Kyo: "Halo semuanya…!!! Ketemu lagi dengan gue…!!! Authoress gila yg aneh bin ajaib yg entah kenapa biarpun ide ngalir terus, tapi nggak bisa nerusin fic…"

Kei-chan: "Udahlah…!!! Btw, kok lo bisa ada disini sih…??? Bukannya elo sekarat di Rumah Sakit…???"

Kyo: "Ohohohoho…!!! Gue udah sembuh…!!! Berkat perawatan Rumah Sakit yg super canggih… Gue bisa sembuh secara cepat…!!!"

Rie: *ngeplak Kyo* "Ya ampun…!!! Cepetan mulai…!!! Gue udah bosen nih…!!!" (bad mood)

Kyo: *bisik-bisik ke Kei-chan* "Eh, Rie kok jadi bad mood gitu sih…?? Nggak kayak biasanya… Dia kenapa sih…??"

Kei-chan: *juga bisik-bisik* "Gue juga nggak tau… Dari kemarin kan dia gitu terus… Gampang ngamuk…"

Kyo: "Emang dia ada masalah apaan di sekolah…???"

Kei-chan: "Nggak tau…!! Biasanya dia itu kalo ada masalah ngomong ke kita, kan…??!"

Kyo: "Iya juga, ya…"

Rie: *merasa dibicarain* "WOOIII…!!! Cepetan dimulai napa sih…??? Jangan ngobrol aja…!!! Ini bulan puasa, mbak…!!!"

Kyo: *kaget* "Okay… Daripada dimarahin Rie lagi… Mendingan langsung aja ya…!!!"

Kei-chan: "JANGAN LUPA REVIEW…!!!"

Disclaimer: Bleach punya Tite Kubo… Bukan punya gue…

CAMPING

Chapter 4

'Permainan'

Setelah makan siang dan berganti baju. Aku dan anak-anak yg lain berkumpul di bawah sebuah pohon yg rindang, karena di dalam tenda sangat panas kami memutuskan untuk tidak masuk ke dalam tenda dulu… Kami berkumpul sambil bercanda… (khas banget). Seluruh anak cowok tertidur…

Aku memutuskan untuk membaca buku komik kubawa… Tidak memperhatikan omelan anak-anak yg lain karena aku hanya membaca komik, bukannya melakukan hal lain…

"Rukia, minta minumnya dong…" pinta Tatsuki.

"Nih, ambil aja…"

"Thanks…"

"Huueeh… Gue capek banget… Mana nanti masih ada permainan lagi…" keluh Kei.

"Ya udah… Tidur aja sono bareng anak cowok…" sahutku.

"Ogah… Biarpun tomboy, gue juga masih punya harga diri…"

"Iye, iye… Nggak usah banyak protes… Gue mau ngebaca komik lagi nih… Lagi seru-serunya…" jawabku yg alhasil mendapat timpukan dari anak-anak yg lain.

"Tu anak… Baca komiiik mulu… Jarang banget dia baca buku pelajaran… Gue heran, kok dia tetep bisa pinter ya… Padahal dia jarang banget belajar…" kata Rie.

"Gue juga heran… Dia pinternya dari mana ya…??" sahut Soifon.

"Dari mana-mana… Gue kan anak aneh bin ajaib…" sahutku.

"Terserahlah…"

"Eh, sambil nunggu… Gimana kalo kita kerjain aja para anak cowok yg lagi tidur ntuh?" usul Tatsuki.

"Setuju…!!! Tapi, gimana cara ngerjainnya…?" sahut Kei.

"Hehehehe…!!!" Tatsuki tertawa sambil mengeluarkan sebotol besar tinta + 3 buah kuas.

"Wow…!!! Ide lo bagus banget… Tapi, ini bisa dihilangkan nggak…?? Kan kasian kalo wajah mereka penuh coretan tinta terus…" tanya Rukia.

"Tenang aja… Ni tinta gampang dihilangkan kok… Sudah gue coba di wajah gue sendiri…"

"Ya udah… Ayo langsung kita beraksi…" seru anak-anak semangat '45.

