Author's Notes:

-Mengandung Boy Love aka Shounen-ai

-Pairing NejiGaara, ItaDei, SasuNaru, ShikaTema dan sedikit ItaNeji

-Chara bashing dan OOC hanya sebagai humor, tidak ada maksud terselubung. Bagi fans-fans semua karakter yang saia bashing dan OOC-in, plis jangan bunuh saia

-Komentar, kritikan dan saran yang membangun sangat dinantikan

-Happy Reading

Summary:

Chap 4. Neji Hyuuga yang dulunya uke Itachi Uchiha, sekarang naik derajat, nyoba peruntungan diri buat jadi seme Sabaku no Gaara, cowok super kul yang dia taksir habis-habisan. Gimana suka-duka perjuangan Neji untuk menarik hati calon uke-nya itu?

XxXxX

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO SENSEI

MENDADAK SEME © LOVELY LUCIFER

XxXxX

Bagaikan disambar petir di siang hari, di saat cuaca cerah dan tanpa awan mendung. Kedua tangan Neji gemetaran memegang selembar kertas berwarna merah bata berles hitam, dengan logo Sunagakure dan simbol 'Ai' di tengah, serta seekor capung nemplok dengan sangat tidak maching di atas logonya.

You are invited

In Sabaku no Gaara and Shino Aburame Great Party

Marry Ceremonial

July, 19th at 08.00 PM

Perlu dua menit penuh agar mata mengirim sinyal ke otak. Dan teriakan cempreng khas Uke dirape menggegerkan Hyuuga Mansion, menggeser bangunan kayu itu dua senti dari pondasinya.

"Tousan, Kaasan, huaaah..."

Lalu Neji nyusruk dengan pose tak beradab dan tak bermoral di kaki Hizashi yang sedang nonton adegan yaoi 'Noah dan Luke' di youtube.

"Ada apa?" tanya bokap tanpa melirik sedikitpun dari view NuKe yang hotnya minta digamparin.

"Aku patah hati, huaaah..." rengek Neji sambil memukul-mukul undangan yang dia pegang ke lantai. Benda tak bersalah itu diusel-usel, ditepok-tepok, diinjak, bahkan nyaris dipipisinya jikalau si bokap tidak menampol kepalanya dengan sandal jepit merk Swallow agar si anak satu-satunya sadar dari dunia autisnya.

"Patah hati bagaimana?" tanya Hizashi tak mengerti. Kebiasaan anaknya banget itu, kalau sedang ngambek, ngomong tidak jelas dan lebih banyak menggunakan bahasa planet ala penghuni bonbin. Bokap mana paham bahasa begituan.

Neji nyusut-nyusut ingus, "Pacarku..." lalu dia ingat kalau dia dan pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, belum pacaran, maka dari pada menyebar fitnah yang lebih kejam dari pada ciuman, Neji mengamandemen kalimatnya, "maksudku, cowok gebetanku, si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, mau kawin, huaaaa, Tousaaan..."

Bokap manggut-manggut, berjengit sedikit ketika Noah dan Luke bergerak makin panas, bikin celana jadi sempit dan gerah.

"Ya sudah, biarkan saja, masih banyak ikan di laut, nak." kata beliau enteng, agak tak rela ketika harus berpaling dari layar laptop untuk memandang Neji dengan tatapan (yang Bokap anggap) menunjukkan rasa prihatin yang mendalam. Anaknya hanya mengidap cinta monyet, seperti dia dikala muda dulu yang mengejar-ngejar Minato. Ah jangan bilang siapa-siapa, ini salah satu catatan kelam Klan Hyuuga. Toh tak lama, Hizashi sadar kalau rasengan di pantat sangat sakit dan homo itu dosa.

Si anak yang tadi nangis beler langsung memasang tampang shock dan terhina begitu Bokap selesai bicara, "Tousan, aku naksir pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara. Bukan Kisame si ikan hiu jelek,"

Hizashi cengo, menggaruk pantatnya yang tak gatal, "Tousan tidak bilang kau naksir Kisame."

"Bohong, tadi Tousan bilang masih banyak ikan di laut," sangkal Neji sambil menggeleng kuat-kuat, membuat rambut cokelatnya berkibar layaknya iklan shampoo kecantikan.

