Wah wah, tiba-tiba nih fic terlintas begitu saja di otak saya yang terkadang over limit *bukannya biasanya juga over limit?* Padahal masih imut-imut dan masih polos *readers muntah darah* udah bisa bikin beginian, salut dong..!! *dilempar tong sampah*

Hehehe, gomen kalau aneh, fic ini special request from Syllie Charm. Semoga para readers yang lain juga suka.. ^^



"Ayo dong Shikamaru..."

"Nggak, nggak, pokoknya aku nggak mauuu...!!!"

"Kenapa sih...?? Gak seru deh, kita kan udah kawin,"

"Mau udah kek, mau belum kek pokoknya aku nggak mau SEKS...!!!"



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto...

Pairing : ShikaTema

Warning : AU, OOC, OC, Lemon

I HATE XXX !!



Di suatu pagi yang cerah, keluar seorang gadis berambut kuning yang dikuncir empat. Terlihat dari wajahnya dia sangat kelelahan, berkali-kali mengambil nafas yang panjang. Kenapa ya? Padahal kalau nggak salah dia pengantin muda dengan seorang laki-laki berambut seperti nanas deh. Ah, apa habis melakukan 'itu' ya? Tapi kalau begitu, harusnya dia senang dong? Sudahlah lebih baik kita lihat saja...

Di bagian Temari...

"Haaah, dasar cowok aneh," keluh gadis berkuncir 4 itu, yang tak lain adalah Temari. Gadis itu tampak gusar dan sekali-kali memegang kepalanya.

"Kamu kenapa, Temari? Sakit ya?" tanya laki-laki berambut nanas yang tak lain adalah suaminya sekarang, Shikamaru Nara. Temari mendelik ke arah suaminya itu.

"Yang kenapa itu kamu..!!" gusar Temari. "Kenapa sih kamu nggak mau? Bukannya biasanya cowok yang lebih bersemangat?" tambahnya lagi, Shikamaru memutar bola matanya dan kembali masuk ke kamarnya.

"Orang kan beda-beda..!! Pokoknya jangan ajak aku melakukan 'itu' lagi, atau aku ikat kamu..!!" ancam Shikamaru dengan nada malasnya yang biasa dan menutup pintu. Untuk yang kesekian kalinya, Temari kembali menghela nafas.

"Uuh, kepala nanas nyebeliiiin...!! Setidaknya ngerti sedikit sama tugasku dong..!!" batin Temari dalam hati. Dia kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu, tepatnya saat dia dan Shikamaru berkunjung ke rumah orang tuanya.

Flashback

"Kami dataaang...!!" teriak Temari semangat, yang disambut Gaara dan Kankurou dengan ber'hn' ria.

Mungkin perlu kujelaskan di sini, Kankurou dan Gaara sedang dalam masa penyembuhan diri gara-gara stress berat. Kenapa bisa stress berat? Karena mereka tidak berhasil menjaga aneki tersayang mereka dari si kepala nanas jahannam, setidaknya itu menurut 2 saudara over protektif ini. Walaupun sudah menjadi kakak ipar mereka, tetap saja Gaara dan Kankurou masih suka memberi tatapan 'death glare' kepada Shikamaru. Yah, walau selalu ditanggapi dengan kata-kata 'mendokusei'.

"Temari..!! Aduh, anakku yang sudah menikah ini masih tetap cantik," sambut ibu Temari dengan senyumnya yang meluap-luap dan memeluk dengan penuh rasa rindu, padahal baru 2 hari berpisah.

"Aah okaasan, jangan lebay gitu dong," gumam Temari sambil melepaskan diri dari pelukan okaasan-nya.

Akhirnya Temari dan Shikamaru diajak makan malam bersama di rumah orang tua Temari. Gadis itu masih tetap ceria di depan semuanya. Setidaknya dia belum memberi tahu masalah rumah tangganya yang berat. Sangat berat...!!

Shikamaru menyelesaikan makannya duluan dan bangkit dari tempat duduknya. Temari menatap wajahnya dengan tatapan 'mau-kemana?'

"Saya permisi dulu, mau ke toilet," gumam Shikamaru, disertai anggukan yang lain. Begitu Shikamaru pergi, tiba-tiba saja okaasan Temari mengatakan hal yang mengejutkan...

"Jadi... Kapan aku bisa menimang cucu..??" pertanyaan ini dengan sukses membuat Temari tersedak makanan dan meminum air yang banyak. Gaara mengelus-ngelus punggungnya, begitu sudah tenang Temari menatap okaasannya dengan tatapan 'bisa-tolong-tanya-hal-lain-saja?' Tapi sepertinya okaasan itu tidak menanggapi, dia malah menuntut jawaban dari Temari.