Gue yg sebelumnya diem aja… Akhirnya ikutan menghias wajah para anak cowok… Kami menghias bagaikan anak TK yg lagi belajar gambar… Coret sana coret sini, hingga wajah seluruh anak cowok penuh dengan tinta… Kami terkikik membayangkan reaksi mereka ketika bangun nanti… Setelah selesai, kami semua sepakat untuk bersikap biasa ketika mereka bangun nanti. Seolah tidak ada kejadian apa-apa…

"Hehehe… Gue nggak bisa ngebayangin mereka gimana jadinya kalo bangun nanti…" kata Rangiku.

"Gue juga… Gue yakin… Mereka bakalan kaget setengah mati…" kata Isane.

"Apalagi Yumichika… Tu anak pasti bakalan nangis wajahnya jadi ancur begitu…" sahut Rukia.

"Eh, Kyo… Lo nanti tetep baca komik aja… Pura-pura nggak tau…" kata Rie.

"Iye iye… Gue juga tau… Lo pikir gue bego apa…??"

"Pokoknya semuanya nanti bersikap biasa aja… Usahain jangan ada yg ketawa ya…"

Semua anak tetap mengobrol seperti biasa… Hingga para anak cowok bangun…

"Huuaaahh… Jam berapa nih…?" tanya Ichigo.

"Jam 14.30…" jawab Hitsugaya.

"Eh, kalian dah pada bangun… Pas banget… Rapi-in tenda kalian gih… Berantakan banget…" kata Rie.

"Gue masih ngantuk nih…" kata Renji.

"Alaaah… Nggak usah banyak alasan… Cepetan rapi-in…"

"Iye… Nggak usah teriak napa sih…" kata Hitsugaya masih setengah ngantuk.

Karena masih setengah bangun, mereka tidak menyadari ada keanehan di wajah mereka… Ketika mereka berjalan ke tenda masing-masing… Anak-anak kelas lain mulai menertawakan wajah mereka yg penuh tinta…

"Eh, lihat tuh, wajahnya Ichigo… Ganteng-ganteng (huek…) tapi kok… Penuh tinta gitu…" kata salah satu anak kelas 3-1.

"Huahahaha…!!! Lihat tuh… Rombongan suku papua lewat… Hahahaha…!!!" tawa salah satu murid kelas 3-4.

"Lihat tuh… Ada yg mau karnaval dadakan…"

"Dari suku mana ya, mas…?"

Murid-murid yg masih dirawat pun bangun dan tertawa melihat penampilan murid kelas 3-2… Ada yg sampai lukanya terbuka lagi, darah mengalir deras dari luka yg belum sembuh… Dan masih banyak kejadian extreme para murid-murid yg lain…

"Eh, kok mereka pada jadi aneh gitu sih…?" tanya Renji.

"Entahlah… Mungkin mereka terpana melihat kecantikanku ini…" sahut Yumichika.

"Woi…!!! Lihat dong muka kalian…!!!" teriak Kei.

Mereka yg sudah 100 % melek, melihat wajah temannya dan langsung berteriak bersamaan…

"LHO…!!! Wajah lo kenapa…??? Wajah gue…???"

"Huahahahaha…!!! Akhirnya sadar juga… Dari tadi kita udah nahan ketawa… Huahahaha…!!!" kataku.

"Iye… Ya ampun… Lucu banget sih…!!!"

"Ternyata nggak sia-sia kita ngerjain mereka…"

"Huahahahaha…!!!" kami tertawa bersamaan.

"Oh…!!! Jadi kalian yg udah ngebuat wajah kita jadi begini…!!! Ngaku nggak…!!?" kata Ikkaku.

"Iye… Hehehehe… Tapi idenya dari Tatsuki tuh…" kata Rukia sambil nunjuk Tatsuki.

"Maaf deh…" katanya sambil nyengir tak bersalah.

"Maaf, maaf…!!! Gimana caranya kita ngebersihin muka kita…!!!" kata Renji.

