Oniichan

Chap 1

=_="

Beo kembalii!!

Muahahahahhaha!! xDDDD

Aduu..senangnya dapet ide baru.. :D

Ni ide Beo dapetin abis baca ffic orang.. lupa tapi namanya sapa.. judulnya apa lagi.. *_*

Jadi, Beo juga mao bikin.. xDDDD

Beo lagi males banyak bacot… magh kronisnya lagi kambuh soalnya.. =_=

Ok..

Here we goo~~

======== =_=" ===========

Disclaimer : Naruto.. punyanyaaa… sapa, sih ? Beo lupa ?? punya Beo, ya ? *digampar

Warning : Yaoi, OOC. :3

Rated : T.. seiring berjalannya chappi, ntar bakalan berubah jadi M..

Genre : Comedy, Romance, Drama.

Summary : Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke adalah 2 orang kaka beradik yang berbeda ayah dan berbeda ibu.. Kini mereka tinggal dengan orangtua tirinya, sang ayah, Namikaze Minato, dan sang ibu, Uchiha Mikoto.

Sasuke : 17 tahun

Naruto : 15 tahun

======= =_=" =============

Disebuah pagi yang cukup cerah, matahari menyinari indahnya dunia, dan burung-burung bernyanyi oleh datangnya pagi.

"ONIICHAANN !! BANGUUNN!!" teriak seorang pemuda berambut pirang, berkulit kecoklatan, mempunyai 3 pasang garis di pipi kanan dan kiri, bermata bulat, berwarna biru laut, dan bertubuh mungil.

"Hn.." balas sang kakak sambil membuka pintunya. sang kakak berambut jabrik—seperti pantat ayam berwarna hitam, berkulit putih pucat, bermata hitam kelam, dan bertubuh lumayan berisi.

"Gh.. hentikan kebiasaaan 'Hn' mu itu ! menyebalkan, tau !!" teriak sang adik.

"Hn.. terserah,lah Dobe." Ucap sang kakak sambil berjalan melewati adiknya.

"Argh !! TEMEE !" teriak sang adik frustasi sambil mengejar kakaknya.

Merekapun sampai di ruang makan, dimana kedua orang tua mereka sudah menunggu dengan manis disitu.

"Ohayou, Naruto.. Sasuke.." sapa seorang perempuan berambut panjang berwarna hitam, dan rupanya mirip dengan kakaknya—tapi tentu saja tubuh si perempuan tidak kekar.

"Okaasan.. ohayou." Ucap si kakak singkat.

"Okaasan ! Otousan !! marahin Oniichan, deh ! masa tadi aku bangunin, tapi dia Cuma jawab 'Hn' doaang !!!!" teriak si adik.

"Aduh.. Naruto.. itu, kan udah ciri khas kakamu.." ucap pria berambut pirang gondrong sambil mengelus kepala Naruto—sang adik.

"Tapi..tapi, kaann !!!" ucap Naruto.

"Hh.. bisa ga kamu diem, dobe ? kepalaku sakit denger teriakan mu.." ucap Sasuke singkat.

"Tuh !! denger, tuh ! ITUKAH KELAKUAN SEORANG KAKAK KEPADA ADIKNYAA ???" teriak Naruto pada Sasuke.

Sang ayah dan ibu hanya bisa tertawa lembut melihat kelakuan kedua anaknya.

"Hh.. berisik, dobe !!" ucap sang kakak.

"TEMEE !!" sang adik teriak sejadi-jadinya.

Ok.. itulah pemandangan sehari-hari yang bisa kita lihat di kediaman Namikaze. Namikaze Minato adalah seorang pria—atau bisa kita katakan Duda keren yang menduda setelah istrinya, Kushina meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ia menikah kembali dengan Uchiha Mikoto, seorang janda yang telah diceraikan oleh Uchiha Fugaku. Masing-masing dari mereka membawa seorang anak. Minato membawa Naruto, dan Mikoto membawa Sasuke.

Meskipun mempunyai sifat yang sangat berbeda, Naruto dan Sasuke telah menjadi saudara yang akrab, mereka sudah terlihat seperti kakak-adik kandung.

"Sasuke, hari ini Otousan ada kerjaan di Hawaii, dan Okaasan menemani, jadi, tolong kamu jaga adik kamu, yah.." ucap Minato.

"Hn ? J..jadi aku Cuma berdua ama si Dobe itu?!" ucap Sasuke tak percaya.

"Maaf, ya sayang.. kamu jaga, ya.. adikmu itu.." ucap Mikoto sambil mengelus kepala Sasuke.

"Hn.." ucap Sasuke singkat.

