Aku tak menyangka ternyata beneran ada yang ngereview!!!!!!!! Senangnyaaaaaaaaa.....!!!! :D!!!! Makasih makasih buat yang mau ngeripiu. Ohya, cerita yang satu dan yang lain itu sama sekali nggak berhubungan. Dan bukan kemauan author juga, kenapa yang ini malah jadi oneshot yang panjang banget?!

Author : Ceprutth DeiDei

Diclaimer : Ryu Fujisaki-sensei yang masih berusaha masuk ke dalam dunia para pemalas tapi kagak bisa-bisa.

Summary : Bbrapa 1SHOT pendek nan gaje ttg para chara Hoshin Engi. Mau baca boleh bgt, g mau baca ya gpp. Krn Hoshin Engi g s-terkenal Naruto,jdi klo anime Senkaiden Hoshin Engi/Soul Hunter psti g byk yg tw. Btw, knp summarynya gaje bgt ye? RnR?

-

Muge

Episode 4 : Kou Tenka

-

"Huuuuufff........"

Asap-asap berwarna putih abu-abu mengepul keluar dari mulutnya. Sementara puntung rokok yang sudah disedot habis itu dilemparkannya ke tanah dan dia injak dengan salah satu kakinya.

"Uhuk-uhuk..." Lima orang didekatnya langsung terbatuk-batuk begitu terkena kepulan asap rokoknya tadi. Apalagi sang sennyo darah murni yang cantik jelita dan berambut hitam panjang didekatnya. "Uuuuh... Tenka-san, bisa nggak sih ngerokoknya nggak usah pake asep?!"

"Iya! Hati-hati pada kakakku! Kau tau kan disini tanpa asap rokokmu saja dia sudah kesulitan bernapas?! Aku bisa membunuhmu kalau sampai Kak Ryuukitsu kenapa-napa!" sahut Nentou yang sudah marah-marah duluan.

"Hei! Jadi orang jangan galak-galak dong, Nentou!" kata Tenka sambil menyulut rokok barunya. Cewek berambut merah yang dikelabang dua yang duduk disisi kirinya langsung berwajah sebal. "Ya ampun.. masih mau ngerokok lagi...?!"

"Uuuuuhh... uhuk-uhuk! Paru-paruku sudah tidak kuat lagi!" rintih Ryuukitsu yang sudah terlihat sekarat. Pria gentle (?) disebelahnya pun menyentuhkan tangannya pada pundak Ryuukitsu dan merengkuhnya pelan. Kemudian menyandarkan tubuh rentan sennyo itu ke dada bidangnya. "Kau hampir jatuh, Ryuukitsu-hime..." katanya lirih di telinga Ryuukitsu dengan nada cemas. Saking dekatnya, sampai sennyo itu bisa merasakan setiap hembusan napas pria yang sebenarnya siluman itu saat dia berkata di dekat telinganya. "Youzen-kun..."

"KYAAAA!!!! TIDAAAAAAKKK!!!!" Tiba-tiba sang gadis perusak suasana, Sengyoku, berteriak-teriak membuyarkan keseriusan yang lain yang sedang asyik menonton telenovela gratisan itu. "Kenapa kalian jadi mesra-mesraan begitu sih...?!"

"Ah! Benar juga! Youzen, kau jangan berani-berani mendekati kakakku!" bentak Nentou. Padahal tadi cowok itu juga begitu menikmati telenovela gratisan itu.

"I...iya!!" Wajah Youzen berubah kecut. Ia lalu membantu Ryuukitsu berdiri dan menuntunnya masuk ke dalam. "Ryuukitsu-hime, sebaiknya kau masuk ke dalam saja! Terlalu berbahaya kalau berlama-lama dengan si congor ngebul itu!"

Tenka mendeath glare langsung Youzen. "Siapa tadi yang kau panggil congor ngebul?!"

"Siapa?! Aku tidak bilang aku memanggilmu kan?! Kenapa jadi kau yang marah?" kata Youzen berusaha memancing kemarahan Tenka. "Ayo, yang lainnya juga sebaiknya masuk!"

