Disclaimer : Takeshi Konomi

Theme : Anak" Shitenhouji yang tidak bertanggung jawab. (kayak abis ngamilin anak orang aja..)


"Ampuuun..ini warteg kok rame banget siih..", desah Ken'ya.

Ternyata, warteg favorit si buchou ini sedang rame alias banyak orang" di situ. Secara, sekarang kan lagi jam - jam ngabuburit.

"Kita beli makan di tempat lain aja, Nya.", ujar si Chitose ngasi ide.

"Ga mungkin bisa, Tos. Si Shiraishi itu sering banget ke sini. Kalo kita beli makan di tempat lain, bisa - bisa nyawa kita ilang seketika..!!", cerita Ken'ya panjang lebar.

"Yah, kalo gitu..tidak ada cara lain.", Chitose berjalan melangkah pergi.

"Tos, mau ke mana..?"

"Menari jalan lain.", kata Chitose bijak.

"....", Ken'ya hanya terdiam.

----------------------------------

"Uukh..aku kan masih pengen berduaan sama si Yuji..", keluh Koharu yang sedang berjalan menuju warteg. "..Ah..!! Aku ngabur aja deh..!!"

Si Koharu pun pergi entah ke mana. Mungkin ke dunia lain.

----------------------------------

"Mang, beli cendolnya..", pinta si Yuji.

"Wah, cendolnya abis, mas.", kata si penjual cendol.

"Duh, gimana nih, Yuji-senpai..?", Zaizen mulai panik.

"Hm..kita cari di sebelah sana. Ikut aku.", ajak Yuji.

"Oke..", Zaizen mengikuti senpainya tersebut.

Beberapa meter dari tempat es cendol pertama.

"Bang, beli es cendol donk."

"Abis, dek."

"Kok es cendol pada abis sih. Heran aku..", keluh Yuji.

"Yuji-senpai, ada yang jualan es cendol lagi di sana.", tunjuk Zaizen.

"Ah, pinter kau, Zaizen."

"Aku kan emang jenius.."

"Ya udah, ayo kita ke sana."

Si Yuji dan Zaizen berjalan menuju tempat es cendol yang ketiga.

"Es cendolnya, bang.."

"Wah, uda abis.."

"ARGH..!! Kenapa di mana - mana es cendol pada abis sih..?", Yuji uda mulai kesal.

"Sabar, Yuji-senpai. Kita masi puasa..", Zaizen menenangkan.

"Bodo..!!"

"Kita beli minuman yang lain aja, senpai.."

"Yang lain..? OMG, Zaizen..kamu ga tau ya, si Shiraishi itu kayak gimana..?"

"Engga, senpai.."

"Dia itu, kalo keinginannya ga dipenuhi, jangan harap bisa ngeliat matahari terbit apalagi terbenam..!!", cerita Yuji panjanag lebar.

"T-terus..gimana donk, senpai..? Tempat es cendol di sini kan cuma 3.."

Bagaimana nasib mereka..?

----------------------------------

"Yaay..!! Aku menang lagi..!!", teriak Shiraishi girang.

"Aaah..aku kan ga tau cara mainnya..", kata Kintaro kesal.

"Makanya, sering - sering main donk.", saran Shiraishi. "Beitewei, kok belum pada sateng ya..? Buka puasa kan bentar lagi.."

"Mungkin wartegnya lagi rame..", Gin mengira - ngira.

"Aku lapaaar.....", keluh Kintaro.

----------------------------------

"Nah, akhirnya kita dapat kan, Nya..?", kata Chitose bangga.

"Dapet sih dapet, cuma..aku kan malu ngeliatin kamu pake baju pengemis. Kamu itu dapet baju dari mana sih..? Kok tiba - tiba kamu jadi demen cosu gini..?", curhat Ken'ya panjang lebar.

"Siapa dulu donk, Senri Chitose..!!"

