Summary: Walaupun diam, selembar foto mampu menceritakan kisah yang panjang. Fic kedua ku. RnR please!!!

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: AU, OOC, YAOI. Gak suka gak usah baca. OK!!

A Piece of Photo

XXXXXXXXXX

"Bagaimana Naruto? Kau menerima tawaranku menjadi model?" tanya seorang laki-laki berambut merah. Wajahnya terlihat masih muda. Mungkin orang-orang yang melihatnya tidak menyangka bahwa umurnya sudah menginjak angka 30.

"Umm,,,baik aku terima." kata Naruto mantap.

"Nah, sekarang kau bisa tanda tangani kontrak kerja kita." kata laki-laki berambut merah itu sambil menyodorkan secarik kertas dan sebuah pulpen.

Naruto lalu membaca sekilas kontrak kerjanya. Dikertas itu tertulis kontrak kerja Naruto sebagai model selama 1 tahun di sebuah majalah fashion ternama milik Akasuna no Sasori. Ya, orang berambut merah tadi bernama Sasori. Naruto sendiri tidak tahu daya tarik apa yang membuat Sasori menawarinya sebagai model. Saat itu Naruto sedang bersama dengan Kiba, Neji dan Shikamaru di sebuah café. Dan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menawari Naruto sebagai model, sesaat sebelumnya orang tersebut memperhatikan Naruto. Setelah selesai menandatangani kontrak kerjanya, Naruto mengembalikan kertas tersebut kepada Sasori.

"Terimakasih. Mohon bantuannya Uzumaki Naruto." kata Sasori sembari memasukkan kontrak kerja Naruto dalam sebuah map.

" Sama-sama." balas Naruto memamerkan senyumannya.

Sasori tersenyum. "Benar kataku. Senyumanmu memang lebih menarik bila dilihat dari dekat."

Blush. Wajah Naruto langsung memerah. Dia jadi sedikit salting.

"Ah, sudahlah. Aku permisi dulu. Nanti aku akan menghubungimu lagi." kata Sasori sambil bangkit dari duduknya. Dia lalu memanggil pelayan restoran dan membayar semua pesanannya.

"Sampai jumpa." kata Sasori sambil berjalan meninggalkan restoran tersebut.

Naruto lalu membungkuk hormat pada Sasori. Tak selang beberapa lama kepergian Sasori, Naruto juga memutuskan untuk pulang.

XXXXXXXXXX

'Gawat!!! Bisa telat lagi!' batin Naruto dalam hati. Dia berlari menuju sekolahnya. Belum sempat Naruto masuk kedalam gerbang, bel tanda masuk sudah berbunyi. Pintu gerbang SMA Konoha secara otomatis langsung tertutup.

"Tungguuuu!!!" teriak Naruto saat berjarak 5,23 meter dari gerbang sekolahnya. Tinggal sedikit lagi Naruto bisa menerobos gerbang andai dia tidak bertabrakan dengan seseorang.

Gubrak

"Sialan!" umpat Naruto.

"Kau yang sialan." Kata seseorang yang bertabrakan dengan Naruto tadi. Mata onyxnya menatap Naruto dengan tatapan ingin membunuh. Dia lalu berdiri dan membetulkan posisi tas ranselnya.

"Apa kau bilang Uchiha?" KAU memang pembawa sial. Sudah dua kali kau membuatku seperti ini!!" kata Naruto sambil menunjuk-nunjuk Sasuke.

"Kau itu punya mata ditaruh dimana? Jelas-jelas aku yang ada didepanmu tadi dan KAU seenaknya menabrakku." kata Sasuke tak mau kalah.

"Oh, ya? Kau yang gak punya mata. Sudah tau mataku ada disini. Masih tanya juga."

"Baka." Kata Sasuke dingin.

"Kau yang baka."

"Sudah ku bilang KAU!!!"

"KAAAAUUU!!!"

"KAU!!!"

