Chibikyu : "Fanficnya fanficnya

Chibikyu : "Fanficnya fanficnya! Yak! Fanfic keduanya chibi siapa yang mau baca? Yak fanficnya fanficnya!-suara ala tukang minuman-"

Tukang angkot : "Dek-Dek! Fanficnya atu yak! –nyengir kuda-"

Chibikyu : -hening-

xxxxxx

DISCLAIMER : yang jelas bukan emak saya!-disambit pake sapu-. Punyanya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata.

-LOLICON LIGHT-

Light, pemuda tampan nan cerdas yang disukai oleh para wanita maupun (pria??) tidak disangka-sangka mempunyai suatu kelainan. Kelainan apakah itu?? Mari kita flashback kembali…

"Trilit trilit" handphone Light berbunyi saat Light sedang duduk di shinkansen. Dengan segera, Light mengambil handphonenya di saku celananya. Terpampang nama "L for Laurier" (jyaahh…-author kepleset kulit pisang- Laurier katanya! wkwkwkwk) di layar handphonenya. Dengan segera Light menjawab telepon dari L.

"Moshi-moshi" sapa Light

"Light, hari sabtu nanti kau tidak ada jadwal kuliah kan?" Tanya L dari sebrang telepon.

"Tidak. Ada apa?"

"Bisa kau temani aku ke toko buku?"

"Ya, baiklah."

"Hahaha…Arigatou na! Sabtu nanti, aku akan menjemput mu."

"Oh,oke." Putus Light. Light pun segera memasukkan handphonenya ke saku celananya. Tak lama kemudian Light pun turun di stasiun terakhir. Pulang menuju rumahnya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

(HARI SABTU)

"Tin tin" terdengar bunyi klakson mobil. Light yang sedang berada di kamarnya buru buru melihat kearah jendela. Ia melihat L turun dari mobilnya. Dengan segera Light turun ke bawah.

"Light… ada teman mu datang…" panggil Ibu Light.

"Aku tahu bu…" jawab Light seraya menuruni anak tangga.

"Kau mau kemana?" Tanya Ibu Light di dapur.

"Mau ke toko buku dengan L. Aku pergi bu…" pamit Light sambil nyelonong ke luar.

L sedang duduk di bangku taman sambil menyeruput susu kotak strawberrynya. Plus tampang imutnya XD. Tiba-tiba L berteriak… "Tidaakkk!! Gerhana matahari!! Watari!! Sekelilingku gelap!! Ini pasti gerhana matahari"

Watari yang melihat kejadian sebenarnya cuman bisa sweatdrop.

"Ahahahaha…Gerhana matahari katanya!" canda light sambil melepas tangannya dari mata L. ternyata light menutup kedua mata L dari belakang dengan tangannya.

"Cih! Ini tidak lucu Light! Naik 15" kata L

"Ha? 15? Apanya? Ah! Harga barang sekarang pada naek 15 ya?" Tanya Light dengan tampang polos.

"-sigh- Sudahlah, mubazir aku berkata begitu" kata L sambil berdiri dari bangkunya.

"Uappa?? Banjir?? Apartemenmu kebanjiran, L?" Tanya Light yang tiba2 jadi budek mendadak.

"-sweatdrop- Aku bilang MUBAZIR!! Bukan BANJIR!! Akh! Sudahlah! Lebih baik kita cepat berangkat. Ayo ke mobil (heran deh, kenapa hari ini Light jadi keliatan kaya orang dudul ya?)." kata L capek.

L dan Watari pun masuk ke dalam mobil, disusul oleh Light. Ketika Light akan masuk, dia kaget. Karena di sana udah ada 2 makhluk hidup piaraan L yang lagi cengar-cengir jahil kearah Light. Tak lain dan tak bukan adalah Mello & Matt.

"Mello?? Matt??" Tanya Light heran.

"Err…Light, maaf… si Mello pengen ngikut tuh… eh, nggak taunya, si Matt juga ngikut2… apa boleh buat kan?" Tanya L

"(-sigh- muncul lagi para penggangu) ya…sudahlah, terserah kau saja" jawab Light pasrah.

Light pun masuk ke dalam mobil. Ia tidak sadar kalau masih ada 1 orang lagi yang ngikut ama L. Seseorang itu duduk di samping Matt. Paling pojok dekat jendela. Jadi, posisi duduknya tuh : Light-Mello-Matt-??. 15 menit Light kagak sadar2 akan keberadaan orang tersebut. Sampai akhirnya, mobil L nikung tajam ke kanan. Saat itu juga…"Kyaaa…" orang tersebut teriak kesakitan karena terjempet sama badannya Matt. Saat itu juga, Light baru sadar kalau disana ada seorang gadis kecil,dengan rambut panjang se-pinggang agak ikal keperak-perakan,yang mengenakan baju baby-doll merah maroon,lengkap dengan sepatu model ballerina. Tanpa disadari, wajah Light merona. Karena gadis itu amat-amat-amatlah imuut.

"Light-san…kau kenapa? Kau demam ya? Mukamu tiba2 merah padam." Tanya Mello membuyarkan keterpesonaan Light akan gadis itu.

"A-aku tidak kenapa-napa…" jawab Light gelagapan.

"Ooohhh… Kau terpesona ya sama sepupuku yang dipojokkan itu y? hehehe…" Tanya L spontan sambil cengengesan.

