AKHIRNYA! AKHIRNYA! AKHIRNYAAAAAAA! *digeplak gara-gara bacot* maaf readers semua… saya Cuma lagi seneng banget karena akhirnya bisa ngelanjutin fic ini lagi, hiks… *nangis-nangis gaje* setelah lama hiatus karena tugas-tugas yang bejibun (I hate trigonometri =,=) saya updet juga… apalagi karena ini fic dengan chapter paling panjang yang ga entah kenapa ga tamat-tamat sampe saya sendiri suka geregetan… *masih nangis-nangis gaje* eniwei! Kita langsung aja! GO~!

Disclaimer: Nothing in this fic were mine… in fact kalo semuanya punya saya, dijamin ga bakal jadi masterpiece… (kecuali kalo idenya is originally mine)

Note: tulisan miring kaya begini artinya adalah updetan para karakter di tw*tt*r dan f*c*b**k…

Chapter 14:

Lingering Around!

By: Vanilla Amano

"Sekarang kita bakal langsung balik kan?" tanya Riku ketika mereka di terowongan.

"Entahlah… aku tidak tahu…" Kakei angkat bahu masa bodoh. Dia mulai terbiasa dengan semua kebodohan ini.

"Fuu, berharap saja kalian semua…" Akaba membenarkan sunglassesnya.

"Hah… aku cape… pengen cepet-cepet pulang ke pelukan Shin—eh, maksudnya ke rumah…" Sakuraba menghembuskan nafas lelah.

"Dasar lemah kalian semua!" ejek Hiruma sambil melihat kameranya yang ternyata daritadi ngerekam semua kejadian. Dari mulai pas Izanami sama Nyx gombal-gombalan, Izanagi ngamuk dan reaksi para karakter yang memalukan. Dia siap memajangnya di Y**T*b* sekarang.

"Udahlah! Cepet dunia selanjutnya aja napa!" seru Riku ga sabaran. Sesuai keinginannya, pintu baru terbuka untuk mereka…

\^0^/

Akhirnya Hiruma, Riku, Akaba, Sakuraba dan Kakei keluar dari terowongan tersebut. Agak merasa aneh akan kemunculan mereka yang normal, mereka saling bertatapan dengan bingung.

"Aneh, tumben kita munculnya normal begini," celetuk Riku bingung.

"Iya. Ga biasanya," Sakuraba ikutan. "Mungkinkah author udah merasa kesian sama kita jadinya kita dibiarin muncul dengan tenang begini?" usulnya.

"Ga mungkin," sahut Hiruma dan Akaba bersamaan yang tau bener kalo sang author ga sebaik itu.

"Tapi bukankah kita harus bersyukur akan keadaan ini?" kata Kakei sehingga semua perhatian sekarang tertuju padanya. "Mungkin saja kita sudah kembali ke dunia kita?"

"Ya, mungkin saja!" kata Sakuraba semangat. "Asalkan saat ini tidak ada sinar laser berwarna merah dan rangkaian sinar-sinar hitam-putih yang mendadak muncul dan menyerang kita, pasti kita sudah kembali!"

Sebuah laser merah melewati mereka berlima, hanya meleset 5 inch saja dari rambut Sakuraba, lalu… DUUAARR!

(readers, omongan itu doa… jadi jangan sembarangan ngomong ya kalo ga mau kaya gini… *A/N ga penting*)

KRIK KRIK…

"APAAN TUH?" mereka berempat menatap sumber suara 'DUAR' tersebut (Sakuraba masih shock akan serangan mendadak barusan) dan menemukan apa yang menyebabkannya.

Seorang pria berambut perak melayang 15 kaki diatas tanah tidak jauh dari mereka. 2 orang pemuda—satu sangat seksi dengan rambut perak panjang dan mata yang begitu indah sementara yang satu lagi begitu manis dan imut dengan rambut seperti landak plus mata yang bersinar karena semangat—sedang berusaha menghindari rangkaian sinar hitam-putih yang terus menerus muncul semakin mereka mendekati si pria yang terbang-terbang gaje itu.

"I know those people…" Hiruma mengernyitkan dahinya berusaha mengingat-ingat dimana dia pernah melihat orang-orang ini. (tentunya readers udah pada tau kan yang diliat mereka ini siapa?)

Si rambut landak terkena serangan dari si pria dan terjatuh. "Sora!" si rambut perak berteriak kawatir.

