pik pertama Shena nih, pernah baca ni cerita, and Shena pingin buata kaya gini. Tapi tenang aja....beda kok!!!

Well, here we go.....

Author : Shena Blitz

Disclaimer : Naruto © Kishimoto Masashi

2009

Malam itu di suatu gedung megah yang kerlap-kerlip dengan penjagaan yang ketat, yang di jaga oleh ratusan hansip(?) Loh kok hansip sih? gag elit banget! Terlihat 2 orang anak muda. Yang satu lagi jongkok ngasih makan ke anjingnya si Akamaru. Oooouuuu si Kiba. Dan satunya lagi, pake baju ijo ketat, beralis tebal yang sedang push-up! Dah tau kan siapa?
"Huaaaaa...padahal aku pengen nonton di dalam, makah suruh jaga di sini..." gerutu si Kiba.
"Hey, jadi anak muda itu harus semangat! ini kan perintah dari Hokage, kita harus melaksanakannya dengan baik!!" kata Rock Lee
Tentu saja karena malam itu adalah malam yg sangat menggemparkan! Karena AnimeStarTV mengundang kriminal kelas S yang terkenal, yaitu Akatsuki dari Anime Naruto.
Di dalam gedung, terlihat kursi penonton yang sudah penuh. Juga terdapat panggung dengan tinggi mencapai 5 M. Yang terdapat sofa yang panjang, dan di belakangnya ada sebuah layar yang gedeeeee bangettt!!
"ok! Action!" suruh sutradara kita, Ayame Sohma.
Kemudian munculah 2 gadis yang sama-sama berambut pink. Yang pertama adalah Lacus Clyne dari Anime Gundam seed destiny. Dan yang satunya lagi adalah Ichigo Momomiya dari Anime Tokyo mew-mew. Penonton yang tadinya pada berisik-pun akhirnya pada tenang deh!! Dan cocok-cowok pada nosebleed liat Lacus & Ichigo yang cantik banget malam ini.
"Selamat malam para penonton dan pemirsa yang ada di studio dan yang ada di rumah!!" Teriak duo pink itu membuka acara.
"Malaaaaaammmmm...." teriak para penonton semangat.
"Wuaaahhh..seneng banget deh semuanya pada semangat-semangat!" kata Lacus.
"Bener banget Lacus, soalnya malam ini kita kedatangan tamu yang spektakuler banget!" tambah
Ichigo.

Di bangku penonton.
"Akh..bertele-tele banget! Langsug aja panggil!!" Kata pemuda berambut putih panjang, berbaju merah dan kupingnya kayak kucing, Inuyasha.
"Sudah diamlah,Inuyasha!!" Bentak Kagome pada Inuyasha.
"Hey! kalian menonton juga rupanya!" Seru Jaken yang juga nonton bersama Rin dan Sesshoumaru.
Inuyasha, Kagome, Shipo, Miroku dan Sango menoleh ke belakang.
"Cih...kenapa kau juga ada di sini, Sesshoumaru?" Tanya Inuyasha sebal pada Sesshoumaru.
"Bukan urusanmu." Kata Sesshoumaru datar.
"Pasti kalian datang untuk merebut bola empat arwah milik kami, kan?" Tanya Kagome
"Yang menginginkan bola empat arwah itu orang yang duduk di sebelah sana!" Kata Sesshoumaru sambil menunjuk orang yang duduk agak jauh dari mereka.
Inuyasha menolah orang yang di tunjuk Sesshoumaru. Terlihat orang itu melambaikan tangan paa Inuyasha.
"Naraku?" Inuyasha kaget.

Di bangku penonton yang lain.
"Renji, kenapa aku di ajak kesini?" Tanya Byakuya pada Renji yang duduk di sebelahnya.
"Maaf kapten. Saya tidak memberitahu kapten waktu kapten tidak mengikuti rapat. Ini perintah langsung dari ketua kapten Yamamoto. Semua kapten dan wakil kapten Shinigami juga datang semua." Kata Renji sambil menunjuk jajaran Kapten & wakil kapten Shinigami di sebelahnya.
Sebenarnya Renji merasa besalah banget pada Byakuya. Byakuya belum bangun dari tidurnya, sudah langsung di tarik oleh Renji ke dunia manusia. Sehingga Byakuya gak sempat pakai kenseikan-nya, rambutnya terurai bebas. Untung tadi sempat mandi di rumah pak Urahara.

"Kenapa kita duduk paling depan, Suigetsu?" Tanya Sasuke pada Suigetsu.
"Loh, katanya kamu pengen liat kakakmu lebih jelas? Ya udah aku pilih kursi yang paling depan" Kata Suigetsu.

