Ohayou! Konichiwa! Konbawa!

.

Yo~ comeback again with Light! Sebelum tanya-tanya mana fict-fict Light yang gak update-update, Light sedang WB~ oh WB~ maka dari itu, Light buat fict ini…

Dozo! I will survive!

Big News

Story by: Light-Sapphire-Chan

Pairing:

Campur aduk! Straight dan Slash gabung! Mohon bagi yang tidak suka untuk menyingkir sebelum terpikir untuk memberi FLAME hanya karena tidak suka dengan pairing…

Rate: T, mungkin saja diragukan keamanannya…

Disclaimer:

Mbah Masashi~ jangan bunuh Light! Mwahaha~

Warning:

OOCness! LEBAYness! GAJEness! Em… Kekonyolan tingkat tinggi… Semi canon, semi AU! U-uh, pokoknya, yang bikin para Reader mengernyit heran… Typo dan kesalahan serta keanehan lainnya.

.

Ehem~ Light tahu, kalau tema fict semacam ini udah banyak banget, tapi, fict ini dibuat bukan tanpa maksud. Melainkan karena kegatalan Light melihat pair-bashing, chara-bashing dan segala bashing lainnya! Ke-OOC-an tingkat tinggi…

Have a nice read! ^__~

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"KEMANA MEREKA PERGI?! SYUTING SUDAH MAU DIMULAI?!" Teriak seseorang frustasi.

"A-ampun, t-tuan… Se-sepertinya, m-mereka di-diculik!" Jawab asistennya.

"Kok bisa?! Cepat lapor FBI! Cari mereka! Adegan chapter 469-470 itu menguras emosi pembaca! Kalau tidak ada mereka, bagaimana bisa dilanjutkan?!" Bentaknya marah.

Sang Asisten ngibrit. Manggil FBI, polisi, Scotland yard… Dasar orang kaya!

#***#

"Ne, Aniki," panggil seorang pemuda ganteng pada kakaknya.

"Hm?" Kakaknya yang sedang sibuk menyiapkan kamera itu menoleh.

"Tidak apa-apa, kalau kami ikut interview di sini, sementara Mister Kishimoto membutuhkan kami untuk syuting adegan selanjutnya?"

Sang Kakak membersihkan jubah hitam dengan corak awan merah itu, lalu menghela napas, "Sasuke, bukan mau kami… Tapi, tapi… Kalau kami tidak melakukan ini, Akatsuki nyawanya terancam! Toh ini menguntungkan juga kan untuk kalian? Tambah terkenal gitu…"

Sasuke menghela napas, memasang 'topeng' stoic-nya, lalu pergi dari backstage menuju ke panggung, yang masih tertutup tirai itu. Di sana semua telah menunggu.

"Teme~ kemana saja sih? Sudah mau mulai nih… Orang itu berisik sekali…" Seseorang yang memanggil Sasuke tersebut mengedikkan kepalanya ke arah Sutradara bertopeng yang entah bagaimana caranya, sekalipun memakai topeng tapi masih bisa memakan lollipop.

Sasuke menghempaskan dirinya di sofa empuk berwarna putih, sofa tunggal bersebelahan dengan pemuda keren yang memanggilnya tadi. "Sama sepertimu lah."

Orang di sebelahnya mau protes, ketika sebuah suara memotongnya.

"NARUTOOOO~~ Sasuke-kun mana? Kata Tobi, mau mulai nih…" Teriak seorang gadis yang menghampiri Naruto.

"Nih, Sasuke..." Naruto melirik ke arah Sasuke.

""YOOWWW! Semua! Sudah siap?! Ayo kita mulai!" Teriak Sutradara bertopeng itu.

"Sudah, Tobi… Tinggal mulai!" Teriak seorang pria "Cantik" bermata biru.

"Siap! Lampu," Tobi mengabsen.

Zetsu menyalakam lampu sorot.

"KAMERA~"

Hidan dan Kakuzu mengarahkan kamera ke tengah panggung, di mana tirai mulai terangkat dengan anggun.

"Take! Satu! Dua! Tiga! ACTION!" Teriak Tobi menggunakan toa.

Tiga, oh ya, tiga pembawa acara, keluar dengan cool. Sekalipun ini bukan LIVE, tetap saja, kekerenan itu nomor satu! Image yang sudah susah payah dibangun itu, tidak boleh jatuh begitu saja.

"Konbawa Minna-sama!" Sapa tiga anggota Akatsuki itu serempak. Ketiganya mulai beraksi a la pembawa acara ternama gitu..

"Ne, Tobi!"

"Kenapa, Pain? Ada yang salah?" Sutradara itu kembali membuka bungkus alpenliebe. Dan mengulumnya.

