Ohayou/Konnichiwa/Konbanwa!!

Huah, terserah mau bilang apa, ini fict untuk muasin napsu gue ama Eyeshield 21 en pairing HiruSena nepsong yang maknyos ini. Walopun di fict ini ntar bakal ada pairing-pairing laen. Oh iya, Saiia ngetiknya gantian sama Matthew si-psikopat-tukang-ngekor-gue-asal-ke-warnet.

Sebelumnya, kami minta maap tentang Sleeping Sound of Snow, ceritanya agak kacau, ya? Kami usahakan perbaikin, deh. Tunggu aja, ya!

Maap kalo fict-nya gak jelas, soalnya ini kali pertama kami buat fict Eyeshield 21

Enjoy! (bagi kalian penyuka yaoi HiruSena)

Rate T

Genre Romance/Drama

Disclaimer Riichirou Inagaki, Yuusuke Murata

Pairing Hiru/Sena Akaba/Sena Riku/Sena Shin/Sena

OwO MELTING HEARTS OwO

Chapter One, Hiruma Yoichi

Musim salju, Desember.

Sena baru saja keluar dari kamarnya, saat kepala pelayan, Mamori Anezaki, berlari tergesa-gesa mendatanginya dengan wajah panik. Sena masih memakai piyamanya.

"Sena-sama! Sena-sama! Ada pesan dari Kobayakawa-sama!!" Sahut Mamori dengan suara keras.

"Eh? Kenapa, Mamori-san?" Sena menyipitkan matanya sambl menatap Mamori.

"Ka… kata Raja Kobayakawa… Sena-sama akan dijodohkan!!" Sambung Mamori dengan wajah makin panik.

"Ngg…?" Sena mengecek telinganya.

"Sena-sama akan dijodohkan!!" Teriak Mamori lagi.

"APA?!" Sena membelalak kaget

"Sena-sama, pelankan suaramu. Nanti disangka aku memukulimu," kata Mamori sambil memelankan suaranya, walaupun tidak menghapus raut panik di wajahnya.

"Ke-kenapa tiba-tiba sekali?! Ayah tidak bilang mau menjodohkan! Umurku baru lima belas, Anezaki-san, LIMA BELAS!!" Teriak Sena.

"Itulah makanya, aku tidak tahu kenapa, Sena-sama. Bahkan Kobayakawa-sama tidak mau bilang alasannya padaku…"

"Sudahlah! Aku mau mandi. Mamori-san boleh kembali sekarang." Sena masuk ke kamarnya lagi dan mengambil handuk untuk mandi.

"Maaf mengganggu, Sena-sama." Mamori beranjak pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

OwO

Kerajaan Kobayakawa adalah kerajaan kedua terbesar di daerah Chiristmas Bowl (A/N : Ngaco! XD) setelah Kerajaan Hiruma dan Kerajaan Seijurou. Selanjutnya, ada Kerajaan Kaitani dan Kerajaan Akaba yang sederajat.

Kerajaan Kobayakawa terletak tepat di tengah-tengah Kerajaan Hiruma, Kerajaan Seijurou, Kerajaan Kaitani, dan Kerajaan Akaba.

Memang, Kerajaan Kobayakawa memiliki potensi besar di kawasan itu. Tetapi, itu tergantung akan Putra Mahkotanya juga. Dan sekarang, Raja Kobayakawa punya seorang putra tunggal yang lemah dan tidak punya bakat sama sekali kecuali berlari kencang, Kobayakawa Sena.

Raja mempertimbangkan dalam pikirannya, apa yang terjadi apabila Kerajaan Kobayakawa akan dipimpin oleh raja yang todak berbakat seperti Sena. Bukannya Taja tidak mau melatih Sena, malah sangat sering. Tapi, tubuh Sena yang gampang pingsan tidak mendukung berlangsungnya latihan. Kadang Sena jatuh pingsan saat berlatih, atau sakit tba-tiba. Yang jelas, kesehatan Sena sangat buruk.

Akhirnya, Raja mambuat suatu keputusan yang LUMAYAN bagus. Dengan menjodohkan Sena dengan salah satu diantara Putra Mahkota Kerajaan Hiruma, Kerajaan Seijurou, Kerajaan Kaitani, dan Kerajaan Akaba, dia yakin pasti kerajaan gabungan itu akan berkembang dengan pesat.

Akhirnya, keputusan dibuat. Sena harus memilih MENIKAH dengan salah satu dari empat putra-putra mahkota itu.

Tampaknya Raja tidak mengerti akan perasaan Sena yang akan MENIKAH di usia yang belum mencapai enam belas tahun.

OwO

"Sena, selamat pagi," sapa Raja Kobayakawa saat Sena hampir sampai di ujung tangga menuju ruang makan.