Back to Panggung.

"Baiklah, kita panggilkan saja...AKATSUKIIIII!!" Teriak duo pink itu.
Dan yang di panggil pun akhirnya muncul.
"Kyaaaaa....!!" Teriak para penonton cewek. Ternyata jadi kriminal juga banyak fans-nya ya?
Yang muncul pertama adalah Kisame di susul oleh Deidara.
Entah kenapa Kisame begitu melihat penonton langsung ngibrit ke belakang. Membuat anggota Akatsuki yang lain jadi bingung, apalagi penonton. Ternyata Kisame pengen pipis. Kenapa gak dari tadi aja sih pipisnya! Lalu Akatsuki yang lain berjalan ke Sofa yang telah di sediakan.
Dengan cepat Lacus menggandeng tangan Itachi, dan Ichigo menggandeng tangan Sasori. Kakuzu? 'Gue gak da yang narik?' Batin Kakuzu.
Terus Lacus langsung cipika-cipiki sama Itachi sambil nyubit pipinya.

Di kursi penonton.

Kira Yamato & Athrun Zala udah gosong kebakar api cemburu. Hebat banget tuh api cemburu!
"Kyaaaaa..." Teriak Fans Girl Itachi marah, gak terima. Ada yang nangis-nangis, ada yang nekat pengen naik panggung, ada yang dibawa sama tandu (?) Ya ampun itu kenapa?
"Astagfirullah! Itachi...Itachi..." Kata Hidan sambil nutup mata kanannya. Trus mata kirinya? Ya tetep liat lah!
"Woy itu gak ada dalam naskah!!" Seru Ayame Sohma sewot.
'Kurang ajar berani-beraninya cipika-cipiki sama kakakku!!' Batin Sasuke. Sharingannya udah aktif.

"Huh! Sayang sekali aku bukan si Itachi itu!" Gerutu Miroku
"Apaaaaa katamuuuu Mirokuuuuuu...!!" Kata Sango dengan Death Glare-nya.
Sepuluh detik yang sangat menyakitkan. Terlihat kepala Miroku sudah benjol-benjol, dan pipinya berwarna merah oleh tonjokan Sango.

"Huh, tau begini aku masuk lagi aja ke Akatsuki!" Kata Orochimaru. Nonton juga toh!
"Hey, kenapa kau tidak ada di sana, kau kan anggota Akatsuki?" Tanya Hitsugaya pada Orochimaru.
"Yah, aku sudah di pecat dari Akatsuki, karena aku sering memuntah-muntahkan barang yang gak jelas gitu. Mereka jijik, dan akhirnya memutuskan untuk mengeluarkanaku. Sedihnya... " Kenang Orochimaru.
"Ouuu... begitu. Tapi itu benar-benar menjijikan tau!!" Sambung Yachiru.

Lalu Lacus dan Ichigo mempersilakan anggota Akatsuki untuk duduk.
Tapi tetep aja Lacus ngegandeng tangan Itachi dan suruh duduk di sampingnya. Ichigo juga sama, tetep ngegandeng lengan Sasori.

Terlihat Uchiha Mikoto nangis sesegrukan ke pundak Fugaku, melihat anaknya, Itachi Uchiha, ada di atas panggung. Terlihat juga Gaara, Kankuro, Temari dan nenek Chiyo yang nangis - nangis pingin ke atas panggung buat meluk cucu tercintanya, Sasori.
'Tu orang yang bunuh gue' Batin Kankuro.

Ino Yamanaka yang baru pertama kali liat Itachi, matanya langsung berubah jadi 'love'. Dalam hatinya berkata 'gak ada adiknya, kakaknya pun jadi' sambil senyum - senyum sendiri. Sai tertunduk lemas, dalam pikiranya dia bakalan di buang sama Ino.

