RASA YANG TERPENDAM

Chapter 1

"Neji, latihan kita kali ini sampai disini dulu" ucap Hiashi hyuuga.

"okelah kalo begitu" jawab Neji seraya mengikuti gaya pelawak indonesia.

Saat itu, munculah seorang gadis dengan nampan berisikan beberapa cangkir teh di atasnya.

"a . . anu, ini tehnya" ucap seorang gadis manis dengan gaya rambut indigo-nya yang khas yang tidak lain dan tidak bukan adalah Hinata Hyuuga.

"ya, terima kasih, Hinata" ucap Hiashi penuh wibawa.

"nona hinata, kudengar hari ini naruto akan pergi meninggalkan desa untuk latihan dalam waktu yang cukup lama, apa tidak apa-apa kalau kau tidak mengantarnya" tanya Neji sopan.

Hinata termangu sejenak lalu berkata dengan lembutnya". . . . iya tidak apa-apa"

"apa sih, kau tidak tahu ya, Hinata sudah menjenguk Naruto kok, begitu melihat tubuh Naruto yang di penuhi perban, Hinata langsung pingsan didepannya, katanya sekarang dia tidak punya muka untuk bertemu karena malu gara-gara hal itu" ucap Kiba yang tiba-tiba saja muncul dengan ditemani Shino disampinya.

Mereka semuapun tertawa kecil mendengar perkataan kiba barusan.

"ki . . kiba . ." ucap Hinata sedikit merengek, tentu saja dengan blushing diwajahnya yang mampu membuat sang author nosebleed (dasar abnormal)

Ya, Naruto hendak pergi berlatih dengan guru Jiraiya, dan mereka akan meninggalkan desa konoha dalam waktu sekitar dua tahun, dan saat ini Naruto sedang berkeliling desa menemui semua teman-temannya untuk berpamitan

Lalu, Naruto pun berpapasan dengan kelompok delapan yang dipimpin oleh guru Kurenai.

"oi" ucap Naruto penuh semangat dari kejauhan.

"ah, rupanya kau Naruto" jawab Kiba, "katanya kau akan pergi berlatih dan meninggalkan desa" lanjutnya.

"ya, aku akan pergi berlatih dalam waktu yang agak lama, karena itu sekarang aku sibuk terus dari pagi untuk berpamitan pada seluruh penduduk desa, he he he he" jawab Naruto.

"kalau begitu, aku tidak boleh kalah" ucap Shino tenang.

"saat aku kembali nanti, aku akan menjadi sangat kuat, dan setelah itu aku akan meraih gelar Hokage dan membuat semua penduduk desa mengakui keberadaanku, lihat saja" kata Naruto penuh semangat.

"kalau begitu aku juga tak boleh kalah, aku akan menciptakan jurus baru bersama akamaru, akan kubuat kaget saat kau kembali nanti Naruto" ujar Kiba tak amu kalah.

"hm, kalau begitu hati-hati ya, jangan sampai kena flu" ujar guru Kurenai menasehati.

"nah, kalau begitu, Hinata . . . " lanjut guru Kurenai sambil mendorong punggung Hinata dan membuatnya langsung face-to-face dengan Naruto.

"ah, sensei . . .' jawab Hinata gugup.

"oh, Hinata ya . . ." jawab Naruto santai.

"a. . anu Naruto-kun, sebenarnya . . a . . aku . . ." Hinata gugup setengah mati melihat wajah Naruto ditambah blushing di kedua pipnya yang lagi-lagi membuat sang author nosebleed.

"unn . . . apa" tanya Naruto penasaran.

" . . . a . .anu, Na . . Naruto-kun, aku . . se . . sebenarnya. . se . . se . . selamat berjuang ya" lanjut Hinata yang tak mampu mengatakan apa yang ingin ia sampaikan, tentu saja masih dengan blushing di kedua pipinya, namun kali ini sang author berusaha keras untuk tidak nosebleed.

"heee" Naruto terdiam sejenak memandang wajah Hinata, lalu berujar dalam hati, "perasaan apa ini, kenapa hari ini Hinata terlihat lebih cantik dari biasanya ya, apa ada yang salah denganku . . atau jangan-jangan aku . . aku. . dengan Hinata".