"Oke. Kurasa memang lebih baik begitu..." kata Taikoubou sambil berdiri dan berjalan menyusul Youzen dan Ryuukitsu. Wajahnya berubah menjadi tatapan licik khas Taikoubou. "Khukhukhu..."

"Ya. Berlama-lama dengan Tenka memang membuatmu kesulitan berespirasi... Asapnya bahkan sampai melekat di pakaianku, nih..!" protes Nentou yang sudah sejajar dengan Youzen dan Ryuukitsu sambil membersihkan pakaiannya.

"Aku juga mau ikut, teman-teman..." kata sang doushi wanita berambut kelabang dua bernama Sengyoku itu seraya berdiri dan berjalan menyusul teman-temannya. Tapi sebuah genggaman erat dilengan kirinya membuatnya terhenti. "Ada apa sih, Tenka...?!"

"Kau juga akan pergi, Sengyoku?!" tanya Tenka dengan wajah memelas. Membuat wanita dihadapannya bergidik ngeri. "Tentusaja. Melihat Youzen dan Putri Ryuukitsu yang mesra-mesraan tadi, aku jadi pengen mesra-mesraan sama honey Dokouson deh!"

"Ekh—?!" Tangan kekar Tenka melepaskan genggamannya. Wajahnya berubah cengok. "Kau masih belum bosan-bosannya PDKT dengan makhluk berkaki pendek itu?!"

"Memangnya kenapa sih?! Iri ya..?!" goda Sengyoku.

"Nggak mungkin lah! Dasar gadis aneh! Lagian kalau kau PDKT dengan cowok macam itu, cowok setampan youzen pun pasti juga tak akan peduli!" bantah Tenka sambil membentak. Wajahnya memerah. Entah karena malu atau marah.

"Hahaha! Aku tak peduli kau mau membentakku atau apa, tapi jangan sekali-kali menghina honey-ku lebih dari ini!" Sengyoku menatap Tenka dengan death glare andalannya. Bulu kuduk Tenka yang keriting-keriting (?) langsung merinding.

BUAAAAAKK!!!! Hantaman batu laknat (?) milik Sengyoku mengenai tepat di jidat Tenka hingga mengeluarkan darah segar. Sementara sang pelaku langsung ngibrit dan kabur entah kemana...

"Noooooooooo...."

Didalam sebuah ruangan yang sengaja dibuat horror oleh Taikoubou...

"Hai, teman-teman!" sapa Sengyoku seraya menutup pintu ruangan horror itu. 'Kenapa gelap sekali sih?!'

"Aku ada rencana bagus lho! Mau coba tidak?!" Terdengar suara licik khas guru besar ilmu tipu daya, Taikoubou, dari pojokan ruangan. Sementara dipojokan ruangan itu memang ada cahaya obor sehingga terlihat jelas kalau ada empat orang yang bergerombol dan sepertinya sedang merencanakan sesuatu. Antara berani dan tidak berani, Sengyoku berjalan mendekat hingga sampai dipojokan ruangan tempat empat orang itu bergerombol. Sengyoku lega. Ternyata itu memang teman-temannya. Mereka memang sedang merencanakan sesuatu, dan semuanya pasti didominasi oleh sang provokator, TAIKOUBOU!

"Hahaha... akhirnya otak licikmu itu beraksi lagi ya, suusu!" Terdengar suara Youzen.

"Cerdik! Bukan licik! Lidahmu kalau ngomong nggak pernah benar ya, Youzen?" ralat Taikoubou.

"Apa idemu?!" tanya Nentou yang sudah sangat penasaran.

"Sssst... sssstt.... sssssttt...." Kelimanya bergerombol dan berbisik-bisik—errr, lebih tepat kalau hanya Taikoubou yang berbisik-bisik dan yang lainnya hanya mengangguk.