"Aku tidak apa-apa, Riku! Jangan lengah!" sahut si rambut landak yang sudah bangkit kembali.

"Ya—haa! Sora dan Riku, rambut landak dan rambut perak, ini pasti Kingdom Hearts!" Hiruma menepukkan kedua tangannya puas setelah berhasil menelaah keberadaan mereka ini. Dasar gamer… =,=

"Fuh, kalo itu juga aku pernah maenin… yang bikinannya Sq**r* En*x sama D*sn*y kan?" kata Akaba sambil membetulkan sunglassesnya. Sebetulnya dia masih agak sedih karena dia harus berpisah dengan Personanya, Isabella. (referensi: chapter Persona)

"Kekeke, betul sekali mata merah sialan! Dan diliat dari keadaan ini, saat ini mereka udah dalam battle terakhir! Diliat dari suasana battle plus dandanan mereka berdua, ini pasti Kingdom Hearts 2! Yang artinya, orang gondrong sialan yang disana itu ManseX!" (ManseX = XeMnas)

"INTERUPSI! NAMAKU XEMNAS!" ManseX—eh, salah maksudnya Xemnas segera menginterupsi begitu mendengar namanya di-salah-sebut-kan dengan kesengajaan tingkat tinggi.

"Eh? Siapa mereka?" tanya si rambut landak—Sora, kebingungan.

"Entah. Sejak kapan mereka disini?" si rambut perak—Riku, angkat bahu.

"Ah! Namaku ada dua!" Riku yang tadinya lagi nyadarin Sakuraba langsung panik begitu nyadar salah satu main character KH namanya juga Riku. Iya juga... author baru nyadar... waduh, gimana nih?

"Fuh, bisa bingung diriku jikalau begini…" Akaba geleng-geleng kepala sambil mulai menggenjreng gitarnya sambil maenin lagi SM*SH yang judulnya 'I Heart You'. (no offense for Sm*shblast or anti SM*SH ^^)

"Sudah diputuskan, mulai sekarang kau disebut Riku II karena berada di Kingdom Hearts II." Kakei menjatuhkan vonis seenaknya sambil menunjuk Riku Kingdom Hearts.

"Hey, jangan seenaknya!" protes Riku II (yup, sekarang dia dipanggil begitu). "Lagipula kalian ini siapa?"

Mendadak, Hiruma dapet ide gila di kepalanya. Dari dulu dia emang mau mencoba ini... kenapa ngga sekarang aja? Mumpung mereka belom sadar...

"Behold! The Super Power Ranger of the Universe! Kekeke!" seru Hiruma bersemangat sambil pasang pose. Otomatis, para pengembara yang lain ikutan pasang pose.

"I'm the Legendary Diabhal! Known as the demonic fucking leader of the Super Power Ranger! REEEEEEEDDD RANGEEERR!"

"Fight the evil, protect the justice! This is the Mighty Technique Noble you're talking about! GREEEEEEENN RANGEEEEEERR!"

"Fuh, not like the other people in pink suit, I don't play girly… behold the power of the Deathly Melodist! PIIIIIIIIINNKK RANGEEEERR!"

"Take a look at the most highest mountain that can lift you to the sky! The Everest Warrior! YELLOOOOOOWW RANGEEEEERRR!"

"Clench your teeth together cause the Velvet Assassin can kill you in an instant! BLUEEEEE RANGEEEERRR!"

DUAR DUAR DUAR (sfx: suara ledakan ala film-film Power Ranger, theme song: Go Go Power Ranger!) (again, no offense to Power Ranger fans ^^)

KRIK KRIK KRIK KRIK…

Sora, Riku II dan Xemnas menatap 5 orang menyedihkan yang masih memasang pose yang sama. Mereka bertiga memasang tampang sedih khas orang yang bener-bener prihatin. Sekitar setelah lima menit bermuram durja, kelima pengembara dimensi kita sadar bahwa mereka barusan di 'krik-krik'-in.

"Lo sih pake nyebutin soal Power Ranger segala!" Riku marah-marah dengan tampang lebih merah dari darah (?).

"Siapa suru lo ikutan, cebol sialan! Gara-gara lo pada ikutan gue kan jadi kebawa suasana! Apa-apaan tuh Mighty Technique Noble! Maknanya ngga jelas!" Hiruma ikutan marah-marah menyadari kebegoannya barusan.

"Mendingan daripada Legendary Diabhal! Berusaha meng-impress orang dengan bahasa asing ya! Ga guna tau!"