"Kenapa yang jadi MC itu, Itachi, Sasori dan Deidara? Kenapa tidak aku dan Konan?" Tanya Pain balik.

Tobi terkekeh di balik topengnya, "karena, di antara para pemirsa setia yang selalu mengikuti Naruto, mereka bertigalah yang kerap kali dicintai para gadis, dan anak-anak… Toh wajah mereka tidak bikin sakit mata."

Seperti ada panah yang menancap TEPAT di jantung Pain.

#***#

"Jadi, Minna-sama. Kami di sini, ingin mewawancarai tokoh-tokoh utama dari film Naruto, tentang mereka, yang banyak berada di film-film lain…" Kata Deidara. Membingungkan-pikir semuanya.

"Maksudnya, tentang para tokoh utama Naruto, ketika mereka main film, selain film Naruto, begitu…" Tambah Sasori datar.

Itachi menggeleng, "begini saja, kami ambil contoh. Misalnya, waktu kalian semua main di satu film, apa yang dideskripsikan tentang kalian? Misalnya rambut…"

Naruto yang mengerti, menggeleng-geleng frustasi, "aku tak terima! Kenapa rambutku dibilang Durian-duren tepatnya? Huh… Padahal belum tentu rambut mereka seunik dan sebagus rambutku ini… Atau tidak, blonde, blondie, huh…"

Sakura ikut mengeluh, "apa sih yang salah dengan rambut pink-ku ini? Warnanya? Bukankah unik?"

"Aku sih tidak ada masalah," kata Ino santai.

"Bagaimana dengan rambut pirang pucat?" Celetuk Sakura.

Ino cemberut, "apakah sepucat itu? Kejamnya…"

Deidara mengerling ke arah seseorang yang sedang main shogi dengan gurunya, "Shikamaru?"

Shikamaru menoleh, "harus kuakui, ini menyebalkan. Kenapa rambutku dibilang NANAS? Tidak tahukah mereka? Kalau rambutku ini hanya diikat seperti samurai di zaman Edo? Dan lagi, NANAS itu WARNANYA hitam!"

"Lee dan Guy?" Tanya Sasori.

"Uh, rambut kami dibilang batok kelapa… Tidak tahukah mereka, KALAU batok kelapa itu warnanya bukan hitam…" Sahut Lee kesal. Guy mengangguk tanda setuju.

"Aku tak ada masalah," sahut Shino ketika Itachi menoleh ke arahnya.

"Aku juga," tambah Kiba.

"Tenten?" Tanya Deidara.

"Kurasa aku tidak bisa protes, rambutku memang dicepol sih… Tapi yang aku tidak terima, kenapa dibilang seperti PANDA? Dari segi mana sih, sampai bisa dibilang PANDA?" Gerutu Tenten.

"Baiklah… Gaara? Kankurou? Temari?" Tanya Itachi, kamera sedang tidak menyorotnya, sehingga Itachi sibuk mengutak-atik HP-nya.

"Dikuncir empat?" Kata Temari ragu.

"Tak masalah…" Kata Gaara.

Kankurou cemberut seperti Ino, "U-uh… Aku sendiri bingung."

"Chouji?" Tanya Sasori, sama seperti Itachi, tapi ia sibuk membaca komik.

"Tak pernah ada ketertarikan untukku, kecuali keripik kentang," jawab Chouji tanpa ekspressi.

"Sai? Bagaimana denganmu?" Tanya Deidara, yang langsung menyesal karena telah berani-berani bertanya pada Sai.

Senyumnya memang masih terpasang, tapi, semakin 'manis' justru semakin mengerikan! "Rambut hitam jelek nan lepek," jawab Sai, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Sai bersikap dingin. 'Mati, kupastikan orang yang berkata seperti itu akan mati.'

Aura hitam… Yah hitam, membuat bulu kuduk berdiri. "A-aw…" Gumam Itachi, Sasori dan Deidara ngeri. Semua di studio itupun bergidik.

"Lantas, kalau rambutku panjang, aku dibilang seperti perempuan, begitu?! Tidak tahukah mereka? Model rambut panjang seperti ini, banyak digunakan di dinasti-"

"Oh, terima kasi, Neji," potong Itachi cepat-cepat. Terima kasih harus disampaikan pada Itachi, karena semua mulai merasa tidak enak mendengar pidato dari Neji.

Sikut-sikutan, yeah, Sasori dan Deidara menyikut Itachi dan melirik Otouto dari Itachi.

"Ne, Otouto? Bagaimana denganmu?" Kata Itachi manis, padahal dalam hati, ia sudah keder ngeliatin muka suram nan dingin dari Sasuke.