Bokap tambah cengo. Bayangan Minato si cinta pertamanya sudah pudar dimakan waktu. Itu aib yang sudah berlalu. Tapi ternyata, punya anak ganteng tapi bego, benar-benar aib yang lebih baru.

XxXxX

"Nak, ini sudah waktunya makan malam. Ayo keluar dan isi perutmu dulu. Baru ngambeknya dilanjutkan lagi," Bokap berkata pelan pada pintu sambil menggedor-gedornya. Oke, Hizashi bukan sudah hilang akal dan menganggap pintu oak bercat putih itu sebagai puteranya. Tapi memang karena Neji telah mengurung diri di kamarnya seharian setelah sang bokap tak sengaja menampol kepala anaknya setelah insiden 'Masih banyak ikan di laut'

"Neji... Kalau pintunya tak kaubuka dalam hitungan ketiga, maka..."

Terdengar kasak-kusuk dari dalam, tak lama sebelah mata lavender mengintip dari celah pintu, "Maka apa? Tousan mau menghancurkan pintu?" tanya Neji, entah mengapa suaranya terdengar penuh harap dan bersemangat.

"Nggaklah, pintu ini mahal tahu. Kalau pintunya tak kaubuka dalam hitungan ketiga, maka Tousan akan menghitungnya sampai sepuluh, atau malah dua puluh kalau kau mau,"

Hening.

Bantingan pintu yang lain dari Neji nyaris membuat Hizashi mati jantungan.

"Neji, nak. Tousan hanya bercanda. Ayo buka pintunya. Kita bicara sebagai sepasang..."

Bokap nyaris saja memelesetkan lagi kalimatnya dengan menyambungnya dengan kata 'kekasih'. Tapi tak jadi. Kalau Neji ngambek beneran dan memutuskan kawin lari, kasihan penghulunya.

"Kita bicara sebagai sepasang lelaki dewasa,"

Sebelah mata lavender Neji muncul lagi.

Bokap memasang tampang yang disebut Nyokab sebagai 'Poker Face Max Plus Senyum Sok Imut' agar anaknya teryakini.

Dua detik berlalu.

"Baiklah..."

Gampang!

XxXxX

"Jadi katakan pada Tousan, sebenarnya apa yang membuatmu bersusah hati?" tanya Hizashi ketika beliau duduk di ranjang tempat anaknya yang tiduran sambil menggigit selimutnya ala Akamaru yang belum dikasih makan tiga tahun.

Neji memberikan death glare-nya karena si bokap ternyata susah nyambungnya, persis seperti modem di rumah Author.

"Tousan, gebetanku, pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, mau kawin, menikah, lemonan sesuai syariah agama," kata Neji sambil memperagakan adegan dan simbol rate M ketika mengucapkan enam kata terakhir, membuat Hizashi nyaris keselek ludahnya sendiri.

"Pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, mendepakmu?" tanya si bokap tak yakin. Seorang Neji Hyuuga ditinggal kawin. Tak hanya ditikung Itachi Uchiha, mantan tunangan yang pernah ditinggalkannya dengan semena-mena, tapi juga akan ditinggal kawin gebetannya, si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara.

Neji mengangguk dengan tampan nelangsa, "Pa...padahal, hiks, a...aku pernah dinyipokin sama pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara itu... Huaaah..."

"Eh?"

"Kejam sekali 'kan, Tousan? Tidak punya hati, hiks,"

Api amarah berkobar di mata Hizashi, "Beraninya pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, melakukan hal tak senonoh pada puteraku ini,"

"Iya, hiks, aku dizolimi," kata Neji sambil bersimpuh di kaki bokapnya yang bau cantengan.

"Kaasan! Siapkan Shinobi terkuat dari Klan Hyuuga sekarang juga." teriak Hizashi penuh hawa pembunuh, "Kita serang Sabaku manor, rumah pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, untuk meminta pertanggung jawabannya,"

XxXxX

"Pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara. Keluar sekarang juga!" teriak Hizashi menggunakan toa dari atas tank baja yang dinaikinya, "Keluar dan menyerahlah, sebelum pasukanku meratakan Manor ini dengan tanah,"

Perlahan pagar dengan logo Sunagakure dan simbol 'Ai' di tengah, serta seekor capung nemplok dengan sangat tidak maching di atas logonya itu terbuka, menampakkan satu peleton shinobi Sunagakure terlatih yang sedang sibuk mendirikan tenda, membuat umbul-umbul dan menghias altar pelaminan.