"KAAA-"

"Berhenti kalian berdua. Mau sampai kapan bertengkar di depan gerbang? Memalukan." Ikut aku ke ruang BK." Kata seorang perempuan berparas cantik bernama Kurenai. Beliau adalah salah satu guru BK di SMA Konoha.

Naruto dan Sasuke saling berpandangan. Raut wajah mereka memancarkan kebencian. Naruto mengepalkan tangannya dan menunjukkannya ke Sasuke. Sasuke memalingkan wajahnya melihat tingkah Naruto yang menurutnya seperti anak kecil. Mereka berdua lalu menuju ke ruang BK. Bersiap untuk mendapat ceramah kedua setelah 2 hari yang lalu melakukan hal yang sama seperti tadi.

XXXXXXXXXX

Kelas 2-D. Naruto membuka pintu kelasnya. Kakashi-sensei belum masuk. Ini adalah jam pelajaran kedua. Selama 1 jam tadi dia berada bersama Sasuke di BK. Naruto langsung membanting tasnya dimeja. Kiba yang duduk sebangku dengannya kaget mendengar bantingan tas Naruto.

"Hei, kau kenapa? Bukannya senang mau jadi model, malah marah-marah nggak jelas." kata Kiba.

Naruto hanya mendengus. Dia teringat kata-kata Kurenai selama 1 jam tadi. Ceramah yang isinya mengancam Naruto dan Sasuke apabila terlambat sekolah satu kali lagi. Mereka akan diskors di BK selama 3 hari yang artinya akan menerima pelajaran intensif di BK diselingi dengan celotehan-celotehan para guru yang akan menasehati. Dan itu bagaikan mendapat sebuah ZONK dalam sebuah kuis berhadiah. Naruto lalu menyandarkan dirinya dikursi. Menenangkan pikiran sejenak sebelum menerima pelajaran matematika dari Kakashi-sensei.

"Terlambat lagi?" tebak Kiba yang sudah pasti Naruto akan menjawab 'ya'.

"Si Uchiha itu sialan. Gara-gara dia aku terlambat. 2 hari yang lalu juga." jawab Naruto dengan raut muka sebal.

"Maksudmu Uchiha Sasuke kelas 2-A itu?" Kiba memastikan.

"Yah, siapa lagi di sekolah ini yang bernama Uchiha? Cowok terpopuler di sekolah kita karena ketampanan dan kejeniusannya." kata Naruto. "Cih, menyebalkan."

"Bwahahaha…mukamu aneh Naruto. Bisa-bisanya kau menjadi model majalah terkenal. Teman-teman kita saja banyak yang nggak percaya." ledek Kiba.

"Hei, jangan menghinaku." kata Naruto sambil menjitak kepala Kiba.

"Ssssstttt,,,Kakashi-senpai sudah dating." bisik Kiba pada Naruto.

Keadaan kelas yang tadinya gaduh langsung menjadi sepi. Murid-murid duduk dengan manis di bangkunya masing-masing. Kakashi langsung memberikan pelajaran 2 jam pelajaran non-stop tanpa istirahat pada waktu yang telah ditentukan.

XXXXXXXXXX

Hari minggu siang suasana di studio pemotretan milik Sasori sedikit ramai. Didepan gedung terpampang tulisan "SASORI'S STUDIO". Banyak gadis-gadis cantik berseliweran yang mungkin mengajukan formulir untuk menjadi salah satu model karena mereka membawa map yang sepertinya berisi lembaran-lembaran kertas. Naruto kemudian masuk kedalam studio itu. Dia lalu bertanya kepada salah seorang pegawai dimana letak studio C. Sebelumnya Naruto mendapat panggilan dari Sasori untuk datang ke studionya itu di Tokyo. Untungnya apartemen milik Naruto termasuk strategis. Akses untuk berpergian sangatlah mudah, sehingga Naruto tidak mengalami kesulitan dalam berpergian. Setelah itu Naruto langsung menuju ke lantai dua dimana studio itu terletak. Saat berjalan terdengar beberapa gadis yang berbisik-bisik melihat sosok Naruto. Samar-samar terdengar kata 'manis' dari mereka. Tapi Naruto tak menghiraukannya dan terus menuju ke tempat studio C berada. Setelah sampai di depan pintu yang bertuliskan 'Studio C', Naruto lalu mengetuk pintunya.