"Aku. Tidak. Terima. Rambutku dibilang PANTAT, entah itu, AYAM atau BEBEK. Ataupun UNGGAS lainnya, betapa mereka sangat tidak kreatif…" Sungut Sasuke dingin.

Kisame yang berada di tim efek, menyalakan kipas angin, sehingga rambut Sasuke berkibar. Membuatnya tampak lebih tampan sekaligus dingin, mematikan yang lain.

"Wuaaaaah~" desis kagum Sakura, Ino dan Karin.

Tobi terkekeh puas, Pain dan Konan tampak sweatdrop.

"Sepertinya yang paling baik, hanya Kakashi dan Hinata," Deidara mengambil kesimpulan.

"Yap… Hinata hanya berambut indigo, manis. Sedangkan Kakashi, rambut perak seperti bulan!" Kata Itachi, Kakashi tidak memperdulikannya, melanjutkan acara baca-baca Icha-Icha, semua berdesis iri. Sedangkan Hinata hanya terseyum sopan.

"Weeeiitss!" Sela Sasori, "tidak bisa begitu! Ada juga yang banyak memuji mereka looh…"

"Ya, seperti Kakashi, yang entah kenapa tidak tercela sama sekali. Kalau Ino?" Tanya Deidara.

"Rambut pirang yang halus…?" Jawab Ino ragu.

"Sakura?" Tanya Itachi datar.

"Entahlah, aku tidak tahu…" Sakura mengangkat bahunya.

"Neji…?" Tanya Deidara pelan-pelan.

"Rambut panjang yang halus layaknya bintang iklan Shampoo," kata Neji sambil lalu. Sibuk mengelap kunai.

Yang lain menggeleng-geleng. Tersisa tiga orang. Seseorang yang sedang melamun, sedang bermuram durja, dan tersenyum mengerikan.

"Ne, Sai, kami melupakanmu.. Hehehe… Jadi, bagaimana denganmu?" Tanya Deidara, lalu menguap pelan.

"Tidak ada yang khusus…" Jawab Sai dengan senyum manis-mengerikan.

"Otouto…" Panggil Itachi.

"Spiky," sahut Sasuke cuek.

"Ssaaaaah~" desah semua kagum. Sweatdrop, ya, para Kru sweatdrop.

Melamun. Ya, tokoh utama kita tercinta melamun.

"Naruto?! Hai Otouto…" Deidara mendekati Naruto.

"Kalau dari dekat seperti Kakak-Adik…" Ujar Sasori kagum.

Naruto menoleh, "Ya? Ada apa?"

"Jadi, kalau tentang rambut, kau dipuji bagaimana?" Tanya Deidara tajam menggoda.

Naruto berpikir sebentar, "eng, paling pirang, tak jauh berbeda dengan Dei Nii-san dan Ino."

"Lalu?" Pancing Deidara.

Naruto menggeleng bingung.

"Oh, baiklah. Kami bantu," Itachi dan Sasori mendekat.

"Ada tuh yah, seorang Sutradara, yang baiiiiikk banget! Bilang, kalau, ehem! Rambut pirang bagaikan matahari… Attaauu~ kuning keemasan…! How cute!" Komentar Deidara berseri-seri.

Naruto menarik bantal yang tadi menjadi sandaran kursinya, kini berfungsi menutupi mukanya. "Menyebalkaaaaaannn!"

"Uwoohoooo! Keren~" komentar semuanya, kecuali para manusia-manusia dingin yang memang hemat dalam bicara-dibilang pelit juga bisa.

Lambaian dari Tobi, membuat Deidara, Sasori dan Itachi kembali ke pinggir panggung, tandanya sudah cukup untuk satu episode.

"Nah! Pemirsa sekalian, itulah tadi sedikit bincang-bincang kita dengan tokoh-tokoh utama dari Naruto! Tentang rambut para tokoh dari film-film yang melibatkan mereka sebagai tokoh…" Kata Deidara dengan senyum manis.

"Episode selanjutnya, Naruto's news akan menampilkan bincang-bincang kami dengan para tokoh utama Naruto, dengan topik MATA dan KULIT!" Sasori membaca kertas yang digenggamnya.

"Oh iya, dan bagi para (#)Sutradara yang ingin merekomendasikan (*)Film-nya di Naruto's news, silahkan kirimkan via review atau feedback! Dan silahkan daftarkan film Anda!" Kata Itachi, promosi dari seorang lelaki tampan yang juga sering dibilang aneh.

"Sampai bertemu di episode selanjutnya!" Seru Itachi, Sasori dan Deidara. Ketiganya melambai di depan kamera.

Sesaat kamera teralih dari mereka bertiga, menyorot para tokoh utama Naruto. Semuanya melambai ke kamera, dengan malas, semangat, tebar pesona, tebar semangat, macam-macam, bahkan tidak berminat sekalipun.