Melihatnya, nyali Hizashi agak ciut, pasukannya kurang banyak dan kurang terlatih. Alamat mereka dibantai habis-habisan. Tapi mengambil langkah mundur bukanlah cara lelaki sejati. Lagi pula keperawanan bibir anaknya dipertaruhkan di sini. Lebih baik kalah terhormat daripada kalah setelah dicipokin tapi tak bisa meminta pertanggung jawaban.

Sambil batuk-batuk sedikit, Hizashi mengulangi ancamannya. Walaupun sekarang suaranya agak (bayak) bergetar dan kurang kuat. Persis seperti Aziz Gagap waktu yaoian sama Sule.

Si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, keluar dengan dramatis. Angin meniup rambutnya lembut, dan Gaara menyibaknya dengan bergaya.

Neji sukses ileran dan mimisan segentong.

"Ada apa?" tanya Gaara cool.

"K, kami..." jawab Hizashi terbata-bata, wajah beliau sudah merah padam. Sepertinya Gaydar Bokap menyala, dan jiwa homonya kumat lagi.

Suara keceplak langkah menggema, disusul oleh bunyi dentang tembaga terhantam benda keras memekakkan telinga. Tak lama terlihat Nyokab Neji sudah berdiri sambil memegang wajan besar di satu tangan dengan bergaya ―yang sepertinya baru saja dihantamkan ke kepala Bokap yang tampak sempoyongan.

Semua orang cengo. Tapi hanya beberapa detik. Karena setelah mengomel dan mengancam, Nyokab menghilang disertai asap ungu serta plop pelan.

"Aku sedang sibuk menyiapkan ceremonial party-ku, kembali saja lain kali," kata Gaara bosan. Tak lama pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, itu berbalik dan meninggalkan para Hyuuga serta tank bajanya.

"Tidak bisa begitu," tahan Hizashi panik.

Mendengarnya, Gaara kembali berbalik dengan menyeramkan. Serpihan pasir mengambang di sekelilingnya dan aura membunuh menguar dari setiap inci tubuhnya, "Apa?" tanyanya sangar.

Tanpa sadar tank baja Hizashi dan Neji melompat mundur beberapa meter.

"Aku sedang pusing dan lelah sekarang. Pulanglah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." kata Gaara tak niat.

"Tapi tetap saja, tidak bisa begitu!" teriak Hizashi kencang. Walaupun tawaran si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, sangat menggoda dilakukan ―mengingat Hizashi yakin kalau pasukannya kalah banyak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tapi Hizashi tak bisa mundur.

Ketika mata sea green Gaara memelototinya, nyali Hizashi ciut lagi. Tapi sekali lagi, beliau tak bisa mundur. Demi motto penyerangan mereka hari ini, 'Lebih baik kalah terhormat daripada kalah setelah dicipokin tapi tak bisa meminta pertanggung jawaban'

Hizashi tak akan berlari kabur ―paling-paling hanya mundur beberapa meter saja. Sungguh, inilah sumpahnya demi puteranya tersayang!

"K, kau harus bertanggung jawab," teriak Hizashi diberani-beraniin.

Pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, sedikit terkejut. Dahi tanpa alisnya bertaut, "Apa maksud, Anda?"

Merasa mendapat tanggapan yang lebih jinak, Bokap membesarkan nyali, tapi tetap tak berani bergalak-galak ria, takut diSabaku, "K, kau sudah menyipok anakku," kata Hizashi sambil menunjuk Neji yang malu-malu kayak puteri keraton, "kau harus bertanggung jawab, tak boleh seenaknya meninggalkan anakku,"

Gaara terdiam, menatap Neji sambil berfikir dan mengingat-ingat. Membuat muka Neji merah menyala.

"Masuklah, kita bicara di dalam,"

XxXxX

Gaara menarik nafas, "Jadi apa yang Anda, er..."

"Hizashi Hyuuga," kata Bokap sambil batuk-batuk sedikit.

"Ya, Apa yang Hyuuga-san katakan tadi?"