"Pagi, Ayah…" Balas Sena sambil menarik kursi, dan duduk di sebelah Raja. Lalu dia mulai makan.

"Oh iya, Sena, apa Anezaki sudah memeberitahumu tentang perjodohan itu?" Tanya Raja tiba-tiba.

"UHUK! UHUK! UHUK!! Su-sudah, Ayah…"

"Hm, begitu. Baiklah, sebaiknya kau percepat habiskan sarapanmu dan bersiap-siap, karena mereka akan datang kira-kira satu jam lagi." Ujar Raja Kobayakawa sambil mengelap mulutnya dengan serbet. Dia sudah selesai makan.

"APA?!" Teriak Sena. Raja Kobayakawa menjatuhkan serbetnya karena kaget.

"Mereka akan datag sebentar lagi, Kobayakawa Sena." Tegas Raja.

"Ba-baik, Ayah…" Sena menunduk segan.

"Tap, siapa-siapa saja yang akan dijodohkan denganku? Seingatku keempat kerajaan itu mempunyai putra mahkota tunggal…" Tanya Sena.

"Oh, kau belum tahu, ya? Biar Ayah beritahu. Dari Kerajaan Hiruma, Hiruma Yoichi, dari Kerajaan Seijurou, Seijurou Shin. Dari kerajaan Kaitani, Kaitani Riku, dan dar Kerajaan Akaba, Akaba Hayato." Jelas Raja. Sena makin terperangah.

"A-apa?! Riku-chan juga?!" Sena berdiri saat mendengar nama teman masa kecilnya itu.

"Ya. Dan Kerajaan Kaitani-lah yang peling antusias dengan keputusanku untuk mengadakan perjodohan ini. Katanya Pangeran Riku antusias sekali, sampai-sampai tidak mau makan saat Raja Kaitani membatalkan perjodohanmu dengannya… Mungkin dia suka padamu, Sena." Ujar Raja Kobayakawa lagi.

"Itu sih, namanya bukan mungkin lagi, tapi pasti!" Batin Sena.

"Sena, cepat habiskan makananmu! Satu jam lagi mereka datang!" Senggak Raja marah. Sena langsung makan dengan kecepatan tinggi.

OwO

"Kobayakawa-sama! Hiruma-sama sudah datang!!" Lapor Mamori lima belas menit setelah Sena selesai sarapan.

"Wah, cepat sekali dia datang. Padahal pertemuannya dimulai baru empat puluh lima menit lagi…" Gumam Raja.

"Ya-yang akan masuk ini… na-namanya Hiruma-san, ya, Ayah…?" Tanya Sena pelan.

"Ya," jawab Raja singkat.

Seorang laki-laki berambut pirang masuk dari pintu istana. Udara di sekitarnya—yang tadinya kabut salju keputihan—berubah warna menjadi kehitaman. Hal yang pertama kali diperhatikan Sena, dan meb-mbuatnya merinding, adalah giginya. Runcing. Dan mata itu… menembus masuk ke dalam mata Sena saat tatapan mereka bertabrakan. Rambut pirangnya dijigrak ke atas, dengan sedikit poni yang disisakan di sebelah kiri dahinya. Di tangannya bertengger manis senjata AK-47. Seringainya terkembang saat melihat Sena ketakutan. Dia berjalan mendatangi Sena.

"Sa-sa-sa-sa-salam kenal, Hi-Hiruma-san. Mohon bantua—"

Sebelum Sena sempat berbicara, laki-laki bernama Hiruma itu memegang bahunya, menunduk, dan kemudian menciumnya penuh di bibir. Sena tidak membuat reaksi apa-apa, baik mendorong maupun membalas ciumannya. Hanya beku di tempat. Terlalu shock untuk melakukan gerakan.

Hiruma melepaskan ciumannya, kemudian berjalan ke tempat duduk yang sudah disiapkan untuk para putra mahkota. Lalu dengan santainya berkata :

"Kekeke, itu salam perkenalan dariku, Pangeran Manja Sialan. Aku tidak berharap kau akan memilihku, kok."

Sena masih beku di tempat, tidak berani melihat ke belakang.

Yang dipikirkan Sena dalam otaknya adalah :

Kenapa Hiruma menciumnya di saat mereka pertama kali bertemu.

To Be Continued

Huah, capek.

Halo, aku Matthew, pacarnya author nggak jelas ini.

(Cherrie : Mati aja lo, Matthew!)

Ternyata HiruSena tuh seru ya. Enak dijadiin penghlang stres. Walaupun sebenarnya aku ketularan virus dari Cherrie…

Kami nunggu review bagi yang mau review!! XDDD

Makin banyak review, makin banyak adegan seru!! XD

See you at the next chapteeeeer!!! (kabur dikejar Cherrie yang bawa-bawa cambuk tebal)