"Gimana? Kapan? Okaasan sudah gak sabar, nih,"

"Kayaknya bakal susah deh okaasan," keluh Temari, "Shikamaru itu cowok aneh yang benci seks..!!" tambahnya muram. Karura (ibu Temari) membelalakkan matanya kaget.

"Ha? Kok bisa sih? Padahal dulu otousanmu saja begitu bernafsu hingga menghasilkan 3 anak, padahal jujur dulu okaasan maunya satu aja lho," jelas Karura dengan wajah innocent, Gaara dan Kankurou memberi tatapan death glare yang artinya 'berarti-kami-anak-yang-tidak-direncanakan-dong?'

"Mana kutahu sebabnya..!! Aku aja baru tahu setelah menikah kok, ditanya juga dia gak mau kasih tahu alasannya..!!" ucap Temari penuh emosi. Karura dan 2 anaknya yang lain menggelengkan kepala.

"Yaaahh, padahal okaasan pingin banget nimang cucu nih, Temari usaha dong," keluh okaasannya.

"Gimana caranya? Bantuin mikir dong, Shikamaru itu pinter pasti banyak deh ngelesnya," jawab Temari sebal.

"Dia kan suamimu, kamu aja yang usaha," jawab Karura dengan wajah innocent yang jahil. Temari memutar bola matanya, hingga akhirnya Shikamaru kembali dari toilet.

Akhirnya Shikamaru dan Temari kembali pulang ke rumah mereka sendiri. Saat Temari dan Shikamaru sudah di dalam mobil dan siap melaju, Karura berteriak sambil tersenyum lebar...

"BUAT CUCU YANG CEPAT YAAAA...!!"

Temari merasa degup jantungnya berdetak cepat. Dia berharap dengan mendengar harapan okaasannya, Shikamaru mau melakukan seks dengannya. Tapi laki-laki berambut nanas itu, hanya melirik sedikit ke Temari dan mengangkat bahunya. Gadis berkuncir 4 itu menghela nafas panjang.

End of Flashback

Tentu saja, Temari kewalahan dengan sifat Shikamaru yang benci seks ini. Bukan apa-apa, tapi ada tugas yang harus diselesaikan Temari kan?

Padahal kalau bisa dibilang, Shikamaru itu beruntung mendapatkan perempuan seperti Temari. Waktu SMA, Temari adalah madonna di Suna, tapi di Konoha pun ketenarannya masih tetap tidak kalah. Semua laki-laki yang melihatnya pasti suka dengan kemanisannya, kedewasaannya, dan juga tidak ketinggalan kesexyannya. Memang, Temari agak tomboy dan selalu memakai pakaian tertutup, tapi tetap saja tidak bisa menutup lekuk indah tubuhnya.

Tapi anehnya, Temari yang terkenal itu memilih seorang Shikamaru. Waktu SMA, Shikamaru lebih memilih tidur di atas bukit menikmati angin sepoi-sepoi daripada menonton film porno bersama teman-temannya yang lain. Dia juga tidak tertarik untuk belajar, apalagi mengurusi cewek. Karena itu dia sering dianggap aneh bahkan pernah beredar kabar angin bahwa dia yaoi. Tapi Shikamaru sepertinya tetap tidak peduli.

Temari bertemu Shikamaru saat dia menjadi murid pertukaran pelajar Suna dan Konoha. Waktu itu, Temari yang bosan kabur ke bukit belakang sekolah dan bertemu Shikamaru yang sedang mengamati awan berarak. Shikamaru cuek menanggapinya, tapi justru itu yang membuat Temari penasaran. Akhirnya Temari terus memperhatikan Shikamaru hingga tak terasa dia mulai menyukainya begitu juga sebaliknya. Ketika Shikamaru dan Temari mulai pacaran kelas 3 SMA, banyak yang tidak percaya malah ada yang shock terutama Gaara dan Kankurou.

Tapi Temari mungkin tak pernah menyangka, bahwa laki-laki yang dia pilih itu malah benci seks. Dan dia juga tak menyangka, kekurangan suaminya itu bakal membuat dia terjebak di masalah rumit ini. Sudah dari kemaren malam, okaasan Temari dan ditambah okaasan Shikamaru, menagih cucu lagi. Haaaah...