"Eeeh ?? Otousan ama Okaasan mau ke Hawaaii ???" ucap Naruto kaget

"Iya,sayang.. maaf, yaa.. kita ga bakal lama, ko.. minggu depan pulang" ucap Minato sambil mengelus kepala kuning Naruto.

"Uuh.. jadi aku Cuma berdua dengan kakak sial ini ??" teriak Naruto lagi.

"Hn.. keberatan kamu ?" ucap Sasuke dengan nada menyebalkannya.

"Uh.. enggak, sih.." balas Naruto.

"Nah.. kalo gitu, ibu dan ayah pergi dulu, yoo!!!" teriak Minato dan Mikoto sambil berjalan keluar rumah.

"Hn !! hati-hati, yaa !! Okaasan ! Otousaan !!" teriak Naruto sambil melambaikan tangannya.

"Iya ! dadaahh!!" teriak duo M itu sambil melambaikan tangann mereka.

========== (-_-") ==========

"Oniichan.. hari ini ga kemana-mana ?" Tanya Naruto sambil menggaet lengan Sasuke.

"Hh.. lepaskan aku, Dobe ! ga.. ga kemana-mana.. ngapa ?" ucap Sasuke sambil mengibas-ngibaskan lengannya.

"Hmm.. kalo gitu, Oniichan jaga rumah, ya ? aku hari ini mau pergi sama hinata-chan !" ucap Naruto semangat.

"Hinata-chan ? sapa, tuh ?" Tanya Sasuke dengan muka bingung.

"Hihhi.. gebetan aku, kak !" ucap Naruto. Mukanya memerah.

"…Ga boleh." Ucap Sasuke singkat.

"Lha ? ngapa ??" ucap Naruto sambil melepaskan lengan Sasuke.

"Kubilang ga boleh, ya ga boleh !" ulang Sasuke singkat.

"kan itu privasi aku ! suka-suka aku, dong !" ucap Naruto sambil menggembungkan pipinya.

Sasuke tidak menggubris kata-kata Naruto dan berjalan ke dapur.

"Niichan ! tunggu dulu !" ucap Naruto sambil menarik baju Sasuke.

Sasuke yang kaget karena ditarik tiba-tiba, langsung kehilangan keseimbangannya, dan..

'GUBRAAKK' mereka berduapun jatuh.

"Itttaaii… baka Dobe ! kenapa nari—" Sasuke yang baru membuka matanya tercengang saat ia sadar, ia menimpa Naruto, dan mukanya tinggal beberapa senti lagi dari muka Naruto. Sekitar.. 5.67 Cm, lah.

"Aah.. gomen, Niichan.." ucap Naruto yang matanya masih terpejam, merasakan sakit punggungnya yang berciuman dengan lantai keras bin dingin.

Entah kenapa, muka Sasuke memerah, baru kali ini ia melihat dengan dekat muka Naruto.

"Na..ruto.." ucap Sasuke pelan

"Hn ? kenapa, niichan ?" ucap Naruto yang baru membuka matanya. Bola mata biru itu menatap lurus bola mata hitam Sasuke.

"B..BAAKA ! gara-gara kamu tarik, kita jadi jatuh, kan !" teriak Sasuke sambil berdiri dengan cepat, dan membalikkan badannya untuk menutupi mukanya yang memerah itu.

"A.. gomen.. abisan tadi niichan ga mau dengerin aku dulu.." ucap Naruto sambil berusaha untuk berdiri

"Uh ! ya.. yaudah kalo kamu mao pergi, sana pergi !" ucap Sasuke sambil ngibrit ke kamarnya.

"Eh ? Nii..chan..?" ucap Naruto bingung

============ (=_=") ========

Sasuke POV

============ (=_=") ========

Aku berlari ke kamarku sekuat tenaga. Aku berusaha untuk tidak memperlihatkan mukaku yang memerah ini kepada Naruto.

'aku bodoh ! bodoh ! BODOH !! sadar, Sasuke ! Naruto itu cowook !! adekmu, pula !!' batin Sasuke.

Akupun masuk ke kamarku, membanting pintunya dengan cukup keras, dan menyambar bantal untuk menutupi mukaku.

Kudengar pintu kamarku diketuk. Dan aku sudah tahu siapa yang mengetuknya.

"Apa ?" tanyaku singkat tanpa membuka pintunya.

"Ni..niichan marah kalo hari ini aku keluar ? ka..kalo iya, aku ga jadi aja.." ucap Naruto dibalik sana. Bisa kudengar, suaranya bergetar.

"Enggak. Sana pergi." Ucapku singkat.

"Tuh, kan marah" ucap Naruto lagi.

