Weii~ Game RPG nih! Oke, dimulai aja!!

-...-...-...-...-...-...-

Di sebuah kerajaan Ayampirang, yang tenang, aman damai sentosa gemah ripah loh ginawi...

"APAA?! POPURI DICULIK?!!!" teriak Rick, pangeran tengah dari kerajaan Ayampirang. Teriakannya nyaris terdegar di wilayah kerajaan Ayampirang.

"Iya, yang mulia pangeran! Saya melihat ada surat ini di kamar tuan puteri!" kilah dayang Elli panik, sambil memberikan surat.

Rick lalu membacanya.

Dear anggota kerajaan Ayampirang (nama yang kampungan, ha ha),

Popuri kalian kuculik! Dialah satu-satunya yang bisa menghibur diriku. Takkan kukembalikan dia!

Kai, dari kerajaan Kerangmawar

Rick yang mulai pusing beribu keliling memberikan surat itu pada ibundanya.

"Wah, wah, kenapa bisa begini, ya..." sedangkan Ratu Lillia hanya bisa menghela napas dan tersenyum.

"Gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih, gimana nih..." ucap Rick lebay.

"Ya kalau diculik, mau bagaimana lagi..." sahut Lillia nyerah.

"IBUNDA!!!" tereak Rick lagi, bikin kerajaan Ayampirang gempa tektonik susulan lagi. "Kita harus menyelamatkan Popuri!! Bagaimanapun kita harus menolongnya!!"

"Tapi..."

"Akan kupanggilkan ksatria-ksatriaku!!!" teriak Rick lagi.

--- Moment please ---

Ksatria Gray, Jenderal perang Karen dan Penyihir Mary berkumpul di depan Ratu Lillia dan Pangeran Rick.

"Ada apaan sih? Aku kan lagi sibuk ngeburu hewan..." keluh Gray sambil memperlihatkan kapaknya yang super duper tajem.

"Gray, jangan kasar dong..." ucap Mary grogi. Disekitar mereka berdua terlihat efek bunga-bunga mawar. Yaah, bisa dibilang di komik-komik, muka mereka berdua di close up dengan latar pink dan bunga-bunga.

"Udah deh, kok kalian jadi mesra-mesraan gitu sih! Dengarin Rick dulu!" protes Karen sambil narik kolom close up Mary dan Gray.

Karena mereka bertiga ribut sendiri, Rick tereak lagi. "WOI! DENGERIN!!!!"

Lagi-lagi nongol gempa subtonik susulan. Semua diem.

"Hem, bagus. Gini, tuan puteri kami yang paling bego, eh, salah, paling bungsu, Popuri, diculik pangeran Kai dari kerajaan sebelah!" jelas Rick.

Semuanya kaget, termasuk ayam-ayam yang ada di halaman istana kerajaan Ayampirang.

"Kalian bertiga ditugaskan mencari Prajurit Perak Putih demi menolong Popuri." jelas Rick.

"Kenapa enggak sama kita bertiga aja?!" bentak Karen.

"Soalnya...."

Flashback

"Ayah, mau kemana?" tanya Rick.

"Ayah dan Claire, kakakmu, akan pergi bertarung." jelas Raja Rod, sambil ditemani Claire, puteri paling sulung.

"Oh, kalau gitu bawa oleh-oleh ya!" ucap Rick santai sambil pergi.

GUBRAK! Raja Rod dan Claire jatoh.

"Begini Rick... Kalau terjadi sesuatu dengan kerajaan ini, cari saja Prajurit Perak Putih. Dia akan membantumu menyelesaikan masalah. Kami akan pergi mungkin sekitar bertahun-tahun. Sampai jumpa lain waktu, Rick."

"Dadaaah, Rick!" sahut Claire sambil pergi.

Flashback End

"Begitu ceritanya..." ucap Rick lirih. "Kalian harus bisa menemukan dia sebelum melawan Kai. Itu pesan ayahanda dan Claire."

"Ooooh..." semua ksatria yang dipanggil Rick langsung meng-o ria.

"Baiklah, Rick. Aku akan mencari prajurit entah-apa-namanya, dan menolong adikmu." Gray lalu pergi.

"G, Gray, tunggu~~~" Mary kaget dan nyusul Gray lelet keluar istana.

