A/N: Uehehehehehe… Terinspirasi sama ujian yang akhir-akhir ini makin menggila… Kemaren gue dapet angka 65 di ulangan harian matematika. Hiks, ini remidi matematika pertama gue dalam 2 tahun ini… T.T Semoga cerita ini bisa menghibur kalian yang baru aja selesai ujian! ^o^ Mungkin ni bakal terdiri dari 3 chapter…

Warning: Nggak ada pairing-pairingan di sini… -_-


= UJIAN DI KARAKURA =

"TIDAAAAAAAAAAAAAK~!!!!" lolong Ichigo saat melihat papan pengumuman di lorong sekolah. Hitsugaya, Orihime, dan Matsumoto yang baru datang mendekati cowok berambut duren orange itu.

"Elo kenapa Ichigo? Salah minum obat? Atau kesambet?" tanya Matsumoto.

"Ini, nih! Lihat!" Ichigo nunjuk ke salah satu kertas yang nemplok di papan. 3 orang itu langsung membaca tulisan di kertas.

"Eh? Minggu depan ulangan kenaikan kelas?!" jerit Orihime. "Aduh, harus siap-siap belajar, donk!"

"Kenapa kamu panik begitu, Kurosaki?" tanya Hitsugaya dengan cool-nya.

"Heh! Jangan bandingin otak gue sama otak elo yang jenius ya!! Bagi anak-anak selevel otak gue… Ujian itu sama dengan neraka tahu!!" kata Ichigo.

"Oooh… Tumben elo ngakuin kalo otak elo di bawah rata-rata," gumam Hitsugaya.

"HAH?!! APA ELO BILANG, TOSHIRO?!!!" Ichigo naik darah. Tapi kapten kecil itu udah masuk kelas.

"Uuuh… Aku benci ujian!!" keluh Matsumoto. Dia segera nyamperin kaptennya. "Taichou, taichou, taichou!! Ntar pas ulangan kasih contekan ya??"

Hitsugaya meliriknya. "Nggak mau…,"

"Please??" Matsumoto masang tampang super imut. Hitsugaya jijik sendiri.

"NGGAK!! KALO GUE BILANG 'NGGAK' YA 'ENGGAK'!!!!" bentak Hitsugaya sambil menggebrak meja. Tampang angker.

Mata Matsumoto berkaca-kaca. "Hiks, kaptenku sekarang jadi jahaaaaat~!!! Hueeeeeeeeee~!!!! Aku benciiiiiii~!!!!"

"Matsumoto…,"

"Hai, taichou?"

"ELO GUE PECAT!!!!" kata Hitsugaya sambil nunjuk batang hidung Matsumoto.

"APAAAAAAAA?!!! Jangan taichou!! Kalo gue dipecat ntar gue mau makan apa? Kalo mau beli sake gimana?? Trus, kalo gue pengen meluk sesuatu yang imut juga gimana?? Kasihanilah cewek cantik yang nggak berdosa ini, taichou!!!" pinta Matsumoto.

Renji yang baru datang mendekati mereka. "Rangiku-san… Kayaknya elo salah, deh… Dosamu tu dah menumpuk tahu!"

"E, eeeeeeeeeeh???" Matsumoto sweat drop. "I, iya ya…??"

Keigo langsung mendekati Matsumoto. "Onee-san!! Kalo mau minta contekan ke aku sajaaaaaaaaaa!!!" langsung dapet pukulan maut dari pedang kayunya Ikkaku.

"Urusai! Kalo contekannya dari elo, dijamin 100 persen bakal salah semua, tau!" kata Ikkaku. Yumichika tampak sedang bercermin di belakangnya sambil sesekali menyisir rambut. Orihime dan Rukia ikutan gabung.

"Eh, eh!! Rangiku-san, kalo minta contekan ke Ishida saja!! Ishida itu langganannya juara 1, lho!!" kata Orihime dengan riang.

Rukia ngacungin jempolnya. "Benar, Rangiku-san!!"

"Uwah! Asyik, asyik!!! Ayo, kita tinggalin kapten bonsai yang pelit ini dan menuju ke pangeran Quincy keren yang ada disana~!!!" kata Matsumoto. Suhu ruangan turun 5 derajat. Yumichika, Ikkaku, dan Renji segera kabur dari tempat Hitsugaya yang lagi marah besar itu.

"Ini cuma aku, apa suhu ruangan ini benar-benar turun?" tanya Chad yang duduk 2 bangku di belakang Hitsugaya.

"Nggak, emang beneran turun, kok…," jawab Renji yang duduk di bangku sampingnya.