TOK TOK TOK

Terdengar langkah kaki seseorang membukakan pintu. Munculah seorang wanita berambut pirang dikuncir 4 membukakan pintu. Dia memakai kemeja putih lengan panjang yang ditekuk sebatas siku dan celana jins berwarna biru donker.

"Anda yang bernama Uzumaki Naruto?" tanya wanita itu.

"Benar, apa Tuan Sasori ada?" jawab Naruto sambil memamerkan senyumannya.

"Ah iya. Tuan Sasori sudah menunggu anda bersama seorang fotografer kami. Silakan masuk."

Naruto lalu mengikuti langkah wanita itu dan sampailah dalam sebuah ruangan yang didalamnya terdapat berbagai macam benda. Naruto tidak tahu benda-benda apa saja itu. Yang jelas itu untuk fotografi. Titik.

"Tuan Sasori, Naruto-san sudah datang." kata wanita berambut pirang tadi.

"Temari, kenapa kau masih memanggilku Tuan? Aku ini kan pamanmu." kata Sasori.

"M-maf Tu-. Ah, m-maksudku Paman." kata Temari.

Naruto malah bengong dibelakang Temari. Dia sedikit canggung dengan ruangan itu.

"Kau bisa kembali bekerja Temari. Dan kau Naruto duduklah." kata Sasori menyuruh Naruto untuk duduk.

Temari kemudian melanjutkan pekerjaannya sebagai designer dan penata kostum untuk model-model Sasori. Sedangkan Naruto menuruti perintah Sasori dan duduk berhadapan dengan Sasori. Saat berjalan kearah Sasori, dia melihat seorang laki-laki berambut seperti pantat bebek kalau dilihat dari belakang. Ah, mungkin dia seorang fotografer yang dimaksud Temari tadi karena dia sedang mengutak-atik kameranya.

"Terimakasih kau datang tepat waktu. Kita akan membicarakan jadwal pemotretanmu dan aku juga akan memperkenalkan fotografer kita. Dia yang akan menanganimu. Umurnya masih muda, sepertinya dia sebaya denganmu." Jelas Sasori panjang lebar.

"Baiklah. Umm,,,Memangnya tidak apa-apa seorang bocah menjadi fotografer majalah Tuan yang terkenal itu?" tanya Naruto penasaran.

Sasori tersenyum mendengar pertanyan Naruto. "Dia bukan bocah biasa. Aku mendapat rekomendasi dari orang kepercayaanku untuk memperkerjakan dia. Lagi pula dia hanya aku suruh untuk menjadi fotografer untuk kontrakmu saja, mengingat dia masih sibuk dengan sekolahnya."

Naruto hanya mengangguk. Kemudian Sasori memanggil orang yang sedari tadi dibicarakannya dengan Naruto.

"Sasuke, bisa kau kesini sebentar?" panggil Sasori.

Sepertinya Naruto sudah tidak asing lagi dengan nama itu. 'J-jangan-jangan.' Naruto menoleh kebelakang saat derap langkah seseorang berhenti dibelakangnya.

"Naruto, perkenalkan. Ini Uchiha Sasuke. Bocah yang tadi kita maksud." Kata Sasori memperkenalkan seorang Uchiha Sasuke. Orang yang akhir-akhir ini membuatnya sebal.

"KAU…" kata Sasuke dan Naruto bersamaan.

"Sedang apa kau disini??" tanya Naruto sambil berdiri karena keterkejutannya.

"Seharusnya aku yang bilang kenapa kau disini?" Sasuke balik bertanya.

"Kenapa kau selalu membalik pertanyaanku, hah?"

"Kau kesini karena ingin bertemu denganku dan minta maaf padakukan, Dobe?" kata Sasuke sengit.

