Judul::

KIRA

-kill.1 (Aku)

Disclaimer:

MASASHI KISHIMOTO.

Warnings::

YAOI. SELF MUTILATION. INSANE PEOPLE.

AUTHOR:

SLEEPING FOREST.

.

.

"Sudah 3 tahun aku tidak pernah melihat bunga sakura," gumamnya lembut, tampak berbisik seperti menyemangati diri sendiri.

"Ne, Kyuubi~"

Apa, gaki?

"Tidak… Aku hanya ingin memastikan kau tetap bersama-ku."

Bodoh… Aku akan selalu menemani-mu, gaki.

"Aku benci sendirian, Kyuu~"

Semuanya akan baik-baik saja, kalo kamu bersama-ku gaki.

"Iya, ya…"

Bahkan kegilaan ini tampak begitu nyata, semua kesakitan selama ini yang di deritanya telah membuat jiwa di dalam tubuhnya terbelah. Ia lelah berlari sendirian, maka ia berhenti, ia berhenti untuk berlari, ia berhenti untuk hidup.

Kenapa harus hidup? Jika kematian tampak lebih menjanjikan kebahagiaan?

Jaman dahulu kala..

Ada seekor rubah berekor sembilan, Kyuubi no Kitsune.

Tinggal di sebuah gunung.

Suatu hari, datanglah seorang manusia.

Ia terluka.

Kyuubi bermaksud untuk menolongnya, tetapi…

Apa yang terjadi?

Orang tersebut, menyangka Kyuubi akan memangsa-nya.

Ia berlari ketakutan dan turun dari gunung.

Seminggu kemudian, orang itu kembali dengan masyarakat desa yang marah.

Mereka ingin memusnahkan Kyuubi, namun ia telah pergi.

Ia pergi ke sebuah negeri yang jauh.

Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang yatim.

Anak itu sungguh manis, Kyuubi memungut si anak.

Mereka berdua, berkeliling dunia.

Mereka selalu bersama, hingga…

"Naruto… Bangun."

Oh, ia lupa.

Ia lupa mengapa semua tampak gelap, tentu saja karena penutup mata menghalangi penglihatannya.

Ia juga lupa mengapa badannya tidak dapat bergerak, tentu saja karena jaket pengikat membatasi gerakannya.

"I-iruka?" lirihnya serak.

Seseorang menghampiri tempat tidurnya, tempat tidur lusuh yang selalu di tidurinya setiap malam selama 3 tahun.

"Aku di sini, Naruto… Ayo, makan sarapan-mu, akan kubantu." si pria berambut cokelat mengelus kepalanya lembut, rambut pirang itu sudah berubah sangat kusam.

"Aku tidak lapar, Iruka…" ia mengeliat kedinginan, Iruka menyelimutinya dengan hati-hati, "Tapi, Naruto…" matanya tertumbuk pada senampan makanan di atas meja.

"Akan aku makan, tetapi tidak sekarang… Aku sedang berbicara dengan Kyuubi." Ujarnya pendek.

Tanpa suara, pria itu meninggalkan kamar besi untuk kesekian kalinya dengan hati yang sakit.

Bagaimana bisa?

Bagaimana bisa anak seperti itu terperangkap selamanya di dalam tempat seperti ini?

Dosa apa?

Dosa apa yang ia perbuat hingga, ia harus terkungkung dan di asingkan dari gemerlap dunia di usia semuda ini?

Tuhan, jika Kau memang ada….

Selamatkan dia.

.

.

Jika rasa sakit ini bisa di tukar dengan uang, berapa milyar ryo yang kudapat?

Pasti banyak sekali…

Sudah berhari-hari ia tidak bertemu matahari, kulitnya yang kecokelatan sekarang sudah berubah kepucatan.

"Kyuu~"

Hm?

Setiap aku terjatuh tidak ada yang mengulurkan tangan untukku, apakah artinya aku sendiri?

Ia berusaha mengukir senyum di bibir keringnya, bantal di bawah kepalanya terasa begitu lembab tetapi ia tidak begitu peduli.

Gaki?

"Apa itu cinta, Kyuu?"

Hanya sebuah perasaan posesif yang tidak memiliki akhir.

"Maksudnya?"

Awal semua hal adalah cinta, karena cinta seseorang rela berperang dan membunuh.

Karena cinta, orang mau mencuri dan memukul.

Karena cinta, seorang ibu bersedia meninggalkan anaknya di bawah tetesan hujan.

Cinta itu tidak berguna.

