Disclaimer : Takeshi Obata and Tsugumi Ohba. Sumpah ya! Saya ngerasa pusing baca Death Note! Bisa-bisanya om-om itu bikin cerita yang begono!! –dihajar sama empunya detnot-

XXX Lolicon Light chap. 6 XXX

Akhirnya, hari yang dijanjikan oleh L tiba juga. Hari dimana mereka semua akan pergi menginap di villa milik L.

"Near?? Sudah siap belum?" Tanya L dari balik pintu kamar Near.

"Iya…" jawab Near. Sebenarnya Near sangat enggan untuk pergi hari ini. Terlebih karena ia harus menjadi Nera untuk dua hari kedepan. Ya, mereka akan menginap dua hari disana.

"Kalau bukan karena L-niisan yang memaksa ku, aku benar-benar tidak mau pergi!" keluh Near dalam hati.

"Aku masuk ya Near…" pinta L sembari membuka pintu kamar Near.

"Aaaa!!! Near! Apa yang kau kenakan?!" L langsung berteriak kaget akan apa yang dilihatnya.

"Ng? Ini? Baju kan?" jawab Near malas sembari memegang baju putih yang dikenakannya.

"Iya aku tahu! Tapi kenapa kau berpakaian seperti laki-laki?"

"Ng? karena aku memang anak laki-laki kan?" jawab Near tanpa melihat L.

"Bukan itu maksudku! Kau harus berpakaian seperti anak perempuan! Kau harus menjadi Nera!!" ujar L yang langsung melepas paksa baju yang dipakai Near dan menggantinya dengan baju perempuan.

"…" Near tidak bisa berbuat apa-apa. Ia memang sengaja tidak memakai baju perempuan. Ia letih untuk mengenakan baju itu.

"Near? Ada apa? Kenapa kau tidak bersemangat begitu?" Tanya L yang sedang mengancingkan baju Near.

"Tidak ada apa-apa…" jawab Near datar.

"Oh… ayolah Near! Bersemangatlah… kita akan bersenang-senang disana! Kau pasti akan senang disana!" tukas L meyakinkan Near.

Near menatap tajam wajah L. "ya… yang akan bersenang-senang disana paling-paling juga niisan sendiri…" Near langsung mengabil kopernya dan pergi meninggalkan L yang kaget akan ucapan Near barusan.

"Near…" hanya kata itu yang bisa diucapkan L. L tidak tahu harus menjawab apa, karena sebenarnya ia tahu alasan Near tidak mau ikut.

OoOoOoOoOoOoOoOoOoO

sementara itu dirumah Light…

"Sayu… kau lihat koper ku tidak?" Tanya Light pada Sayu yang sedang membaca majalah di ruang tamu.

"Hnn?? Tidak. Coba Niichan tanya sama ibu…" jawab Sayu sambil terus membaca majalahnya.

"Ya sudahlah…" Light lalu pergi ke kamar ibunya untuk menanyakan kopernya.

"Bu, tahu tidak dimana koper ku?" Light bertanya sambil merogoh-rogoh bagian atas lemari pakaian ibunya.

"Oh… yang itu… tuh ada di bawah tempat tidur…" ibu Light menunjuk kearah bawah tempat tidur. Light langsung mencarinya. Dan akhirnya ia pun menemukan koper yang sedari tadi dicari-cari.

"Kau itu sebenarnya mau pergi kemana sih?" Tanya ibunya tiba-tiba.

"Mau menginap di villa nya L." Light masih sibuk membuka dan membersihkan kopernya yang sudah berdebu itu.

"Sama siapa aja?"

"Ya, seperti biasa bu.."

"Sayu tidak diajak?"

"Tidak. Tidak ada anak perempuan bu disana…"

"Oh… kapan pulang?"

"Cuman 2 hari kok bu… sudahlah bu, daritadi ibu terus saja bertanya…" kata Light yang sudah selesai membersihkan kopernya.