"Cih, tidak mungkin. Dan mengapa kau memanggilku dobe, TEME!!!" Naruto memperjelas kata-kata akhirnya.

Melihat kedua pemuda yang sedang bertengkar itu, Sasori hanya geleng-geleng kepala. Dia lalu menyela pertengkaran sengit dua pemuda itu.

"Jadi kalian sudah saling kenal ya. Baguslah jadi kita bisa dengan mudah menjalankan pekerjaan kita ini. Naruto sebagai model dan Sasuke, kau yang menjadi fotografernya. Menarik sekali." Kata Sasori sambil menyeringai dengan muka innocentnya.

"UUAPAA??? AKU AKAN BEKERJASAMA DENGAN DIA?" kata Naruto dan Sasuke berbarengan sambil menunjuk muka lawannya.

"Hahahaha,,,bagus-bagus. Kalian begitu kompak." Kata Sasori bertepuk tangan.

Naruto dan Sasuke mendelik kearah Sasori. Mereka tidak menyangka akan bertemu disebuah studio milik Sasori ini. Ya, pertemuan dua kali mereka karena gagal masuk gerbang sekolah disaat-saat terakhir membuat kedua pemuda ini menaruh dendam kesumat.

'Kenapa aku bertemu dia disini? Memuakkan.' Batin Naruto dalam hati sambil melirik kearah Sasuke.

'Hn,,,sialan.' Batin Sasuke disaat yang sama sambil melirik tajam ke arah Naruto.

"Kalian berdua, duduklah. Kita mulai pertemuan kita. Tidak ada yang boleh saling menyalahkan. Mengerti?" kata Sasori dengan mimik muka serius.

Melihatnya, sikap Naruto dan Sasuke berubah 355 derajat. Mereka merubah sikapnya menjadi serius. Tidak ada tatapan saling membunuh antara keduanya. Entah dalam otak, mereka masih menyelipkan dendam masing-masing. Setelah kurang lebih satu jam mereka berdiskusi, akhirnya selesailah acara pembahasan jadwal pemotretannya. Naruto langsung pamit undur diri untuk pulang. Tak lupa dia pamerkan senyumnya yang Sasori bilang menarik itu tanpa membaginya pada Sasuke. Sedangkan Sasuke tetap menatap lurus kedepan, tidak menoleh sedikitpun kearah Sasuke.

"Permisi Tuan. Terimakasih." kata Naruto.

"Ya-ya. Hati-hati dijalan. Aku tak mau salah satu modelku mengalami hal-hal yang tidak diinginkan." Sasori memberi nasehat.

Naruto lalu membungkuk hormat pada Sasori. Sosoknya menghilang setelah melewati studio tempat Sasori dan Sasuke duduk didalamnya.

XXXXXXXXXX

Teng-Teng-Teng

Bel pulang sekolah berbunyi. Bunyinya sangat memekakkan telinga, bunyi yang akan membuat burung-burung yang sedang berkicau berhamburan menjauhi suara bel itu agar suara kicauannya terdengar oleh mekhluk disekitarnya. Tapi berbeda dengan burung-burung itu, murid-murid SMA Konoha bagai mendengar nyanyian surga saat mendengar suara bel pulang sekolah yang berarti selesailah aktifitas yang menguras otak mereka. Naruto, Kiba , Neji dan Shikamaru berjalan keluar kelas mereka.

"Hoaahmm,,,aku mau melanjutkan tidurku dirumah." kata Shikamaru sambil mengulurkan kedua tangannya keatas.

"Selalu saja tidur yang ada diotakmu. Untung saja kau orang yang jenius." kata Neji.

"Huh, seandainya aku diberkahi otak sepertimu aku tidak akan susah-susah ikut bimbel sana-sini. Cukup tidur dirumah, istirahat untuk mengumpulkan tenaga." kata Kiba kesal.

Shikamaru hanya menguap mendengar celotehan kedua temannya.

"Eh, Nar. Good luck ya buat pemotretan pertamamu. Aku tunggu gajimu." Kata Kiba sambil tertawa cekikikan.