"Hiks… Wajah cantikku…" Yumichika meratapi wajahnya.

"Bersihin aja di sungai… Tintanya gampang ilang kok…" kata Tatsuki.

"Ok… Kita bersihin muka dulu… Tapi awas kalo sampe nggak bisa ilang…!!!" kata Ishida mengancam.

Mereka membersihkan muka di sungai… Tak lama kemudian, mereka sudah kembali dengan muka yg sudah bersih kinclong bak kristal… Dan mereka menghampiri kami…

"Eh, urusan kita belum beres… Kalian udah nyoret-nyoret muka kita… Lo kira muka kita buku gambar…!!!" kata Hitsugaya.

"Hehehe… Maaf deh… Abis kalian tidurnya pulas banget sih… Mana barengan lagi… Jadi, muncul ide jail di otak gue…" kata Tatsuki dengan tampang tak berdosa.

"Tapi kalian udah bikin kita malu tau…!!!" kata Ganju.

"Hiks… Wajahku yg cantik… Kenapa kau menjadi rusak…" Yumichika ternyata masih meratapi wajahnya.

"Udah… Nggak usah ribut…!!! Mendingan semuanya minta maaf…" kata Rie berusaha menenangkan padahal dalem ati udah ngakak guling-guling dan sedih karena nggak ada yg berinisiatif untuk memotret salah satu anak. Kan lumayan buat kenang-kenangan… Terus, dipajang di 'Mading' sekolah…

"Ok deh… Kita maafin…" kata Hitsugaya.

"Nah… Gitu dong… Kan suasananya damai… Nggak ada pertumpahan darah…" sahut Rie.

"Eh, kita udah disuruh kumpul tuh… Ayo… Daripada nanti diomelin Pak Byakuya…" kataku.

Kami segera berkumpul atau lebih tepatnya berbaris disamping kelas 3-1 yg masih tertawa karena kejadian tadi… Kami mendengarkan pengumuman dari Pak Kepsek yaitu Pak Yamamoto… Permainan kali ini akan ada 2 kelompok. Jadi 2 kelas akan digabung menjadi satu… Kelas kami satu kelompok dengan kelas 3-3… Dan kami menjadi 'Tim Merah' (biasa amat nama tim-nya)… Dan nama permainan itu adalah… 'Petak Umpet'

"Pak, nggak salah nih…??! Masak udah SMA harus main petak umpet sih…?" Tanya Hitsugaya.

"Ini sudah ditetapkan… Tadi Bapak dan guru-guru yg lain sudah berdiskusi dan memutuskan permainannya adalah petak umpet…" kata Byakuya.

"Hiks… Tapi masak kita harus satu kelompok sama kelas 3-3 sih, Pak…!!!" protes Ichigo.

"Kan tadi udah diundi… Kalo mau ngamuk… Ngamuknya ke ketua kelas aja… Kan dia yg ngambil undian…"

"Eh, Ichigo… Lo pikir kita mau satu kelompok ma elo…?! Amit-amit deh… Ogah gue satu kelompok sama strawberry bermuka hitam…" kata Hisagi, salah satu murid kelas 3-3. Perkataanya dijawab anggukan dan tawa dari teman-temannya.

"Apa lo bilang…?!!"

"Eh, udah…!!! Jangan bertengkar…!!! Kita harus bisa bekerja sama…!!! Oh, ya… Tadi Pak Yamamoto bilang… Katanya permainan petak umpet kali ini peraturannya lain daripada permainan petak umpet biasa…" kata Kyoraku. Dia adalah wali kelas 3-3…

"Eh… Emang peraturannya kayak gimana, Pak…?" Tanya Nanao, ketua kelas 3-3.