"Yasudah… hati-hati ya…"

Light pun keluar dari kamar ibunya. Ketika melewati ruang tamu, ia melihat Sayu yang sedari tadi masih saja membaca artikel dari majalah tadi dengan serius. Light penasaran. Ia pun langsung menghampiri Sayu.

"Baca apaan?" Light mengambil majalah yang sedang dibaca Sayu.

"Ah! Niichan! Jangan main ambil gitu dong!" protes Sayu.

"Apaan nih? 'Yaoi semakin merebak di dunia'?" baca Light pada artikel yang tadi dibaca Sayu.

"Yuph! Menarik loh! Ternyata banyak yang melakukannya ya!"

"Nggak masuk akal!" kata Light sambil terus membaca artikel tersebut.

"Yee… Niichan! Yaoi itu sesuatu yang luar biasa loh! Lebih keren daripada yang biasanya…" ucap Sayu semangat.

"Apanya yang luar biasa?" Tanya Light yang langsung menutup majalah yang dibacanya tadi.

"Lebih romantis!" ucap Sayu sok tahu.

"Maksudnya?" Light bingung.

"ummm… Niichan baca manga punya ku aja deh! Nih!" Sayu mengeluarkan manga kesayangannya dari bawah sofa yang tadi didudukinya.

"Kamu fujoshi ya?" wajah Light sedikit mengerut keheranan mengetahui adiknya menganut paham fujoshisme.

"Iya! Udah baca aja! Atau nggak, sini deh! Aku cariin bagian yang bagus!" Sayu langsung mencari halaman yang menurutnya bagus.

"Nih! Dengerin dan inget baik-baik ya Niichan! 'untuk sesuatu yang indah tidak mengenal jenis kelamin'" Sayu langsung menepuk punggung kakaknya itu.

"Hahahaha!! Apaan tuh! Macem-macem aja deh aliran yang kau anut itu. Sudahlah… konyol tau!" ketika Light ingin pergi, Sayu menahan Light.

"Niichan! Camkan ini baik-baik! Kalau niichan tiba-tiba jadi Yaoi gimana? Apa yang akan Niichan lakukan? Apa Niichan akan menerimanya? Ayo gimana?" Sayu tiba-tiba jadi serius terhadap Light.

"Ahahaha… nggak akan! Nggak mungkinlah… ya… kalau pun itu terjadi, mungkin aku akan konsultasi langsung padamu!" jawab Light asal.

"Hahaha… pasti akan terjadi deh! Firasat ku mengatakan begitu! Ehehehe…" Sayu sangat yakin akan firasatnya itu.

"Sok tau kamu!" Light kembali tertawa sambil memukul pelan kepala adiknya itu.

Light kembali ke kamarnya dan mempersiapkan semua bawaannya. Termasuk gashapon milik Nera. Setengah jam kemudian, mobil L sudah tiba di rumah Light. Tepat ketika Light sudah siap dengan bawaannya. Ia pun langsung turun.

"Niichan! Nih bawa manganya!" Sayu langsung menyodorkan manga yang tadi ditunjukkannya kearah Light.

"Ini? Junjou romantica? Enggak ah! Buat apaan bawa ginian? Dicap aneh iya sama si L!" tepat saat itu, L sudah ada di belakang Light.

"Aneh apanya Light? Oh! Hallo Sa-chan…" sapa L ramah pada Sayu.

"Hallo L-niisan! Ini lho... L-Niisan mau baca in---Aakkhh!!" belum selesai Sayu memamerkan manga kesayangannya, manga itu sudah direbut Light dan dilemparkannya jauh-jauh. Takut-takut kalau ketahuan L.

"Simpen baik-baik tuh! Jangan sampai ketahuan ibu! Aku berangkat!!" Light langsung mendorong L yang masih penasaran keluar dari rumahnya.

"Niichan jahattt!!! Awas ya kalau pulang nantiii!!!" teriak Sayu dari dalam rumah. Light cuman bisa tertawa menaggapinya. Mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil dan siap untuk berangkat.

