Disclaimer: Masashi Kishimoto

Dan beberapa chara dari anime lain, bukanlah milik Author! T_T

Warning: Sedikit AU sedikit canon. OOC tiada tara. Gajebo pastinya. Dan keabsurdan yang jangan ditanya lagi!

Duo Host: Lacus Clyne (Gundam Seed Destiny) & Ichigo Momomiya (Tokyo Mew Mew)

Just For Fun


.

.

"Oke pemirsa, pertanyaan kita mulai kembali! Kali ini giliran Hoshigaki Kisame!" ujar Ichigo yang disambut sorak-sorai dari Kisame FC.

Lacus tampak membalik-balikkan lembaran di tangannya berisi pertanyaan yang akan diajukan untuk Kisame. Host kita ini tampak bingung mau memilih pertanyaan mana yang cocok untuk anggota Akatsuki berwajah hiu di hadapannya. Dua lembar kertas di tangannya ini berisi kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang sengaja dikumpulkan oleh pelaksana acara dari penggemar berat Kisame yang dikirimkan melalui email. Pertanyaannya seperti:

Berapa kali dalam satu hari, Kisame mengganti celana dalamnya?

Apakah badan Kisame menguarkan bau amis? (Yang ini sepertinya ditujukan untuk Itachi)

Sikat gigi macam apa yang Kisame gunakan untuk menyikat giginya yang runcing itu?

Apa Kisame sering terkena kejang otot di bagian pundak, akibat terus-terusan memanggul samehada?

Kenapa Kisame bunuh diri? Apa karena sudah tidak tahan menghadapi siksaan hidup?

Benarkah Kisame sering merasa 'gak pede' punya partner Itachi?

Apakah Kisame salah satu pengikut pesugihan hiu?

Apa benar, kalo lagi marah, Kisame suka bikin rumah?

Lacus meng-huft. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan gak jelas lainnya. Akhirnya setelah membaca keseluruhan pertanyaan di kertas yang dipegangnya, host cantik berambut merah jambu itu memilih satu pertanyaan paling mudah dan paling normal untuk Kisame.

"Kisame-san—"

"Ke aku manggilnya Kakuzu, bukan Kakuzu-san? Kenapa ke Kisame manggilnya Kisame-san?" protes Kakuzu. Jelas-jelas dia lebih tua dari Kisame. Kenapa pada Kisame mereka sopan sekali?

"Baiklah, baiklah. Kisame."

"Nah, itu baru adil!"

'Ya ampun, hal sepele seperti itu saja dipermasalahkan,' Ichigo cuma geleng-geleng kepala saja.

"Ini adalah salah satu pertanyaan dari penggemar Kisame di Kirigakure," Kisame mesem-mesem gaje merasa di atas angin, karena punya penggemar. "Dari gadis berkerudung merah, pertanyaannya adalah: berapa kali dalam satu hari, Kisame mengganti celana dalamnya?"

Reaksi yang ditimbulkan oleh Kisame adalah, "Heee…"

"Iya, berapa kali dalam satu hari Kisame ini mengganti celana dalam? Atau…gak pernah ganti sama sekali yaaa?" kata Ichigo setengah bercanda. Gak tahu kalo candaannya itu memang benar adanya.

Semua anggota Akatsuki memandang wajah Kisame. Sangat tahu sekali kalau saat ini Kisame sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan dari Lacus barusan. Untungnya pertanyaan itu tidak ditujukan pada mereka. Kalau iya, mereka pun gak tahu harus ngomong apa buat ngejawab pertanyaan yang terkesan 'rahasia' itu. Gak mungkin kan mereka jawab gak pernah ganti celana dalam dalam satu minggu. Terutama saat menjalankan misi ataupun saat penyegelan bijuu.

"Ayo, Kis! Jawab aja ngapa, lama bener!" Hidan mulai sewot.

Kisame tampak ragu-ragu untuk menjawab. "A-aku…ganti celana…sehari dua kali. Iya, sehari dua kali!" ujar Kisame. "Kalo gak percaya, bisa tanya sendiri ke Itachi!"

Mangekyou Sharingan: aktif.

"Eh, bukan Itachi! Tapi tanyain ke Deidara!"

"Kenapa rasanya ingin sekali meledakkan seseorang ya?" Deidara bergumam pelan sambil memainkan tanah liat berbentuk laba-laba kecil miliknya.

"Oke, oke tanyain ke Tobi aja!"

Tobi langsung kaget. "Heee…Tobi gak tahu kalau Kisame-senpai ganti celana dalam sehari dua kali. Yang Tobi tahu nih ya, Kisame-senpai itu ganti celana dalam dua puluh hari sekali—bahkan lebih!"

Kisame udah gigit-gigit samehada nahan malu.

"Hidan-senpai dua minggu sekali. Sasori-senpai…kata Deidara-senpai sih, sebelas hari sekali. Konan-senpai, lima kali sehari. Deidara-senpai, tiga minggu sekali. Itachi-senpai, seminggu sekali. Pein-senpai, lima belas hari sekali. Zetsu-senpai, dua hari sekali. Kakuzu-senpai, setengah tahun sekali. Kalo Tobi inget, ya Tobi ganti celana dalam. Kalo gak inget, ya berarti Tobi gak ganti!" jelas Tobi menerangkan satu-persatu jadwal ganti celana anggota Akatsuki yang lainnya.

Sementara itu, dari sisi penonton.

"Gimana ini, ayah? Masa anak kita gak ganti celana dalam selama satu minggu? Padahal dulu, Itachi dididik untuk menjadi Uchiha yang bersih. Kenapa juga sempak yang numpuk di lemari kamarnya, gak dibawa?" kata Mikoto misuh-misuh pada suaminya. Jangan-jangan Fugaku yang mengajari Itachi jorok kayak gitu. Kan malu, ini acara ditonton banyak orang. Mau ditaruh dimana muka mereka?

