a/n : MoonZheng di siniiiiii!! Tampaknya saya betul-betul akan melebarkan sayap ke fandom Hetalia, namaun saya tidak akan lupa pada fandom kesayangan saya Harry Potter. =) fic ini sudah lama dibuat namun baru saya post sekarang karena mengalami hambatan dalam proses pembuatannya. TT^TT semoga tidak ada hambatan dalam proses updatenya.. =D

--

Disclaimer : Hetalia punya Hidekazu Himaruya trus Take Me out lisensinya dipegang oleh FremantleMedia. Saya hanya minjam untuk kesenangan pribadi semata, mumpung lagi stress -?-. Tidak ada keuntungan ataupun profit yang diambil dari fic ini. Trus soundtracknya dinyanyikan oleh Salt n' Pepa feat En Vogue. Wah.. banyak amat sih disclaimernyaaa…

Warning : SLASH artinya cowok sama cowok nge-*piip*, *piip*, *piip* , gajeness, oc, ooc-ness.. oiya, fic ini gak bakalan mengikuti semua prosedur 'Take Me Out' yang seperti di stasiun TV kita yaa.. =D sekedar warning aja. Maklum, saya hanya nonton sekali-kali jadi prosudernya belum hapal bener.. hahahaha! *menghindari lemparan kaleng*

Summary : Tiga puluh seme single akan berjuang mati-matian untuk memperebutkan tujuh uke single yang ada di acara 'Take Me Out'! Saksikan perjuangan mereka memperolah cinta sejati!

--

Take Me out : Hetalia

By MoonZheng

Yeah, yeah (Oooo)

Uh, hey hey

All right, yeah

Oooo

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

--

Lagu pembuka yang mulai berkumandang di studio menandakan bahwa sebentar lagi acara 'Take Me Out' akan segera di mulai. Para negara-negara seme sudah berdiri di tempatnya masing-masing sambil bercengkrama dengan negara di sampingnya. Namun mereka sadar bahwa yang ada di samping mereka adalah saingan mereka dalam mendapatkan uke single yang telah diseleksi secara ketat untuk mengikuti acara ini. Sambil sesekali melirik ke arah Host yang daritadi masih asyik menggoda kru acara 'Take Me Out' ini mau tidak mau membuat para negara seme ini jadi gelisah juga sampai akhirnya Belarus, sang produser pun memancarkan aura pembunuhnya pada si Host baru si Host sadar untuk membuka acaranya.

"Ahh! Selamat malam pemirsa! Saya, Roman Empire yang jaya ini akan memandu kalian semua dalam sebuah acara yang tidak sama dengan reality show sebelumnya! Di acara 'Take Me Out' ini, kami akan menampilkan tiga puluh seme single dan tujuh uke single untuk mencari pasangan masing-masingnya!" kata Roman Empire sambil menatap nakal ke arah kamera dan para dewan cinta.

"Baiklah! Sudah cukup dengan basa-basinya! Saya rasa para seme single yang ada sudah tidak sabar lagi! Mari kita mulai dengan uke single pertamaaaaa!!"

Dan gemuruh tepuk tangan pun bergema saat seme-seme tersebut saat siluet uke single pertama mulai muncul di panggung atas. Terdengar irama lagu dan music khas yang terputar dan para seme yang berasal dari Eropa pun sudah dapat menerka siapa gerangan uke ini. Siluet itu pun ikut bergerak mengikuti alunan lagu yang ada dan perlahan-lahan, pintu yang menutupi sosok uke tersebut pun mulai naik secara perlahan-lahan.

Uke tersebut mengenakan kostum santa claus dan dia membawa karung yang digendongnya di bahu sebelah kirinya, dengan senyum yang sangat ceria dia pun berteriak, "Selamat Natal semuanya! Walaupun sekarang sudah bukan hari natal, namun aku ingin tetap berbagi hadiah pada kalian semua!" sambil kemudian berjalan ke arah para seme dan membagi-bagikan hadiah di atas meja para seme tersebut sambil menawarkan senyum tercerahnya. Selesai membagi-bagi hadiah, Roman Empire pun mengiring uke tersebut ke tengah panggung untuk memulai perkenalan diri.