"Kubilang.. aku ga—" aku membuka pintu kamarku dengan kasar, dan aku melihat Naruto, dengan mata yang berkaca-kaca.

"Ka..mu na…ngis ?" ucapku kaget.

"A..abis.. aku baru kali ini liat Niichan marah.. a..aku..aku.." ucap Naruto sambil meneteskan air dari mata biru indahnya.

"Eeh ?? bu.. bukan maksudku buat marain kamu.." ucapku panik. Sudah lama aku tidak melihat orang menangis. Terakhir kulihat, 3 tahun yang lalu. Ibuku menangis karna diceraikan ayah.

"Hiks.. uuh.." Naruto berusaha untuk menghapus air matanya dengan punggung tangannya.

Entah.. aku jadi enggak tega melihatnya menangis, dan tanpa sadar, aku memegang tangannya yang tadi ia pakai untuk menghapus air matanya, lalu aku menjilat air mata Naruto. Rasanya Asin.. tapi enak..

"E..eh ?" bisa kulihat, muka Naruto sangat kaget.

Kupeluk makhluk mungil itu dengan erat. Masa bodoh dia mau cengok kaya apaan juga.

"Maaf.." bisikku di telinganya.

Kulepaskan pelukanku, dan kulihat muka Naruto memerah seperti buah kesukaanku, tomat.

"Ni..nichaa..nn" ucapnya terbata-bata.

"Hn ?" ucapku santai

"A..e.. GYAAAA!!!" tiba-tiba ia teriak dengan sangat keras, bisa kulihat ada asap keluar dari ujung kepalanya. Naruto langsung ngibrit ke kamarnya, dan membanting pintunya dengan keras. Aku yang melihat kejadian itu Cuma bisa tertawa.

======== (=_=) =========

End of Sasuke POV

======== (=_=) =========

Setelah puas menertawai Naruto, Sasuke kembali masuk ke kamarnya, mengambil ipod nanonya, mendengarkan musik yang ia sukai, dan merebahkan dirinya di kasur.

Sasuke masih terus mengingat-ingat wajah Naruto tadi, sekilas, wajah Sasuke bersemu merah.

"Dasar dobe.." ucap Sasuke perlahan sambil memejamkan matanya.

----------------------- (-_-") -----------------------

"Niichan !! aku jalan, yaa??" teriak Naruto dari balik kamar Sasuke.

"Huh ? kamu jadi pergi ?" Tanya Sasuke sambil membuka pintu kamarnya.

"Iya.. kenapa ?" Tanya Naruto lagi.

"Hnn.. kukira ga jadi." Ucap Sasuke.

"Ah.. sudahlah.. aku pergi, ya ! dadah, Niichan !" teriak Naruto sambil melangkahkan kakinya ke pintu.

Sasuke yang melihat kalau Naruto jadi pergi, berencana untuk mengikuti Naruto, ia segera bersiap-siap, dan langsung keluar mengikuti Naruto.

=================== (-_-") =============

"Hinata-chaan !!!" teriak Naruto sambil menghampiri perempuan berambut biru tua panjang, bermata lavender tak berpupil, memakai baju terusan berwarna ungu, dan sedang duduk di bangku taman.

"Ah.. N..Naruto-kun" ucap perempuan bernama Hinata tersebut. Mukanya memerah setelah melihat Naruto menghampirinya.

Tanpa mereka sadari, Sasuke mengintip dan mengikuti mereka dari jarak 4 meter.

"Hn.. jadi itu yang namanya Hinata ? gantengan juga gua.." ucap Sasuke pelan.

Naruto dan Hinata sempat mengobrol sebentar, tertawa bersama, dan akhirnya beranjak meninggalkan tempat tersebut.

"Ah.. mereka pergi.. ikutin lagi!" ucap Sasuke sambil terus mengikuti Naruto dan Hinata.

Sasuke mengikuti mereka.. dari taman, ke Cafe, terus ke toko hewan, dan terakhir, menganter Hinata pulang kerumahnya.

Sasuke terus mengikuti mereka tanpa lelah. Dasar stalker.

"N..Naruto-kun.. m.. makasih udah nganter aku.." ucap Hinata malu-malu.

"Gapaapa, hinata.. aku seneng, ko.." ucap Naruto sambil nyengir seperti biasa.

"N..Naruto-kun.. aku.. m..masuk dulu, y..ya.." ucap Hinata sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah.

"Ah.. Hinata-chan!" ucap Naruto sambil menggenggam tangan Hinata.

"A..N..Naruto-kun ?!" muka Hinata kembali memerah.

"A..Hi..Hinata-chan ! i… ak.. aa.. aku suka padamu.." ucap Naruto. Mukanya memerah.

JEGEEEERRR!!!!!!!!!!

