Title: Truth, Cries, and Lies.

Pair: (setiap chapter pair berbeda-beda) Beyond x Naomi Misora.

Rate: T.

Genre: Romance/Drama.

Summary: sekumpulan Drama/Romance ala Death Note! Pair yang di gunakan berbeda-beda setiap chapter, gonta-ganti dari Yaoi-Het-atau apalah...Request juga boleh. Chp6/Red: Beyond x Naomi.

© Death Note belongs to Takeshi Obata and Tsugumi Ohba.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X

(Red)

Naomi Misora tak menyangka kalau dia terseret jauh sekali kedalam kasus ini, kasus pembunuhan berantai oleh Beyond Birthday, yang di sebut-sebut sebagai 'Alterego' L Lawliet, sang dektektif terkemuka di dunia.

"Beyond..."

Naomi berdiri tegak di tengah-tengah kamar kosong, hanya ada beberapa perabotan di sana, seperti tempat tidur usang, meja dan kursi yang di lapisi debu tebal. Lalu juga ada rak buku dengan buku-buku yang berjejeran tidak rapi.

Wanita itu hanya berdiri di sana, melihat sebuah sosok di dalam kegelapan, tertawa meringis sendirian, entah apa yang sedang dia lakukan di balik kegelapannya sendiri...

Lalu tak lama kemudian bau darah yang bagaikan bau besi tercium, membuat Naomi mual dengan seketika. Namun dia menahannya mati-matian, bau menyengat nan memusingkan, bau dari kematian...

"Ah, apakah kau sudah menunggu cukup lama, Naomi-san?"

Perlahan-lahan Beyond keluar dari balik bayangan, sambil menjilati tangannya yang berlumuran darah, dia memegang sebuah pisau dapur yang juga berlumuran darah di sebelah tangannya.

Naomi merasa semakin mual, tak mau membayangkan apa yang baru saja pemuda sinting itu lakukan di balik kegelapan... sungguh dia tak ingin membayangkannya jika tak ingin mendapatkan mimpi buruk...

"Kau benar-benar harus menghentikan kebiasaan burukmu, kalau tidak semua orang akan bergegas untuk mencarimu dan menangkapmu..." Komen sang mantan agen FBI, dia sama sekali tak bergerak dari tempatnya berdiri.

Beyond Birthday tertawa, padahal omongan Naomi yang barusan bukanlah sebuah candaan. "Gimana ya? Ini sudah menjadi kebiasaan burukku dari dulu, dan aku tak ingin mengubahnya." Dia menjilat tangannya sekali lagi, tak membiarkan setitik darahpun untuk jatuh dari jemari tangannya.

Jalan pikiran Beyond sangat tak bisa di tebak, pemuda psycho ini melakukan apapun yang terlintas di pikirannya tanpa memperhitungkan resikonya terlebih dahulu. Salah satu hal yang Naomi benci darinya adalah itu.

"Lalu ada urusan apa kau mendatangiku? Apakah kau sudah rindu denganku? Ha, bukankah beberapa waktu yang lalu kita baru saja..."

"Aku datang hanya untuk memperingatimu, Beyond."

Beyond lagi-lagi tertawa, suara tawanya menggelegar ke seluruh ruangan tertutup itu, memberikan nuansa kengerian tersendiri. Naomi malah terlihat biasa-biasa saja, dia sudah bebal dengan segala sifat Beyond yang tak bisa diterima oleh akal sehat orang-orang.

"Kau baik hati sekali Naomi-san, tak salah rupanya aku berharap banyak kepadamu..." Beyond berjalan perlahan ke hadapan Naomi, tubuh Naomi menegang, dia tak menginginkan Beyond untuk berdekatan dengan dirinya.

Dan Beyond tahu akan hal itu, saat jarak wajah mereka berdua cukup dekat, Naomi langsung memejamkan matanya dan mulai mundur kebelakang secara perlahan.

"Kau tahu, Naomi-san? Akan kuberitahu sebuah rahasia kepadamu..." Beyond tak ingin menyentuh tubuh Naomi dengan tangannya yang kotor dengan darah, karena sebisa mungkin dia tak menginginkan 'calon korban'nya itu untuk ternoda sedikitpun...

Naomi menelan ludah, dia tak suka keadaan ini. Beyond berada terlalu dekat dengannya, dan dia tak menginginkan hal itu.

"Aku...selalu membunuh segala hal...yang aku anggap indah, dan kau... lebih dari indah, kau itu...luar biasa, menakjubkan! Tak ada yang bisa menandingimu..." bisiknya di samping telinga Naomi.

Naomi menjadi semakin risih, namun entah mengapa dia tak ingin...kehilangan perasaan ini, perasaan yang hanya timbul ketika Beyond berada di dekatnya...

"Tapi aku tak mau membunuhmu...untuk sekarang, karena kau itu bagaikan bunga kecil yang belum mekar, Naomi-san... akan ku tunggu hingga kau mekar secara sempurna... dan baru pada saat itulah... aku akan memilikimu secara sepenuhnya." Ringis Beyond.

Kata-katanya terasa begitu menusuk, memberikan Naomi kengerian yang luar biasa. Wanita itu berbalik badan dan langsung berlari keluar dari dalam kamar, pergi meninggalkan Beyond.

"Kufufu...kau akan menjadi bunga yang sangat cantik, Naomi-san." Katanya, sebelum dia kembali lagi kepada kegelapan, melanjutkan apa yang tadi dia kerjakan....

(FIN)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X..X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X

(Music Mode Author: MELT, by: Miku Hatsune ~VOCALOID~)

MATTGASM: Beyond x Naomi... siapa yah yang nge-request? Lupa deh... hehehe. *Di tembak Germany 8DD* kayaknya Fandom DN mulai sepi... =___=; berbeda saat pertama kali saia datang... *meratapi masa lalu yang begitu indah...* oh well, semoga aja tidak yaaa. Thanks for reading~ ;DDD

Ada yang mau nge-request lagi? :P