"Kalo ada lubang gede aku mau masuk kedalamnya dan ga keluar lagi…" saking sedihnya Sakuraba Cuma bisa ngerutuk di pojokan sana sambil nulis-nulis Everest Warrior di dindingnya. (tau kan lokasi battle terakhir KH II gimana?)

Akaba duduk di lantai sambil pasang gaya pengamen bareng gitarnya. Dia membawakan lagu berjudul Deathly Melodist dengan gaya pengamen super alaynya. (hoekh alay)

Kakei yang paling tenang. Entah sejak kapan dia udah megang kamera Hiruma yang ternyata dari tadi ngerekam scene mereka lagi berpose ala Power Ranger (gagal) barusan. Mumpung masih normal, dia upload ke Y**T*b* pake account-nya Hiruma yang ga di sign out sejak pertama kali buka Y**T*b*.

"Apaan sih?"

"Udah, cuekin aja yuk."

"Ho oh. Kita lanjut aja pertarungannya."

Dan trio KH II itu pun melanjutkan pertarungan mereka yang sempat di delay gara-gara show gaje ga bermutu barusan.

"Cih! Bahkan gue diremehin sama karakter dari game! Ini ga bisa dibiarkan!" Hiruma mengeluarkan sesuatu dari kantong (celana) ajaib miliknya. Sesuatu itu adalah... ROCKET LAUNCHER?

"Hiruma, kau serius mau memakai benda berbahaya begitu!" pekik Riku ketakutan. Pasalnya ruangan ditempat ini cukup terbatas (jangan diitung dengan luar angkasanya =,=) dan itu artinya kalo rocket launcher ini mengenai sasaran mereka juga bisa aja kena.

"Kekeke, tenang aja, cebol sialan. Jangan panggil gue jenius kalo belom ngeperhitungin hal ini..." tawa Hiruma laknat. Kemudian, dia menembakan rocket launcher itu kearah Xemnas.

"Oh My Gawd," adalah kata-kata terakhir Xemnas sebelum dia dilaknati oleh peluru rocket launcher itu.

JDEEEEERRRR!

"KE-KE-KE!" Hiruma ketawa lebih laknat lagi pas lubang hitam penjemput mereka muncul. "Yang penting tuh ngalahin the Last Boss! Storyline mah kaga penting! Selamat tinggal kawan-kawan Kingdom Hearts-ku!" soraknya sambil masuk duluan ke dalam black hole itu.

Kakei yang paling cuek nyusul sambil masih updet status di f*c*b**k plus tw*tt*r tentang nyasarnya mereka di dunia game. Akaba ikutan masuk ga lama setelah dia beberes barang-barang pengamen(alay)nya (you know… tiker, topi, slayer, dll). Sakuraba dan Riku masuk belakangan dengan sebelumnya minta maap ke karakter KH akan kemunculan mereka yang gaje dan bikin heboh.

Begitu mereka menghilang, Sora dan Riku (sekarang Riku-nya tinggal 1) saling bertukar pandangan. "Not much for a last battle, eh?" komentar Riku cuek sambil mengamati sisa-sisa jasad Xemnas.

"Yeah… kalau begini sih, kita bisa kembali ke Destiny Island dengan mudah…" Sora angkat bahu.

"Eh, Sor (?). jarang-jarang kita berduaan doang kaya begini. Ayo kita habiskan waktu berdua lebih lama lagi…" ajak Riku sambil tersenyum bandel.

"Yuk~ yuk~ yuk~" angguk Sora nurut aja kaya anak anjing dan majikannya. Dan mereka berdua pun maen permainan apapun yang dirasa menarik disana sampai menurut mereka cape dan mereka harus pulang. Kebanyakan sih maen lari-larian ala film Bollywood dengan BGM Koch Koch Hotahee aja...

F*c*b**k

RikuSen_Kakei:

fuh, akhirnya setelah berusaha sekian lama bisa juga minjem laptop Hiruma buat updet... hidupku disini menderita tapi aseek. Entah kapan aku dan yang lain bisa kembali ke dunia kami. Doakan saja kami yang terbaik ya.

RikuSen_Kakei like this

Comment:

AirBening: Hoi, Kakei-chan! Kau kemana saja! Aku cemas sekali tahu! Kami semua mencari-carimu!

RikuSen_Kakei: Maaf membuatmu kawatir, Mizumachi. Aku hanya terdampar di suatu lubang dimensi aneh yang membuat kami tidak bisa kembali.