OoOoOoOoOoOoOoOoOoO

Selama perjalanan ke villanya L, atmosfer di mobil benar-benar hening. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Mello dan Matt yang biasanya cerewet kaya Beo (aiko tantan a.k.a Beo, ini bukan dirimuuu! Ini hewan! Kau bukan hewan kan? –ditendang Beo-) malah diam seribu bahasa. Nera juga diam. Ya, memang biasanya Nera tidak banyak bicara. L juga. Biasanya, paling tidak ia mengobrol dengan Hiwatari. Tapi ini?? Heiii!! Ada apa ini? Disini yang terdengar hanya suara game yang dimainkan oleh Matt. Kesal dengan keadaan ini, Light berinisiatif mencairkan suasana.

"Hey, Matt… main game apa?" light mulai speak2 sok tau.

"Hn? Ini? Cooking Mama." Jawab Matt singkat.

"Lho? Ini bukannya untuk console Nds ya? Emang ada yang buat Pspnya?" Light mulai penasaran tentang game ini.

"Wah! L-niisan tau juga tentang game ya? Iya, emang Nds, tapi di tangan Matt ini, semua game bisa dipake di console apa aja! Ahahaha…" Matt ketawa sombong. Yang disebelahnya, Mello, langsung mengejek Matt.

"Masa' cowok main yang genrenya cewek gitu! Cupuuuu…." Ledek Mello.

"Eh! Seru tau! Biar bisa masak nih! Kan kalau bisa masak, yang enak juga kamu sendiri…" goda Matt yang langsung mengelus pipi Mello.

"Awwh… Matt…" dan! Terjadilah atmosfer romantis disekitar Light.

"Yaoi! Sayu benar! Yaoi ternyata exist di dunia ini!" batin Light takut.

"Ehm!" terdengar deheman dari Nera. Semua yang ada di bangku belakang minus L dan Hiwatari langsung menengok kearah Nera.

"Kenapa Ner? Mau main juga? Nih! Ku pinjemin deh!" goda Matt.

"Nggak!" Near menolak dengan tegas. Kelihatan banget kalau Near lagi bete. Light yang melihat tingkah laku Nera, sedikit khawatir.

"Nera lagi kesel ya Matt?" sikut Light ke Matt.

"Iya, dari tadi pagi tuh… kayaknya gara-gara L-niisan deh" bisik Matt.

"L? kenapa?" Light semakin penasaran.

"Nggak tahu…" Matt cuman bisa mengangkat bahunya. Pertanda ia memang tidak tahu.

"yasudahlah… mudah-mudahan aja moodnya Nera bisa berubah nanti…" ucap Light.

Near yang mendengar percakapan tadi hanya bisa menghela nafas panjang. Lalu ia melirik kearah Light. Kemudian tertunduk lesu.

Sedangkan L? ia terus memantau tingkah laku Near lewat kaca spion mobil. "jangan gunakan egomu Near… jangan rusak rencana ku ini…" batin L dalam hati…

-tsuzuku-

Huwaaa… akhirnya, saya kembali melanjutkan cerita ini… baru sadar pas baca review dari 'Yass' "ada lanjutannya nggak?" Ah! Iya! Kan belum tamat ya! –dilempar tomat-

Cho-chan juga! Untung die nyuruh2 buat ngapdet ginian…kan mau buat rated M nya ya? Jadi kudu ditamatin dulu!

Ada yang tau junjou romantica? Kata2 itu emang nggak ada di manganya sih… aslinya mah dari 'sweet god'. Tapi, komik junjou romantica emang ada kok! Bagus lho! Ehehe…

Untuk semua reviewers… arigatou gozaimasu… udah mau terus baca cerita ini… saya sangat senang! XD

Dan gomen… bener2 hiatus… lama ngapdetnya… mohon dimaafkan… hehe…

Ayoo!!! Di review lagiii!! 1 review dari kalian bisa bikin author jadi semangat! Arigatouuu…