Hanya menimbulkan kesakitan.

"Jadi, aku tidak membutuhkan cinta?"

Tidak.

Apa itu cinta?

Kenapa semua orang selalu bilang 'cinta' 'cinta' 'cinta'?

Apakah itu hal yang penting?

Aku tidak begitu mengerti, dan tidak mau berusaha mengerti.

Kenapa aku harus memulai sesuatu yang tidak ku kenal?

Lagi pula, hidupku sudah berakhir sejak dulu sekali.

"Kyuu~ lanjutkan dongeng itu sekali lagi…"

Ini sudah ribuan kali… Tetapi, baiklah.

Hingga, pada suatu hari.

Ada seseorang yang melihat si anak.

Ia seorang pria tampan kaya yang baik hati, ia seorang pangeran.

Kyuubi tampak begitu ketakutan, dan khawatir si anak akan pergi meninggalkannya.

Tetapi, si anak hanya tersenyum sambil berkata.

'Aku akan selalu di sisi-mu Kyuubi'

Si anak menolak tawaran si pria.

Si pria sangat marah, ia memanggil seribu pasukan kerajaan.

Mereka membakar rumah Kyuubi dan si anak.

Keduanya tidak berhasil menyelamatkan diri.

Mereka mati terbakar, musnah menjadi abu.

Tetapi, mereka telah berpindah ke kehidupan lain yang lebih indah.

Dan pada akhirnya, mereka bahagia selamanya.

.

.

Apakah kau tidak bisa memaafkan-ku? Aku sudah mengorbankan setiap tetes darah-ku untuk di tukar dengan maaf mu.

"Bagaimana bisa, seorang pembunuh seperti dia hanya di masukan ke Rumah Sakit Jiwa? Dia seharusnya di bunuh!! Nyawa di balas NYAWA!!"

Apakah tidak cukup bagi-ku, yang sudah kehilangan jiwa ini untuk membuat mu tersenyum lagi?

"Dia membunuh orang tua-nya 'kan? Seharusnya dia di hukum gantung!!"

Kenapa? Kenapa semua-nya tidak mau percaya dengan kata-kataku?

"Dia sudah membunuh polisi yang mencoba membantu-nya!! Apakah dia gila?!"

Jika aku harus menukar nyawa-ku ini kepada iblis untuk kebahagiaan-mu maka akan kulakukan…

Tetapi, tampaknya iblis pun tak mau berpihak padaku.

"Uzumaki Naruto-kun, seorang siswa Konoha Private School di kabarkan telah membunuh orang tua-nya. Pada hari di mana mereka merayakan ulang tahunnya yang ke-15, ia menusuk keduanya lalu membakar rumah mereka. Mayat keduanya tidak dapat di kenali, dan dalam pelariannya Uzumaki-kun juga membantai 2 orang polisi yang sedang berpatroli. Sekarang ia masuk ke dalam daftar pencarian buronan paling di cari, di harapkan bagi seluruh masyarakat untuk berwaspada dan bersiap-siap."

Bahkan aku tidak mengerti dengan diri-ku sendiri…

Kenapa aku tidak bisa menghentikan diri-ku yang menusuk mereka hingga kehilangan nyawa?

Kenapa aku tidak bisa menghentikan diri-ku yang menyulut api di rumah kami hingga mereka musnah menjadi abu?

Kenapa aku tidak bisa menghentikan diri-ku yang memegang gagang pistol hingga membiarkan peluru itu menembus dada mereka?

Kenapa?

Aku tidak ingat…

Bahwa aku membunuh mereka…

Aku seorang pembunuh.

Aku. Uzumaki Naruto. Seorang pembunuh.

Yang bahkan tidak sadar. Bahwa dirinya seorang pembunuh berkepribadian ganda.

BERSAMBUNG.

.

.

Are you like it?

SLEEPING FOREST.

DURI KAMI TELAH MENANCAP.

YOROSHIKU.

Next Kill.2 (ini)

"IRUKA!!! TOLONG AKU!! KELUARKAN AKU!!"

Kepalanya berdarah, menghantam pintu besi itu puluhan kali. Dalam siang yang terik itu, ia tak mau lagi terperangkap di sana… Ia ingin keluar. Apakah salah?

"KELUARKAN AKUU!!! AKU TIDAK GILA!!"

Gelap. Hanya itu yang dapat di lihatnya.

Bahkan setitik cahaya pun tidak.

"KYUUBI MENGHILANG!! A-AKU Ti-dak mau sendiri…."

.