AirBening: Kami? Kami yang kau maksud itu kau, Hiruma, Akaba, Sakuraba dan Riku bukan?

RikuSen_Kakei: Ya. Kok tahu?

AirBening: Tim All-Star dan All-SAR mencari-cari kalian kemana-mana bodooooh! Isu bahwa kalian diculik alien itu sudah meluas! Cepat kembali kenapa sih! :(

RikuSen_Kakei: Kalau bisa kembali segampang itu kami sudah kembali dari dulu… =,= ngomong-ngomong kami ketinggalan berita apa saja?

AirBening: Tidak ada event khusus. Hanya saja ada surat undangan aneh yang bertuliskan '6th Sense' di amplopnya. Surat itu ditujukan padamu. Tapi kau sedang tidak ada… jadi bagaimana?

RikuSen_Kakei: Hmm… kau saja yang datang menggantikanku, Mizumachi. Aku ragu akan kembali dalam waktu dekat. Oh, iya, aku harus off. Hiruma sudah menyadari bahwa laptopnya tidak ada dalam kantong (celana) ajaibnya.

AirBening: Baiklah aku akan menggantikanmu. Cepat kembali ya!

Tw*tt*r

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu:

Semoga ini menjadi dunia terakhir yang kudatangi... amiiin... (bkn berarti aku mau mati loh)

Kotaro_SMART: Kakeeeeiii! Ak bca status SMART kmu d fb, Akaba bareng kmu y! Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu: iy Kotaro_SMART

Kotaro_SMART: Blgin k Akaba suru dy buruan balik ksni! Ada undangan g SMART nih buat dia! Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caian_Ken9o_cLalLu: g bsa blik dlm waktu dekat ini Kotaro_SMART

Kotaro_Smart: Heh? Knpa gitu? Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu: soalny g2 keadaanny.. Kotaro_SMART

Kotaro_SMART: udahlah, cepetan blik! Kalian berlima d cariin sma smua org! Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu: iy, Mizu udah blg. Bkl blik secepet qta bsa koq Kotaro_SMART

Kotaro_SMART: bnr y? ak g mw gantiin dy dtg k undangan ini. Entah knpa rasa'a g SMART.. Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu: emg undangan apa? Mizu jga nyebut2 soal undangan Kotaro_SMART

Kotaro_SMART: undangan k acara '6th Sense'.. g tw dh itu apa.. Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu: sma kya Mizu dong. Ak off dlo y. hiruma udh nyari2 laptopny nih. Bahaya Kotaro_SMART

Kotaro_SMART: yo. Cpd blik y! Shun_Caiank_Ken9o_cLalLu

\^0^/

Mari kembali ke tempat mereka berlima berada…

"Enak banget lo OL seenaknya di laptop orang!" omel Hiruma kesal sambil menerima laptopnya dari Kakei yang baru selesai maen tw*tt*r.

"Maaf... hanya saja itu suatu kesempatan untuk mengabari yang lain soal keberadaan kita..." kata Kakei. "Hiruma sendiri ga pernah nyoba buat ngabarin yang laen kan?"

"Aku ngerasa ga perlu, rinnegan sialan. Mereka tau kalian ilang sama aku, dan pastinya mereka tau kalo bentar lagi kita balik karena ada aku." Hiruma ngotak-ngatik laptopnya sambil buka situs Y**T*b*. Dia ga nyadar kalo Kakei nge-upload video mereka jadi Power Ranger abal-abal tadi.

"Oh, gerbangnya kebuka," tunjuk Sakuraba. Benar saja, di ujung sana terbuka pintu baru bagi mereka.

"Hah... semoga kita pulang..." kata Riku yang badannya udah rontok hasil pertarungan (cailah) selama ini.

"Fuh... aku ingin segera bertemu Sonia... pianoku tersayang..." kata Akaba, yang walau ga mau ngaku sebenernya juga udah rontok.

"Aarrgghh! Ngapa nih! Sinyal wireless-nya mendadak ilang! No connection!" semprot Hiruma kalap sambil ngegoyang-goyangin laptopnya dengan brutal. Yup, sinyal wireless di laptop nol. Dan bahkan ga konek sama sekali.

"Yah, semoga aja itu bukan berarti kita ada di ajang peperangan jaman dulu antara kubu Cina plus kubu Jepang versus pasukan setan dari neraka," komentar Sakura.

SYUUUUUT...

JLEB.

