Genre: Humor/Parody

Rate: K+

Summary: Mello nemu golden ticket Willy Wonka.

Disclaimer: bukan punya sayaaa ! Sumpah sadako dah! Tapi punya TO2!

A/N: … sayah bingung mau ngomong apa, hmm… this is the last chapter (soalnya males bikin panjang-panjang, ide mampet mulu, jadi di stop sampe sini aja T_T) huhuhu. Oh ya, hampir lupa, chapter ini humornya rada berkurang yaa. Hm…tapii keep RnR yaa ~ Love you all 3

"GOLDEN TICKET "

Chapter 5

© Kurosu Hana

"Mamat.. L-sama kemana toh?" Tanya Mello dengan tampang innocent ke Matt di perjalanan mereka selanjutnya. Berhubung yang ditanya lagi bete, jadi dia hanya menjawab sekadarnya.

"Uuuhh… gak ada di saku gue kok Mel!" jawab Matt lesu.

Mello tambah bingung ngeliat kelakuan Matt. Dipikirnya, Matt kok jadi lesu gitu. Padahal mereka kan lagi berdua, jadi ada kesempatan buat mereka mojok gitu dan gak ada yang ganggu, kan Wonka suka gak pedulian, jadi gak mungkin lah dia bakal gangguin dua orang yang lagi kasmaran itu.

"Matt lo kenapa sayang?" Tanya Mello dengan nada rendah. Sebenernya dia lagi bingung, dia bisa aja marah atas sikap Matt. Tapi berhubung kayaknya Matt lagi super duper bete berat amat sangat gitu, jadi dia mengurungkan niatnya buat marah.

"Huff… semuanya pergi.. pergi… sekarang hanya tinggal aku dan kau mells… seandainya ini semua tak pernah terjadi…" gumam Matt.

0.o

Mello semakin bingung. "Matt? What happen with you my dear? And what happen to L-sama?"

"He's gone… like others…"

"What do you mean Matt?"

"YA DIA ITU UDAH PERGI MELL! DAN GUE GAK TAU APA YANG BAKAL TERJADI SAMA MEREKA SEMUA! LIGHT-NIISAN! NEAR! L-SAMA! PERGI SATU-SATU! APA YANG BAKAL TERJADI SAMA MEREKA SEMUA?! GAK TAUUU! DAN JUGA, ITU BERARTI, SALAH SATU DARI KITA JUGA BAKAL PERGI SETELAH INI! GUE GAK MAU MELL! GUE GAK MAU LO PERGI NINGGALIN GUE! DAN GUE JUGA GAK MAU PERGI NINGGALIN LO!!"

Matt yang udah berada di puncak kesedihannya hanya mampu marah melampiaskan semua yang udah ada di benaknya. Ia menangis sejadi-jadinya setelah melampiaskan kemarahannya itu. Mello gak mampu berkata-kata, dia cengo, dia gak nyangka Matt sepeduli itu sama temen-temennya, bahkan dia aja gak mikir apa yang terjadi ama temen-temennya.

"Uh.. Matt, stop crying! I hate to hear someone cry!" Mello mencoba menenangkan Matt. Tapi Matt tak berhenti menangis, ia tak kuasa menahan kesedihannya.

"Hahaha… Kalian berdua ni pada lebay amat dah.." kata Wonka dengan nada mengejek ke Mello dan Matt.

Mello langsung mengalihkan pandangannya menuju ke Wonka yang ternyata dari tadi memperhatikan mereka. Sementara Matt berhenti menangis dan menatap Wonka dengan tatapan tajam. Seakan ia ingin menelan si pemilik pabrik gila ini mentah-mentah, tanpa digoreng atau direbus atau diapakan itu lah author gak tau lagi terlebih dahulu.

"Apa maksudmu Mr. Wonka?" Tanya Mello penasaran.

"APA MAKSUDMU HAH?! LO YANG UDAH BIKIN TEMEN-TEMEN GUE PERGI NTAH KEMANA, SEKARANG LO DENGAN WAJAH GAK BERSALAH LO ITU BILANG KALO SIKAP GUE INI LEBAY?! EMANG LO GAK PERNAH NGERASAIN SEDIHNYA KEHILANGAN ORANG YANG LO SAYANG? GAK PERNAH? ATO EMANG LO GAK PUNYA ORANG YANG LO SAYANG DAN SAYANG AMA LO? IYA?! HAH?!?"