Uryuu yang duduk di pojokan itu tampak sedang membaca buku tentang alat-alat jahit keluaran terbaru. Matsumoto, Rukia, dan Orihime mendekatinya.

"Ada apa?" tanya Uryuu sambil membetulkan letak kacamatanya.

"Begini, saat ulangan nanti, boleh tidak kami minta contekan darimu?" tanya Rukia.

"Contekan?" Uryuu mengangkat alisnya. Kacamatanya bersinar.

CLING!

"Iya, please???" pinta Matsumoto dengan muka dibuat seimut mungkin.

"Kenapa kau tidak minta ke kaptenmu? Dia kan juga pintar?" tanya Uryuu.

"Ah, taichou pelit! Lagi pula, gue yakin kalo Ishida lebih pintar dari taichou! Iya, nggak?" Matsumoto meminta dukungan Orihime dan Rukia. Mereka segera mengangguk dengan muka serius.

"Benar!! Ishida-kun kan selalu dapet juara 1!! Toshiro-kun belum tentu bisa kayak Ishida-kun!!!" celetuk Orihime.

Uryuu membetulkan kembali kacamatanya. "Benarkah?"

3 cewek itu mengangguk-angguk.

CLING!!

Kacamata Ishida kembali bersinar. "Benarkah?"

Dengan memakai kacamata hitam 3 cewek itu mengangguk-angguk lagi.

"BWAHAHAHAHAHA!!! TERIMA KASIH, NONA-NONA!!! GUE AKUI KALO GUE EMANG PINTER!!! HUAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!!" Uryuu ketawa ala setan dengan gaya ksatria bertopeng yang ada di film Crayon Shinchan.

Seluruh penghuni kelas langsung melihatnya dengan tatapan aneh dan heran. Uryuu langsung berhenti ketawa dan memulai menjaga image cool-nya lagi. Dia membetulkan kacamatanya. "Kenapa liat-liat?"

Semua yang ada dikelas langsung kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Hitsugaya yang duduk di bangku paling depan dekat jendela hanya menghela nafas dan kembali menggeluti buku pelajaran Bahasa Inggris-nya. Ichigo yang lagi makan roti di bangkunya yang ada di belakang Hitsugaya, nyaris tersedak pas ngedenger suara ketawa Uryuu tadi.

"Ehem… Baiklah… Akan ku usahakan…," kata Uryuu pada 3 cewek itu dengan image cool-nya lagi. Matsumoto ma Orihime pelukan sambil lompat-lompat gembira. Rukia hanya tersenyum super lebar ala Ichimaru Gin.


TEEEEET~!!! TEEEEET~!!!!

Bel tanda pulang berbunyi. Setelah mengucapkan salam pada guru mereka, semua langsung beres-beres. Ichigo nyodok-nyodok pinggang Hitsugaya. Kapten kecil itu nyaris meloncat karena kaget dan geli.

"Kurosaki! Geli tau! Ada apa?" kata Hitsugaya kesel.

"Toshiro! Elo paham nggak sama pelajaran matematika tadi?" tanya Ichigo. Mukanya serius.

"Hitsugaya-taichou!! Ya iyalah, gue paham. Itu kan rumus mudah, emang kenapa?"

"Rumus mudah itu bagimu, Toshiro! Bagi gue itu tu sesulit kita menghitung bintang di langit!" protes Ichigo dengan puitis. "Elo bisa nggak ngajarin gue?"

"Kenapa nggak minta di ajarin temen elo yang Quincy itu atau Rukia-san?" Hitsugaya balik nanya.

"Ogah!! Uryuu ngeselin, sih! Kalo Rukia, tiap minta di ajarin, dia malah minta ucapan terima kasih berupa boneka chappy!! Eeeh, begitu gue kasih, dianya ndiri ternyata juga nggak bisa!"

"Ya, udah… Kapan?" Hitsugaya mengalah. Lagi pula dia lagi males nemenin Matsumoto dan Orihime shopping tiap pulang sekolah.

"Sekarang! Kan tadi ada PR!" kata Ichigo sambil berdiri. "Ayo, Toshiro!! Cepetan!"

"Hitsugaya-taichou!! Iya, iya… Sabar…," Hitsugaya menutup risleting tasnya. "Ayo,"

"Taichou!!!" Matsumoto nongol sama Rukia dan Orihime.

"Apa?" tanya Hitsugaya.

"Gue, Orihime, ma Rukia mau ke rumah Uryuu dulu!! Kami mau diajarin buat ulangan besok~!!! Kyaaaa~!!! Quincy yang baiiiiiiik, deh!" kata Matsumoto.

