Disclaimer : Masashi Kishimoto

--

--

--

Kita hidup karena takdir.

Kita mati pun karena takdir.

Kau harus terima takdirmu apa adanya.

--

--

Takdir yang tak bisa dipungkiri.

Takdir yang hanya bisa diikuti.

Takdir yang tak bisa dilawan.

Dan takdir yang sudah ditentukan.

--

--

Terkadang takdir bisa membuat kita sedih;

Menangis hingga tersedu-sedu.

Terkadang takdir bisa membuat kita senang;

Tertawa sampai terpingkal-pingkal.

--

--

Dan itulah takdir.

Begitu pula takdirmu.

--

--

Monster yang ada dalam dirimu sudah dituliskan oleh takdir.

Ditulis dengan rapi dan apik di sebuat rak kehidupan.

--

--

Jangan pernah marah maupun kesal dengan takdirmu.

Karena itu adalah hal yang terbaik dalam dirimu.

--

--

Takdir ada untuk kebaikan.

--

--

Takdir itu bisa baik bisa buruk.

Semua tergantung cara kau menjalankannya.

--

Kumohon jangan kau sesali takdirmu ini, Naruto.

Ayah sangat menyesal.

--

08 oktober XXXX

Minato Namikaze.


Naruto menahan air matanya untuk keluar saat membaca puisi yang dibuat ayahnya sebelum dia lahir. Dulu, dia sangat kesal pada seseorang yang memasukkan monster dalam dirinya. Dan ternyata itu adalah ayahnya sendiri.

Dulu, Minato menulis surat sebelum Naruto lahir dan sebelum dia memasukkan monster itu dalam tubuh anaknya. Dia menyampaikan rasa bersalahnya dalam bentuk puisi. Lalu dia menyuruh Iruka untuk menyimpan puisi itu dan memberinya pada Naruto disaat umurnya 15 tahun.

Dan sekaranglah saatnya. Dimana saat Naruto akan mengetahui segalanya tentang masa lalunya. Dia sangat sedih sekarang. Namun sesaat kemudian dia tersenyum.

"Ayah .. Aku janji tak akan menyesali takdirku lagi."

The end

Tiba-tiba dapat ide gini… Hehe…

Review??

The End