Disini, Usa-chan. Boneka kelinci Eruru akan menceritakan tentang dirinya sendiri. Yuk's baca:

Halo, perkenalkan namaku "Usa-chan", itu nama yang diberikan oleh pemilikku"Eruru". Ia sangat sayang padaku, sudah 10 tahun ia menjadi majikanku. Akan kuceritakan masa laluku. 10 tahun yang lalu, ada sebuah boneka lusuh yang dipajang di depan toko mainan kecil. "Boneka itu sudah lama tidak ada yang membelinya", ketika ada seorang ibu yang bertanya kepada pemilik toko. Boneka itu adalah "aku". Satu persatu teman-temanku dibeli oleh pembeli, aku ditinggalkan sendiri. Dan waktu diinginkan muncul. "Klontang", bunyi pintu toko terbuka. Muncul seorang pria yang bertubuh basah karena terkena hujan di luar. Katanya"Maaf, saya ingin membeli hadiah ulang tahun untuk anak saya", kata pembeli itu sopan. "Silahkan melihat-lihat", kata pemilik toko. Langsung mata pembeli tertuju kepada ku "boneka lusuh yang dipajang didepan toko", "Hmm, sepertiowa ini hadiah yang cocok", kata pembeli itu lalu membawaku menuju kasir. Sebuah boneka kelinci lusuh lalu dibersihkan pemilik toko sehingga menjadi baru kembali, boneka dengan topi sulap kecil dengan baju kecil di bungkus kado dengan pita cantik. Kartu bertuliskan "Selamat Ulang Tahun " disertakan di bungkus kado.

Sesampainyaku di rumah pria itu, kudengar suara "Ayah sudah pulang, ibu!", suara anak perempuan kecil "ternyata anak dari pria ini", kataku yang masih ada dìdalam bungkus kado. "Ayo kita makan kue ulang tahunya", kudengar dari dalam suara ibu anak itu. Setelah selesai, ayahnya memberikan hadiah untuk anaknya. "Akhirnya ini waktunya", kataku dengan bahagia, aku bisa melihat pemilikku yang baru. "Srek", suara kertas kado yang disobek dengan hati-hati. Terlihat sebuah sinar dan kedua tangan mengambilku. "Ini bagus sekali, terima kasih ayah!", suara gembira anak kecil itu. Anak perempuan kecil dengan rambut biru kehijauan diterpa sinar matahari. "Mulai sekarang kau kuberi nama Usa-chan", kata anak perempuan itu. "Kalau namaku Eruru, salam kenal". Semenjak itu, Eruru menjadi pemilikku. 1 bulan kemudian, ketika ibu Eruru sedang mencuci baju, Eruru yang sedang bermain bersamaku, tidak disengaja aku lepas dari pegangan Eruru dan jatuh masuk selokan didepan rumah. Karena Eruru sedang bermain didepan rumah. Karena arus selokan sangat deras, sehingga Eruru tidak sempat mengambilku. Lalu aku pun pergi memgikuti aliran air selokan.

Semenjak aku menghilang, Eruru sering menangis, tidak menunjukkan wajah muka ceria lagi. Malam itu tiba-tiba Eruru demam tinggi. Orangtuanya khawatir dengan keadaannya, dan muncul sebuah keajaiban, sebuah sinar terang tiba-tiba aku muncul didepan pemilikku. "Mengapa bisa seperti ini?", pertanyaan yang sama berulang-ulang di pikiranku. Eruru menangis bahagia melihatku kembali padanya. Kemudian mulai saat itu, Eruru tidak pernah meninggalkanku sampai sekarang.

Cerita ini dibuat menurut permintaan seorang reader yang membaca cerita sebelumnya. Oh, susah juga membuat cerita tentang benda mati menjadi seperti hidup, seperti cerita horor saja