"Neji, kau saja yang menceritakan kronologis kejadiannya," bisik Hizashi ketika beliau menyikut puteranya. Bukannya Hizashi takut salah bicara dan diSabaku oleh pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara ―er, sebenarnya iya juga sih, tapi itu bukan alasan utama― Bokap memang tak begitu tahu bagaimana detail kejadiannya. Serang dulu, mikir belakangan adalah pegangan Hizashi sejak dulu.

Tapi rupanya rencana itu tak bisa dilakukan, karena Neji terdiagnosa mengalami bengong hebat dan ileran berkepanjangan. Si anak cuma ngowoh sambil ngarep, menatap Gaara yang keimutan dan kegantengannya minta dipeluk plus dirape di tempat.

Hizashi menarik nafas, bingung juga harus membuka aib anaknya dari mana, "Kau kenal anakku?"

Pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, menatap ke arah tunjukan Hizashi, lalu dia menggeleg pelan, "Tidak, aku tak kenal."

Bokap langsung cengo ―Salah orang!

"Tapi, ya, kami pernah bertemu beberapa kali." lanjut Gaara.

Hizashi menghempas nafas lega, tak jadi salah sasaran.

"Ehm, ehm," Bokap batuk-batuk, memulai lagi mengumpulkan keberanian untuk membuka aib putera tunggalnya, "Neji bilang, kau pernah..."

30 detik berlalu dalam diam.

Karena Bokap Neji tak kunjung melanjutkan kalimatnya, maka pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, tak tahan untuk bertanya, "Pernah?"

Hizashi menguatkan diri, " Pernah menyipoknya. Tapi setelah kau melakukan hal itu, kau malah akan menikah dengan orang lain. Taukah kau kalau itu sangat kejam dan tak berprikeyaoian?" kata Bokap cepat-cepat. Selagi ada keberanian, keluarkan sekarang. Kalau nanti Shukaku Gaara keluar dan mereka dibantai, paling tidak tuntutan atas pelecehan itu telah didengarkan.

Gaara ganti menatap Neji ―yang masih menatapnya mupeng― berfikir keras, mengingat-ingat kapan dia pernah menyipoknya. Perasaan dulu Neji yang pernah menyosor-nyosornya, bukan dia. Apa dia tak sadar pernah melakukannya?

"Benarkah?" tanya Gaara tak yakin.

Neji masih menatap pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, dengan mupeng dan cuma mengeluarkan suara seperti berkumur tak jelas.

Karena tak sabar dan demi terungkapnya kebenaran, Hizashi menampol kepala anaknya dengan kipas Temari yang tergeletak di sudut.

Cerita harus ditunda selama 20 menit, karena kibasan kipas pinjaman itu berakibat fatal dan membuat ruang duduk di Sabaku manor terserang angin puyuh.

XxXxX

Badai telah reda, Temari sudah menjinakkan senjatanya, dan sekarang Gaara, Hizashi dan Neji pindah ke ruang tengah.

"Benarkah?" ulang si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, dengan nada tak yakin.

Neji mengangguk semangat sekali, "Benar, aku pernah dinyipokin olehmu," katanya tegas.

Jari pucat Gaara naik untuk meraba bibirnya, berusaha mengingat-ingat, "Aku pernah melakukan itu, ya?"

"Iya, aku sungguh pernah dinyipokin olehmu,"

Si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, mengangguk-angguk, "Jadi kamu pernah dinyi... Diapain tadi?"

"Bahasa anakku memang kacau, jangan dipikirkan. Maksud dinyipokin itu adalah dicipokin," potong Hizashi cepat, "Benarkan Neji?"

Si putera semata wayang menggeleng, "aku pernah dinyipokin oleh pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara,"

"Dicipokin, Neji nak. Bukan dinyipokin." ralat Hizashi.

Gaara mengangguk mengiyakan, walaupun sedang menjadi tertuduh, penggunaan kalimat yang baik dan benar harus tetap sesuai kaidah yang berlaku.

Neji tetap menggeleng, "Aku pernah dinyipokin oleh Gaara,"

Hizashi menghela nafas tak sabar, puteranya memang keras kepala, harus mengeluarkan argumen beserta bukti kongkrit, "Di dalam Kamus Besar Bahasa Perbokepan yang Telah Disempurnakan, ditulis kalau penggunaan cipok dalam kalimat pasif adalah dicipok, bukan dinyipok," kata beliau meyakinkan.