Sebuah tombak panjang mendarat tepat didepan mereka begitu keluar dari gerbang hitam tersebut.

"…"

Sunyi.

Sunyi.

Sunyi.

"Sakuraba, pastikan dirimu ga ngomong lagi begitu kita keluar di gerbang selanjutnya…" ancam Kakei, Riku, Akaba dan Hiruma dengan nafsu membunuh tingkat tinggi.

"Udah ketauan! Musuh utamanya Orochi! Cepet cari siluman entah ular entah kadal itu sampe ke pelosok desa Tegal (?)!" perintah Hiruma heboh pada kawanannya yang dilumat kefrustasian gara-gara ga berhasil kembali ke dunia mereka.

"Uwooooohh!"

Kecuali Sakuraba, mereka semua berpencar untuk mencari makhluk bernama Orochi, biang kerok terjadinya game Warriors Orochi ini. Sakuraba memutuskan buat OL aja gara-gara Hiruma ninggalin laptopnya bareng dia.

F*c*b**k

Sakura Musim Gugur:

Apakah aku dikutuk? Ya Tuhan… apa salahku sampai hal buruk yang kukatakan selalu terjadi?

Comment:

Eyeshield 21: Sakuraba-san masih hidup!

Sakura Musim Gugur: Itu ga sopan, Sena. Tapi ya, aku masih hidup. ^^

Eyeshield 21: M-m-m-maaf… semenjak insiden kalian berlima menghilang kami pikir kalian sudah mati…

Sakura Musim Gugur: Tidak apa-apa. Bagaimana kabar disana?

Eyeshield 21: Selain menghilangnya kalian, semua sih baik-baik saja. Hiruma-san dapat undangan, tapi karena dia tidak bisa datang jadi aku harus menggantikannya.

Monta Ganteng: Hoi! Jangan lupakan aku max!

Eyeshield 21: Oh, iya. Monta juga ikut.

Monta Ganteng: Yo, Sakuraba-san!

Sakura Musim Gugur: Yo, Monta! Bagaimana Shin dan Takami?

Eyeshield 21: Sebenarnya Shin-san juga mendapat undangan yang sama karena itu kami memutuskan untuk pergi bersama...

Monta Ganteng: *makan pisang* Takami-san kayaknya lagi repot sama suatu mesin yang dia bikin buat memenuhi undangan itu.

Sakura Musim Gugur: Udah sepatutnya Takami repot sama mesin sialan itu...

Eyeshield 21: Eh?

Sakura Musim Gugur: Ngga kok. Becanda, anggep aja angin lalu~

Eyeshield 21: ?

Monta Ganteng: Eniwei Sakuraba-san dimana sekarang?

Sakura Musim Gugur: Jamannya Zhuge Liang masih mengendalikan angin dan Date Masamune masih mengayunkan pedangnya...

Eyeshield 21: Heeeeehh?

Monta Ganteng: *keselek pisang* serius Sakuraba-san!

Sakura Musim Gugur: *angguk dengan mantap*

Fans Sakuraba no. 1: Kyaaa! Akhirnya ketemu juga fb Sakuraba! XD

Eyeshield 21: Hieeecchh!

Monta Ganteng: Darimana datengnya!

Fans Sakuraba no. 1: Sakuraba ganteng bangeeett! Boleh minta no HP ga? :3

(nunggu 7 menit)

Monta Ganteng: Kayanya dia off...

Eyeshield 21: Bentar dulu. Liat chat dulu.

Fans Sakuraba no. 3: Duh, mana nih Sakurabanya?

Fans Sakuraba no. 2: Iya! Mana nih!

Fans Sakuraba no. 1: Duh, tadi disini kok! Itu loh yang pake nama Sakura Musim Gugur!

Fans Sakuraba no. 2: Oh, pantesan dicari fb-nya ga ketemu mulu! Pake nama palsu toh!

Fans Sakuraba no. 3: Duh, Sakuraba ini... XD makin suka deh! XDD

Monta Ganteng: Buset.. notif gue penuh Cuma gara-gara ini…

Fans Sakuraba no. 1: APA? PROTES?

Monta Ganteng: …

Eyeshield 21: Iya, Sakuraba-san off. Di chatnya ga ada.