"Selamat malam Akatsuki!" Kata Lacus.
"Malam..." Jawab Akatsuki serempak.
"Gimana nih kabarnya??" Tanya Ichigo.
"Alhamdulillah...baik!" Jawab Akatsuki serempak.
"Mmmm...pertama-tama perkenalan diri dulu gak ke penonton dan pemirsa yang ada di rumah?" Tanya Ichigo.
"Boleh aja" Kata Konan.
"Baiklah, siapa yang duluan?" Tanya Lacus.
"Saya...saya..!!" Teriak Tobi sambil mengacungkan tangan.
"Ya, silakan" Kata Lacus mempersilakan.
"Namaku Tobi, salam kenal!" Kata Tobi sambil 'peace'

"Hah, cuma begitu saja?" Gumam Kyo Sohma.
"Kenapa orang gila seperti itu bisa masuk Akatsuki sih?" Kata Kurosaki.
"Aku dengaaaarrr tauuuuuu...!!!" Teriak Tobi di atas panggung, sambil nunjuk Kurosaki. Terang aja semua mata tertuju ke Kurosaki.
"Ini karena kau bicara yang macam-macam!!" Bentak Rukia.
"Apa? aku kira dia bakalan gak bisa denger!" Kurosaki membela diri.
"Siapa yang kau bilang gila, Hah!? Sini kalau berani!! Dasar kepala jeruk!!" Tobi marah-marah mau turun panggung, tapi di tahan sama Deidara dan Hidan.
"Siapa yang kau sebut kepala jeruk?!" Sewot Kyo Sohma merasa terhina.
"Hey! Kau jangan ikut-ikutan, bodoh!!" Kata Yuki Sohma.
"Itu siapa lagi?" Gerutu Sasori.

Akhirnya semuanya bisa tenang kembali setelah Tobi, Kurosaki, dan Kyo terkena Tsukuyomi Itachi yang langsung pingsan di tempat.

"Ha...membosankan! Padahal kan pengen liat mereka saling bunuh!!" Kata Killua kecewa.
"Killua....jangan begitu." Kata Gon.

Lalu wawancara pun di teruskan kembali. Kali ini giliran Deidara yang memperkenalkan diri.

"Namaku Deidara, rekan kerjaku dulunya adalah tuan Sasori. Tapi setelah dia mati, akuberpasangan d4ngan Tobi yang gak bermutu ini!!" Kata Deidara sambil menjitak kepala Tobi. Tobi masih pingsan akibat Tsukuyomi tadi.
"Dan bagiku...Seni adalah" Potong Deidara.
"Jangan-jangan.." Kakuzu udah sweatdrop.
"Ledakan!!" Tambah Deidara.

Pas bagian Deidara menekankan kata 'Ledakan' terdengar suara senapan "Dor...Dor...Dor..." Ternyata Hiruma yang menembakannya. Hiruma marah karena guru Asuma merokok di sampingnya. Sementara itu Sena dan Kurita mencegah Hiruma yang terus-teruasan menembak. Yang lain cuma bisa tutup kuping.

"Hei! jangan berisik! wawancaranya jadi tidak kedengaran tau!!" Sewot Naruto.
"Jangan ikut campur, anak pendek!!" Kata Hiruma.
"Siapa yang kau sebut pendek, Hah?!" Tambah Naruto, sambil mengeluarkan Rasengan-nya.

"Wah!! Ternyata disini banyak orang-orang yang mengerti seni. Hey! aku ikutan!!" Kata Deidara sambil membawa bom tanah liat berseninya. Deidara akan melemparkannya pada kumpulan orang-orang itu, baru akan melempar.
"Jangaaannnn...!!!" Teriak anggota Akatsuki serempak.
"Apa??" Tanya Deidara cengok.

'BLEDAAAAGGGG....!!' Terlambat. Bom yang akan di lempar Deidara keburu meledak di tangannya. Terlihat pose Deidara gosong yang akan melempar bom. Lalu di angkat para kru ke belakang panggung.

"Dasar, itu kan gak smart!! Orang-orang berambut kuning memang pada berisik" Kata Kotarou Sasaki sambil menyisir rambutnya.
"Kau bilang apa? rambut kuning? memangnya kenapa dengan orang-orang yang berambut kuning?" Tanya Mizumachi, sadar rambutnya berwarna kuning.
"Dia bilang orang yang berambut kuning pada berisik!" Kata Akaba sambil memetik senar Gitarnya.
"Uuuaaapaaa kau bilaaaang!!" Teriak Mizumachi sambil mencekik leher Kotarou.
"K-kau tak b-b-bii-sa tu-tu-tup mu-mulut..A-kaba!!" Suara Kotarougak jelas. Kan masih di cekik sama Mizumachi.
Akaba cuma tersenyum, sambil memakai kacamata birunya _ kakoii
"
Mizumachi duduklah!!Kau terlalu tinggi, orang-orang yang di belakang jadi tidak bisa melihat!!" Kata Kakei.

Wawancara pun di teruskan kembali. Dari tadi ketunda mulu. Sekarang gilran Sasori yang memperkenalkan diri.

