Title : Ring Ring Love

Pairing : KaiGaku, YoruRan, SoraSuna, and a little SouNana

Disclaimer : Sukisyo asli bukan punyaku!

Summary : 5 Tahun berlalu sejak kepergiannya. Hari ini Gaku diterima kerja di tempat Farmasi jadi Matsuri, Sora, dan Sunao merayakannya bersama Nanami. Souichirou? Minggat aja deh. KaiGaku lovers. Angst for the past and Romance for Now.

A/N : Ku persembahkan untuk semua pecinta KaiGaku. Busyeet! Di Anime ama di Manga-nya masih kurang tuh porsi KaiGaku-nya. Masih nggak puas ama Game coz nggak bisa maen gara-gara takut ketahuan ma ortu.

Fanfic KaiGaku yang pertama selesai! Banzai! Yang paling aku sukai dari KaiGaku itu aku bisa masukkin Romance banyak-banyak sekalipun aku nggak bakat bikin Romance. Romance yang aku buat pasti agak-agak ero… Maybe….. Jangan lupa PLEASE REVIEW!

Warning : Shounen-ai! Hampir nyerempet ke M, rada gaje.


CHAPTER 1 : Our World

5 Tahun berlalu sejak kepergiannya. Tak ada yang berubah. Semua hanya kembali seperti semula. Tapi ada sesuatu yang hampa. Sesuatu yang menghilang. Sekalipun hari terus berganti, tapi tak ada yang bisa memenuhinya.

Musim gugur sudah tiba, udara mulai bertambah dingin. Seorang cowok dengan rambut biru yang memakai kemeja putih bergaris hitam dan celana jeans panjang sedang duduk di bawah pohon. Dia sedang membaca sebuah buku tebal dengan serius. (A/N : Jangan tanya judul! Aku gak bisa baca tulisan kanji!)

"Gaku-kun!"cowok itu menoleh ke sumber suara. Dia tersenyum ceria sambil melambaikan tangannya.

"Sora-senpai, Sunao-senpai, Matsuri-senpai!"

"Ara ara Gaku-kun ada berita bahagia apa sekarang?"

"Matsuri-senpai, apa harus ada berita bahagia?" Gaku cemberut.

"Menurut penglihatanku, hari ini kau lebih bahagia 20% dari biasanya,"jawab cowok berambut pirang itu sambil bergaya ala detektif. Tangan kanan memegang dagu dan tangan kiri memeluk pinggangnya.

"Sejak kapan kau meneliti Gaku, Matsuri?"

"Ck ck ck Sora, apa kau lupa? itu keahlianku,"ujar Matsuri penuh percaya diri.

"Ada berita apa Gaku-kun?"Tanya Sunao sambil mendekati kouhai mereka yang imut banget itu. Semua orang di sekeliling mereka langsung menoleh kea rah keduanya. Maklum dua uke manis lagi berkumpul he..he..he…

Gaku tersenyum lebar lalu membuat tanda V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, "Aku lulus, jadi mulai besok aku bisa kerja!"

"Itu harus dirayakan!" Sora dan Sunao langsung memandang bingung teman seangkatan mereka itu.

"Kanapa kau yang paling semangat, Matsuri?"

"Ck ck ck dimana ada Matsuri disitu selalu ada semangat!"

"Khas Matsuri,"giggle Sunao (A/N: Bahasa Indonesiaku parah jadi gomen kalau ada English-nya.

"Nao-kun, bagaimana kalau kita mrayakannya di tempat itu?"usul Matsuri. Ketiga cowok itu bingung.

"Nggak ada tempat lain?"

"Aku rasa nggak masalah. Lagian itu tempat kesukaan kita semua."

"Tapi Matsuri-senpai, kita belum beritahu mereka."

"Tenang saja Gaku-kun. Kita buat SURPRISE!" Sora dan Sunao langsung langsung geleng-geleng kepala sementara Gaku makin bingung aja ngelihat senpai-nya ini.

==================================================/====================================================================

Ting Tong~

"Sebentar!"seru seorang cowok berambut coklat kemerahan sanbil berjalan kea rah pintu masuk. "Siapa ya?"tanyanya sambil membuka pintu.

"SURPRISE!" Disana berdiri 4 cowok yang amat dikenalnya.

"Nao, Sora-kun, Matsuri-kun, Gaku-kun, ada apa?"

"Hari ini kita pesta!"

"Woi, Matsuri!" Cowok itu giggle.

"TIdak apa-apa Sora-kun. Ayo masuk!"

"Permisi!"salam mereka ber-4

"Nanami-chan, Nii-chan…."

"Workshop di luar kota."

"Sejak kapan?"

"Tadi pagi. Jadi kalian merayakan apa?"

"..he.., hari ini Gaku-kun dinyatakan lulus. Jadi dia bisa mulai bekerja besok,"jelas Matsuri sambil membka champagne untuk mereka.