"Oh oh... aku setuju!" terdengar suara Ryuukitsu. "Aku juga sangat setuju, suusu!"

"Aku juga!" sahut Nentou.

"Kalian ini membicarakan apa sih...?!" tanya Sengyoku sambil berkacak pinggang dihadapan mereka—para manusia-manusia dan siluman sennin terlicik sedunia.

Taikoubou mendekatkan mulutnya ke telinga Sengyoku dan mulai berbisik-bisik, "Gini lho... sssst...ssst.... begitu..."

"Aku mengerti! Aku ikut kalian!" kata Sengyoku girang.

"Bagus! Sekarang, pinjami aku paopeimu!" pinta Taikoubou. Tanpa pikir panjang, wanita (?) atau gadis (?) berambut merah itu langsung menyerahkan paopei andalannya pada si licik Taikoubou. "Dan yang memancingnya nanti adalah kau!"

"Kenapa harus aku?!" Kali ini sepertinya si wanita menolak. Yang lain langsung menatapnya dengan detah glare masing-masing. "Ah... ba... baiklah! Tapi aku tak bisa berkhianat pada honeyku tercinta! Huhu..."

"Hey! Dia saja sering menyakitimu! Sekali-kali kau membalasnya dong! Selingkuh itu tanda cinta lho! Kau tidak percaya padaku ya?!" goda Taikoubou. Muka liciknya yang laknat (?) itu langsung aktif. Dan sepertinya Sengyoku juga berhasil terhipnotis. "Eh?! Benarkah?!"

"Lidah ularnya mulai beraksi lagi. Kadang aku suka berpikir, mungkin suusu bahkan lebih menakutkan daripada Dakki..." bisik Youzen pada Ryuukitsu. "Haha... aku sependapat denganmu!"

Sore harinya, di sisa-sisa reruntuhan pulau Jin Ao dan gunung Kun Lun...

"Taiitsu, kami mau minta tolong!" kata Taikoubou setibanya mereka di tempat tujuan. Sang science maniac yang sedang menggali-gali reruntuhan itu langsung melirik.

"Hai!" balasnya dengan penuh senyum—yang terkesan licik! "Minta tolong apa? Apa kalian menemukan super paopei baru yang tertanam dalam tanah?!!! Biar aku yang menyelidikinya!"

"Bukan itu, bodoh! Kami ingin kau memodivikasi dan merombak ulang benda ini..." Taikoubou mengeluarkan sebuah paopei dari balik saku bajunya. Tunggu dulu, memangnya di baju Taikoubou ada sakunya...?!

"Oh... yang itu?!" Taiitsu mengangguk-angguk mengerti.

"Yayaya!" Taikoubou mengangguk sambil berwajah licik.

"Baiklah!" Taiitsu langsung merebut paopei yang dibawa Taikoubou dan masuk ke laboratoriumnya. Taikoubou ikut masuk sementara yang lain menunggu di luar.

Berdasarkan pendengaran dari telinga masing-masing orang yang menunggu di luar laboratorium, mereka mendengar suara-suara mengerikan (?) dari dalam sana, hawa licik dari setan (?) Taikoubou sudah menyebar...

"Nah, kekuatan daya peledaknya sudah kutambah!!!"

"Hohoho... bagus! Tapi sebaiknya jangan begini!"

"Hoho... jadi maumu bagaimana...?!"

"Lebih cocok begini kan?!"

"Hahaha... iya juga sih!"

"Hei, lebih lonjong lagi dong! Itu sih tidak mirip!"

"Susah tahu! Memangnya kau bisa?!"

"Tidak, tapi cepatlah sedikit!"

"Iya iya... Eh eh... tapi bagaimana kalau begini...?!"

"Huahaha... tres bien!!"

"Tres bien, ya...? HEI—?! Kenapa kau jadi ketularan si Choukoumei itu?!"

Setelah rombak ulang selesai...

"Taikoubou, apa yang kaubicarakan pada Taiitsu didalam tadi...?!" tanya Youzen penasaran. Yang ditanyai cuma terkikik.