Neji juga ingin tertawa mendengar perkataan Kiba. Namun dia tetap stay cool seperti biasanya. Namun, karena teracuni suara cekikikan Kiba, Neji menepuk pundak Naruto dan berkata, "Aku setuju dengan Kiba. Kau masih berhutang uang padaku 5000 Yen. Jangan lupa itu."

Mereka kemudian tertawa terbahak-bahak kecuali Naruto. Dia mendengus kesalsambil mendelik kearah teman-temannya.

"Dasar. Nggak suka lihat temannya terkenal ya?" keluh Naruto.

"Sudahlah, kita bertiga siap jadi bodyguardmu kalau banyak orang yang mengejar-ngejarmu mengaku fans beratmu. Kau akan menandingi kepopuleran si Uchiha Sasuke." Kata Shikamaru asal.

Mereka kembali tertawa.

"Sialan." Kata Naruto. Dia mempercepat langkahnya mendahului teman-temannya.

"Naruto!!! Mau tumpangan?" tanya Neji sambil memamerkan kunci mobil barunya.

Naruto menghentikan langkahnya, berbalik dan kemudian menarik Neji. Kiba dan Shikamaru geleng-geleng kepala. Melihat tingkah Naruto itu. Mereka lalu berpisah di depan pintu gerbang sekolah. Mobil Neji langsung meluncur ke SASORI'S STUDIO tempat pemotretan Naruto.

XXXXXXXXXX

Sasuke memasuki pintu bertuliskan 'Studio C' itu. Setelah pulang sekolah, dia menyempatkan diri untuk pulang kerumah mengganti baju seragamnya dengan kaos biru tua bertuliskan 'SPIRIT!!!' dan memakai jeans kesukaannya. Didalam dia melihat Sasori sedang menyiapkan peralatan untuk pemotretan Naruto.

"Sasuke, kau sudah datang. Segera siapkan kameramu. Pemotretan dimulai 5 menit lagi." kata Sasori.

"Baiklah." kata Sasuke sambil menyiapkan kamera DLSR NIKON-nya beserta tripod di tempat pemotretan. Tak berapa lama, Naruto keluar dari ruang rias. Dia memakai kaus hijau bermotif army dengan balutan celana jins levis dikakinya. Dia memakai kalung berbandul tengkorak dan jam tangan warna hijau tua. Simple, dan terlihat fresh.

"Nah, bisa kita mulai pemotretan hari ini Naruto, Sasuke?" tanya Sasori memandang Naruto dan Sasuke bergantian.

Naruto dan Sasuke mengangguk. Naruto lalu bergaya sesuai instruktur dari Sasori. Setelah itu mulailah acara foto-memfoto. Sasuke sedikit terkejut dengan penampilan Naruto dari kameranya. Naruto terlihat sangat ceria, senyumnya sangat menarik dan manis.

'Pantas saja Sasori memilih Naruto menjadi model majalahnya.' Batin Sasuke.

Saat itu Sasuke baru menyadari betapa manisnya Naruto. Seluruh anggota tubuh Naruto sangat menarik. Mulai dari rambut pirang yang ditata agak berantakan, mata birunya yang seindah langit pada musim panas hingga tiga pasang garis dipipinya. Semua membuat Sasuke tersenyum selama sesi pemotretan berlangsung. Perasaan Sasuke pada Naruto sedikit berubah mulai saat itu.

TBC

XXXXXXXXXX

.huuufff,,,fic kedua ku akhirnya jadi.

.padahal lagi MID semester. Eh, malah buat fanfic. ^^V

.habisnya pas ngerjain soal bahasa jepang, ide-ide bermunculan.

.dan akhirnya jadilah fic GJ seperti ini.

.saya mengharapkan REVIEW dari senpai, untuk kelancaran membuat fic selanjutnya (??)

.REVIEW sangat dinantikan.

.REVIEEEEEEEEW Lhoooooow!!!!!! *ngubrek-ngubrek buku nyari paket Sosiologi buat belajar*