Fanfic pertama dalam Bahasa Indonesia-ku(padahal orang Indonesia)!!!!!

Tolong review ya!!!!!

Anyway, fanfic ini sudah sedikit direvisi(bener-bener sedikit lo…)… tapi kalau masih ada kesalahan maaf ya… :D

Disclaimer : karakter dan cerita asli dari fanfic ini semuanya adalah milik Tite Kubo yang berada di negeri Jepang nan jauh disana.


My Dearest Teacher

CHAPTER 1

"AAAAARRRRRRGGGGHHHH!!! NGGAK NGERTI SAMA SEKALI!!!!" Rukia mengaruk-garuk kepalanya dengan kesal. Sekarang, Rukia berada di dalam kelas 1-3 di SMA Karakura. Ia sedang berusaha mengerjakan soal fisika dari Kisuke sensei pada jam istirahat.

"Rukia… kenapa kau berteriak sekencang itu sih? Kepalaku sedang pusing nih… Tolong jangan teriak keras-keras gitu dong…" kata Rangiku sambil manyun.

"Iya nih, kenapa sih kamu harus teriak-teriak kayak gitu?" Renji datang menghampiri Rukia dan ia duduk di kursi depan Rukia.

"Renji! Rangiku! Tolongin aku dong!! Aku nggak ngerti soal fisika sama sekali!! Nanti kan ada kuis dari Kisuke sensei… Tapi aku nggak ngerti fisika sama sekali nih…" pinta Rukia.

"Kepalaku lagi pusing banget nih. Minta sama Renji aja gih.." kata Rangiku. Ia pun menaruh kepalanya di atas meja dan mencoba untuk tidur.

"Renji… Bantu aku ya…" pinta Rukia dengan nada sok imut dan muka yang sok manis.

Muka Renji menjadi sedikit memerah karena melihat Rukia. "U-uh… sini, mana yang nggak ngerti?" kata Renji pasrah.

"Yang nomor 5 ini gimana caranya? Ajarin ya!" kata Rukia sambil memberikan selembar kertas dan pensil ke Renji.

"Oh itu… caranya yang pertama pake rumus yang ini terus dikali sama ini terus ditambah sama ini terus dibagi sama itu………….." penjelasan dari Renji saat mengerjakan soal sangat panjang, Rukia hanya mengangguk-ngangguk saja. "Gitu caranya … jadi sekarang udah ngerti?" Tanya Renji.

Rukia hanya tersenyum dan berkata, "Enggak…".

Renji memukul mukanya dengan tangannya sendiri. "Ya ampun… dari tadi gak ngerti? Kenapa gak bilang?". Tanya Renji pasrah. "Sini aku ulangi…". Namun saat Renji hendak mengulang, tiba-tiba bel masuk sudah berbunyi. TENG TENG TENG TENG TENG. Rukia panik mendengar bel sudah berbunyi tapi ia sama sekali belum mengerti apapun. Kisuke sensei pun masuk ke dalam kelas.

"Nah anak-anak, sesuai janji hari ini kita ada kuis Fisika. Keluarkan selembar kertas kosong dan masukkan semua buku kalian ke dalam tas. Dan waktunya 60 menit untuk 5 soal. Kalau kalian sudah belajar pasti bisa mengerjakannya dengan baik kok." perintah Kisuke sensei sambil menutupi sebagian wajahnya dengan kipas. Rukia benar-benar pasrah. Saat dibagikan kertas soal, Rukia memelototi soal sampai 15 menit lalu ia menarik nafas dan berkata, "Fuh, kayaknya bakal dapat jelek nih…".

Kuis tersebut berlangsung selama 60 menit, setelah itu Kisuke sensei mulai memeriksa hasil kuis anak-anak. "Ehem… saya bingung sama kalian semua… Kalian belum pada belajar ya? Yang dapat nilai diatas 70 hanya Abarai Renji, Rangiku Matsumoto dan Momo Hinamori saja… yang lain dapat nilai di bawah 50. sekarang akan saya bagikan hasil kuis ini.". Kisuke sensei membagikan hasil kuis kepada semua orang. Rukia mendapat nilai 20. Dia hanya tertawa garing dan kemudian meletakkan kepalanya di atas meja.

"Nii-sama dan nee-sama pasti marah nih…" katanya pasrah. Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Rukia, Renji, Momo dan Rangiku pulang sekolah bersama. "Kalian enak ya… bisa dapat nilai di atas 70…" kata Rukia.

"Memangnya kamu dapat nilai berapa, Rukia?" tanya Momo.

Rukia pasrah, "Hanya 20… padahal dari kemarin sudah begadang buat belajar tapi sama sekali nggak ada yang masuk….".

"Kalau belajar itu jangan menghapal rumus, tapi mengerti konsep." Kata Rangiku.

Mereka berjalan bersama hingga stasiun kereta, Rangiku dan Momo mengucapkan selamat tinggal kepada Renji dan Rukia. Rukia dan Renji menaiki kereta yang sama, rumah mereka pun bersebelahan, itulah sebabnya Rukia dan Renji sudah bersahabat sejak masih kecil. Setelah 20 menit menaiki kereta, mereka turun dan berjalan kaki menuju rumah. Renji mengucapkan selamat tinggal dan ia masuk rumahnya sedangkan Rukia masuk ke dalam rumahnya sendiri.