"Eh? Sepupumu?" Tanya Light nggak percaya.

"Iya, kenalkan, dia Nera. Nera, kenalkan, dia teman ku, Yagami Light."

Kata L sambil nyengir jahil ke Light ama Nera. Matt yang kagak tahan ngeliat atmosfer malu-maluin-nya Light, buru-buru narik tangan Light ama Nera buat maksa kenalan.

"Li-Light Yagami (uwouh! tangannya halus…X3)" ucap Light malu-maluin sambil menjabat tangan Nera.

"Nera Revir… a, ano… bisa tolong lepaskan? Kau menjabat tanganku terlalu kencang…" pinta Nera dengan muka yang amat-amat manis.XD

"Ah…maaf…-blusing-" kata Light. Light udah nggak kuat lagi ngeliat muka imutnya Nera. Saking nggak kuatnya, Light balik arah menghadap jendela. Light memegang dadanya, merasakan jantungnya berdetak kencang. Lalu, gentian tangannya yang memegang pipinya.

'Apa tadi wajahku seperti kakek-kakek mesum? Mesum nggak sih?! Tenang Light, tenang… mungkin ini yang disebut-sebut sebagai romansa pria…(iyah apah?)' pikir Light dalem hati.

Akhirnya, setelah 1 jam perjalanan, mereka semua tiba di Paulownia Mall. Mereka langsung ke tempat tujuan. Yaitu, Gramedia!(emang ada Gramedia di Jepang?XD) Tapi, Mello&Matt nggak ikut ke Gramed, mereka lebih milih pergi ke Timezone. Jadi yang ke Gramed cuma Light, L dan Nera. L langsung ngacir ke dalam Gramed, nyari buku "Chiken Soup For Eat" (jyaah…kacau!XD). Sedangkan Light sama Nera? Mereka ditinggal kabur aja ama L. Mereka bingung, akhirnya Light membuka pembicaraan.

"Umm…Ner… Nera mau ikut L, apa mau ke tempat lain?" Tanya Light.

"Anoo…apa disini ada toko mainan?" Tanya Nera balik.

"Oh! Disini banyak toko mainan. Nera mau kesana?"

"Apa boleh?"

"Kita Tanya L aja…yuk!" ajak Light.

"Hai" jawab Nera singkat.

Akhirnya mereka mencari L. dan menemukan L di pojok bagian buku resep-resep masakan.

"Ah! L-niisan!" panggil Nera.

"Ah! Nera! Ada apa?" Tanya L yang matanya lagi sibuk nyari "Chiken Soup For Eat".

"Apa aku boleh ke toko mainan dengan Light-niisan?" Tanya Nera.

Serentak dengan pertanyaan Nera, buku yang dipegang L berjatuhan.

"ekh?? Dengan Light?" Tanya L heran.

"Hei… Hei… memangnya kenapa kalau dengan ku?" Tanya Light balik.

"Ya… tidak apa-apa sih… tapi… Nera! Kesini sebentar." Perintah L.

L membisikkan sesuatu kepada Nera. Light jadi penasaran, apa sih yang lagi mereka bisikkan?

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

"Near… apa kau masih ingat apa yang kita rencanakan?" Tanya L kepada Nera a.k.a Near.

"Hai, L-niisan. Aku harus berpura-pura menjadi sepupu perempuan niisan kan? Agar niisan bisa melihat tampang kecewanya Light saat ditolak oleh 'Nera'." Papar Near.

"Yuph! Kau memang adik-ku yang paling hebat!" puji L sambil ngelus-ngelus kepala Near.

"Ehehehe… arigatou nii-san…-blushing-. Demo… sejujurnya aku tak suka memakai pakaian dan wig ini. Ini membuatku badan ku gatal2." Cerita Near.

"Bersabarlah Near…kumohon…" pinta L melas.

"Ah aku memang tidak bisa menolak permintaan niisan… tapi, apa Niisan yakin, Light akan menyukai 'Nera'?"

"Yuph! Aku yakin sekali. Tapi, jangan lupa! Jangan sampai ketahuan ya…" L mengingatkan.

"Hai…" jawab Near singkat sambil memilin-milin rambutnya.

"Awh kau imut sekali…X3" puji L sambil memeluk Near. Wajah Near memerah. Near sangat senang dipuji atau diperlakukan seperti ini oleh L.

"Lebih baik, kita segera ke tempat Light, nanti dia curiga kepada kita, kalau kita terlalu lama meninggalkannya." Papar Near.

L dan Near pun kembali ke tempat Light. L mengijinkan Nera pergi bersama Light. Akhirnya, mereka berdua keluar dari Gramedia.

-bersambung-

Chibikyu : "Gimana?? Gimana?? Masih pada mau lanjutannya kagak?? Tokoh utama kali ini, LightXNear. Ada yang nggak suka?? Jadi sebenernya, Nera itu adalah Near!! Hehehe… ya sudah… ditunggu reviewnya ya!! Arigatou!! XD"

Near : "Ah… bilang aja kalo situ lagi stuck bikin fanfict… iya kan iya dong bener kan bener dong??-sambil bergaya ala Susi OB-"

Chibikyu : -mendemin Near ke tanah- "Sotoy luh! Nyasuw… gomen, klo ada kesamaan cerita/alur dalam fanfic ini… mohon maaf…"