"Wah, Selamat Gaku-kun!"

"Ah, itu tidak perlu Nanami-san."

"Tidak boleh! Ah! Aku ada ide. Bagaimana kalau kalian semua makan malam disini. Aku dan Nao akan pergi beli bahan makanan dulu."

"Maaf, merepotkan."

Tidak apa-apa Gaku-kun. Aku senang kalian tetap bersama sampai sekarang."

"Nanami-chan, aku mandi dulu!"

"Cepat, sebelum makan malam siap!"

"Tentu, aku tidak akan melewatkan makan makanan Nanami-chan, Matsuri."

"Kami berangkat!"

"Hati-hati!"balas Gaku dan Matsuri. Pintu tertutup. Matsuri menoleh kea rah Gaku yang duduk di sebelahnya iseng.

"Gaku-kun, menurutmu hubungan Sora dan Nao-kun sudah sampai taraf apa?"

"Eh?" Wajah Gaku memerah

"Apa mereka sudah melakukannya?" Matsuri terlihat excited. Wajah Gaku makin memerah.

"Mungkin Sora-senpai dan Sunao-senpai…"

BRAK!

Pintu terbuka tiba-tiba. Kedua cowok itu langsung melihat kea rah pintu bersamaan. Cowok berambut pink berdiri di sana.

"Nao-kun?"

"Sunao-senpai?"

Nafasnya terlihat memburu. Sepertinya dia baru saja berlari sekuat tenaga. "Dimana…dimana…" Kedua cowok itu langsung menunjuk kea rah kamar mandi. Dia segera berlari kea rah pintu "Buka! Buka!"teriaknya sembari menggedor-gedor pintu.

Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Terlihat Sora menatap lelaki di depannya bingung. Tubuhnya masih basah oleh air, dan dia… HANYA MENGENAKAN HANDUKK! "Ada apa Sunao?"

"Yoru! Yoru!"histerisnya.

"Ran, aku disini." Mereka berdua berpelukan kemudian bersama-sama masuk ke kamar mandi. Meninggalkan dua cowok itu terbengong-bengong.

"Errr Matsuri-senpai?"

"Biarkan saja mereka!"suruhnya.

BRAK!

"Nao-chan?"

"Tenang Nanami-san. Mereka berdua ada di dalam kamar mandi,"tenang Matsuri sembari mendekati lelaki berambut coklat ponytail itu. "Mungkin sebaiknya kita pergi keluar. Kita tidak mau mengganggu mereka berdua kan?" Muka Gaku memerah. Dia langsung bangkit mengikuti Matsuri keluar bersama Nanami. "Hari ini kita makan di luar!"

"Bagaimana kalau kita makan sushi?"tawar Nanami.

"Eh? Tidak usah…"

"Aku traktir. Lagipula ini salahku sampai kita tidak bias makan di rumah,"murung Nanami.

"Ada apa dengan Nao-chan?"tanya Matsuri sembari memandangi Nanami. Cowokitu menghela nafas dan tersenyum tipis.

"Aku menanyakan hal yang sedikit sensitive."

"Tapi terima kasih untuk Nanami-san."

"Eh?" Kini giliran Nanami yang menatap wajah Matsuri bingung.

"Kita jadi tahu kalau hubungan Sora dan Nao-kun sudah sampai tahap itu,"ucap Matsuri bahagia sembari memegang kameranya.

"Matsuri-senpat motret kejadian tadi?"

"Tentu saja. Akhirnya aku tahu hubungan mereka sejauh apa. Dan aku punya buktinya."

"Ah, kita makan disini saja!"suruh Nanami yang berhenti di depan sebuah kedai.

"Ini bukannya kedai sushi yang dibilang Souichirou-san?"

"Hee! Jadi Souichirou-sensei sering kemari?"

"Apa kau pikit Nanami-san dan Souichirou-san selalu makan di rumah Gaku-kun?" Matsuri kembali mencoba mengusili cowok innocent itu.

"Karena masakkan Nanami-san enak, jadi aku pikir…"

"Sudah, jangan ganggu Gaku lagi. Ayo masuk!"

"Ah, selamat datang!"

==================================================/====================================================================

"A~h kenyang, terima kasih Nanami-san."

"Maaf sudah merepotkan."

"Tidak usah., lagipula ini kan perayaan diterimanya Gaku-kun. Lagipula kalai hari ini kalian tidak dating aku yang akan mengundang kalian.

"Souichirou-san hari ini tidak pulang?" Nanami menggelengkan kepala.

"Aneh. Biasanya Souichirou-san selalu mengajak Nanami-san pergi bersama kalau tidak bias segera pulang." Nanami membentuk pose berpikir.