Neji tetap menggeleng, "Dinyipokin,"

Bokap dan Gaara saling pandang. Jelas ada yang tak beres.

"Dicipokin," kata Hizashi ngotot.

"Dinyipokin," balas Neji tak kalah ngotot.

"Dicipokin," giliran Gaara yang ngotot.

"Dinyipokin," balas Neji, sekarang menatap si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, dengan campuran antara ngotot dan mupeng.

"Dicipokin,"

"Dinyipokin,"

Bokap sekarang sudah berdiri, meletakkan tangan di dagu ala Kaito Kid lanjut usia ―mengabaikan Neji dan Gaara yang sekarang saling ngotot-ngototan sampai Gaara mengeluarkan Shukaku dan Neji merapal Jyuuken― Hehehe, bohong deh, NejiGaara hanya berdebat sampai kening mereka menempel saja. Bedanya Neji ngotot sambil memonyongkan bibirnya secara berlebihan, berharap secara tak sengaja terjadi cipokan tak langsung.

"Dinyipokin," ulang Hizashi sambil mikir, mengabaikan kata tegas 'Dicipokin!' dan 'Dinyipokin!' yang masih susul-menyusul. Entah mengapa feelingnya tidak bagus soal ini.

Hizashi menoleh pada puteranya, "Baik. Jadi katakan pada Tousan, sebenarnya siapa yang nyipok?"

Neji tersenyum lebar, berpaling dari debat panjangnya dengan si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, "Tentu saja aku!" jawabnya dengan semua ketegasan yang dimilikinya.

Gubrak!

"Yah, kalau kau yang melakukan tindakan tak senonoh, mengapa pula aku yang membela?" teriak Hizashi frustasi.

Neji hanya nyengir.

Gaara menggeleng prihatin lalu beranjak untuk melanjutkan persiapan ceremonialnya, "Dasar orang-orang kurang kerjaan yang hanya membuang-buang waktu!" desisnya marah.

Tapi lengan Neji menangkapnya. Membuat si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, tak bisa bergerak.

"Apa yang kaulakukan?" tanya Gaara dengan semua kegalakan yang bisa dilakukannya.

"Aku keberatan!" jawab Neji tak kalah sangar.

"Apanya?"

"Pernikahanmu!"

Si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, tersenyum mencemooh, "Apa alasanmu?" bentaknya sambil menyentak tangannya agar Neji melepas pegangannya. Tapi tak berhasil.

Neji diam, memelototi si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, dengan grogi. Jantungnya berdetak tak karuan, "A, aku padamu," desah Neji tercekat.

Gaara melongo, menambah kegagalan raut coolnya, mulut si pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, terbuka dengan manisnya. Posisi siap dicipok.

"Maksudmu?" tanya Gaara setelah dia berhasil menyingkirkan wajah OOC-nya.

"Ma, maaf, karena grogi, aku lupa kata pentingnya," ralat Neji sambil nyengir dan menggaruk pantatnya yang tak gatal, "Maksudku, ehm, ehm." Neji menarik nafas (lagi), "Aku cinta padamu, Gaara. Dan aku pasti amat sangat keberatan kalau kau menikah, tapi bukan denganku,"

Gaara membelalak, raut terkejut pemuda berambut merah dari Suna, bermata ijo dan bertato-ai di jidat, ehm, Sabaku no Gaara, terpantul di sepasang mata lavender Neji.

XxXxX

TBC

XxXxX

Chapter 1: Uchiha vs Hyuuga, status done

Chapter 2: Rencana Uchiha, status done

Chapter 3: Praktek Rate M, status done

Chapter 4: Saya Keberatan! status done

Chapter 5: Would You? Status in progress

XxXxX

Special thanks to:

Lalalalalala

lash uchiha

UchihaUzumaki SasuNaru

Mendokusei Toushiro

chocorange

accio Kavinott

aMiciZia Vi miRacOLi

Akirayuki UchiNami

Hasegawa

Helena Nega

Ao-Mido

Rin Rikudo

SleepyFelyne

lovelylawliet

Yuuzu-Chan

ice the gun

CCloveRuki

Viscaria Quinsi Cerydra

honeyf

ambudaff

Uchiha Nata-chan

theAnimeHolic

Yufa Ichibi's

Thanks for review, feedback dari teman-teman semua selalu menjadi semangat buat saia untuk terus menulis