Kumpulan Cerita Hantu

oXxXxXo

Naruto © Om Kishi

oXxXxXo

Hantu ketujuh adalah...

Yuki-Onna a.k.a Wanita Salju—Requested by: Flo.d'.chibi (Starring: Uchiha Sasuke –lagi- and Fem-?-Sai)

--

Yuki-Onna adalah Yokai a.k.a siluman berwujud seorang wanita cantik berkimono putih. Namun dia hanya ada pada dongeng Jepang Kuno.

Dia mempunyai nafas yang sedingin es. Dan dia menggunakan nafas es-nya untuk membekukan sang korban.

--

Zaman dahulu kala di daerah pegunungan, hiduplah dua orang kakak-beradik yang berprofesi sebagai penebang dan pengumpul kayu bakar. Sang kakak bernama Uchiha Itachi. Dia tampan dan baik hati, sayangnya Bro-Com. Si adik namanya Uchiha Sasuke. Dia adalah idola para cewek, dan sudah jelas bahwa dia playboy.

Suatu hari, mereka sedang berjalan di tengah hutan saat musim salju. Yah, tentu saja mereka sedang mengumpulkan kayu bakar.

"Sasu-chan, ayo cepat!" panggil Itachi sembari menoleh ke belakang. "Nanti keburu badai salju loh!"

"Gimana gue bisa cepat!?" balas Sasuke kasar. "Berat tau, bawa kayu bakar ginian! Bantuin, 'kek!"

"Heh, adik durhaka kamu!" balas Itachi. "Seenak jidat nyuruh orang lain bawain... Bawa sendiri dong! Nanti Onii-chan kutuk kamu jadi ayam loh!"

"Ogah gue jadi ayam! Lagian, lu kira gue kuat bawa ginian!?" balas Sasuke nggak mau kalah sembari menunjuk Itachi dengan nista. "Berat tau, bawa setumpuk kayu gini! Harusnya lu bantuin gue! Lu 'kan nggak bawa apa-apa! Yang lebih tua harusnya bantuin yang lebih muda tau!"

"Ukh..." Itachi tersenyum kecut.

Ting-tong!

Tepat sasaran! Untungnya, Itachi nggak kehabisan ide.

"Suka-suka gue dong, mau bantuin ato nggak," jawab Itachi sambil menyibakkan rambutnya. "Tangan juga, tangan gue kok."

"Grrr..." geram Sasuke kesal. Dia pun membanting tumpukan kayu bakar yang dipanggulnya. "Gue nggak mau tau! Pokoknya lu harus bantu—"

Kresek!

"Hn?"

Kalimat Sasuke terputus oleh sebuah suara aneh dari balik semak-semak.

"Siapa?" tanya Itachi dan Sasuke kompak.

"Huhuu..."

Terdengar suara tangisan seorang gadis dari balik semak-semak. Dan tentu saja Sasuke si playboy langsung berlari menghampiri si pemilik suara dengan nepsong-nya.

Srek!

"Anda kenapa, Nona cantik?" tanya Sasuke kepada gadis tersebut.

"Hiks... Kakiku terkilir..." jawab si gadis berkulit pucat.

Si gadis berambut hitam panjang dan bermata onyx. Warna hitam tersebut dipadu dengan kulitnya yang pucat, juga kimono-nya yang berwarna keperakan—membuatnya terlihat semakin cantik.

"..." Sasuke blushing.

"Eh? Anda kenapa, Tuan?" tanya si gadis.

Srek!

"Oi, Sasu-chan!" panggil Itachi. "Ne? Siapa dia?" Itachi menunjuk si gadis.

"Watashi no namae wa Sai desu." jawabnya.

"'Sai' saja?" tanya Sasuke.

Sai mengangguk.

"Watashi wa Sasuke desu. Uchiha Sasuke." ujar Sasuke layaknya gentleman memperkenalkan diri. Dasar buaya darat.

"Watashi—"

"Nah, biar saya antar anda pulang, Nona." sela Sasuke. Sengaja memotong kalimat Itachi. Sasuke pun tersenyum licik kepada Itachi.

Itachi memberikan death glare. Sementara Sasuke tertawa penuh kemenangan di dalam hatinya.

"Ah... Arigatou," ucap Sai, tersenyum manis.

"Ne, Sasu-chan," sahut Itachi. "Kayu bakar-nya gimana?" Itachi menunjuk ke tempat perdebatan mereka tadi dengan jari jempolnya.

"Onii-chan bisa bawa pulang sendiri 'kan?" jawab Sasuke sopan. "Aku sih, pingin bantu Onii-chan bawain. Tapi aku 'kan harus anterin Sai-san ke rumahnya."

'Dasar adik durhaka...' batin Itachi kesal. 'Di depan kakaknya sendiri kasar gitu. Tapi begitu di depan cewek cantik, malah pura-pura imut!'