Monta Ganteng: Oh, yaudah. Kita juga kabur dari sini aja yuk! *ngacir*

Eyeshield 21: *ikutan ngacir*

"Ah, dasar fans yang ngerepotin! Kalo gini kan gue harus bikin account baru lagi!" omel Sakuraba kesal sambil nutup situs f*c*b**k. kebetulan, dia ga punya account di tw*tt*r makanya dia ga apdet disana. Beda sama Kakei yang korban situs jejaring sosial (sampe semua situs dia punya accountnya), Sakuraba malah bisa dibilang agak gaptek buat hal satu ini. Punya f*c*b**k aja Cuma buat formalitas dan ngobrol-ngobrol sama sesama teman American Football selain dari HP. Maklum, kalo kebanyakan account nanti dia malah di bom-bar-dir sama fans-fansnya dia. Ahem, mantan artis nih…

"Ngomong-ngomong yang laen mana ya? Kok belom balik sih? Emang si Orochi itu susah dikalahin ya?" setelah beresin laptopnya Hiruma, dia celingukan berusaha mencari teman-temannya yang udah ngilang kemana tau. "Duh, ntar kalo gue ditinggal disini gimana nih? Kalo misalnya mereka udah ngalahin si Orochi terus lubang itemnya kebuka terus mereka masuk en gue ditinggal? Aduh, maaaaak! Jangan sampe deh!"

"Siapa disitu!" tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Sakuraba yang lagi asik jambak-jambak rambutnya gara-gara frustasi. Dia menoleh dan mendapati seorang cewe berbadan kecil sedang mengamatinya dengan curiga. Kipas besar berwarna biru yang berada dikedua tangannya diacungkan kearah Sakuraba.

"Aah! Ada Barbie~! Eh, salah! Maksudnya ada Xiao Qiao~~!" sorak Sakuraba norak kaya anak kecil nemu gundam. Pasalnya dia ini penggemar beratnya Xiao Qiao sih.

"Kok kamu bisa tau namaku?" tanya Xiao Qiao kebingungan. Kewaspadaannya kepada Sakuraba bertambah karena cowo yang lagi jingkrak-jingkrak itu mengetahui namanya. Padahal mereka belum pernah ketemu!

"Tentu saja aku mengetahui namamu! Aku kan penggemar beratmu!" kata Sakuraba yang udah bersikap (agak) normal lagi.

"P-penggemar beratku?" Xiao Qiao blushing. 'Ternyata ada orang lain selain Lord Zhou Yu yang menyukaiku! Aduh, bagaimana ini? Jadi populer itu susah ya~' batinnya kegeer-an. Aduh, mau dong disukain Zhou Yu~ (?)

"Ya, karena itu, boleh minta foto bareng ga? Atau boleh ga aku ngerekam kamu yang lagi berantem?" pinta Sakuraba yang entah sejak kapan udah gacul kamera punya Hiruma.

"Foto? Rekam? Apa itu? Senjata baru?" tanya Xiao Qiao polos. Maklum, di jaman perang sodara persus siluman kadal begitu belom ada istilah-istilah yang disebutin Sakuraba. Tipi aja blom ada!

"Ah, gampangnya kalo diperagain..." Sakuraba mengarahkan kamera Hiruma kearah Xiao Qiao dan memotretnya. "Begini nih!" kemudian dia menunjukan hasilnya pada cewe imut itu.

"Waaaw! Ini kan aku! Kok bisa sih!" seru Xiao Qiao norak sambil nunjuk-nunjuk fotonya dia yang lagi cengo.

"Inilah yang namanya keajaiban foto!" Sakuraba ngebegoin pahlawan jadul.

"Ih, mau dong! Keren banget!"

"Keren kan? Lagi ya~"

"Iya~~!"

Dan mereka pun lanjut foto-foto sendiri dengan berbagai gaya, mulai dari gaya normal, gaya cute, gaya macho (?), dan sampe gaya ALAY juga ada! Sakuraba sampe ga sadar kalo batere kamera punya Hiruma udah warna merah. 'Waduh, baterenya mau abis! Bisa dibabat nih sama Hiruma!' batin Sakuraba panik yang baru nyadar kalo baterenya udah sekeratul maut.

"Ada apa?" tanya Xiao Qiao.

"Eh, ini... kita harus berenti foto-foto sekarang... baterenya udah mau abis..." kata Sakuraba.

"Yah, padahal aku juga pengen liat keajaiban rekaman..." Xiao Qiao menghela nafas kecewa.