Satu harapan Mikoto, moga-moga Sasuke gak ngikutin jejak kakaknya kali ini.

Mikoto gak tahu kalo Sasuke lebih parah lagi!

"Yang namanya Konan itu boros banget! Masa dalam satu hari dia ganti celana ampe lima kali?"

"Oi, oi, sampai kapan mau ngebahas tentang celana dalam, hah?" gerutu Shikamaru. Kupingnya terasa panas mendengar tentang celana, celana dan celana.

Merasa atmosfir yang semakin tidak nyaman saja atas pertanyaan barusan—tepatnya setelah mendengar jawaban dari saudara Tobi, Ichigo dan Lacus memilih untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya saja pada member Akatsuki yang belum diwawancarai.

"Dan sekarang pertanyaan buat satu-satunya wanita di Akatsuki, Konan," Ichigo siap-siap membacakan pertanyaan yang akan diajukan olehnya pada Konan. "Adegan mana yang paling susah dilakukan saat syuting anime Naruto?" tanyanya.

Konan berpikir sebentar. "Yang paling susah itu…hmm..menurutku scene dimana saya harus ciuman sama Yahiko di episode 253," kata Konan terang-terangan. Sementara Pein, rasanya ingin sembunyi di rok Lacus untuk menutup wajahnya yang memerah.

"Oh, iya. Yang pas Konan lagi bantu ngelilitin perban di lengan Yahiko yang terluka itu kan?" kata Ichigo, Konan menggangguk.

"Loh, apanya yang sulit? Bukannya dari awal Konan sudah punya feeling sama Yahiko? Tinggal kissu aja, mudah kan?"

"Bukan masalah mudah kissu-nya ya, mbak. Masalahnya di bagian capeknya itu loh! Kalau tinggal kissu sekali sih, nenek-nenek kayang juga bisa!" ujar Konan. Wanita berambut ungu itu menghela nafas. "Untuk scene itu, jujur aja saya capek banget! Bayangin aja ya. Saya harus mengulang adegan itu sebanyak 157 kali gara-gara sutradaranya yang kurang puas. Padahal jelas-jelas di film-nya adegan itu dipotong!" sewotnya.

"Ouuh, jadi Konan maunya kalau scene itu gak dipotong ya?" goda Lacus.

"Yaaa…gak gitu juga sih," Konan menggaruk-garuk pipinya, mulai blushing. "Kalau memang dari awal mau dipotong, kenapa juga harus diulang berkali-kali. Kan saya capek," keluhnya.

"Ya udah, kita ciuman lagi aja di sini," Pein mulai nyosor-nyosor ke arah Konan.

"Enak ajaaa! Aku jadi malu nih!" jerit Konan gemas sambil nonjok Pein saking malunya diliatin orang satu studio. Pein terpental ke belakang panggung.

"Ehm.." Lacus berdeham. Gadis cantik itu menoleh ke arah Ichigo dan berdiri dari tempat duduknya. "Pertanyaan barusan itu bisa jadi adalah pertanyaan untuk menutup acara kita malam hari ini. Terima kasih banyak ya Kisame, Konan, Tobi, Sasori dan yang lainnya yang sudah meluangkan waktunya untuk kita wawancarai…" Lacus dan Ichigo menjabat tangan anggota Akatsuki satu persatu. Dan mogok di bagian Pein yang salamannya lamaaaa banget! Ya namanya juga orang usaha.

"Udahan ya? Padahal Tobi masih ingin di sini, senpaaai…" rengek tobi sambil peluk-peluk Kisame.

"Tidak masalah. Kalau masih banyak yang ingin ditanyakan seputar Akatsuki, tanyakan saja pada kami," ucap Konan ramah sambil tersenyum manis untuk mengalihkan perhatian atas rengekkan Tobi yang malu-maluin banget!

Kedua host cantik berambut pink tersebut kemudian berdiri menghadap para penonton. "Demikianlah wawancara langsung kita bersama Akatsuki yang sudah dengan berbesar hati menerima tawaran untuk diwawancarai seputar kehidupan mereka selama menjadi kriminal kelas S. Terima kasih banyak kepada penonton yang ada di studio dan juga pemirsa yang ada di rumah yang telah setia menonton acara kami malam hari ini. Akhir kata, saya Lacus Clyne…"

"Dan saya Ichigo Momomiya."

"—beserta crew yang bertugas, mohon undur diri dan juga meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati penonton dan pemirsa yang ada di rumah," Lacus dan Ichigo membungkukkan badan.

"Sampai jumpa lagi!" ujar keduanya`sambil melambaikan tangannya ke arah penonton yang mulai beranjak berdiri dari tempat duduk mereka. Dari belakang, Akatsuki pun tampak melambaikan tangan pada penonton di hadapan mereka.

FIN


Tamat? Ini tamat?*ngelap ingus* satu tahun sudah dari terakhir kali apdet, dan sekarang udah tamat?

Gomen ne, kalo saya gak pernah apdet-apdet ini fanfic gak jelas. Huaaaa…dari tiga tahun cuma dapet delapan chapter?*dibabuk* emang otak saya kadang-kadang buntu ide dan akhirnya malah menamatkan fic dengan tidak elit seperti ini. Bah!

Teruntuk reviewerku tercintaaah~ aku cinta kaliaaan. Meski ini disimpan di Xover, tapi tahu aja kalo saya apdet dan tetep setia baca..*terharu sangat* makasih, makasih makasiiiih~ XDD

Ciao!