"Peraturannya pada dasarnya sama dengan petak umpet yg biasa… Hanya saja ada yg berbeda… Yaitu, tim yg bersembunyi hanya akan bersembunyi sampai batas waktu yg ditentukan, kecuali jika sudah ditemukan oleh tim yg mencari. Nanti, tim yg bersembunyi akan dibagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok ada 6 orang… Setiap kelompok harus bersembunyi bersama, tidak boleh berpisah… Dan tadi telah diputusakan, tim ini menjadi tim yg bersembunyi. Maka dari itu akan diadakan pembagian kelompok… Dan nanti, kelompok yg dapat bersembunyi sampai batas waktu habis, harap lapor ke Bapak atau Pak Byakuya…"

Aku satu kelompok dengan Rukia, Tatsuki, Nanao, Hisagi dan Kira. Satu kelompok memang terdiri dari 3 orang anak kelas 3-2 dan 3 orang anak kelas 3-3… Setelah pembagian kelompok, kami semua segera pergi untuk mencari tempat bersembunyi.

"Kita mau sembunyi di mana, nih…??" tanyaku.

"Gue juga nggak tau…" jawab Rukia.

"Kalian bertiga ada ide nggak…??" Tanya Tatsuki kepada 3 anak kelas 3-3.

"Kita juga nggak ada ide sama sekali…" jawab Nanao.

"Eh, gimana kalo kita sembunyi di dalem sungai aja…!!!" usul terbodoh dari Hisagi.

"Lo pikir kita ikan…!!?" teriak semuanya.

"Ya maaf… Kan Cuma usul…" Hisagi memasang tampang tak berdosa.

"Iye… Biarpun Cuma usul, tapi kan harus tetep mikir… Jangan asal aja…"

"Ah, udah deh… Jangan bertengkar…!!! Mendingan kita cari tempat sembunyi…!!" kataku.

"Kalo gitu, kita sembunyi di mana…??!" Tanya Kira.

"Kita jalan ke arah sungai yuk… Tadi kalo nggak salah gue lihat gua di deket sungai…" kata Rukia.

Kami berjalan kea rah sungai… Dan benar, di dekat sungai memang ada gua… Gua itu cukup lebar. Dan gua itu cukup tersembunyi. Kami bersembunyi disitu.

"Di sini aman nggak, ya…?" tanyaku.

"Berdoa aja… Moga-moga mereka nggak tau kalo kita di sini…" kata Rukia.

"Eh, kita nanti bersembunyi sampe jam berapa…??" Tanya Hisagi.

"Mungkin sampe jam 5… Dan habis itu kita langsung mandi dan nanti jam 6.30 kita makan malam… Habis itu kita ada acara cerita seram, tapi nggak bareng, tiap kelas di tempat yg beda… Jam 10 kita tidur…" jawab Nanao lengkap dengan jadwal acara.

"Buseet…!!! Jawabnya lengkap amat…!!!" kata Tatsuki.

"Dia emang gitu… Kalo ditanya pasti jawabnya sangat lengkap… Kita sih udah biasa…" kata Kira.

"Ya udah, deh… Sekarang kita sembunyi di sini… Semuanya jangan sampai membuat suara yg aneh-aneh… Nanti ketahuan lagi…" kataku.

"OK…!!!" jawab seluruh anak bersamaan.

Kami tetap bersembunyi di dalam gua… Sesekali kami mendengar ada suara orang yg mendekat, tetapi biasanya akan menjauh lagi… Untung saja, Rukia tadi membawa minuman, jadi kami tidak kehausan… Kami bersembunyi hingga jam menunjukkan pukul 5…

"AKHIRNYA…!!! Kita bisa keluar dari persembunyian kita…!!!" teriak Tatsuki.

"Ayo… Kita kembali ke perkemahan… Biar gue aja yg lapor…" kataku.

Kami kembali ke perkemahan… Tim yg mencari kaget karena kami dapat bersembunyi tanpa ditemukan. Aku segera lapor ke Pak Byakuya. Setelah lapor, aku kembali ke tenda untuk bertanya dengan anak-anak yg lain…

"Halo semua…!!! Gimana tadi sembunyi-nya…!??" tanyaku.

"Kelompokku ketahuan… Padahal kita sembunyinya udah aman…" keluh Rie.

