Our Now

Usil

Bakat disembunyikan


Fajar belum seutuhnya pecah di langit timur, ungu perlahan bergradasi ke lembayung. Harum daun disisipi dari celah-celah jendela yang menghadap ke taman bagai hantaran surat cinta dari pengagum rahasia. Meskipun demikian, sedikit cahaya menerobos kelambu transparan cukup menyentaknya terjaga; momentum yang enggan dilepaskannya.

Lawliet selalu berusaha bangun lebih pagi dari Raito karena tawaran kesempatan merasakan lembutnya helai-helai coklat keemasan rambutnya dijalin jemari-jemari kurusnya seraya mempelajari bagaimana sekonyong-konyong cahaya tak dapat menolak godaan untuk berseluncur di permukaan porselin kulitnya.

Hanya ketukan nafas teraturnya yang menjadi ciri kehidupan, tatkala Lawliet menikmati pesona magis mahakarya genetika.

Terbit sebentuk kuluman bibir tipis sebagai proyeksi imajinasi liar ketika ia mengeluarkan gelang-gelang karet serta pita warna-warni dari nakas dan mulai membentuk simpul-simpul –pita ungu di puncak kepala, pita merah di kiri, dan pita hijau di kanan-. Pagi baru akan mencapai klimaks ketika Raito bangun dan mendapati seperti apa bayangan dirinya di cermin….

-HF-Smile-

Author's note: Awal-awal sok romantis, ternyata…Open interpretation, go on, free your mind. *huggles Raito* ^_^,