"Namaku Sasori" Kata Sasori dengan senyuman imutnya.
"Aku Itachi Uchiha" Kata Itachi, tentu aja senyum juga.

"Kyaaaaaa...." fans girl Itachi teriak-teriak gaje, lebih berisik daripada waktu Sasori memperkenalkan tadi. Mikoto nangis makin kenceng sambil mukul-mukul fugaku. Terlihat juga spanduk bertuliskan 'I ITACHI' Lacus dan Ichigo cuma tutup kuping. Harusnya Itachi gak di undang yah.

"Cih! Kalo aja gue punya duit banyak, pasti gue udah operasi palstik! Pasti kalah tuh si Itachi!! Aha! Gue bilang aja kalo si Itachi tu yang paling numpuk hutangnya di anggota Akatsuki!! Pasti image-nya bakalan hancur! fufufufu licik juga gue" Batin Kakuzu sambil senyam-senyum sendiri kaya orgil.

"Namaku Hidan" Kata Hidan sambil pegang tasbih.
"Aku Kakuzu, seb-"
"Aku Pein" Kata Pein alias si Yahiko.

Sebenernya Kakuzu mau ngomongin keburukan Itachi yang udah dia pikir dari tadi. Tapi omongannya kepotong sama Pein. Berhubung yang motong omongannya tu Pein, Kakuzu gak bisa sewot, nanti bisa di Rinnegan lagi sama Dewa satu ini. Rasain luh!

Lalu munculah sesosok hiu. Eh, bukan. Itu Kisame. Baru dateng selesa pipis tadi. Wajahnya lega banget. Kayaknya tu orang minum satu sumur, pipisnya lama banget. Lalu ngambil tempat duduk di samping Konan.

"Nah, penonton yang ini namanya Kisame" Kata Ichigo memperkenalkan Kisame. Hayo! pipis lagi coba.
"Aa..Ae..Iya.." Kata Kisame salting, sambil garuk garuk kepala. Dasar kutuan!!
"Dan aku Konan. Cewek satu-satunya di Akatsuki" Kata Konan.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk Akatsukiiiii!!" Seru Lacus.

Terdengar sorak-sorai penonton. Ada yang jerit-jerit, ada yang makan kripik, kaya Chouji. Ada yang tidur, kaya Shikamaru. Ada yang berantem kaya si Hiruma dan Naruto. Ya ampun, masih berantem juga?

"Lagi sibuk apa nih, selain syuting??" Tanya Lacus.
"Kalo saya sih, ya cari kerja sampingan. Kaya kuli angkut di pasar, tukang ojek kaya gitu deh. Lumayan, nambah-nambah penghasilan" Kata Kakuzu.
Dasar Bendahara bangkotan, pasti ngomongin duit melulu.
"Kalau aku kursus merangkai bunga dan origami" Kata Konan.
"Ouu..pantes, mawar di rambutnya bagus banget. Boleh saya minta yah?" Pinta lacus.
"Kalau yang ini jangan, soalnya ini pemberian dari orang yang istimewa buat saya" Kata Konan.

Mendengar itu, rambut Pein jadi merah (dah sejak lahir yah?) Maksud saya, wajahnya jadi merah. Lebih merah dari tomat busuk.

"Kalo Pein gimana?" Tanya Ichigo.
"Aku? Selesai syuting sih aku biasanya ke Mall buat shopping. Terus ya ganti pierching aku sama yang lebih nge-trend jaman sekarang. Aku kan juga mesti tetep gaul. Kalo si Deidara sih, suka main lempar-lemparan tanah liat sama si Tobi di sawah gitu. Si Hidan ritual gaje terus. Sasori hobinya buat Teddy-Bear. Si Itachi, tiap malam ngurunng di kamar sambil meluk-meluk Foto adknya, si Saaa..-apa yah? Siapa sih nama adiknya si Itachi tu? Sa-.." Tanya Pein.
"Sa...Sasuke!!" Jawab Kisame membantu.
"Iya, si Sasuke! Anak kecil yang hobinya buka-buka baju itu. Terus Zetsu...Loh Zetsu mana?" Pein gak ngerasa kehadiran kanibal itu.
"Aku di siniii...." Terdengar parau.
Si Zetsutertutup Venus Fly Trap-nya. Terlihat aura menyedihkan di sekelilingnya.
"Zetsuuuu...." Teriak Akatsuki yamg lain.
"Aih, maaf. Kami kira bunga pajangan panggung! Dan pemirsa ini satu lagi yang ketinggalan, Zetsu!!" Seru Ichigo.
Zetsu cuma mengangguk senyum. Dalam hatinya masih kesal, tidak di anggap.