"Baiklah, uke single pertama! Perkenalkan dirimu!" sahut Roman Empire.

"Perkenalkan, saya Finland, bisa juga dipanggil Tino Väinämöinen, ulang tahun saya tanggal 6 Desember dan saya sangat menyukai sauna!" Finland memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis. Beberapa seme pun mulai tertarik untuk mengenal Finland lebih jauh lagi.

"Oh, uke yang menyukai sauna! Apakah kau berharap akan masuk sauna bersama-sama seme yang kau pilih nanti?" goda Roman Empire. "Itu..tentu saja.." jawab Finland sambil bersemu merah, menunduk sedikit untuk menyembunyikan wajahnya.

"Dan apakah kalian akan *piiipp* (disensor, sebab banyak juga anak-anak yang akan menonton acara ini) di sauna, heh?" Tanya Roman Empire nakal.

"Ah, i—itu sebaiknya tidak dibicarakan di sini.." rona merah itu makin terlihat jelas. Para seme yang ada semakin menjadi-jadi melihatnya dan mulai menyumpahi Roman Empire dalam hati agar segera menyuruh Finland untuk memilih semenya.

"Baiklah! Tentukan pilihanmu, sekarang!" seru Roman Empire. Beberapa negara terlihat mematikan lampunya sementara negara lain tampak antusias dalam prospek memasuki sauna bersama pemuda berambut pirang dan bermata coklat tersebut.

"Waahh, ada beberapa yang mematikan lampunya! Hungary, coba wawancarai sebentar!" seru Roman Empire sambil menuju ke tempat yang berlawanan dengan arah dengan Hungary.

"Wah, Poland! Ada alasan kenapa langsung mematikan lampu pada putaran pertama?" tanya Hungary pada pemuda tersebut.

"Aku tak suka sauna.." jawabnya singkat sambil memandang cuek ke arah Finland.

"Tapi kan tidak harus ikut masuk ke sauna…" Hungary mencoba beralasan.

"Pokoknya aku tidak suka!" ketus Poland dingin.

Sementara itu di tempat Roman Empire… "Ya, Russia. Saya lihat anda tidak mematikan lampunya!"

"Yaa.. Saya pikir akan sangat menyenangkan masuk ke tempat sauna berdua saja dengan Finland." Russia tersenyum manis. Beberapa seme merinding ngeri mendengarnya.

"Hahaha.. Niatan yang bagus, Russia!" Roman Empire pun kembali ke tengah panggung dan kembali menanyakan pada Finland. "Finland, karena masih banyak sekali seme yang belum mematikan lampunya, sebutkan pertanyaanmu. Bila masih banyak lampu yang tersisa, matikan lampu yang ada dan sisakan tiga seme single untuk pertanyaan terakhir!" Roman Empire pun mempersilakan Finland untuk mengajukan pertanyaannya.

"Hmm, untuk memudahkannya, bagaimana jika saya menanyakan sesuatu pada mereka mengenai pendapat saya dan jika mereka tidak setuju, silakan mematikan lampu." Usul Finland.

"Ide yang bagus sekali. Silakan Finland." Roman Empire mempersilahkan.

"Saya sangat membenci peperangan. Apakah ada para seme di sini yang suka menambah wilayah kekuasaannya dan tidak perduli korban dan akibat yang akan terjadi? Kalau ada silakan matikan lampunya." Ucap Finland tegas. Senyum manisnya tidak terlihat lagi, yang ada hanya tatapan yang serius. Beberapa seme pun mulai mematikan lampu, namun sebagiannya bertahan. Entah karena memang cinta damai atau hanya ingin kelihatan baik di mata si uke single.

"…ah, baiklah! Beberapa seme sudah mematikan lampunya. Namun, masih banyak sekali yang menyalakan lampunya silakan Finland mematikan beberapa lampu dan sisakan tiga seme untuk menjawab pertanyaan akhir!" ujar Roman Empire bersemangat.