"Nggak apa-apa 'kan, Nii-chan?" tanya Sasuke dengan puppy-eyes no jutsu.

"Ukh!" Itachi membeku. Niatnya pingin ngegampar Sasuke, tapi dia paling nggak tahan sama puppy-eyes no jutsu-nya Sasuke. "Ha-hai..." jawab Itachi pasrah.

'Yes! Berhasil!' batin Sasuke penuh kemenangan. "Tolong ya, Nii-chan!" Sasuke tersenyum lebar layaknya Tobi yang baru dibilang 'anak baik'.

"Uh..." Itachi pun berjalan pergi meninggalkan mereka.

"Nona," panggil Sasuke.

"Ya?"

--

"Ah," Itachi yang sedang berjalan tiba-tiba teringat sesuatu. "Gue lupa kasih tau Sasu-chan buat pulang sebelum makan malam!"

Ia pun berlari kembali ke tempat tadi.

--

"Naiklah ke keranjang saya. Saya akan mengantar anda pulang." Sasuke menurunkan keranjang besar yang dipanggulnya.

"Ta-tapi..."

"Tidak apa-apa," sela Sasuke. "Naik saja."

"A-arigatou..." ucap Sai.

Sai pun menaiki keranjang besar tersebut. Meskipun besar, tapi tetap saja di dalamnya sempit. Apalagi bagi seorang wanita dewasa seperti Sai.

Setelah Sai masuk, Sasuke mengangkat keranjang tersebut dan memanggulnya. Ia pun mulai berjalan.

"Sasu—"

Teriakan Itachi terhenti begitu melihat senyuman misterius Sai—tepat ketika Itachi tiba di tempat itu. Sai seakan tersenyum dengan niat licik.

"Sasu-chan! Cepat turunkan Sai-san!" teriak Itachi berusaha memberi-tahu Sasuke.

Tapi sayang, Sasuke sudah berada terlalu jauh. Dia tidak mendengar teriakan Itachi.

'Sasu-chan...' Itachi pasrah. Ia hanya bisa berdoa kepada Jashin-sama agar Sasuke selamat.

.

Udara dingin bertiup semakin kencang, tapi Sasuke tidak mempedulikannya. Ia tetap berjalan, melawan arah angin.

"Sasuke-kun," panggil Sai.

"Hn?"

"Apa anda baik-baik saja?" tanyanya dengan suara cemas.

"Saya baik-baik saja. Tidak usah mengkhawatirkan saya." jawab Sasuke berusaha menenangkan Sai.

Tapi itu bohong. Sebenernya kaki Sasuke udah kesemutan—karena keberatan memanggul keranjang berisi Sai. Kakinya juga sudah kedinginan setengah hidup. Kalau saja Sai bukan wanita, Sasuke pasti sudah membanting keranjang tersebut.

'Kuso! Coba tadi gue nggak samperin ni cewek!' rutuk Sasuke dalam hati. Sepertinya baru kali ini si playboy cap pantat ayam ini menyesal. 'Ini cewek berat banget sih! Kaya' Chouji aja!'

--

"Huatchiiu!" Chouji bersin. Ingusnya meler ke mana-mana.

"Oi, Chouji," panggil cowok berkepala nanas. "Jangan bersin sembarangan. Mendokusei tau..."

"Gomen ne, Shikamaru." respon Chouji. Dia pun membuka bungkusan es loli-nya yang ke-10 dalam 15 menit barusan.

'Gila ni anak... Kagak sakit perut apa?' batin Shika swt.

--

"Hah... Hah..."

Nafas sang Uchiha sudah tidak beraturan. Rasanya dia ingin sekali beristirahat. Tapi ada Sai yang menggantungkan nyawanya kepadanya.

"Nona."

"Hn?"

"Apa... Hah... Benar? Hah... Hah... Ini jalan menuju rumah anda?" tanya Sasuke meyakinkan.

"Iya, benar." Sai mengangguk kecil.

"Baiklah..." Sasuke merasa aneh. Tapi toh, dia tetap saja melanjutkan perjalannya. Sementara itu, senyum licik Sai terlukis di wajah pucatnya, tanpa sepengetahuan Sasuke.

.

Hari sudah semakin larut. Badai salju pun semakin kencang. Sayup-sayup terdengar suara lolongan serigala. Tapi Sasuke tidak mempedulikan itu semua. Baginya, yang terpenting saat ini adalah untuk mengantarkan Sai pulang ke rumahnya.

"Ano... Sai-san?" pangil Sasuke yang sedang berhenti sebentar. "Perasaan... Kita udah ngelewatin tempat ini 5 kali deh..."

"Ah, itu mungkin hanya perasaan anda, Sasuke-kun." jawab Sai, tersenyum tipis.