"Maap ya, neng Xiao Qiao…" ucap Sakuraba bener-bener nyesel. Dia juga masih mau kok poto-poto sama Xiao Qiao lagi! Tapi gimana dong? Kalo baterenya abis sekarang, mereka ga bisa ngedokumentasiin dunia laen lagi. (walo mereka berharap pulang, tapi sebisa mungkin mereka pengen bikin kenang-kenangan selama mereka di dunia game)

"Xiao Qiao!" tiba-tiba seseorang memanggil nama salah satu dari The Twins Greatest Beauty itu. Mereka berdua melihat kearah sumber suara. Ternyata yang memanggil adalah…

"OH MI GOOTTT! BANG ZHOU YU!" jerit Sakuraba norak.

"Hah? Kok dia tau namaku?" kata Zhou Yu yang baru nyampe.

"Lord Zhou Yu, dia keren banget loh! Bisa sihir dengan kotak ajaib yang ada ditangannya itu! Nama sihirnya 'foto' dan 'rekam'!" lapor Xiao Qiao ceria sambil gelayutan di badan suaminya itu.

"Oh, gitu ya?"

'Ini bukan sihir sih… tapi buat orang jadul kaya mereka mungkin ini kaya sihir ya?' Sakuraba sweatdropped. "Iya, tapi sayangnya sihirnya udah abis…" ngelesnya sambil mulai ngeupload foto-foto esklusif dirinya sama Xiao Qiao ke internet. Wow! Esklusif tuh! Ga bisa didapet dimana-mana lagi! Fans-fansnya Sakuraba pasti pada cemburu stadium akut!

"Ngomong-ngomong kenapa Lord Zhou Yu nyariin aku?" tanya Xiao Qiao.

"Oh, iya. Orochi udah mati. Kita udah bisa balik ke tempat kita berasal," kata Zhou Yu.

"Heeehh? Kok bisa? Padahal selama ini kita berusaha ngalahin dia dengan susah payah, tau-tau dia udah kalah! Apalagi aku ga ikut dalam perang!" rengek Xiao Qiao.

"Aku juga ga ngerti… aku sama yang lain juga bingung sama kemunculan 4 orang berbaju aneh yang bawa-bawa benda besar di bahunya. Terus tau-tau seseorang diantara mereka yang kaya buaya teriak 'Ya—Ha' atau apa gitu, terus tiba-tiba sesuatu yang besar keluar dari benda besar itu dan mengenai Orochi telak di kepala. Terus mereka ketawa-ketawa sendiri dan pergi entah kemana." Jelas Zhou Yu panjang lebar. "Sebagai salah 1 dari karakter tercepat disini, aku ditugaskan untuk menyampaikan ke semua orang yang ga ada ditempat kejadian tentang ini."

"Oh…"

Sakuraba diem. Kayanya semua ini ada hubungannya sama temen-temennya… apalagi salah 1 dari 4 orang itu teriak 'Ya—Ha!'... orang gila macam apa lagi yang mirip buaya dan teriak kaya gitu?

"Sakuraba!" panggil suara yang sangat familiar di telinganya. "Kita pergi! Lubangnya udah kebuka!" ternyata Riku, dia berada tidak jauh dari belakang Sakuraba bersama 4 orang temannya yang lain. Dibelakang mereka lubang hitam itu sudah terbuka dan sekarang mereka sudah mulai masuk satu-persatu.

"Ah, itu orang-orangnya!" tunjuk Zhou Yu. Bener aja rupanya...

"Kalau begitu, Xiao Qiao, Zhou Yu, aku duluan ya! semoga kita bisa ketemu lagi!" pamit Sakuraba sambil berlari kearah teman-temannya.

"Iya, sampai jumpa~!" kata Xiao Qiao ceria sambil melambaikan tangannya semangat. Ketika mereka berlima sudah menghilang, Zhou Yu menatap istrinya dengan pandangan penasaran.

"Mereka siapa sih?"

"Ga tau. Aku juga ga nanya nama."

"..."

\^0^/

"Kalian ngerusuh kok ga bilang-bilang!" tuntut Sakuraba ga terima yang ngerasa ditinggal dalam petualangan kali ini.

"Abisnya kamu bengong aja," jawab Riku nyante.

"Lagian lumayan. Ada babu buat jagain laptop sama kamera gue, kekeke," kata Hiruma yang barang-barangnya udah balik lagi ke kantong (celana) ajaibnya. "Ngomong-ngomong soal kamera, baterenya tinggal segimana ya?"

'DEG'

Sakuraba langsung tegang denger Hiruma nyebut-nyebut soal batere kamera. 'Gawat… gimana nih?' batinnya tegang.