"ah, tidak boleh, sekarang aku harus fokus dalam latihan dan membawa Sasuke kembali, kenapa perasaan ini justru muncul disaat seperti ini, apa yang terjadi denganku . . . " batin Naruto bergejolak.

"Na. . Naruto-kun !?" ucap Hinata yang penasaran melihat Naruto hanya diam saja sambil memandang wajahnya.

"ah . . tidak, tidak, tidak apa-apa" ujar Naruto dengan wajahnya yang merah merona.

"ka- kalau begitu sudah ya, sampai nanti . . . " kata Naruto sambil berlalu pergi meninggalkan kelompok delapan dan berusaha menyembunyikan rasa malunya.

"heee . . . dia kenapa ya !?" tanya Kiba penasaran.

"entahlah" jawab shino sambil meneruskan langkah kakinya.

"Naruto-kun" ujar Hinata dalam hati.

"fu fu fu fu, masa muda memang menyenangkan" ucap guru Kurenai dalam hati sambil memandang wajah Hinata yang masih dalam mode blushing.

Lalu, siang pun berganti malam.

Namun malam itu, Hinata tak sedikitpun mampu untuk memejamkan matanya, bahkan merasa mengantuk pun tidak, karena dia memikirkan Naruto yang akan pergi keluar konoha untuk berlatih bersama Jiraiya selama dua tahun, ia tak tahu apa ia mampu untuk melewati masa selama itu tanpa Naruto di dekatnya.

Lalu ia beranjak dari tempat tidur dan pergi keatap rumahnya, ia duduk disana memandangi bulan dan bintang sambil memikirkan Naruto yang akan pergi esok, tanpa sadar air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya itu, Ia menangis tersedu, batinnya bergejolak tak menentu, hasrat hati yang tak mampu ia bendung lagi itu akhirnya terlontar keluar menjadi sebuah kata-kata:

Dimalam ini, begitu gelap kulihat bulan dan bintang disana

Desiran angin malam, membuat hatiku gelisah

Aku berkhayal di malam ini, aku bertemu dengan kekasihku

Dia menyapa "oh sayangku", seolah nyata adanya

Inginku memelukmu dengan sejuta rasa cinta kasihku yang dulu hilang

Jauh sudah . . . jauh sudah . . . aku dan kamu aku dan kamu oh kasih

Diantara kita untuk selamanya . . .

Bulan dan bintang terang berpijar, temani aku dalam keheningan

Cahaya itu sangat indah, membuatku ingin s'lalu dekat denganmu

Ingin s'lalu berada dalam dekapanmu, walau sesaat, walau sejenak

Namun kusadar, kau tak dapat kuraih, ataupun kugenggam

Biarlah ini hanya mimpi, dan biarkan aku terus berada didalamnya

Naruto yang baru selesai makan ramen icharaku traktiran Iruka-sensei sebagai kado perpisahan kebetulan lewat disekitar kediaman rumah keluarga Hyuuga dan tak sengaja mendengar puisi nan puitis yang diutarakan oleh Hinata tersebut, tapi apa yang akan terjadi selanjutnya . . . .

Nantikan kelanjutannya di chapter berikutnya . . .

* * * * *

Yosh,

Hallo sempai, ini adalah fic pertama saya, mulai saat ini saya akan banyak merepotkan ^_^;

Watashi wa mi juku na.

Maaf kalau fic_nya kurang menarik dan banyak kesalahan.

Sebetulnya padaawalnya saya berniat untuk menjadikan fiction ini hanya satu chapter saja, namun karena terus bermunculan ide-ide yang entah dari mana datangnya, cerita jadi berkembang lebih besar dari yang saya perkirakan.

Mengenai fiction ini, saya terinspirasi oleh sebuah lagu indonesia dari tahun 90an, yang mana sebagian liriknya saya adaptasikan kedalam puisi yang diucapkan oleh Hinata, tentu saja saya tidak mengambilnya secara keseluruhan melainkan saya meng-editnya sedikit dan hasilnya seperti yang sempai lihat, tidak terlalu bagus, maafkan atas kebodohan saya (_ _;

Jadi . . .

Mohon revyu-nya guna perbaikan dimasa mendatang.

Arigatougozaimasu ^_^

Aojiru

All characters created by Masashi Kishimoto.

Story line by Aojiru.