"Elo mau ngehina gue?" kata Hitsugaya.

"Ya nggaklah!! Taichou, kan, tetep taichou-ku yang terimut!!" celetuk Matsumoto sambil meluk Hitsugaya. Kapten kecil itu segera menghindar sehingga Matsumoto jadi keliru meluk kaki Chad. "Ups, sorry,"

"Toshiro-kun, ini kunci rumahnya. Mungkin nanti kami pulangnya agak sore, hati-hati ya!" kata Orihime sambil memberi Hitsugaya sebuah kunci. Hitsugaya mengangguk lalu menerimanya.

"Udah ya, Ichigo!! Salam buat ayahmu! Bilang kalo gue pulang telat!! Gue nggak mau kalo ntar elo babak belur gara-gara dikira sengaja ninggal gue kayak kemaren!" pesan Rukia yang lalu berlari keluar kelas mengikuti Uryuu.

Ichigo dan Hitsugaya pun berjalan beriringan ke rumah Ichigo.


"Ah, selamat datang, Ichi-nii!" sapa Yuzu yang lagi mengepel lantai rumah. Karin tampak lagi baca koran sambil duduk bersila di atas sofa.

"Oh, hai, Yuzu! Karin!" balas Ichigo sambil memberi senyum ke adik-adiknya itu.

"ICHIGOOOOOOO~!!!!!!" sebuah tendangan melayang ke arah Ichigo. Dengan cekatan Ichigo menghindar dan menonjok si penyerang yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya, Kurosaki Isshin.

"Hah! Apa itu cara nyambut anak laki-lakinya sepulang sekolah?" protes Ichigo pada ayahnya. Isshin kembali berdiri.

"HUAHAHAHAHA!!! Itu baru anakku!!!" katanya. "Mana Rukia-chan? Jangan bilang elo ninggalin dia!"

"Dia lagi ke rumah temen... Ntar pulangnya katanya malem...," jawab Ichigo cool.

"Astaga! Ke rumah cewek apa cowok?!"

Ichigo memberi ayahnya bogem maut. Hitsugaya sweat drop ngelihat pertengkaran antara ayah dan anak itu. Yuzu dengan panik berusaha melerai. Karin hanya menghela nafas dan kembali membaca.

"Ini udah biasa, kok, Toshiro," kata Karin pada Hitsugaya yang lagi melongo.

"Oh…," Hitsugaya mengangguk paham.

"Ah, kamu temannya, Ichi-nii, ya?" tanya Yuzu.

"Eh, mungkin…," jawab Hitsugaya.

"Wuaaaah~!!! Kenalkan, aku Yuzu!!" kata Yuzu.

"Mmm, aku Hitsugaya Toshiro… Salam kenal, Yuzu," balas Hitsugaya.

"Oi, Toshiro! Ayo, kita ke atas!" panggil Ichigo yang udah ada di dekat tangga. Isshin tampak tergeletak di lantai dengan babak belur.

"Eh, iya…," Hitsugaya berhenti sebentar di hadapan Isshin. "Mmm, permisi… Maaf, mengganggu…," katanya sambil membungkuk hormat.

Isshin langsung menangis ke arah poster almarhum ibu Ichigo, Kurosaki Masaki.

"Huaaaaaaaaaaaaaaaa~!!! Kenapa anak laki-lakiku tidak bisa sesopan dan sesantun teman kecilnya ini??? Maafkan aku, Masaki!!! AKU GAGAL SEBAGAI SEORANG AYAAAAAH~!!!!" jerit Isshin di depan poster dan menciuminya. Hitsugaya yang sweat drop segera berlari ke kamar Ichigo.

"Nee-san~!!!" sesosok boneka singa melompat ke arah Hitsugaya. Ichigo langsung menangkis boneka mesum itu.

"Bodoh!! Ini Toshiro!! Rukia lagi di rumah Uryuu!!" kata Ichigo pada Kon yang tergeletak di lantai.

"APA?!! Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!!!! Padahal aku kangen Nee-san~!!! Tapi kenapa yang datang malah kapten cebol ini?????????" Kon nangis gulung-gulung di lantai. Hitsugaya langsung nginjek-nginjek boneka itu dengan kesal.

"Oke, Toshiro… Tolong terangin rumus ini…," Ichigo menunjuk sebuah rumus dari bukunya.

Hitsugaya menatap rumus itu dan mengambil pensil.

"Hmm, ini begini, lho…," Hitsugaya lalu menunjukkan plus menerangkan bagaimana cara mengerjakan soal-soal itu.

