Organisasi Akatsuki

Naruto©Masashi Kishimoto Sensei

Organisai Akatsuki©Sayurii Dei-chan

Summary: asal usul para anggota organisasi nista bernama Akatsuki.

Rated : T, untuk jaga-jaga

Warning : OOCnya sangat-sangat dan benar-benar melenceng dari cerita aslinya. Mungkin rada AU.

Chapter 1 : Pein The Leader

Happy RnR

Kita semua kenal Pein. Ya, dialah leader dari organisasi nista bernama Akatsuki. Yah, memang sulit menjadi seorang leader untuk sebuah organisasi yang dipenuhi orang-orang sinting.

Kita juga mengetahui bahwa hobi Pein yang paling utama adalah nonton bokep.

Eerr, ralat.

Hobinya adalah mengoleksi pierching-pierching yang dianggapnya bisa menjadi daya tariknya. Padahal pierching-pierching karatan yang bersarang di tubuh Pein hanya membuat para gadis ketakutan.

Pein itu dulunya bersih dari pierching-pierching laknat itu. Tapi sebuah tayangan iklan di televisi bututnya sewaktu masih ngekos di deket kampus UI (Pein gak kuliah di sini Cuma sebatas NGEKOS doank, mana mungkin otaknya yang amat sangat terbatas itu dapat masuk kedalam kampus UI, keajaiban dunia jika terjadi).

Itu adalah sebuah iklan obat flu yang belakangan diketahui bernama I*ZA.

Iklan :

Di dalam sebuah angkot yang sepi itu ada seorang preman yang penuh tindikan, tidak lupa gaya rambutnya yang menyerupai jarum-jarum yang mendukung opini penonton kalau dia PREMAN SEJATI.

Di depannya duduk ibu yang diketahui abis dari pasar, karena ada tas yang berisi sayuran di dekatnnya. (orang-orang sudah pasti tau kalau itu belanjaan punya sang ibu, gak mungkin si preman itu yang punya-walaupun kita gak tau apa yang dipikirkan Pein soal sayur itu-).

"HAAASYYIIMM!!!" Si preman bersin tepat di atas tangan sang ibu. Kita tau itu bersin, gak mungkin kalau dia lagi mnyebutkan mantan wakil presiden pendamping mantan presiden Ibu Megawati.

Si ibu sewot lalu mengelap tangannya ke badan si preman dengan jijiknya. "Iiiih!!" keluhnya.

(dengan diiringi musik : deng..deng..aw..deng..deng..aw..aw..aw… yang tau iklan ini pasti tau kayak gimana persisnya)

Dan sekarang muka si preman tepat menghadap kamera dengan tampang blo'onnya. Dan diteruskan iklan itu sesuai skenarionya (nanti ini jadi promosi kalo author nerusin ngetik tentang nih iklan =,=a)

Normal mode.

Pein dengan terpana melihat si preman yang dengan pose tololnya. Mulai saat itulah dia dengan gencar memburu pierching bekas yang karatan. Kenapa bekas dan karatan? Karena kalau masih baru, Pein gak sanggup beli.

Jadilah kerjanya hanya meminta bekas besi pada tukang bangunan yang lagi bangun rumah di sebuah perumahan kawasan Pancoran Perak (kalo PancoranMas itu rumah author :D –readers : emang ada yang nanya yak??-).

Pein gak peduli sama banyaknya mobil-mobil kuning gede yang ada tulisannya, Pein pun malas untuk membacanya (Pein gak lancar baca!!! DX). Yang dia tau, itu bukan mobil sampah, karena gak ada bak gede di atasnya. Apalah itu, Pein gak peduli. Dia cuma nyari 'pierching'.

"Bang, itu besi kepake gak?" Pein menunjuk 4 batang besi panjang dalam bentuk tongkat yang sepertinya sudah karatan dan dalam kondisi basah serta, err, memberi bau yang kurang sedap.

Si kuli ngeliatin sekilas itu besi. "Kagak," kata si Kuli yang belakangan diketahui bernama Sasuke (hohoho XP).

"Buat saya, ya bang?!" kata Pein dengan muka yang sangat cerah, mengetahui kalau dia punya kesempatan berpenampilan seperti prema di iklan obat flu tersebut.

"Iya dah, boleh-boleh aja… terserah kamu mau diapain…" Sasuke cuek karena dia sibuk tengah menggergaji sebuah balok kayu.

'Palingan cuma dibuat tiang bendera abal-abal atau gak buat pondasi kandang ayam…hehe, anak jaman sekarang aneh-aneh…' pikir Sasuke. Dia tak tau bahwa besi-besi itu akan mengubah hidup Pein.

"Oke, makasih ya bang, teng kyu so mac!!!" seru Pein sambil menenteng 4 batang besi tersebut yang mempunyai panjang satu setengah meter tersebut.

3 hari kemudian…

Pein dengan sukses membuat batang-batang besi tadi menjadi batang-batang kecil. Dan dengan bantuan dukun monyet Sarutobi, dengan selamat sentosa bahagia dan ceria penuh semangat hidup dan gairah untuk beraktivitas, batang-batang besi tadi, yang sekarang bisa kita sebut 'PIERCHING', akhirnya bisa dengan selamat dan tanpa luka bersarang di tubuh Pein, yang tadinya nista makin jadi nista.