Temari bolak-balik di ruang keluarga, berusaha mencari ide. Apa memakai baju super sexy? Ah boro-boro, pake hot pants aja gak pernah dilirik. Apa Temari aja yang menyerang Shikamaru duluan? Jangan deh, Shikamaru kan pintar yang ada dia kabur duluan. Apa bikin Shikamaru senang dulu terus Temari minta balasan seks? Yaaah, paling dijawab "Nggak usah seks, kalau mau aku ajak kamu ke Dufan Konoha,"

Saat gadis berkuncir 4 itu sedang berpikir keras hingga tidak mempedulikan sekitarnya, Shikamaru melewati Temari dengan tatapan mengejek...

"Percuma aja deh, aku nggak ba.. ka.. lan.. ma.. u..!!" tegur Shikamaru dengan wajah malas, dan menekankan kata-katanya. Temari memberinya hadiah death glare.

"Uuh..!! Shikamaru jelek, jelek, jelek..!! Kenapa sih nggak mau? Ngerti sedikit dong harapan ibu sama mertua..!?" geram Temari sambil berdiri dan berkacak pinggang di depan Shikamaru.

"Mendokusei..." jawab Shikamaru malas dan memasuki kamar mandi yang ada di seberang ruang keluarga. Lampu terang muncul di kepala Temari.

"A.. Ah, Shikamaru mau ngapain?" tanya Temari dengan nada manja.

"Makan, ya mandilah..!! Udah tahu aku masuk kamar mandi," balas Shikamaru ketus, dia merasakan firasat buruk melihat tatapan Temari padanya.

"Aku ikut..!!" teriak Temari tiba-tiba, Shikamaru mengangkat alisnya.

"Ngapain? Nggak ah, nggak boleh..!! Lagian kamu kan udah mandi..!!" jawab Shikamaru cepat dan berusaha menutup pintu kamar mandi, tapi ditahan Temari.

"Aku mau ikut...!!!"

"Nggak..!!"

"Ikut..!!"

"Nggak...!!"

"Ikuuuuut...!!"

"Nggaaaakk..!!!"

Akhirnya Temari berhasil menerobos masuk dan langsung mengunci kamar mandi. Shikamaru yang jatuh terduduk mengadah ke atas melihat Temari yang berdiri tegap di depannya sambil menyilangkan tangan dan tersenyum kemenangan. Shikamaru menelan ludah, saat dia akan bangkit Temari langsung duduk di atas kakinya dan tersenyum manis sekali. Shikamaru merasa mukanya memerah dan memanas melihat senyum Temari itu, tapi dia langsung menggelengkan kepalanya berusaha sadar.

"Temari, minggir sana. Kalau mau mandi duluan, ya udah aku di luar dulu," usir Shikamaru berusaha kata-katanya tetap lancar. Istrinya itu mengerutkan keningnya.

"Nggak, kita mandi sama-sama," jawab Temari cepat dan memeluk Shikamaru sambil bergelayut. Mungkin ini pertama kalinya, Shikamaru bingung harus melakukan apa karena dada Temari yang kencang dan lembut itu menggesek dada bidangnya.

Tapi tiba-tiba trauma Shikamaru mulai ON bahkan Over Limit. Kekuatannya yang emang dasar masih bisa mengalahkan kekuatan cewek, langsung mengangkat Temari. Tentu saja ini membuat Temari kaget, dia meronta minta diturunkan. Tapi Shikamaru memandangnya sinis dan tersenyum menang, membuat Temari menelan ludah.

"Hukuman sudah mengabaikan perintah suami," gumam Shikamaru. Dia menaruh Temari pelan, tapi setelah itu Shikamaru mengambil air dengan gayung dan menyiramnya ke Temari.

BYUUUURR...!!

"PFUAAAH...!! SHIKAMARUUU...!! APA-APAAN SIH..!?" teriak Temari marah, Shikamaru memandangnya malas.

"Makanya jangan berani-berani lagi..!!" ancam Shikamaru sambil membuka baju dan bersiap untuk mandi. Temari bengong melihatnya, jujur ini pertama kalinya dia melihat suaminya telanjang dada di depannya. Wajahnya memerah tak karuan, begitu sadar bahwa dia mempunyai suami yang sexy dengan body six pack.

*Tapi masih kalah dari Sasuke XDD –dibakar Shikamaru FC*

"Kok malah bengong? Sudah sana keluar," gerutu Shikamaru dan mendorong istrinya yang kebasahan itu keluar.

"Aduh. Iya iya deh," keluh Temari, lagi-lagi dia gagal. Sebelum menutup pintu kamar mandinya, Shikamaru melempar handuk ke kepala Temari.

"Cepat keringkan badanmu dengan handuk terus ganti baju, kalau kamu sakit aku yang repot," gumam Shikamaru pelan sekali, bahkan hanya bisa didengar Temari putus-putus. Setelah itu Shikamaru menutup pintunya, Temari sempat melihat semburat merah di wajah suaminya itu dan tersenyum.