"AHAHAHAHA" Wonka hanya menjawab cibiran sadis Matt yang ditujukan kepadanya dengan tawa. Mungkin dia pikir hal itu lucu. "Hhh… sabar lah Matt, tenang aja. Temen-temen lo bakalan baik-baik aja. Gue berani jamin. Dan… gak bakal ada korban lagi kalo lo ama Mello tetep nurut dan gak berbuat yang melanggar."

"EEh? Lo serius kan mereka gak bakal kenapa-napa?!" Matt yang tadinya terlihat kusut mulai menampakkan binar-binar cahayanya kembali.

Wonka hanya menjawabnya dengan anggukan dan gerakan bahu malas…

"Nah.. Matt.. Lo udah denger kan kalo mereka gak bakal kenapa-napa? Mereka bakal baik-baik aja?" ujar Mello kepada Matt.

"Ehm… iya Mell.. huff… syukurlah…" kata Matt dengan wajah menunduk. Ia malu dengan perkataannya yang sadis tadi.

Lalu sejenak terjadi keheningan…

"Ehmm.. mell?" ujar Matt kemudian.

"Iya Matt?"

"Maafin gue ya? Gue emang bodoh! Huff…"

Mello hanya menjawab permintaan maaf Matt dengan senyuman yang sangat tenang. Jarang-jarang Mello mengeluarkan senyuman yang bisa menyejukkan hati seperti ini. Lalu, perlahan, dia mendekatkan diri ke Matt. Memegang pundak Matt… dan memeluknya.

"Mello…"

"Matt… percaya sama gue.. kita semua gak bakal terpisahkan. Apalagi lo ama gue, gak bakal ada yang bisa misahin kita berdua. Believe me matty…" kata Mello dalam pelukannya.

Matt tak kuasa menahan air matanya jatuh.

Hening..

Lalu, Mello melepaskan pelukan hangatnya dari Matt. Dan tersenyum manis ke arah Matt. Dan Matt membalas senyuman mello itu, hangat…

"Hhhh… udah?" ujar Wonka setelah melihat mereka berdua.

"Eeehh? U.. udah..udah…" kata Matt tergagap karena dia malu.

"Hahaha… kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kita…"

"Baiklah, ayo!" Ujar Matt semangat. Ia lalu melirik ke arah Mello, menatapnya dalam dan menggandeng tangannya.

"Ayo kita pergi mells.."

"Ayo…"

***

"Well everybody, welcome to the last place ~" kata Wonka setelah sampai di sebuah ruangan yang sangat cerah, putih.. dipenuhi dengan cahaya. Tampaknya ruangan ini seperti ruangan TV yang sangat besar. Tak ada tanda-tanda berbau coklat di sini.

"Last place? Jadi ini tempat terakhir?" Tanya Matt tak percaya kepada Willy Wonka.

"Yep, last place!" jawab Wonka mantap.

"Jadii…. Maksudmu… kita… ?"

"Yup! Kalian pemenangnya!"

Matt cengo mendengar kata Willy Wonka. Sementara Mello udah bersorak kegirangan.

"YAIIIYYY!! I'M THE WINNER! EH..SALAH… WE'RE THE WINNER!!!"

"Eeehh? Tapi kok bisa Mr. Wonka?" Tanya Matt masih tak percaya.

"Haha.. setelah melihat sikap kalian berdua yang tak bisa dipisahkan tadi, gue jadi berfikir kalo gak adil gue misahin kalian, akhirnya, gue putusin aja kalo kalian berdua yang jadi pemenangnya. Dan berhak mendapatkan pabrik coklat gue ini…" ujar Wonka santai.

"Serius Mr. Wonka?" sekarang giliran Mello yang bertanya.

"Yup!"

"Thanksss beraaattt Mr. Wonkaaaaaa!!" ujar Mello histeris lalu memeluk Wonka eraaatttt banget.

"Uh…uhuk…uh… Mells… le..le..pasin….uh.. iya..sama-sama.. uh, gak bisa napas..uh!" kata Wonka tersendat.

Sadar dia udah ngebikin nyawa Wonka terancam, Mello melepaskan pelukan mautnya.