"....", Ken'ya hanya terdiam. "Tapi..kita cuma dapet 2 bungkus. Bisa - bisa si Shiraishi marah - marah nih.."

Tiba - tiba adzan maghrib berkumandang..

"Alamak..!! Uda buka pula..!! Piye iki..?", Ken'ya mulai panik.

"Hm..", Chitose berpikir. "Kita buka puasa aja di sini..!!"

"Buka puasa, buka puasa..enak banget..!! Ntar kalo si Shiraishi nanyain makanannya gimana..?"

"Bilang aja makanan di warteg uda abis. Udah, ayo kita makan.", ajak Chitose.

Akhirnya, mereka berdua pun buka puasa dengan nasi bungkus.

----------------------------------

"Huee..Yuji-senpai, gimana niih..?", tanya Zaizen.

"Mana kutahu..!! Aku juga lagi bingung nih..!!", jawab Yuji yang sama paniknya dengan Zaizen.

"Kalo Shiraishi-buchou sampe tau. Kita, kita..", Zaizen mulai berpikiran yang nggak - nggak.

"Enak aja..!! Aku masih mau idup..!! Aku masih mau pacaran sama Koharu..!!", teriak Yuji saking paniknya.

"Terus..gimana, senpai..?"

"Kita..kita kabur aja, Zaizen..!!"

"Ha..? Terus barang - barang kita..?"

"Itu mah urusan gampang. Sekarang kita pulang ke rumah aja.", ajak Yuji.

"Mm..ya udah deh..!!", Zaizen kabur mengikuti senpainya itu.

----------------------------------

"Aduh..ini kan uda buka puasa..!!", keluh sang kapten sambil melihat laptop kesayangannya itu. (gilo le..!! liat jam aja pake ngidupin laptop segala..)

"Jangan - jangan, terjadi sesuatu pada mereka.", kata Gin horor.

"Ngaco deh..Jalan di sini kan sepi. Mana mungkin mereka kenapa - napa.", bantah Shiraishi. "Gin.."

"Ya..?"

"Coba kamu pergi ke warteg. Cek si Ken'ya, Chitose ama Koharu."

"Baik.", Gin langsung pergi.

"Sekarang, aku mau nyari si Yuji ama Zaizen. Kin-chan, kamu jaga ruang klub.", perintah Shiraishi sambil beranjak pergi.

"Shiraishi, tunggu....!!!!", cegah Kintaro. Tapi terlambat, sang kapten sudah terlalu jauh.

Shiraishi berkeliling ke sana ke mari mencari dua makhluk..er..maksudnya dua anak buahnya tersebut. Namun, sosok mereka tak terlihat di manapun.

"Mereka ke mana sih..? Awas aja kalo sampe ketemu.."

Tiba - tiba, Gin datang menghampiri Shiraishi.

"Buchou..", panggil Gin dengan lembut. * what the..*

"Ah, kau Gin. Bagaimana..? Mereka ada tidak..?", tanya Shiraishi.

"Sudah kucari ke mana - mana. Tapi, aku tidak menemukannya.", lapor Gin.

"....", si kapten hanya terdiam. Sejenak Gin memperhatikannya, ada aura mengerikan muncul dari sosok sang buchou.

"Buchou..?", tanya Gin khawatir.

"Hiiiihihihi....kalian semua, tunggu pembalasanku...."


akhirnya..selese juga.. ^-^

tapi, di sini kita uda lebaran di sana kok masi puasa ya..?

Chitose : "Itu kan gara" lu yang kelamaan ngupdate ceritanya..!!"

Litta : "Aaah..gue kan sibuk..!! Jelas aja baru keupdate hari ini.."

Ken'ya : "Baitewei, si Shiraishi kok dibikin horor gitu..?"

Litta : "Ohohoho..ada deh. Kai liat saja nanti.."

hm..

berhubung hari ini lebaran, saya mau ngucapin :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN..!! ^-^

don't forget to read and review, please..