Petiir menyambar-nyambar di belakang Sasuke. Sasuke langsung shock melihat Naruto menyatakan cintanya ke Hinata.

"N..Naruto-kun.. a..aku juga.." ucap Hinata menunduk.. malu-malu tapi mau.

"EEH ?? bener ?? YATTA !!" teriak Narutp senang sambil memeluk Hinata.

Kembali, petir menyambar-nyambar Sasuke. Sasuke membatu, terlihat retakan-retakan di kepalanya.

Puncak keretakan Sasuke adalah…..

"H..Hinata-chan…"

"N..Naruto-kun"

Naruto mendekatkan bibirnya ke bibir Hinata, menekannya dengan lembut.

Seketika, Sasuke berubah Jadi abu yang langsung ditiup angin.

========================== (=_=") ============

Naruto berjalan pulang ke rumahnya dengan wajah yang berseri-seri. Sungguh ia senang bisa berpacaran dengan Hyuuga Hinata, cewek manis yang pemalu, tajir, pintar pula.

"Niichan ! aku pulang !!!" teriak Naruto senang.

"Hn" ucap Sasuke singkat sambil memperhatikan Naruto dari ujung kaki sampe unuju rambut.

"K..kenapa?" ucap Naruto.

Tatapan Sasuke berhenti di bibir pink Naruto.

"N..niichan ??"

Sasuke langsung menarik tangan Naruto dengan kasar ke kamarnya, mengunci kamarnya, dan mendorong Naruto ke kasurnya.

"N..Niichan ! kenaapa ?" ucap Naruto kaget.

"Asik, ya.. Naru ? ciuman sama cewek, hn ?" ucap Sasuke sambil menekan bibir Naruto dengan jempolnya.

"G..gimana niichan tau ? Niichan ngikutin aku ??" ucap Naruto kaget.

Sasuke Cuma menyeringai menyebalkan.

"Menurutmu ?" ucap Sasuke lagi, lalu mendekatkat wajahnya ke wajah Naruto.

"Ni..niichan ! le..lepas… Niichan ! niichan kenaapa, sih ?!" teriak Naruto sambil mendorong Sasuke.

Nihil. Tenaga Sasuke lebih kuat dari Naruto. Dorongan Naruto tidak berarti apa-apa buat Sasuke.

"Enak, ya Naru ? hm ?" bisik Sasuke di telinga Naruto

"Niichan ! hentikan !! errh !!" Naruto masih berusaha untuk mendorong Sasuke.

Sasuke mundur sedikit, Naruto bernafas lega seetelah melihat Sasuke memundurkan badannya.

Melihat muka lega Naruto, Sasuke kembali menyeringai, dan menyerang bibir Naruto.

Menyadari hal itu, mata Naruto melebar, lalu berusaha untuk melepaskan bibirnya dari bibir Sasuke.

Sasuke semakin melumat bibir Naruto dengan kasar, menggigit bibir Naruto yang bisa membuat mulut Naruto terbuka. Lalu lidah Sasuke dengan sigap masuk kedalam mulut hangat Naruto. Menjelajahi mulut adiknya itu, dan menyapu langit-langit mulut Naruto.

"Mnnh.. N..Niichnn.." erang Naruto di sela-sela ciuman mereka.

Sasuke melepas ciumannya. Terlihat Saliva Naruto masih menetes di bibir Naruto, dan lagi, Sasuke menjilat Saliva tersebut sampai habis.

"N..Niichan..?" ucap Naruto sambil memegangi bibirnya.

"……….." Sasukepun terdiam.

----------------- (=_=")

Chap 1-END

----------------- (=_=")

……………………….

Plis.. jangan flame Beo gara-gara Beo masukin Naruto ama Hinata kissing..

Abisan Beo uda ga ad aide lagi.. itu satu-satunya ide yang keluar dari otak Beo.. jadi.. maaf.. maaf.. dan PLIS ! JANGAN FLAME BEO !

Kalo tetep ngeflame, berarti, kalian kepengen kalo Beo ngehiatusin semua karya Beo gara-gara Beo mao nyoba buat bunu diri.. =_=

*ok.. lebai..

TAPI ! TAPI !! TENANG SODARA-SODARA !!

NaruHina nya Cuma ampe sini doang !!

MUAHAHAHAHAHAAHAH!!!

Saia tuh TEGA AMA HINATA !

Bodo amat ama dia ! jadi ntar dia mao Beo buang ke TPA TERDEKAT !!

WAHAAHAHAHAHHAHHH!!!!!

xDDDDDDDDDDDDD

ok…

Jadi..

Review, please ?

Masih bersedia buat review Beo ??

Please ?