Disclaimer : Persona itu milik ATLUS

Author BlazingFireAngelXXX dengan bangga mempersembahkan...

COUSIN TO COUSIN

"Otou-san! Otou-san!" seru seorang gadis cilik dengan girang.

"Ya, ada apa Nanako?" tanya ayahnya sambil tersenyum.

"Aku ingin memberitahukan sesuatu." kata Nanako dengan malu-malu.

"Katakan saja! Otou-san akan mendengarnya." ujar ayahnya, Ryoutaro Dojima.

"Sebenarnya...."

"Sebenarnya....?"

Nanako menatap mata ayahnya dengan tajam "Sebenarnya, aku mengandung anak Onii-san!"

...

"WWWWWWWWWHHHHHHHHHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTT????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!" wajah Ryoutaro memperlihatkan bahwa dia shock berat.

Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki remaja berambut style mangkok warna silver.

"Jangan khawatir, paman. Mulai sekarang aku akan 'menjaga' Nanako dengan baik." katanya sambil memeluk Nanako dan menciumnya dengan mesra.

"SSSSSSSSSSSSOOOOOOOOOOOOOUUUUUUUUUUJJJJJJJJJJJJJJJJJIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!" teriak Ryotaro persis seperti tokoh utama Alvin and the Chipmunks.


"Hah!"

Seorang laki-laki usia paruh baya terbangun dari mimpi buruknya. Rambutnya acak-acakan, bajunya kusut, keringat dingin bercucuran di wajahnya, dan air mukanya menunjukkan campuran ekspresi ngeri, marah, dan jijik.

"M-m-mimpi?!" pikirnya "Tapi kok jelas sekali? Jangan-jangan ini pertanda...Ahhhhh tak mungkin, Souji itu bukan pedophile iya kan? iya kan?" tanyanya pada diri sendiri.

Ia berpikir sebentar lalu menggelengkan kepala "Cuma mimpi." gumamnya.

Ia melihat jam wekernya, jarum jam menunjuk angka 12 dan 3.

Masih jam 3 pagi, belum waktunya bertugas.

Kemudian ia menyadari bahwa lampu ruang tamu masih menyala.

"Hah? Siapa yang ada di sana jam 3 pagi? Nanako pasti masih tidur, Souji rasanya nggak mungkin menyalakan lampu kalau sekedar ke toilet. Jangan-jangan Maling?" pikirnya.

Maka, ia mengambil pistol kesayangannya dan mengendap-endap ke ruang tamu.


Ada 2 sosok disana, tapi ga keliatan sama Ryoutaro karena selain dia masih ngantuk, matanya belum terbiasa dengan cahaya terang.

"Ngapain ya mereka?" tanya Dojima dalam hati.

"Apa yang harus aku lakukan pertama Onii-san?" bisik sosok pertama, Nanako?

"Hmmmmm coba jilat dulu." bisik sosok kedua, Souji?

"Ji-jilat? Jilat apaan yach?"

Sosok pertama menjilat sesuatu dan berkomentar "Hmmmm, kulitnya sih enak, tetapi krimnya kok rasanya asin ya?"

Sosok kedua menjawab "Emang begitu seharusnya Nanako-chan."

"Jadi mereka memang Nanako dan Souji! Tapi, apa yang mereka lakukan?"

CROT!

"Suara apa itu?"

"Aaaah onii-san, baju Nanako basah nih."

"Sori, onii-san nggak sengaja."

"B-b-b-basah?"

"Oke, sekarang masukin." kata Souji.

"Sekarang Onii-san?" tanya Nanako.

"Iya, sekarang." konfirmasi Souji

"H-hah? Masukin apa? Jangan-jangan mimpiku jadi kenyataan."

Terdengar suara BLUP, suara sentakan seorang perempuan dan suara air menetes.

"Aduh, sakit Onii-san." ujar Nanako.

"Pelan-pelan dulu deh.." kata Souji

"Oke...." sahut Nanako.

"Souji!!!!! Kubunuh kau kalau ngapa-ngapain Nanako!"

Suara mereka tiba-tiba berubah menjadi suara kemenangan

"Ya! Ya! Onii-san! Sebentar lagi...AKH!"

"NANAKO!"

Ryotaro tidak tahan lagi, ia keluar dari persembunyiannya "HAYOOO NGAPAIN KALIAN."

Mata Ryoutarou sudah terbiasa, ia melihat Souji dan Nanako berdiri berhadapan, di tengah mereka ada......kue?

"Otou-san! Jadi otou-san sudah bangun, baguslah berarti kue ulang tahun ini bisa dikasih sekarang." kata Nanako riang.

"Kue........Ulang tahun." kata Ryoutaro tak percaya.

"Iya! Hari ini kan ulang tahun otou-san,kebetulan hari ini libur jadi pagi-pagi sekali Nanako minta kepada Onii-san untuk membantu membuat kue. Krim kuenya agak asin sih....Tapi onii-san bilang memang begitu rasanya. Lalu waktu kita kasih krim pelapis, krimnya macet sehingga Onii-san pencet sekeras mungkin sampai nyembur ke baju Nanako. Terus waktu Nanako masukin lilinnya, airnya netes jadi Nanako cuci supaya nggak infeksi. Onii-san bilang Nanako terlalu cepat masukinnya. Terus waktu semua lilinnya sudah terpasang Nanako terlalu bersemangat hingga terpleset." jelas Nanako "Untung aja Onii-san sigap dan menangkap tangan Nanako." tambahnya.

"A-apa oh begitu ya..." katanya sambil menundukkan kepala, maklum dia malu karena sudah mencurigai keponakannya.

"Kenapa otou-san? Otou san nggak mau makan kuenya?" ujar Nanako sedih.

"Hah? Oh nggak! Otou-san mau kok! Liat nih Otou-san makan!" seru Ryoutaro bersemangat sambil meniup lilin, memotong kue, kemudian memakan kuenya dengan rakus.

"Memang enak sih." pikirnya.

"Selamat ulang tahun Paman." kata Souji memberi ucapan selamat.

"Selamat ulang tahun Otou-san!" tiru Nanako.

Karena masih makan, Ryoutarou cuma bisa mengangguk.

Selagi Ryoutaro sibuk makan Souji bisik-bisik dengan Nanako "Eh Nanako-chan nanti setelah paman pergi kerja ke kamar Onii-san ya."

"Mau ngapain Onii-san?" tanya Nanako.

"Ngajakin main." sahutnya dengan senyum mesum

NGIK!NGIK!NGIK!NGIK!

End

A/N:Gara-gara masih belum punya ide untuk serial Self Insertionku, aku jadi menulis oneshot-oneshot. Jadi, bagaimana menurut kalian? Oh ya, suara terakhir itu suara biola kayak di film Psycho.