Ichigo langsung paham. Dia kagum dengan kejeniusan Hitsugaya.

"Wow, nggak heran elo disebut jenius!" celetuk Ichigo.

"Yaah… hanya kebetulan, kok…," kata Hitsugaya. "Ada yang lain lagi?"

Ichigo berpikir. "Oya, Toshiro! Elo mau nggak belajar bareng sama gue?"

"Hm? Kenapa nggak minta contekan ke Ishida aja?" tanya Hitsugaya yang tampak lagi asyik menyiksa Kon dengan cara mencubit-cubitinya.

"Heh! Jangan salah, ya, Toshiro! Gini-gini gue anak baek-baek!! Gue nggak mau nyontek! Lagian Ishida udah sama Rangiku-san, Rukia, dan Inoue!" kata Ichigo. "Ayolah, ntar gue pinjemin Kon buat guling tinjumu, deh!"

Mata Hitsugaya langsung terbinar-binar. Kurosaki tau aja kalo gue lagi pengen menghajar sesuatu! "Oke! Gue pijem boneka ini sampai ujian selesai ya!"

Kon langsung berkeringat dingin.

"Hehehehe… Oke, deal!! Silakan elo bawa boneka itu! Toh, dia cuman ngerepotin disini!" kata Ichigo. Kon nangis bombay pas Hitsugaya sekarang mulai menonjok-nonjok tubuhnya dengan cepat dan keras.

"Hello, semua!" sapa Renji yang masuk lewat jendela. Ikkaku dan Yumichika ada dibelakangnya. "Wuah, Hitsugaya-taichou! Lagi olah raga, nih?"

Hitsugaya menoleh. "Iya, baru aja dapet guling tinju yang lumayan! Mau gabung?"

"Yak!! Kebetulan gue juga lagi pengen nonjok sesuatu dari tadi!" Renji dan Hitsugaya langsung memulai aksi mereka menghajar Kon tanpa ampun.

"Kenapa kalian kesini?" tanya Ichigo.

"Gue denger Hitsugaya-taichou di sini… Kita mau minta di bantuin ngerjain PR!" kata Ikkaku.

"Kebetulan tadi gue juga baru aja mau di ajarin! Kita sekalian belajar bareng, yuk!" ajak Ichigo. Semua mengangguk setuju.

"Eh, sekalian, Ichigo… Ajarin kami TIK!" pinta Renji. Yaaah, para shinigami kan belum tau perkembangan teknologi… Wajar kalo nilai TIK mereka jelek-jelek kecuali Hitsugaya yang langsung paham begitu di terangin sekali.

"Oke, oke… Ayo, kita belajar!" kata Yumichika sambil menatap bayangan dirinya di cermin.

"Kita mulai dari matematika," ucap Hitsugaya yang mulai membuka buku cetak matematika. "Ayo, kita coba kerjakan soal ini…," Hitsugaya menyodorkan seberkas kertas berisikan soal-soal matematika.

"Soal apaan, nih?! Sulit banget?!!" protes Ikkaku.

"Aduuh… Terlalu banyak berpikir nggak bagus buat kecantikan…," keluh Yumichika.

"INI SOAL APA 'SOAL', SIH, TOSHIRO?!!" jerit Ichigo syok. Hitsugaya hanya stay cool.

"Eh, ada tulisannya…," Renji mencoba membaca tulisan yang ada paling atas sendiri. Mereka ber-4 langsung terbelalak.

"INI, KAN, MATERI SOAL UNTUK OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT INTERNASIONAL TAHUN KEMARIN?!!" jerit 4 orang yang lalu langsung semaput itu.

"Iya, itu fotokopi soal yang gue dapet dari guru matematika… Ku pikir lumayan juga buat latihan soal…," kata Hitsugaya yang emang katanya mau diikutin olimpiade matematika mewakili sekolah.

4 orang yang baru sadar dari pingsan itu langsung mangap semua. "APAAAAAAAAAA?!!!!"

"Sudahlah, ayo, cepat kerjakan! Mudah, kok…," kata Hitsugaya.

"Mudah apanya?!!" protes Ichigo.

"Jangan banyak protes! Gue numpang tidur dulu, ya!" Hitsugaya melompat ke atas tempat tidur Ichigo dan menggeliat dengan nyaman. "Bangunin gue kalo udah selesai! Huaaaah~!!" dengan itu pun Hitsugaya langsung memejamkan matanya.

"Dasar! Tapi, ya sudahlah! Ayo, kita kerjain ni soal!" kata Ichigo pada akhirnya.