"Hehehe.. maap Mr. Wonka.. tapii… Thanks yah..XD"

"Iyaa.. congrats buat kalian berdua.."

"Yup Mr. Wonka! Thanks" ujar Matt.

"Hohoho… iyaa…"

"Ng… ngobrol-ngobrol Mr. Wonka, ini tempat apaan?" Tanya Matt.

"Ini tempat buat ngirimin coklat-coklat yang udah gue buat ke tempat-tempat yang mau dikirim."

"Kok bisa?"

"Liat aja.. perhatiin.."

Lalu, mereka perhatiin suku oompa-loompa yang lagi ngebopong coklat ukuran raksasa. Mereka lalu meletakkan coklat tersebut di sebuah tempat yang diatasnya ada lampu yang gede banget. Lalu tiba-tiba, lampu tersebut nyala dan mati dengan cepat, seperti kilat. Namun, setelah lampunya mati, coklat tersebut udah pindah tempat jadi masuk ke dalam layar TV tersebut yang ternyata coklat tersebut udah kekirim ke tempat tujuan.

"Gitu doang?" Tanya Mello heran setelah melihat kejadian tersebut.

"Yup!" jawab Wonka mantap.

"Hah? Emang nyampe gitu Mr. Wonka?" Tanya Mello lagi.

"Nyampe laahh.. lo gak percaya?"

"Ng… percaya aja deh. Daripada gue jadi korban nanti…" kata Mello ragu.

"Hhh.. yaudah kalo gitu, ayo kita pergi." Ajak Wonka kemudian.

"Hah? Pergi kemana?" Tanya Matt.

"Udah ayo ikut aja."

"Ng… iya deh…"

***

"Eeeehhhh???" teriak Matt dan Mello tak percaya setelah sampai di tempat yang diajak Wonka dan melihat apa yang terjadi.

Iya, jelas saja mereka tak percaya. Dihadapannya udah berdiri ketiga orang temannya, Near, Light dan L. Tapi, mereka bertiga muncul dengan tampang yang mengerikan!

Light muncul dengan badan yang dipenuhi dengan coklat cair. Hampir tak terlihat seperti Light, yang ada, dia seperti manusia coklat yang sedang berdiri tegap. Bahkan kalau mengingat itu bukan Light, mungkin Mello sudah menggigit coklat itu rakus!

Near yang paling parah. Badan near yang kurus dulu kini berubah menjadi lebih bulat, walaupun tak sebulat saat ia menjadi blueberry. Dan juga, near kini berubah menjadi BIRU! Badan near yang dulunya putih pucat, rambutnya yang putih, bajunya dan semuanya yang putih, kini berubah jadi biru! Yah.. tak ada lagi Near si albino sekarang…

L mungkin terlihat paling…err….bau! Yahh.. walaupun L sebelumnya juga udah bau gara-gara gak pernah mandi + gak pernah ngurusin dandanannya (digampar L's FG) tapi, setelah keluar dari tempat sampah induk, L jadi tambah bau dan tambah berantakan, hancur banget lah pokoknya. Kalo mau penampilannya balik, kayaknya L musti mandi bunga tujuh rupa. Hoho…

-back to Matt and Mello-

"Err… kok tampang kalian jadi ancur gini sih?" Tanya Mello bergidik melihat tampan ancur-ancuran ketiga temannya itu.

"Huuhh.. kalian sih gak ngerasain…" ujar Light sewot.

Matt tak peduli dengan tampang ancur-ancuran ketiga temannya itu. Ia sangat bahagia dengan datangnya teman-temannya itu kembali. Ia berlari menuju ketiga temannya, lalu memeluk mereka erat. Near, L dan Light yang bingung atas sikap Matt lalu membalas pelukan mereka. Dan akhirnya, Mello pun juga ikut berpelukan. Sungguh suasana yang sangat hangat. Pertemuan kembali sahabat yang terpisahkan –lebay-

"Hahaha…. Selamat yah…" ujar Wonka yang dari tadi ternyata memperhatikan mereka. Kelima orang tersebut akhirnya melepaskan pelukan mereka. Lalu mereka memperhatikan Mr. Wonka.