"Sebenernya kelompok gue nggak ketahuan… Tapi gara-gara dia…(nunjuk Rangiku) kelompok gue jadi ketahuan deh…" kata Kei.

"Emang lo berdua satu kelompok ama siapa aja…??" Tanya Rukia.

"Kalo gue satu kelompok ama Rangiku dan Isane ama 3 orang anak kelas 3-3… Namanya gue lupa…" sahut Kei.

"Gue satu kelompok ama Nemu dan Soifon… Terus kalo anak kelas 3-3, tadi yg satu namanya kalo nggak salah Keigo… Kalo yg dua lagi gue nggak tau…" balas Rie.

"Kalo kalian…??" Tanya Soifon kepadaku, Rukia dan Tatsuki.

"Hehehehe…!!! Kita nggak ketahuan dong…!!!" jawab Tatsuki.

"APAAA…!!! Yang bener…??!" Tanya anak-anak yg lain tidak percaya.

"Bener…!!! Gue tadi datengnya telat soalnya gue harus lapor ke Pak Byakuya dulu…" jawabku.

"Emang kalian sembunyi di mana…??" Tanya Rangiku.

"Ada deh…!!! Rahasia…!!!"

"Eh, udah dong…!!! Kita jadi mandi nggak neh…!!! Nanti keburu rame lho…!!!" kata Rukia meningatkan.

"Oh iya…!!! Ayo…!!!" kata Rie.

Kami pun mandi di kamar mandi milik warga sekitar (lagi). Sama seperti kelas lain… Setelah mandi, kami berkumpul di tenda sambil menunggu makan malam… Kami semua berkumpul di tendaku

"Eh, nanti kira-kira makan malamnya apaan ya…?" Tanya Kei.

"Nggak tau… Mendingan lo Tanya aja…" kata Tatsuki.

"Gue udah laper nih…!!!"

"Ya udah… Makan rumput aja dulu…"

"Lo pikir gue kambing…!!?"

"Bukannya elo adalah saudara amat sangat jauh-nya kambing…??"

"Kurang ajar…!!!" dan terjadilah pertarungan antara Kei dan Tatsuki.

"WOOIII…!!! Jangan bertengkar dong…!!!" teriak Rie.

"Tapi dia duluan yg mulai…!!!" sahut Kei

"Gue nggak peduli mau siapa yg mulai duluan…!!! Pokoknya jangan sampai bertengkar…!!!" kataku.

"Udah… Sabar… Mendingan kita ngebahas tentang cerita seram nanti yuk…!!!" ajak Rukia.

"Ok… Nanti kalian mau nyeritain tentang apaan…?" Tanya Rie.

"Gue sih, punya satu cerita dari saudara gue…" jawab Isane.

"Gue malah nggak punya sama sekali…" kata Rangiku.

"Gue nggak tau nanti mau cerita apa nggak…" kataku.

Kami tetap mengobrol sampai datang waktunya makan malam… Ternyata lauk makan malam kali ini adalah… Ikan Bakar… Kei langsung memakan makan malamnya bagaikan anjing nggak makan 3 tahun… Setelah selesai makan malam… Kelas kami disuruh berkumpul di bawah sebuah pohon untuk bercerita seram…

"Baiklah anak-anak…!!! Kalian pasti sudah tau kenapa kita berkumpul di sini… Untuk bercerita seram… Nah, siapa yg mau mulai duluan…" kata Byakuya.

"Saya, Pak…"

Kira-kira, siapa orang yg mau bercerita duluan itu…? Tunggu di chapter depan ya…!!!

Kyo: "Akhirnya…!!! Selesai juga chapter 4 ini…!!!"

Kei-chan: "Eh, ni di endingnya kayaknya misterius banget…!!! Emang siapa sih yg mau cerita duluan…?"

Kyo: "Ada deh…!!! Lo liat aja di chap selanjutnya…!!!"

Kei-chan: "Terserahlah…"

Rie: "Daripada mengurusi dua orgil itu… Mendingan langsung review…

REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!! REVIEW!!

JANGAN LUPA REVIEW…!!!