"Ah..." Sasuke terpesona (lagi) melihat senyuman manis Sai. Dia seakan terhipnotis oleh senyuman itu. Sasuke pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Tidak berapa lama kemudian, bulan mulai tertutup awan. Dan itu mengakibatkan udara semakin bertambah dingin. Terlebih lagi, saat itu Sasuke sedang menaiki tanjakan. Seharusnya, yang Sasuke khawatirkan adalah dirinya sendiri. Tapi Sasuke malah menanyakan keadaan Sai terus dari tadi.

"Sai-san, apa anda kedinginan?" tanya Sasuke tanpa menoleh ke belakang.

"Tidak," jawab Sai.

Beberapa menit kemudian, Sasuke bertanya lagi, "Sai-san, apa anda kesempitan?"

"Tidak. Keranjang ini pas untuk tubuhku," jawab Sai dengan suara yang semakin melemah.

Tanjakan semakin tajam. Dan di atas gunung terlihat beberapa ekor serigala yang siap menerkam mangsanya kapan saja. Tapi Sasuke cuek ayam—eh, cuek bebek. Dia tetap berjalan sekuat tenaga.

"Hah... Hah... Sai-san, apa anda lapar?" tanya Sasuke dengan nafas terengah-engah.

"Iie..." jawab Sai, suaranya semakin pelan jika dibandingkan dengan yang tadi.

Hening selama beberapa saat. Dan keheningan yang bagaikan di makam itu membuat Sasuke semakin khawatir.

"Sai-san... Hah... Hah..." panggil Sasuke.

"..." tidak ada jawaban.

"Sai-san?" Sasuke menaikkan sebelah alisnya, semakin cemas rupanya.

"..."

"Sai-san!" Sasuke buru-buru menurunkan keranjang tersebut. Lalu dia membuka kain penutup keranjang-nya. "Sai-san!" panggilnya seraya mengguncang-guncangkan tubuh Sai yang terlihat lemas dan pucat—eh, Sai udah pucat dari dulu ya...

"Sasu... ke... kun..." ujar Sai lemah, masih tersenyum tipis.

"Sai-san, bertahanlah!" seru Sasuke, berusaha menguatkan Sai.

"Gomennasai, Sasuke-kun..." ucap Sai.

"!?"

"Aku... adalah seorang 'yokai'. Dan aku... selalu membekukan pemuda yang berbaik-hati mau menolongku..." lanjut Sai sembari memejamkan matanya.

"Nani!?" tanya Sasuke tidak percaya. "Kau—"

"Tapi..." sela Sai. "Kehangatan hatimu... menghangatkan dinginnya hatiku..."

"Sai-san..." Sasuke menundukkan kepalanya.

"Oleh karena itu... Aku tidak akan membekukanmu... Karena..."

"'Karena'?" Sasuke memiringkan kepalanya, bingung.

"Karena... Aku mencintaimu, Sasuke-kun!!" Sai tersenyum lebar tiba-tiba. Ia pun berdiri dan langsung memeluk Sasuke dengan nista-nya. "Marry me, Sasuke-kun!!" teriaknya ala jablay lebay bajaj.

"Hugyaaa!! Dingiiin!!" jerit Sasuke yang ikut-ikutan pucat. "Tubuh lu dingiiin!!"

"Itachii!! Tolongin guee!!"

--

-Kediaman Uchiha-

"Ne, Itachi-kun," panggil Mikoto. "Kok Sasu-kun belum kembali?" tanyanya. "Padahal jam makan malam udah lewat..."

"Nggak tau," jawab Itachi cuek.

"Hei, apa tadi kalian mendengar sesuatu?" tanya Fugaku.

Mikoto dan Itachi menggelengkan kepalanya.

'Semoga kau tenang di alam sana, baka otouto...' do'a Itachi. Rupanya tadi dia memang mendengarnya.

Owari

A/N: Hei, baka imouto, sesuai permintaanmu, kali ini Sasu lagi –dikirin; Sasu: gue mulu yang lu nista-in!- Tadinya Sei pingin Oro jadi Yuki-Onna, tapi Oro terlalu pedopil dan jelek buat jadi Yuki-Onna... –digigit-

Untuk chap kali ini, Sei akui; humor dan horor-nya nggak ada. Malah lebih ke romance antara SasuFemSai... Bagi yang nggak tau FemSai seperti apa, silahkan bayangkan Haku bermata onyx dan berkulit pucat. Kira-kira seperti itulah! :) –Haku: kok gue dibawa-bawa?-

Untuk 'Kappa', 'Nekomata', 'Akaname', dan 'Fukutachi-Onna' (Hinaruto uzumaki dan Fuyuno Hoshi males login), itu bakal Sei undur –dilempar botol- Soalnya idenya susah. Kalo udah dapet, baru Sei bikin! Jadi, Sei nerima rikues lagi! :D –nebar bunga-

RnR?

P.S: Plis, jangan rikues hantu tak berbentuk. Susah nih... –PLAK!!-