"Tidak ada. Hahaha..." Jelas sekali, wajah liciknya sudah merajalela ke segala penjuru. Sudah dua orang—Sengyoku dan Taiitsu—yang terhipnotis kelicikannya. Dan sang ular sekarang sedang berjalan ke kelinci percobaannya yang berambut merah dan berdiri diujung sana. Taikoubou menyerahkan sebuah cerutu pada Sengyoku. "Hei, Sengyoku! Sekarang tugasmu! Ini cerutu spesial ciptakanku dan si Taiitsu, ambillah!"

"Aaaa... kurasa aku masih belum siap..." kata Sengyoku ragu-ragu sambil menggenggam cerutu spesial (?) itu. Lidah ular Taikoubou pun beraksi lagi. "Kau pasti siap, Sengyoku! Selingkuh itu berarti cinta juga lho!"

Begitu mendengar kata-kata Taikoubou, Sengyoku langsung semangat lagi. Seperti baterai yang habis diisi ulang. "Baiklah, Taikoubou..."

"Mulut ularnya itu benar-benar licin..." bisik Youzen merinding. "He-eh!" balas cewek disebelahnya.

"Berjuanglah, Sengyoku! Kami akan menontonmu dari tempat strategis yang sudah kutemukan bersusah payah tadi" kata Taikoubou memberi semangat.

Dikamar Tenka...

"Ah, aku mau tidur! Satu jam lagi aku akan kembali latihan dengan Doutoku-shishou. Jadi, lebih baik istirahat saja!" kata Tenka seraya merebahkan badannya keatas ranjang. Tapi ia kaget begitu menemukan secarik kertas berwarna merah. Dengan ragu-ragu ia membuka kertas itu. Akhirnya ia pun membacanya. "...dari Sengyoku?!"

'Hei, congor ngebul! Kau sedang senggang tidak? Kalau mau, aku ingin mengajakmu melihat sunset di puncak bukit tertinggi di Xiqi. Kutunggu kau jam 5 tepat. Jangan terlambat, aku menunggumu!

By : Sengyoku'

"Gawat, sekarang sudah lewat lima detik... (?)"

Di tempat perjanjian...

"Lama sekali si Tenka itu!" keluh Sengyoku sambil menendang-nendang batu dihadapannya.

Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru. Sengyoku melirik ke arah kedatangannya dan tersenyum. "Hei congor ngebul, akhirnya kau datang juga...!"

"Maaf terlambat!" kata Tenka sambil tersenyum.

Pasangan itu pun duduk berdampingan di puncak bukit bawah sinar matahari tenggelam yang hangat. Saat sedang asyik-asyiknya, Sengyoku menoel (bahasa apa ituuuu???!!!!!) eeerrrr... mencolek bahu Tenka. "Kau tidak mau merokok, congor?" tanyanya.

"Nggak. Makasih..." Tenka terus saja tersenyum sejak tadi dan tanpa disadari Sengyoku, mulut Tenka mulai gemetar saking pegalnya. "Mungkin kalo kebanyakan ngerokok, bisa-bisa aku nggak punya teman..."

"Hooo... bisa insyaf juga dia rupanya!" bisik Taikoubou.

"Tak kusangka, mereka ternyata cocok juga!" balas Youzen sambil menangis terharu. Bahkan lengan baju Ryuukitsu doi pake buat ngelap air matanya. "He...hei, Youzen-kun! Jangan dibajuku dong..."

"Maaf..."

'Oh tidak, sifat bancinya muncul...' bisik Taikoubou dalam hati sambil menatap Youzen curiga.

Kembali ke TenkaSengyoku...

"Kau mau merokok, kan? Bilang saja!" rayuan Sengyoku mulai terasa seperti paksaan. Kemudian Sengyoku mengeluarkan cerutu pamungkasnya (?) dari dalam saku dan menyerahkannya pada Tenka. "Aku belikan cerutu mutu tinggi untukmu!"