'ding'

'ding'

'ding'

'ding'

'ding'

Finland mulai maju mematikan beberapa lampu yang masih menyala. Ketika tiba di depan Russia, Finland hanya tersenyum manis pada Russia yang juga sedang tersenyum sama manisnya dan kemudian mematikan lampu milik negara penggemar vodka tersebut. "Maaf, ya Russia-san." Ucap Finland sambil mengeluarkan senyum termanisnya. Russia pun mulai mengeluarkan suara 'kolkolkolkol' kecil yang membuat Estonia dan Sweden di sebelahnya menjadi agak takut sedikit.

Finland pun kembali ke depan dan menyisakan Sweden, Austria dan Estonia sebagai seme yang tersisa. Finland sempat melirik dan tersenyum kecil ke arah Sweden yang membuat pemuda berkacamata itu bersemu sedikit. Russia pun semakin menatap tajam namun masih menampilkan senyuman manis ke Sweden.

"Wah, Sweden. Tampaknya Finland menyukaimu." Ujar Russia ringan namun ucapannya terasa menusuk.

"Ah, belum tentu. Penilaiannya belum selesai." Kilah Sweden sambil membetulkan kacamatanya yang turun ke hidungnya saking gugupnya.

"Baiklah, Finland! Pertanyaan terakhir. Silakan.." Roman Empire mempersilakan.

"Baiklah, sebagai negara uke, saya terkadang mendapat ancaman dari negara seme lainnya. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah kalian bersedia melindungi saya dari negara seme lainnya walaupun negara tersebut lebih kuat dari kalian?" tanya Finland.

"Oooo! Pertanyaan yang bagus sekali!" puji Roman Empire. "Baiklah, kita mulai dari mana ya? Hmm.. baiklah, Estonia! Silakan menjawab!" Roman Empire mempersilahkan.

"Hee? A-a-aku?? Aku.. Hmm.. aku a-akan be-berusaha se-semampuku tentu saja!" jawab Estonia gugup.

"Kenapa gugup begitu Estonia? Ah, Russia! Dilarang mengintimidasi negara seme lainnya, ya!" Roman Empire memperingatkan saat dilihatnya Russia sudah memojokkan Estonia di tempatnya.

"Kalau aku akan mempertahankanmu sebisaku." Jawab Austria pendek.

"Tsch, pendek sekali jawabanmu." Keluh Roman Empire.

"Bagaimana denganmu Sweden?" tanya Roman Empire bersemangat.

"Aku akan mempertahanmu hingga titik darah penghabisanku, Fin-san." Jawab Sweden sambil menatap mata Finland. Finland tersenyum balik mendengarnya.

"Baiklah! Tampaknya para seme single sudah menentukan jawaban mereka! Finland, matikan lampu mereka dan bawa seme pilihanmu ke panggung ini." Seru Roman Empire.

Finland pun maju dan mematikan lampu Austria sambil menggumamkan kata maaf, dan kemudian menuju ke meja Sweden dan Estonia yang saling berdekatan kemudian mematikan lampu Estonia dan menatap Sweden sambil tersenyum.

"Terima kasih atas jawabanmu, Su-san." Senyum Finland kemudian menggandeng tangan Sweden dan menggiringnya ke panggung.

"Ooh! Rupanya Sweden yang terpilih! Selamat ya, apa dia sudah sesuai kriteria seme idamanmu?" tanya Roman Empire.

"Yah, saya tidak bisa memilih yang lebih baik lagi.." senyum Finland manis sambil menatap wajah Sweden dengan penuh kasih sayang.

"Baiklah, semoga kalian berbahagia membina hubungan ini." Seiring itu, Sweden dan Finland sudah berjalan menuju keluar panggung diiringi gemuruh tepuk tangan studio.

"Bagi para seme yang masih belum mendapatkan uke single, jangan takut! Masih ada enam uke single lagi yang akan hadir, tapi setelah pesan-pesan berikut ini!!" dan kemudian soundtrack khas 'Take Me Out' pun kembali membahana di dalam studio di sertai dengan gemuruh antusias para penonton.

--

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

--

a/n: OMG!! Fic bersambung baru! Yang lama di fandom HP saja belom ada yang kelar.. *dilempar benua* maaf semuanya, fic yang lama pasti saya selesaikan! Hanya saja bukan sekarang. –nyembah-nyembah- semoga fic ini cepat selesainya. Uke dan seme single kedua sudah ditentukan. =)