"Ano, Sora-senpai dan Sunao-senpai…"

"Tenang. Sekarang mereka pasti sudah kembali ke apartemen,"yakin Matsuri.

"Tapi mungkin mereka tidur di kamar tamu bersama,"senyum Nanami.

"Pasti Sora-senpai dan Sunao-senpai capek sekali,"ujar Gaku polos. Kedua cowok itu langsung melihat ke arahnya. "Ada apa?"tanyanya innocent. Mereka berdua langsung berpikir betapa pure-nya Gaku.

"Ah, Nanami-san sampai disini saja. Kami akan pulang naik bus,"ujar Matsuri.

"Baiklah, tapi hati-hati Matsui-chan, Gaku-kun."

"Sampai besok Nanami-san!"

"Terima kasih untuk hari ini!"

"Hati-hati ya!"

Mereka berdua berjalan kea rah halte bus bersama. Matsuri memperlihatkan beberapa fotonya di kedai sementara Gaku hanya tersenyum menanggapi Matsuri yang sangat bersemangat.

All in all it's the perfect scene and there's not anywhere that I would rather be and it's now

"Moshi-moshi? Ah, Nanami-san ada apa? Baiklah aku akan segera kesana." Raut wajah Matsuri sedikit berubah.

"Ada apa Matsuri-senpai?"

"Pekerjaan, pekerjan,"siul Matsur ria. Sepertinya Gaku bias melihat tanda uang yen di matanya. "Pulang duluan saja Gaku-kun. Aku harus kembali!"suruh Matsuri gembira.

"Baiklah,hati-hati Matsuri-senpai!"

"Sampai besok Gaku-kun!" Matsuri berlari kea rah semula menuju ke apartemen Nanami.

Gaku memandang senpai-nya yang berlari menjauh. Hari ini dia pulang sendiri lagi. Hal inilah yang paling tidak disukainya. Jika sendiri dia akan mengingat lagi hal-hal yang ingin dilupakannya.

Perlahan Gaku mengeluarkan ipod yang dari tadi ada di tas ranselnya. Setidaknya dia tidak harus diam dan melamunkan hal itu. Diambilnya sebuah buku dari tasnya dan mulai membaca. Dia sudah berhenti membaca novel percintaan. Karena dia tahu, hal itu takkan terjadi padanya.

==================================================/====================================================================

I know you're always there to hear my every prayer inside

Gaku mengangkat handphonenya. Sora-senpai.

"Moshi-moshi? Ada apa Sora-senpai?"

"Aku, Sunao dan Matsuri menginap di tempat Nanmi-chan…"

"Full house!"

"Akh! Matsuri curang!"

"…jadi kau tidak perlu menunggu kami,"lanjut Sora.

"Ck ck ck Nao-kun, itu karena dewi fortuna bersamaku."

"Ada yang mau cemilan?"tawar seseorang yang kedengarannya seperti Nanami.

"Aku! Sampai besok Gaku!"

"Ah! Sora-senpai!"

"Hm? Ada apa?"Tanya Sora. Suaranya agak aneh. Mungkin dia sudah mengulum cemilan di mulutnya.

"Apa boleh aku dating kesana?"tanyanya.

"Tenu saja, tapi lebih baik jangan. Kau kan capek dan tidak mungkin bias tidur kalau ada Matsuri disini."

"Sora! Aku dengar!"

"Yoru…"

"Ran, kemarilah!"

"Yoru…"

"Halo? Sora-senpai?"bingung Gaku. Tiba-tiba ada suara seperti benda jatuh disana.

"Dengan Matsuri disini. Tampaknya hal-hal berbahaya akan terjadi. Mereka berdua masuk kamar berdua."

"Sempat memotret MAtsuri-senpai?"

"Tentu. Selamat malam Gaku-kun!"

Gaku menengadahkan kepalanya. "Disana pasti ramai,"gumamnya. Gaku memandang kea rah layer handphonenya. Sudah waktunya dia harus melupakannya. Gaku menatap ke luar jendela. "Tunggu! Aku turun disini!"serunya kemudian berlari kea rah pintu keluar.

"Fyuh, hampir saja,"lirihnya.

"Gaku?"

Gaku menoleh ke sumber suara. Orang itu memakai kacamata hitam dan sweeter putih. Dia memakai celana coklat dan sneakers berwarna senada. Mata Gaku membesar. Gaku tahu itu tidak mungkin. Lima tahun berlalu tanpa kabar dan orang itu kini berada di hadapannya.

Tanpa sadar air mata Gaku menetes perlahan. Cowok itu segera bangkit dan memeluknya. "Maaf sudah membuatmu menunggu,"bisiknya sembari mengusap air mata Gaku yang masih mengalir.

Gaku menghempaskan pelukannya dan berlari. Dia berlari dan terus berlari tanpa menoleh lagi. Dia tahu harus melupakannya. Dia tahu itu.