Mata Tenka langsung berbinar-binar begitu melihat cerutu yang dipegang tangan kanan Sengyoku. Puppy eyes on. Tangannya dengan liar langsung berusaha merebut cerutu itu dari tangan Sengyoku. Setelah beberapa kali berusaha, akhirnya cerutu impiannya (?) itu berhasil didapatkannya juga!

"Kena kau...! khikhikhi..." bisik Taikoubou sambil ngikik-ngikik kayak setan pohon kelapa. Youzen en Ryuukistu sweatdrop.

"Terimakasih, Sengyoku... kau baik sekali!" puji Tenka seraya mengambil korek api dan mulai menyulut ujung cerutu itu.

"Ah... Tenka, kurasa aku harus ke toilet sekarang!" kata Sengyoku yang langsung lari menjauh dan menghilang entah kemana.

"Yaaahh... gadis aneh itu akhirnya pergi lagi..." Tenka menatap kepergian Sengyoku yang kesekian kalinya dengan tatapan sedih. Raut wajahnya kusut sekali (lebay loe!). Dan setelah cerutu itu selesai disulut, congor Tenka langsung mencium ujung cerutu itu dengan mesra....

DUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!

Ledakan dahsyat tiba-tiba terlihat dari arah puncak gunung tempat Tenka nge-date tadi. Dan empat sejoli tukang ngerjain orang itu langsung muncul dengan menunggang Suupuu dan Koutenken, sementara si Nentou kan bisa terbang sendiri.

Diantara kepulan asap-asap ledakan itu, nampak siluet seseorang yang sedang mencium cerutu kebanggaannya.

"WHAHAHAHA!!!!!"

"AKHIRNYA KENA JUGA TUH ORANG!!!"

"MAKANYA JADI ORANG JANGAN KEBANYAKAN NGEBUL DOOOOONG!!!!!!"

"KASIAN KAK RYUU—EEH!! PUTRI RYUUKITSU, KAN???!!"

"SORRY AJA YA, CONGOR... TAPI GUE JUGA SEBEL AMA KEBIASAAN LO ITU!"

"HAHA!!!! PAOPEI BATU SENGYOKU ITU SUDAH KUMODIVIKASI JADI CERUTU LOH!!!!" sahut Taiitsu juga yang ikut-ikut mengintip dari jauh.

Sejak kejadian cerutu ledakan waktu itu, Tenka masih dalam perawatan teknis di RSJ...

"Tenka-san, ayo makan dulu sarapannya!" ajak seorang suster yang piket hari itu.

"Tidak.... aku... aku takkan merokok lagi... sudah cukup... cukup..."

Sementara di tempat si tua Genshi Tenson...

"Taikoubou, kau! Apa yang sebenarnya sudah kau lakukan pada Koutenka, hah?!" omel Genshi sambil terus mengejar dan menyerang Taikoubou dengan Bankohannya.

"Ampuuuuun.... shishou...!!!!" teriak Taikoubou memohon ampun. Dia juga sedang berusaha mati-matian menahan Bankohan Genshi dengan superpaopei peta kutub besar yang didapatkannya dari si malas Lao Zi alias Taijou Roukun.

"Kasihan kau, Bou-chan... tapi aku tak bisa menolongmu sekarang!" kata Fugen sambil terus mengaktifkan barier antigravitasi dari paopei Taikyoku Fuinnya. Ia melirik ke kudanil gemuk yang ditungganginya. "Suupuu-chan, kita jalan-jalan yuuukk!!!"

"Siap, tuan Fugen!"

"SUUUPUUUUUU, JANGAN TINGGALKAN AKUUUUU!!!!!"

Kembali mengintip ke tempat Tenka...

"Aku... tidak akan merokok lagi... taikoubou... suusu..."

—OWARI—

Wahahaha... entah mengapa saya merasa, kok ini malah jadi kayak Muge Lovely ya??? Isinya orang pada PDKT semua...

Hahaha...

Watepah deh...

Review!!!! =3