Kamera mati. Lampu sorot mati. Dan lampu utama menyala…

"CUT!" Teriak Tobi-telat sebenarnya.

"Dei-Senpai, Itachi, Sasori, perbaiki lagi aksi kalian dalam kamera! Jangan akting kejam saja bisanya! Bacalah buku tentang pembawa acara yang baik! Lumayan membunuh waktu daripada sekedar menghabiskan waktu dengan melamun…" Khotbah Tobi.

Tiga orang yang diceramahi tersebut berdiri dengan muka datar nan dingin. Sepertinya, ceramah Tobi tadi hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri.

Sang Sutradara itu berdiri, lalu bertepuk tangan, "gaji kalian akan ditransfer oleh bos besar setiap tanggal sepuluh awal bulan…" Dan setelah itu, sang Sutradara berlalu bersama Pain dan Konan.

"Kenapa aku jadi lebay sekali?" Keluh Itachi. Padahal, tidak juga sih… Sepertinya itu hanya pemikiran Itachi sepihak.

"Salahkan Tobi! Siapa sih bos besar kita?" Tanya Kisame, ikut nimbrung antarpara Kru.

"Entahlah, misterius sekali…" Kata Deidara kesal.

"Hei! Kisame, bukannya sekarang kau harus syuting yah? Melawan Killer Bee…" Tanya Itachi heran.

Kisame mengangkat bahunya, "tanyakan saja pada Leader dan Madara. Aku diculik saat syuting…"

"Untung saja kita dapat gaji dimuka. Kalau tidak…" Kakuzu mengeluarkan sebuah amplop coklat dengan tali warna merah yang terkait melingkar di sebuah kancing. Lalu mengeluarkan sedikit uang, mulai menghitung…

Para Kru Akatsuki yang tersisa mulai ikut menghitung, lalu terpekik kagum.

"Cuman jadi Kru, gaji udah seribu dollar?! Enak banget…" komentar mereka bersamaan.

Ketujuh kru sibuk merencanakan, setelah ini, akan dipakai untuk apakah uang mereka?

Begitupun dengan mereka yang diwawancara, gaji mereka lima ratus dollar. Sedikit, tapi kalau hanya uang duduk dan bicara… Bayarannya lumayan juga…Semua yang ada di studio tidak tahu, bahwa sekarang fans mereka berduyun-duyun sedang mencari mereka… Hanya untuk mendapatkan hadiah dari seseorang.

Ya. Sebesar SATU JUTA DOLLAR! Plus foto-foto, liburan bareng…

Sementara itu, FBI, Scotland Yard, Polisi dan semua angkatan penyelidik serta tentara dikerahkan untuk mencari mereka…

Mencari semua orang yang terlibat di acara Naruto's News.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

(#) Sutradara di sini maksudnya adalah Author!

(*) Film di sini maksudnya Fict!

Jadi intinya, bagi para Author yang fict-nya ingin dianalisis, silahkan kirimkan via review!

Kalau ada yang berminat, silahkan lihat di bawah sini:

Sebutkan penname Anda yang asli, lalu judul fict yang akan masuk Big News ini! Dan kira-kira ingin nuansa seperti apa? Romantic scene, parody, humor, poetry, horror, sci-fi, adventure, gaje, lebay, kacau, atau terserah Light? Mwahaha~ serta kalau ada scene-scene request, kalau tidak 'berbahaya', akan Light terima!

Terima ALL RATE!

Lalu, ingin yang mana… Straight, atau slash? Terserah… Semua akan Light samakan, dan diberi warning… Jika ada pesan-pesan, boleh disampaikan kok! Light hanya akan menerima satu fict, dari satu Author, kalau sudah sekali, tidak bisa lagi. Jadi, pastikan untuk setiap Author, pilihlah fict terbaik Anda, untuk masuk di Big News! Oke?

Light kan di sini, secara tidak langsung akan mengomentari fict. Tapi, tidak seenak jidat Light, melainkan berdasarkan dari review yang didapat oleh fict itu…

Light akan memasukkan satu film, setelah semua deskripsi tentang semua tokoh Naruto selesai! Jadi, film-Fict maksudnya-mungkin baru ada di chapter 4 atau 5!

Maaf, kalau ada yang tersinggung dengan segala sesuatu dalam fict ini, tidak ada sedikitpun niatan untuk menyinggung dari Light. Maafkan juga, karena sesuatu yang gaje dan abal dari Light sudah pasaran. Maaf. *bungkuk dalam-dalam*

Terima kasih atas waktunya untuk menyempatkan membaca. Kritik dan sarannya ditunggu!

Regards,

Light-Sapphire-Chan