"Kalo udah sekarat ga seru dong kalo misalnya kita nyasar lagi? Ga bisa ngerekam atau ngefoto kejadian-kejadian aneh di game yang kita datengin?" keluh Riku.

"Fuh, mengecewakan…" Akaba menghembuskan nafas kecewa.

"Ya, aku turut kecewa," angguk Kakei setuju. "Terakhir aku pake masih kuning sih. Kecuali dipake dengan boros sama seseorang, pasti ga bakal berubah jadi merah."

"Gitu ya, rinnegan sialan? Ya udah deh…" Hiruma angkat bahu tanda 'terserah'.

"Ahaha! Ga mungkin udah merah kok! Kan sama sekali ga aku pake! Lagian kan ga seru kalo misalnya kita nyasar ke dunia pertarungan tanpa ngerekam pertarungan itu!" lagi-lagi Sakuraba nyerocos.

"SAKURABAAAAA!"

Dan ya, sesuai kata-kata Sakuraba. Gerbang tempat mereka keluar sekarang adalah di sebuah tempat misterius berhawa serius dan seluas 3 rius (?).

"DIMANA INI!"

"Arena pertarungan yang jelas..."

"Siapa kalian?" seseorang bertanya. Hiruma langsung mengenali orang yang udah setengah babak belur itu hanya dalam sepersekian detik setelah mengamati.

"Jin Kazama! Diliat dari grafiknya (?) ini Tekken 5! Udah babak belur, pasti di stage akhir! Kalo gitu yang harus kita kalahin adalah Jinpachi!" seru Hiruma.

Tanpa dikomando 2 kali, para pengembara langsung ngeroyok Jinpachi tanpa ampun yang lagi cengo akan kedatangan mereka. Jin ikutan cengo plus ga percaya akan apa yang dia liat sekarang.

Lubang hitam itu langsung terbuka diatas mereka begitu Jinpachi berhasil dikalahin dengan laknat sama mereka berlima.

"Adios amigos!"

"C ya!"

"Sayonara!"

"Tha tha!"

"Cai cien!"

Jin bengong. "Apa-apaan nih?" gumamnya kebingungan. "Kok tau-tau udah selese? Woi! Gue belom ngeluarin wujud Devil Jin gue nih!"

\^0^/

"Gue udah ga tahan! Gue mau pulaaaaang!" seru Riku frustasi.

"Lu kipir lu doang yang mau pulang, fuuh!" Akaba ngegeplak Riku pake gitar. "Ini semua gara-gara Sakuraba yang ngomong mulu tiap kita mau keluar gerbang!"

"Kok aku sih!" protes Sakuraba ga terima.

"Ngomong-ngomong kita lupa ngerekam kejadian di Tekken tadi loh..." lapor Kakei madesu.

"Iya juga. Lagian—ng! Apa-apaan nih! Baterenya udah abis!" seru Hiruma yang lagi meriksa kameranya.

"Sori udah abis! Tadi kupikir dunia Warriors Orochi itu dunia terakhir yang bakal kita datengin makanya aku abisin aja buat foto-foto sama Xiao Qiao! Makanya berdoa aja Tekken barusan itu dunia terakhir biar kita ga ketinggalan event apa-apa lagi!" jelas Sakuraba agak kesal.

Tiba-tiba pintu keluar terbuka didepan mereka. mereka semua menelan ludah gugup.

"Sakuraba ga ngomong apa-apa yang salah kan?" tanya Riku.

"Kayanya sih ngga…" jawab Kakei.

"Apapun itu… mari kita hadapi…" kata Akaba sambil memimpin mereka melewati gerbang itu.

SRRRIIIIIINGG…

Lalu mereka tiba di…!

\^0^/

Huaaaa! Akhirnya chapter ini selesai juga! Aku janji fic ini bakal selesai di chapter selanjutnya! Ng, review please? :3 biar aku semangat buat ngelanjutinnya... review kalian akan sangat berarti disini!

Ket:

Account fb Kakei yang namanya RikuSen_Kakei itu bukan maksudnya dia suka sama pairing RikuxSena, tapi singkatan dari Rikudo Sennin…

Account fb Sakuraba yang namanya Sakura Musim Gugur itu maksudnya dari namanya Sakuraba = Sakura, Haruto = Musim Gugur (Haru = Musim Gugur)…

Semoga menjelaskan kenapa nama mereka gaje semua! :)