Begitu Rukia masuk rumah dan berjalan ke ruang keluarga, Hisana, kakak Rukia, masuk ke ruang keluarga juga. "Rukia, tadi ada kuis fisika ya? Gimana hasilnya?"

Rukia kaget karena kakaknya masuk dan tiba-tiba menanyakan hasil kuis. "Emm…. Hehe… dapat nilai 20 kak," kata Rukia.

Hisana kaget mendengarnya dan ia hanya menggelengkan kepalanya. "Rukia, kakak berpikir, bagaimana kalau kakak meminta seseorang untuk mengajarimu? Kalau kamu dapat nilai jelek seperti ini terus, bagaimana kamu bisa naik kelas?"

Rukia berpikir sejenak lalu menjawab, "Kayaknya itulah yang terbaik deh kak…"

Hisana pun tersenyum, "Kakak tahu orang yang kayaknya bisa membantu kamu. Besok akan kakak tanya dia. Dia anak kuliahan yang sering mengajari anak SMA sepertimu. Orangnya baik kok."

Setelah menonton film kartun kesukaannya yang berjudul 'Chappy The Rabbit', Rukia berjalan masuk ke kamarnya. Ia membuka jendela dan memanggil Renji. Renji menengok ke arahnya dan ia juga membuka jendelanya. "Ada apa Rukia?"

"Kata kakak, aku akan dicarikan guru supaya bisa belajar lebih baik," cerita Rukia.

"Baguslah kalau begitu. Haha, semoga aja gurunya nggak stress pas ngajarin kamu," kata Renji dan ia pun tertawa.

Rukia merasa sebal dan ia melempari Renji dengan boneka Chappy yang ada di dekatnya. "Renji jahat! Jangan gitu kek doainnya… doain supaya gurunya ganteng gitu.. kata kakak dia tahu anak kuliahan yang sedang magang jadi guru les, dan katanya dia itu cowok."

Renji kaget saat mendengar Rukia. Sebenarnya Renji menyukai Rukia saat ia masih kelas 2 SMP. "Oh gitu…," kata Renji. Ia sedikit merasa cemburu. "Yah semoga saja."

Rukia hendak berbicara ketika Hisana memanggilnya. "Ah… kakak memanggilku… ya sudah… sampai besok Renji." Rukia pun menutup jendelanya dan ia turun ke bawah. Begitu ia sampai, ia melihat seorang laki-laki dengan warna rambut oranye terang dan wajah yang agak sangar. Laki-laki itu sedang berbicara dengan kakaknya. "Itu siapa kak?" tanya Rukia kepada kakaknya.

Hisana menengok ke arah Rukia dan ia tersenyum. "Ah. Rukia, ini orang yang kakak bicarakan tadi. Namanya Ichigo Kurosaki, kebetulan tadi kakak bertemu dengannya di jalan, jadi kakak tanya apa dia mau menjadi guru les kamu atau tidak. Dia setuju, jadi kakak ajak kesini supaya kalian saling kenal dulu."

Rukia mengangguk mengerti dan ia mendekati laki-laki bernama Ichigo tersebut dan mengulurkan tangannya. "Rukia Kuchiki, senang berkenalan denganmu." Rukia memperhatikan laki-laki itu sekali lagi, 'Wah… biarpun sangar tapi lumayan juga mukanya,' pikir Rukia dalam hati.

Ichigo menyambut tangan Rukia, "Aku Ichigo Kurosaki. Senang berkenalan denganmu juga."

Hisana tersenyum, "Kalau kalian mau berbicara dulu supaya lebih akrab silahkan. Ichigo masuk saja ke rumah dulu. Kakak mau mempersiapkan makan malam dulu ya." Hisana pun pergi meninggalkan Rukia dan Ichigo.

Rukia hampir mempersilahkan Ichigo masuk ke dalam ruang tamunya. Tiba-tiba Ichigo berkata, "Hei… kamu itu … pendek ya.."

Rukai merasa sangat marah pada Ichigo dan ia menginjak kakinya. "Hei! Jangan kurang ajar strawberry!"

"HOI! KAMU TIDAK PERLU MENGINJAK KAKIKU KAN?! DAN JANGAN PANGGIL AKU STRAWBERRY!!" kata Ichigo marah. "Aku mau pulang saja! Besok aku akan datang untuk mengajarimu!!" kata Ichigo marah dan ia pun segera meninggalkan rumah Rukia.

'Dia benar-benar cowok yang menyebalkan!' pikir Rukia.


[A/N] maaf ya kalo agak aneh awal-awalnya…. Btw, soal pelajaran yang paling tidak dimengerti Rukia, Fisika, sebenarnya itu adalah pelajaran yang paling menyebalkan bagi si penulis.. XP. Pelajaran itu memang menyebalkan…

Yak, itu aja sekarang… jangan lupa review ya!!!!

Girlinlightblue.