3 jam kemudian…

"Selesai jugaaaaa~!!! Rasanya kepala gue mau pecah, nih!!" keluh Renji.

"Waduh, udah jam segini! Kita telat makan siang!" kata Yumichika saat melirik jam weker Ichigo. "Astaga, itu nggak bagus untuk kecantikan kulit…,"

"Oke, aku minta Yuzu bikinin kita makan siang!" Ichigo pun berdiri.

"Eh, bantuin kita bangunin Hitsugaya-taichou dulu, donk!" kata Ikkaku.

"Gue kejepit, neeeeeeeeeh~!!" kata Kon yang nggak sengaja di jadiin bantal sama Hitsugaya.

"Oi, Toshiro! Bangun!" kata Ichigo sambil mengguncang-guncang tubuh Hitsugaya.

"Heeeh?? Udah jam berapa…??" tanya Hitsugaya sambil menggosok matanya. Dia menguap lebar. "Hmmm…!!! Udah selesai?"

"Iya, udah! Coba koreksi, deh! Gue mau ambilin makan siang dulu buat kalian!" kata Ichigo. "Kasian Kon, tuh! Bisa jadi rempeyek kalo elo gituin terus!"

"Biarin! Nih, biar nambah!" Hitsugaya nonjok Kon lagi.

Tiba-tiba…

ZRAAAAAAAAAAAAAZH~!!!!

Sebuah panah biru melesat dari jendela yang terbuka lalu menancap ke tembok. Tepat di atas kepala Ikkaku.

"Panah biru ini… Ishida, kan?" tebak Ichigo.

"Eh, ada surat!" kata Renji.

Dia mengambil surat yang ada di panah. Renji terbelalak. "Hitsugaya-taichou! Ini surat tantangan!"

Hitsugaya mengangkat alis. "Surat… tantangan…???"

Kapten kecil itu pun membaca surat tersebut…

Kepada kapten shinigami yang paling cebol…

Sepertinya kau memang sangat jenius! Tapi gue nggak yakin elo bisa ngalahin gue… Maka dengan surat ini… Gue nantang elo buat tanding! Kita buktikan siapa yang terpintar!

Sepertinya kau sudah bikin kelompok belajar. Gue pun juga! AHAHAHAHA!!! Gue yakin kelompok gue bakal jadi yang terbaik!

Salam quincy,

Ishida Uryuu

Hitsugaya meremas surat itu dan di buang ke tempat sampah. "Huh, pertandingan konyol!" katanya.

"Hitsugaya-taichou! Tantangan itu harus di terima!! Itulah motto di divisi 11!!!" protes Ikkaku. Hitsugaya menghela nafas.

"Terserah kalianlah… Ini memang tantangan kelompok… Kalian aja yang nerima! Gue nggak…," ujar Hitsugaya.

"Tapi, elo kan yang jadi ketuanya?!" Ichigo ikutan protes.

"Oke, oke… bakal gue terima… Tapi, kalian aja yang serius! Gue nggak! Gue nggak minat jadi juara!" Hitsugaya akhirnya ngalah. Ikkaku, Ichigo, Yumichika, ma Renji tersenyum gembira.

"Bantu kita ya, Toshiro!!" kata Ichigo.

"Iya, iya…," Hitsugaya memanggil kupu-kupu hitam dan mengirimnya ke tempat Ishida. Bunyi pesannya adalah…

Aku terima…


4869fans-nikazemaru:" Yeah!! Ishida Team VS Hitsugaya Team!! Siapakah yang menang?!!"

Hi-chan:" Palingan juga Hitsugaya…,"

4869fans-nikazemaru:" Belum tentu!"

Uryuu:" Lihat saja kapten cebol! Gue pasti menang!!"

Hitsugaya: (sweat drop) "terserahlah…," (sigh)

Ichigo:" Oke! Chapter ini hanya terdiri dari 3 chapter atau mungkin 4! Syukurlah~!!!"

4869fans-nikazemaru:" Gue nggak mungkin bikin fanfic dengan chapter banyak-banyak! Gue masih punya banyak fanfic yang belom complete! Kayak Super Anime Competition SHOW yang chapter-nya nggak bisa habis-habis… Ghost Hunter yang entahlah kapan tamatnya. Gue usahain, sih, nggak nyampe lebih dari 30 apalagi 50!! Gila aja!! Crazy Medicine juga mungkin baru bisa tamat di chapter ke-10… Trus… My Dear Kaichou… Huaaaaaaaah~!!! Tapi ya sudahlah! Ini rasanya nantang banget!"

Hi-chan:" Oke, please review aja ya readers? Kita mau tau gimana pendapat kalian!"