"Ehhh? Kenapa ngeliatin gue kayak gitu?" Tanya Wonka bergidik karena tak biasa diliatin seperti itu.

"Thanks Mr. Wonka…" ujar Mello kemudian.

"You're Welcome Mells… oh ya, ini kunci pabriknya, gue serahin ke lo karena yang ngedapetin tiket emas gue ini lo. Jadi, lo yang paling berhak atas pabrik gue." Ujar Wonka ke Mello sambil menyerahkan kunci yang terbuat dari COKLAT juga. Mello menerima kunci tersebut dengan senyum bahagia diiringi tepukan tangan dari keempat sahabatnya dan para suku oompa-loompa.

"Jaga pabrik ini baik-baik Mells… gue mau pensiun, gue udah tua. Gue mau balik ke rumah bokap gue. Gue kangen sama dia… 25 tahun kerja sebagai pembuat coklat udah cukup buat gue, sekarang giliran elo yang musti nerusin Mells…" ujar Wonka bijak kepada Mello.

"Yup Mr. Wonka. I'll try to make this factory more become famous.."

"Good Luck Mells.. Gue musti pergi sekarang. Pesawat udah nunggu."

"Hati-hati Mr. Wonka…" ujar Mello.

Lalu, Willy Wonka pergi menuju ke sebuah pesawat jet yang sudah menunggunya. Itu jet pribadi Wonka. Mello, Matt, Near, L, Light menyaksikan kepergian Willy Wonka dengan perasaan haru. Mereka melambai-lambaikan tangan untuk melepas kepergiannya. Dan akhirnya, pesawat jet Wonka pun sudah tidak tampak lagi.

"Emmhh… Mells.." kata Near ragu.

"Iya Near?" Tanya Mello.

"Selamat ya, sekarang, kau berada 1 level diatasku." Ujar Near sambil menjabat tangan Mello.

"Thanks Near.." sambut Mello dengan senyuman tulus.

"Oke! Sekarang kayaknya gue mau balik ke Jepang!" kata Light.

"Ke Jepang?" Tanya Matt ke Light dengan pandangan gak percaya.

"Iya Matt.. Mello, kita harus balik ke Jepang. Kapan-kapan kita bakal main kesini dah. Jaga diri kalian baik-baik ya, jangan suka berantem." Ujar L menasihati.

"Thanks L-sama.." ujar Matt dan Mello bersamaan. Lalu, derai tawa mengalir diantara mereka berlima.

Akhirnya, limousine hitam L sudah sampai di depan gerbang. Menjemput L, Light dan Near. Mereka bertiga lalu masuk ke dalam limousine. Mello dan Matt melihat kepergian ketiga sahabatnya itu dari luar. Mereka melambai-lambaikan tangannya untuk melepaskan kepergiannya.

"Jaaa L-sama… Jaaa Light nii-san… Jaa Near-chan…" kata Matt melepaskan kepergian dengan setetes air mata yang menetes di ujung pelupuk mata cantiknya itu…

*** THE END***

Hana: (nangis-nangis gara-gara terharu) "Huhuhuhu, akhirnya sampai juga pada pertemuan kita di chapter terakhir ini".

Matt: "Iyaa yah. Happy ending. Huhuhu"

Mello: (nglempar tissue ke Matt n Hana) "Yup! Gue seneng banget ama akhir dari fict ini. Jadinya, gue gak perlu ngabisin duit lagi buat ngebeli coklat. Wehehehe"

Hana: "Ahh.. dudul lo Mell! Hoho. Betewe, Makasiiih banyak buat para reviewer and reader yang udah mau-maunya baca dan review fict sayah. Ini fict multi chap sayah yang pertama berhasil end! Makasiiiih banyaaakkkk ~ I love you all! Tanpa kalian semuuua, fict sayah ngga bakalan jadi. Muuaachhh~ I love yooouuuu~"

All chara in this fict: "Iyaa! Makasiih banyak buat semuanyaa. We love you all!"

Hana: (nunduk-nunduk ke reviewer and reader) "Hiksuu..Arigatoo ne. Sampai Jumpa di fict sayah selanjutnyaa, dan maaf kalau terjadi kesalahan saya selama fict ini berlangsung. Ja matta nee ~"

Wonka: Lebay deh ah =='

V

V

V

*click click click click click click click click*