Sekarang dia merasa dirinyalah yang paling keren (dasar geer, hehehe…). Dan untuk merayakan 'KEKERENANNYA', Pein ingin sekali berterima kasih pada kuli bangunan tercinta, Sasuke.

"Woi, Bang Sasuke!!" teriak Pein memanggil si kuli bangunan.

"Oh, Dek Pein, kenapa? Eh??" si kuli tercinta bingung menatap Pein yang sekarang tampil dengan hiasan laknat di tubuhnya.

"Hehe, abang kaget ya dengan tampilan 'baru' saya???" kata Pein dengan bangga.

"Widiihh, beli percing dimana lo??!"

"Ah, dasar si abang! Masa' abang lupa sih?" kata Pein sambil tertawa kecil. Kenapa kecil? Karena kalau besar alias keras alias ngakak, entar dikira orang gila.

"Lupa apaan?"

"Kan abang yang ngasih saya batangan besi kemaren!"

1 detik…

10 detik…

1 menit…

"HAAH?!" Sasuke teriak yang bikin para kuli laen kaget setengah idup.

"Sabar bang?! Abang kenapa? Tiba-tiba tereak gaje…"

"WOI! GUE NGASIH ELO ITU BESI, KARENA GUE KIRA CUMA LO BUAT KANDANG AYAM DOANG!! NYATANYA LO BIKIN JADI PERCING??!!!"

"Emang ngape?" Pein pasang tampang inosen.

"EETT DAH, BUJUG BUSED!!! ITU BESI UDAH LO LAP-LAPIN (baca : dilap, dibersihin) BELON??!" kata Sasuke masih dengan wajah syok.

"Belom…"

Pein inget banget kalau dia semangat banget pas dapet besi itu dari Sasuke, lansung dia minjem gergajinya Engkong Jiraiya buat motong besi-besi itu, tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

"WOT DE PAK??!! LO TAU GAK KENAPA BESI-BESI ITU GUE TARO DI ATAS, BUKANNYA DI PASANG BUAT PONDASI??!!"

Segoblok-gobloknya Pein, dia juga tau kalo si Kuli lagi ngamuk dan dia gak berani jawab, dan pastinya kalo dia jawab, langsung diserbu sama ujan badai dari mulut Sasuke.

"GRRR!!! ITU BESI BEKAS 'SEPTIC TANK'!!! GUE LEPAS PONDASI YANG LAMA GARA-GARA MAO DI BONGKAR, TERUS MAU DIBIKIN YANG BARU!! MAKANYA ITU BESI PADA BAU!!! EMANGNYA LO GAK LIAT ADA MOBIL PENYEDOT TINJA KEMAREN??!!"

'glek'.

Ternyata mobil kuning kemaren adalah mobil penyedot tinja, Pein gak tau karena dia gak bisa baca tulisannya. Akhirnya Pein pergi tanpa menghiraukan ocehan Sasuke. Mau bagaimana lagi? Dia sudah terlanjur cinta sama 'pierching' miliknya. Terserah apa kata orang.

Sampai akhirnya dia diajak oleh Madara-sama untuk menjadi leader Akatsuki. Bahkan hobinya itu mengoleksi 'pierching' menjalar pada hal-hal lain.

Untuk mengingatkan bagaimana jadinya sehingga dia bisa mendapatkan hiasan laknat itu pada tubuhnya, Pein senang sekali menonton orang buang hajat (yang sekarang menjalar pada film bokep… DX).

Yak asalkan dirinya senang, dia tak peduli apa kata orang. Sekarang tugasnya sebagai leader Akatsuki, dia sangat menikmatinya. Kenapa menikmatinya? Sebagai leader dialah yang memberi tugas, dirinya tak mau repot-repot, disamping itu, dia bisa ngintipin partnernya, Konan, yang sedang buang hajatnya. Kalau sudah begitu, Pein suka meneteskan air mata. Kenapa Pein meneteskan air mata? Karena saking terharunya akan ingatan masa lalu tentang 'pierching'-nya.

Itulah Pein Si Pierching Iblis. Dia tak peduli apa kata orang, karena 'pierching-pierching' telah menjadi belahan jiwanya, mungkin jika makin lama, posisi Konan akan tergeser, hehe.

~TURBEKULOSIS~

Nyahahaahaa… sori banget buat Pein FG, karena Pein sudah dinistakan!!

Tadinya sih pengen bikin ga sampe 1000 kata, tapi apa daya, tanganku terus mengetik tanpa henti untuk Pein :D, eh, aku juga penggemar Pein loh, hehe…

Hoho, fic ini akan berlanjut sampai semua member Akatsuki berhasil ku buat menderita!! Nyahahaahahaha !!! Jangan bosen sama fic saya yang selalu menyangkut Akatsuki!!

Salahkan kalo masih ada typo!!! Mungkin typo masih bertebaran mengingat saya mengetiknya di warnet. Nasib tak punya komputer sendiri… T,T

Next chap : Konan The Paper Girl.

Review please??!!! –puppy eyes mode on-