Fanfic ini dibuat untuk memenuhi Infantrum Black and White Challenge; Set White // Fluff

Disclamer: ARIA © Amano Kozue

Fiction Rated: K untuk ceritanya, hanya sebuah scene sangat sederhana

Genre: Friendship/ Drama

Warning: OOC-ness, drabble, PoV mungkin ada, gak tau…


xoxoxox

Udara beku mengalir lembut menerpa lapisan epidermis pipi yang kemerahan. Warna keruh tercipta ketika tipis terhembus melayang. Hitam pekat memoles angkasa bersama titik-titik cahaya, mencipta kenyamanan pada kalbu. Musim bersalju baru saja memulai langkahnya melawati Neo Venezia. Namun, bulir kristal putih belum mengawali perjalanannya, stagnan menunggu ukuran derajat lebih turun lagi.

Seorang gadis berambut merah muda terkuncir tengah menikmati ocha hangat di tepi ARIA Company. Sikunya dibiarkan menapak datar pagar kayu pembatas tempatnya bekerja dengan laut. Sesekali tiupan halus menggoncang permukaan ocha di antara kaitan dua tangannya. Tatapan gadis itu mengarah luasnya lautan tak berujung di depannya. Lalu, ia membelokkan pandangannya pada angkasa, begitu bersih tanpa sedikit pun terlihat gumpalan kapas lembut menghalangi sinar yang menembus atmosfer itu. Seulas garis melengkung berhias di wajahnya.

"Nyuu~!"

-

-

-

Azayaka

first season - sora

Theme: StarLight

-

-

-

"Aria-shachou! Apa yang kamu lakukan di situ?"

Ucapan terlontar dari sela bibir sang gadis—Akari ketika mendapati bosnya terduduk di tangga kayu tua tampak lapuk—yang berguna mengantar penumpang menuju gondola. Sembari membawa cangkir penuh ocha hangat, ia memerintahkan awaknya untuk bergerak mendekati Aria-shachou. Gadis itu memperhatikan gerak-gerik kucing gemuk berbulu putih dengan seksama. Tatapan makhluk berbulu tersebut tertuju pada angkasa, entah apa yang dilihatnya.

Akari mengikuti arah pandang Aria-shachou, menengadahkan kepalanya untuk menatap mega. Tinta hitam legam menyapu penuh langit tanpa menyisakan setitik ruang pun. Polesan percikan sinar putih bertebaran meramaikan kesuntian semesta. Tampak garis tak kasat mata menghubung tiap titik-titik bercahaya itu. Tak lupa nur dari sang rembulan turut berdansa di antara orkestra makhluk lama yang terpayungi ngkasa.

"Wai~ Langitnya indah..," ujar gadis itu terpesona dengan kekuasaan Tuhan.

"Nyuu!"

Kucing berbulu putih itu mengeluarkan suara—yang bisa diartikan menyetujui pendapat Akari. Sang gadis memalingkan rupanya menghadap Aria-shachou. Garis melengkung sederhana memperlihatkan kebahagiaan.

"Menakjubkan, ya?"

Tatapan Akari kembali terfokus pada langit. Sumringah tak kunjung pudar, ia masih terbius keindahan semesta. Iris emerald remaja perempuan terus memantulkan gemerlap bintang-bintang. Bibirnya menyentuh pinggiran cangkir yang digenggamnya—menyeruput sedikit untuk meningkatkan suhu tubuhnya. Suara pelan langkah kaki yang timbul dari arah lantai kayu berumur di belakang Akari dan lapisan pendengaran—sedikit mengganggu kenikmatan mereka. Akari menoleh ke arah munculnya bunyi barusan. Yang terlihat yakni sosok perempuan berambut pirang panjang—lebih tua darinya. Senyum membahagiakan tak terlepas dari parasnya, menghias penuh kedamaian setiap guliran waktu.

"Alicia-senpai!"

Alicia melangkah turun dan menjulurkan tangan guna menggendong Aria-shachou dalam pelukannya,"Kalian menikmati melihat langit?"

"Ya! Langitnya indah sekali! Di Manhome tidak bisa menikmati langit seperti ini!" Lengkung tipis bertengger di wajah prima undine itu.

"Mau menambah ocha-nya dan sama-sama melihat langit?" tawar Alicia pada single undine juniornya. Akari tertegun sejenak namun kemudian menimpali cepat.

"Mau!" jawab Akari bersemangat. Ia bangkit dari duduknya dan mengikuti Alicia untuk menambah volume ocha di cangkirnya.

Di bawah terang lautan bintang pula senyum sang buln, kebahagiaan terukirkan pada setiap makhluk semesta. Menikmati keindahan sesaat hingga fajar terlepas dari kekang guliran waktu.

-

-

-

.first season - end.

.tsuzuku.

xoxoxox

Akhirnya saia post juga fanfic challenge ini di detik-detik terakhir, kemaren ngebut ngetik 2 chapter sekaligus. Yah, ini memang semacam fanfic saia yang "Warna Kanvas", tapi fandom ARIA. Saia tidak tau apa bakal ada yang baca ato nggak, seenggaknya ini jadi fanfic ARIA pertama indo ^^

Yosh!! Sampai jumpa di chapter berikutnya!

~Zerou