Karen sweatdropped. "Ya udah, kami harus pergi dulu."

"Tunggu!" bantah Rick. "Ada yang ingin kutitipkan padamu, Karen."

"Apa? Wine?" tanya Karen semangat.

"Ah, wine aja pikiranmu..." keluh Rick sweatdropped. "Ini anak ayam yang dipelihara Popuri, namanya Kenta-kun. Tolong tunjukkan padanya kalau kalian udah nyampe ke kerajaan Kerangmawar."

Karen lalu memasukkan anak ayam yang warnanya masih kayak kuning telor itu kekandang kecil dari ranselnya. "Okay, kita pergi ya Rick."

Saat ketiga ksatria kita pergi, Ratu Lillia nanya ke Rick. "Rick?"

"Ada apa, ibunda?"

"Ibu mau kue telur, es krim telur, omellet cookies sama kue tart telur....." aura Ratu Lillia mulai jadi liar. Sekelebat istana dipenuhi aura pembunuh yang entah kenapa berwarna pink.

"I, iya! Akan Rick buatkan!!!" cucap Rick panik sambil ngibrit menuju dapur.

----- Outside of Ayampirang's castle -----

Gray, Karen dan Mary berjalan bertiga keluar dari istana kerajaan Ayampirang.

"Gimana caranya nyari prajurit itu ya..." keluh Karen. "Mana bawa-bawa anak ayam lagi... Dasar ribet..."

"Gi... Gimana kalau kita nyari prajurit dengan baju zirah perak putih? Kan itu asal namanya..." tebak Mary melalui buku sihirnya.

"Ya udah, kita ke pertokoan dulu, beli barang-barang untuk bekal," Gray lalu menaruh kapaknya ke ranselnya.

"Eee..." Mary menghentikan langkah Gray. "Bo... Boleh aku membeli buku sihir baru? Tokonya di situ kok..."

"Boleh..." Gray ngangguk aja.

"Aku mau beli wine buat persediaan perjalanan! Toko Wine Duke di depan sana! Tunggu ya, Gray!" Karen langsung ngibrit membiarkan Gray sendirian.

Beberapa jam kemudian, mereka bertiga akhirnya bertemu lagi.

"Aku beli persediaan wine untuk 3 minggu!" Karen memamerkan 3 kotak botol wine. "Karena kamu cowok, bawain ya!" Karen lalu menitipkan kaleng-kaleng winenya di lengan Gray.

"Aku beli buku sihir dengan mantera baru, mungkin akan membantu selama perjalanan..." Mary membawa bertumpuk-tumpuk buku. "Tolong pegangin ya, Gray,"

Mary dan Karen segera ngibrit nyari barang-barang yang (mungkin) diperlukan untuk perjalanan mereka. Gray masih aja ditinggal sendirian.

Beberapa jam lagi, Karen, Mary dan Gray berkumpul.

"Kalian beli apaan aja sih, sampai uang kalian abis semua!!!?" bentak Gray marah.

"Aku beli 3 kotak wine, kuteks, sunblock, Softex, lip gloss, mascara, sama ikat rambut..." jawab Karen.

"Aku beli buku-buku sihir, kapur sihir untuk melakukan sihir tingkat tinggi, tepung gigi ayam betina, asinan kelelawar, dan bunga Mandrake muda, plus dengan kupu-kupu malamnya..." jawab Mary.

(SFX: Ini hidup wanita si kupu-kupu malam...XD)

"Kalian belinya yang enggak perlu aja! Belinya perbekalan makanan atau minuman dong! Dasar cewek..." omel Gray. "Bawa saja barang kalian sendiri-sendiri!"

"Gray~ Jangan pergiii...." Mary nangis-nangis buaya sambil narik lengan Gray. "Kita harus nyari prajurit Perak Putih..."

----- Meanwhile, the White-Silver Soldier -----

"Hatccchi! Hatcchii!!" bersin si prajurit Perak Putih, memuncratkan bir yang sedang diminumnya.

"Woi, sopan dikit dong!!" keluh Doug, pemilik bar, gara-gara bersinnya si prajurit nyaris muncrat ke makanan yang lagi dibuatnya. Anaknya Ann, yang sibuk mencuci piring hanya bisa tertawa kecil atas tingkah sahabat dan ayahnya. "Kalau bersin dua kali tandanya ada yang ngomongin kamu, yah?"

