau Souji sama Naoto GAWAT beneran –asal ketik- Memang ecchi karena yaa namanya juga Shirakawa Boulevard-ngeles-Yosuke memang UKE, tapi sekali-kali bolehlaah variasi-dirajam-

MacTavish Van Den Bosch-san : Makasiih! Guling-gulingnya hati-hati ya, supaya tak terlindas orang…-dilindas-

Oh ya saya bikin poll baru lagi di profile saya. Kalau berkenan, silakan di-vote untuk meningkatkan kinerja penulisan saya –dibakar-

OMAKE!

Igor : Pertanyaan terakhir!

Semua : -gulp-

Igor : ANTARA CHIE-RISE DAN YOSUKE-KANJI, SIAPA YANG SEME SIAPA YANG UKE?

Rise : SUDAH JELAS AKU SEME!

Chie : HEI! AKU LEBIH TUA DARIMU!

Kanji : A… AKU UKE!

Yosuke : EMOH GUE SAMA ELO!

Teddie : Maksudnya apaan sih?

Yukiko & Naoto : -geleng-geleng-