Di lanjutkan ke pertanyaan yang lebih serius. Anggota Akatsuki memasang muka serius.

"Buat Itachi, gimana sih rasanya di bunuh sama adik sendiri?" Tanya Ichigo.
Lacus makin erat ngegandeng lengan Itachi, ingin nangis rasanya.
'Jleb' mendengar itu, Sasuke langsung shock.
"Ummm....gimana yah? Sakit hati pasti ada. Mungkin aku ini kakak yang brengsek, sehingga Sasuke ngebunuh aku. Salahku juga yang udah ninggalin dia dan membantai klan. Buat aah dan Ibu yang menonton, maafkan aku.." Kata Itachi sambil melambaikan tangan pada Mikoto dan Fugaku.

Mikoto nangis makin kenceng. Air matanya kemana-mana, apalagi ingusnya. Kenshin merasa terganggu kebanjiran ingus Mikoto. Kaoru bantuin cari tissu wc. Kejam!!

"Kalau kakaknya brengsek, tentu aja harus di bunuh!" Kata Inuyasha sambil melirik sinis pada Sesshoumaru.
"Apa? Aku bukan kakakmu, setengah siluman!" Kata Sesshoumaru dingin es tong-tong.
Mendengarnya Inuyasha jadi geram. Kasian dech Inuyasha gak diangap adik. Fufufufufu.

"Tapi walaupun begitu...." Itachi menggantungkan kata-katanya.
"Aku tetap sayang pada Sasuke, adikku yang bodoh." Kata Itach sambil senyum.

'Uummm...so sweet!!'
Cewek-cewek pada terharu. Lacus meluk Itachi, Kira dan Athrun sudah jadi debu. Kisame nangis-nangis gaje, maklum rekan satu timnya. Mikoto udah nangis darah, Tenten lagi ngepang rambut Neji (?)

"Kakak...." Terdengar suara pemuda yang gak asing lagi. Spontan seluruh mata tertuju pada asal suara itu. Lalu lampu panggung menyorot ke arahnya. Dan terlihat jelas, laki-laki itu adalah 'Sasuke'

"Akh..i-itu Sa-Sasuke!!" Teriak Sakura yang terkena penyakit gagapnya Hinata.
"Sasuke..." Naruto kaget.
"Guru Kakashi! Pulang dari acara ini, kita seret kembali Sasuke ke Konoha, Bagaimana?" Kata Naruto pada Guru Kakashi.
"Bodoh! Tidak ada perintah dari Hokage! Apa kau mau melawan Kirin dan Chidori Nagashi miliknya? Lagipula disini ada kakaknya, kau bisa di panggang leh Amaterasu Itachi!!" Bentak Kakashi.

"Ka..Kakak! maafkan aku! Di otak ku cuma ada balas dendam dan balas dendam, tanpa tau yang sebenarnya terjadi. Kalau si Uchiha Madara itutidak menceritakan kejadian yang sebenarnya, aku benar-benar tidak akan tau!!" Kata Sasuke sambil nangis.
"Yeah!! Berterima kasihlah pada Tobi, Kak Itachi!" Kata Tobi yang ternyata sudah sadar dari pingsannya.
"Tidak apa-apa Sasuke. Lagipula aku yang salah. Maafkan aku juga." Kata Itachi. Untung beberapa tahun ini Itachi sudah melatih diri untuk nahan nangis.

"Kakak...!!" (berlari slow motion)

"Lepaskan aku!! Aku mau ke tempat kakak!!" Teriak Sasuke yang mencoba untuk naik panggung, tapi di tahan oleh Suigetsu dan Karin.
'he..he...kapan lagi bisa meluk Sasuke kaya gini' Batin Karin yang ambil kesempatan meluk dan nahan Sasuke.
"Sasuke, mau ngapain? Malu-maluin tim Taka aja!!" Kata Suigetsu, sambil nahan Sasuke tentunya.

"Apa itu beneran Sasuke?" Kata Shino Pada Neji.

"Tauuuuu..." Jawaban pada, singkat, jelas dari Neji.
Akhirnya Sasuke bisa tenang juga, entah bagaimana caranya. Itachi cuma tersenyum simpul melihat Sasuke.

Ahhhh......Akhirnya selese juga, he..he...

Ni pik penuh perjuangan buat bikinnya, coz Shena musti cari - cari info dulu!! Maklum aya kan anak baru!!

ok ok

Pleeeaaaassssssseeeeeeeee ripiuuuuuuuuuu…….