"He he, mungkin saja pak. Oh ya, pak. Satu bir berapa harganya?" tanya si prajurit perak putih dengan nada pelan.

"Kau kutraktir hari ini, Pure." balas Doug. "Anggap aja gratis!"

"Makasih pak," sahut si prajurit sambil pergi sekaligus makai topi zirahnya yang berwarna putih perak.

"Tunggu, Pure!" panggil Ann memanggil si prajurit. "Ambil beberapa kue ini untuk bekal perjalananmu nanti." tambahnya sambil memberikan sekantong kue kering.

"Makasih, Ann." jawab si prajurit yang dipanggil Pure ramah pada Ann. Dia lalu pergi.

Saat si prajurit pergi dari bar, kebetulan banget dia nubruk Gray.

"ADOUH! Kalo jalan ati-ati dong!!!" bentak Gray, disusul Mary dan Karen dari belakang.

"Sori, sori," sahut prajurit itu sambil pergi.

"Tunggu!" Mary menarik ujung baju zirah si prajurit. Rambut pirang prajurit yang panjang itu berembus, seiring saat kepalanya mengadah ke arah Mary.

"Apa?"

"Kau Prajurit Perak Putih, kan?" tanya Mary sotoy.

.....

.....

Sunyi sejenak.

.....

.....

Prajurit itu mengangguk.

.....

.....

"APAAAAA?!!!" tereak Gray ama Karen kenceng, saking kencengnya ampe kedengeran Rick dari istana.

"Apaan tuh..." ucap Rick kaget.

"MANA KUE TART TELUR GUEEE?!!!" bentak Lillia. Aura pink membara keluar lagi.

"I, Iya ibunda! Saya bikinin!" cucap Rick sambil ngibrit ke dapur istana lagi.

-----Balik lagi ke Gray dkk ketemu prajurit yaaa-----

"Kamu beneran Prajurit entah-apa-namanya itu?!!!" sahut Gray setengah enggak percaya, setengah kaget.

"Iya, memangnya kenapa?" jawab prajurit itu ketus.

"Syukurlah!" Mary segera menggandeng lengan si prajurit. "Kami mati-matian mencari anda, beribu malam kami lewati, beribu badai kami hadapi, bermacam monster kami lawan demi mencari anda!"

Perasaan Mary lebay abis, deh...Padahal baru sejam nyari... pikir Karen dan Gray.

"Terus, udah ketemu, lalu ditinggalin, gitu?" tanya sang prajurit ketus. Prajurit itu lalu meninggalkan Mary, Gray dan Karen.

"Tunggu! Jangan marah dulu..." Mary segera menyusul si prajurit dengan lelet, sementara Gray dan Karen bisa nyusul dengan mudah.

"Kami nyari-nyari kamu," sahut Karen sambil menghalangi si prajurit. "Kami perlu kamu untuk menolong tuan puteri Popuri."

"Apa...? Popuri?" nada suara si prajurit berubah total dari cuek menjadi cemas."Tuan puteri paling bego—eh, salah, paling bungsu dari kerajaan Ayampirang itu kan? Siapa yang menangkapnya? Siapa?"

"Kai dari kerajaan Kerangmawar," jelas Gray.

"Cih..." keluh si prajurit. "Orang itu memang sering merepotkan kerajaan Ayampirang... Mana dia musuhku juga lagi... Oke, aku akan ikut melawan Kai."

"Horeee! Hidup prajurit..."

"Tapi, jangan panggil aku 'prajurit' terus. Panggil aku Pure." sahut prajurit itu cuek sambil memperkelankan diri. "Nah, ayo jalan."

-_-_-_-_-_-

Waa~ Tak disangka bisa masukin fic bersambung lagi... -ditepar Mr.B- Ide Kenta-kun itu maskotnya KFC, karena pembacaan 'Kentucky' dalam bahasa Jepang dibaca 'Kentakii—'. Nama kerajaan Kerangmawar itu, bla bla bla...-ditepar Mr.B lagi-

Mr.B: WOI! SELESAIN DULU LBL AMA JML!!! (LBL: Let's Baking Love, JML: Jack's Mineral Love)

AA: Biarin! -nendang Mr.B-

Oke, RnR ya ^^