A/N : Ffic yang dibuat untuk Challange Infantrum-Five-Fic-First. Semula bingung mau bikin ffic apa eh ternyata Get Backers cman ada 5 ditambah ffic ini :p dan akhirnya gw bikin deh ffic aneh nan geje ini :P

Discaimed : Get backers bukan punya saya, tapi Aoki Yuya!

.

.

.

Darah...

Ginji hanya mleihat darah dimana-mana.

Ban dan yang lainnya hanya bisa tergeletak tidak bergerak.

'Ini semua salahku... Aku sudah membunuh semua orang...'

Ginji hanya diam dan terduduk disana. Dia menangis meliaht semua orang terluka didepannya.

Raitei mengamuk dan menghancurkan semuanya.

Melukai semua orang yang ada disekitar Ginji.

Mugenjou... Dan teman-teman yang ia sayangi.

Dia sendirian sekarang...

Tidak ada orang yang akan menemaninya lagi...

.

.

.

"...Ji...Ginji!"

Ban memukul kepala Ginji dengan sangat keras membuatnya terbangun.

Ginji tersentak dan langsung memegangi kepalanya.

"A-aduh! eh...?"

Ginji melihat pemandangan disekitarnya.

Hongky tonky yang tenang dan damai, Natsumi dan juga Pore serta Ban.

Tidak ada pemandangan mengerikan itu lagi.

"Loh, aku di Hongky Tonk?"

Ginji hanya diam dan melihat sekitarnya.

"Oi, oi kau masih ngelindur ya? kita dari tadi hanya berada disinikan?"

Ban hanya melihat Ginji yang seperti orang kebingungan.

"Apa kau masih tidur sambil berjalan?"

Ban mencubit pipi Ginji yang sudah berubah menjadi mode Tare.

"Itai, itai! Banchan!"

Ginji memberontak dan akhirnya dia dilepaskan oleh Banchan.

"Dasar... Kau tidak lupa kalau sekarang ada misi bukan?"

Ban hanya mengambil rokok kesukaannya dan menyalakannya.

"Eh? Misi?"

Ginji mencoba untuk mengingatnya. Tetapi dia tidak bisa mengingatnya.

Urat marah Ban sudah naik, lalu dia memutar-mutar kepala Ginji yang masih dengan mode Tare.

"Jangan katakan kau lupa dengan misi kita!"

"Gomen, gomen Banchan!"

Ban melepaskan tangannya dan menghela nafas panjang.

"Dasar..."

Ginji melihat sahabatnya itu dan tersenyum.

Benar juga...

Semua itu tadi pasti hanya mimpi...

Aku pasti sedang bermimpi buruk, dan sekarang aku sudah terbangun...

Kuharap aku tidak bermimpi buruk itu lagi.

"Hei, ayo kita berangkat!"

Ban berdiri dan tersenyum kearahnya.

Ginji hanya mengangguk dan mengikutinya.

"Hati-hatilah kalian...!"

Natsumi mengucapkan salam seperti biasa.

Mereka berdua pergi ke tempat Makubex dan yang lainnya menunggu.

Mereka berdua bertemu dengan yang lainnya dan pergi bersama-sama.

Dalam hatinya Ginji bersyukur kalau semua hal yang terjadi sebelum ini hanyalah mimpi.

.

.

.

"Cukup 1 menit..."

Ban menaruh Ginji yang pingsan dilantai.

Luka Ban sangat parah, tetapi hanya dia yang bisa bergerak saat itu.

Dia harus menenangkan Ginji sebelum dia berubah menjadi Raitei dan inilah satu-satunya cara yang bisa dilakukannya.

Menggunakan Jagan untuk menghapus semua memori tentang dirinya dan juga semuanya.

"Apakah... kau bermimpi indah...?"

Ban hanya tersenyum untuk yang terakhir kalinya, dan terjatuh.

Tertidur dan bermimpi untuk selama-lamanya.

Berharap tidak akan terbangun lagi dan melihat kenyataan pahit yang ada didepannya...

.

.

.

Iya, gw tau ffic ni bener2 aneh n geje =w= tapi ripiu oke ;)