"Eh iya, Shikamaru kasih tahu dong alasan kamu benci seks?" tanya Temari penuh harap dari balik pintu kamar mandi.

"...Memangnya kenapa sih? Penasaran banget pingin tahu," jawab Shikamaru dari dalam.

"Kali aja, aku bisa mencari solusi supaya kamu nggak benci seks lagi..!!" jawab Temari agak teriak.

Lama Shikamaru tidak menjawab, hingga akhirnya terdengar dia menghela nafas panjang.

"Fuh, tanya saja sama Naruto," jawab Shikamaru sambil mengguyur tubuhnya.

"Naruto? Maksudnya Naruto yang baru kawin sama Hinata?" tanya Temari meyakinkan. Shikamaru ber 'hn' ria.

"Baiklah, kalau gitu aku ajak dulu dia ketemuan di cafe mamamia ya..!!" gumam Temari yang dijawab Shikamaru "Terserah," akhirnya Temari mengganti bajunya dan bergegas menelepon Naruto. Begitu Naruto setuju, Temari menutup telponnya dan berteriak ceria keluar rumah.

"AKU PERGI DULU, YAAAA...!!"

Di Cafe Mamamia...

"Temari-san, sudah lama tidak ketemu," Naruto tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya lalu menyalami Temari.

"Iya betul, lama tidak ketemu juga Naruto-kun," jawab Temari sambil tersenyum ramah lalu duduk di kursinya.

"Naruto-kun aku langsung saja ya, Shikamaru bilang kamu tahu alasan dia jadi benci seks, jadi apa sebenarnya?" tanya Temari to the point sambil menatap tajam Naruto.

Naruto yang sedang minum kopi tersedak kaget mendengar pertanyaan Temari. Tentu saja, Temari heran melihatnya. Apalagi Naruto jadi cengengesan seperti membayangkan sesuatu. Temari mengangkat alisnya, segera saja Naruto berusaha tenang kembali walau tubuhnya bergetar seperti menahan tawa.

"Apa sih alasannya Naruto-kun?" tanya Temari tidak sabar.

"Err anu.. itu.. gara-gara sebuah CD," jawab Naruto sambil cengengesan, dia memang tidak berubah sejak SMA.

"CD...??" Temari semakin bingung, Naruto berusaha menahan nafasnya lalu dikeluarkan lagi.

"Yup, tapi sayangnya CD itu direbut teme, entah masih ada atau tidak," gumam Naruto agak kecewa.

"Teme? Maksudmu Sasuke kan? Sasuke yang menikah dengan Sakura?" tanya Temari lagi. Seingatnya dulu Naruto memanggil Sasuke 'Teme' dan Sasuke memanggil Naruto 'Dobe'. Naruto mengangguk.

"Memang apa sih isinya, Naruto-kun?"

"Itu.. Mungkin lebih baik kamu lihat sendiri saja, Temari-san," jawab Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Baiklah, kalau begitu tolong tunjukkan rumah Sasuke dan Sakura, Naruto-kun," Temari langsung berdiri dari kursinya, Naruto mengangguk setuju dan ikut berdiri juga.

"Err, Naruto-kun?" tanya Temari saat Naruto sedang membayar kopinya.

"Iya, ada apa Temari-san?"

"Apa sih isi CD itu? Buat jaga-jaga untuk mentalku," cengir Temari.

Naruto celingak-celinguk dulu, lalu dia menarik Temari agar menjauh dari kerumunan orang. Temari bingung melihat sikapnya. Saat merasa sudah tidak ada yang bisa mendengar, Naruto berbisik di telinga Temari. Setelah itu, Temari langsung membelalakkan matanya dan berteriak hingga dilihat orang-orang sekitarnya...

"APAAAAA...!?"

To Be Continue



Waduh waduh, belum ada rate M dulu ya. Namanya juga masih awal, ya nggak? Ya nggak? *dibacok readers* Lagian nih fic bakal selesai di chapter 3 atau 4. Mungkin ada slight rate M pairing lain, dan yang pasti bagian rate M ShikaTema-nya ada di chapter terakhir…

Baiklah, ada pertanyaan di fic yang gak jelas ini? Revieeew pleeeease..???

P.S untuk Syllie Charm :

Awas kalo lu cuma request doang tapi gak review ampe akhir..!! *ngasih death glare dan bawa-bawa golok*

Syllie: *ngepak baju, pergi ke bandung* gaak janjiii...!

De-chan : *bawa rantai, ikat di leher Syl abis itu diiket di tiang listrik* HWAHAHAHA..!! HARUS REVIEEEWW..!! *Devil smirk*