A/N : terima kasih untuk semua yang telah mereview! *peluk-peluk yang mereview* makasih juga bagi semua yang sudah membaca cerita gaje ini. Balasan review untuk yang tidak login ada di bawah, yang login sudah saya balas lewat review reply. :D

Disclaimer : Hetalia punya Hidekazu Himaruya trus Take Me out lisensinya dipegang oleh FremantleMedia. Saya hanya minjam untuk kesenangan pribadi semata, mumpung lagi stress -?-. Tidak ada keuntungan ataupun profit yang diambil dari fic ini. Trus soundtracknya dinyanyikan oleh Salt n' Pepa feat En Vogue. Wah.. banyak amat sih disclaimernyaaa… (ini mah cuma copy paste disclaimer chapter satu, gak kreatip banget sih nih author) #plak

Warning : Gaje, OOC, SLASH tentu saja! XD don't like don't read.

--

Take Me Out Hetalia Version

Chapter Dua

By : MoonZheng

-

-

Kembali lagi di studio, kamera terlihat menyorot para seme yang tengah berdiri dan para penonton yang sangat antusias menanti uke single kedua dan seperti biasa, soundtrack 'Take Me Out' pun kembali menggemuruh di studio. Para penonton yang 100% adalah fujoshi pun dengan semangat bertepuk tangan sambil berteriak agar uke single kedua cepat dimunculkan.

"Waah.. tampaknya di studio ini bukan hanya para seme saja yang bersemangat. Siapa sih yang memasukkan para fujoshi itu jadi dewan cinta?" gerutu Roman Empire yang mendapatkan semprotan 'huuuuu' dari para fujoshi yang sudah tidak sabar.

"Mana uke single selanjutnyaaaa??" jerit mereka ganas sambil mulai melempari sepatu stage Take Me Out Hetalia.

"Demi Tuhan, siapa sih yang mengizinkan mereka ini masuk studio?" keluh Roman Empire sambil menghindari lemparan sepatu dari para fujoshi tersebut.

"Iya, iya!! Nah, pemirsaaa!!! Mari kita sambut uke single kita yang keduaaaaa!!!" sahut Roman Empire.

"Padahal seharusnya di bagian sini masih giliranku untuk berbicara—aduh!" keluh Roman Empire saat sebuah sepatu boot menimpuki kepalanya.

Dan sorakan pun membahana bergaung di studio. Para seme pun mulai bertepuk tangan dan tidak sabar menanti uke single berikutnya. Tentu saja mereka akan memberikan kesan terbaik mereka. Satu uke single sudah hilang dari peredaran. Sementara uke single yang tersisa hanyalah enam orang. Dibandingkan jumlah seme yang ada tiga puluh orang, tentu persaingan ini akan menjadi sangat ketat.

Alunan pelan shamisen serta para wanita mengenakan kimono berwarna biru muda yang mulai menari sekitar tangga, memberi signal jelas kepada semua seme yang ada, mengenai siapa uke yang ada dibalik pintu tersebut.

Uke tersebut pun menuruni tangga dengan pelas. Matanya yang berwarna coklat gelap memandangi sekelilingnya dengan tenang. Uke tersebut mengenakan yukata berwarna coklat dengan sebuah syal biru melingkar di lehernya.

Kedatangan uke ini langsung disambut heboh oleh para fujoshi. Sesaat, ruang studio seperti dilanda gempa 5 SR akibat gemuruh dan sorakan para fujoshi tersebut.

"Ya, uke kali ini adalah Japan! Sebuah Negara di mana kata seme dan uke tersebut berasal dan sangat digandrungi oleh fujoshi karena produksi manga yaoi-nya yang aktif dan bervariasi!" ujar Roman Empire bersemangat.

"Mari ke sini, Japan. Sebelum pemilihan dimulai, mari kita wawancara sejenak." Roman Empire cengar-cengir sambil menarik tangan Japan ke tengah stage.

"Eh, apa sebaiknya tidak kita mulai saja pemilihannya biar lebih efisien?" Tanya Japan pelan.

"He?" Tanya Roman Empire bingung.

"Ano, wawancara itu sepertinya akan makan waktu saja. Akan lebih efisien kalau saya bias cepat memilih seme kemudian saya kan bisa mengenal lebih dekat di belakang panggung." Sambung Japan sambil memandang Roman Empire dengan pandangan bosan.

"Heeee… tapi aku kan mau mewawancaraiiiii.. Kalau tidak nanti bagian munculku kurang, digeser oleh generasi muda seperti kalian, kalau dipikir-pikir memang keberadaanku sudah tidak ada artinya.. huhuhu!! Di mana masa jayaku yang dulu, saat semua orang takut mendengar namaku.." rengek Roman Empire yang kemudian menjadi curhat. Belarus sampai il-fil melihat seorang Roman Empire mojok dan menoel-noel lantai di sana dengan telunjuk.

"Ano, Roman Empire-san?" tanya Japan dengan muka il-fil.

"Hiks! Kalian generasi muda tidak punya hormat pada generasi tua!!! Mau jadi apa bumi ini??? Generasi muda zaman sekarang—" omongan Roman Empire terputus akibat tinju maut yang dilayangkan oleh Belarus. Rupanya produser itu kesal melihat acaranya yang berharga tersebut dipenuhi dengan curhat Roman Empire yang tidak berguna dan hanya menghabiskan waktu jam tayang saja.

Untuk seorang perempuan, tinju Belarus memiliki kekuatan yang cukup dahsyat. Muka Russia terlihat hampir menunjukkan ekspresi simpati pada Roman Empire. Hampir.

"Kau kira kau dibayar jadi host di acara ini untuk curhat haaaaahhh????" amuk Belarus yang kemudian menendang rusuk Roman Empire yang terkapar di lantai stage dengan matanya yang sudah memutih.

-

-

:D :D :D lalala—lalala—lalala—SILAKAN TUNGGU SEBENTAR—lalala—lalala—lalala :D :D :D

-

-

"Yak, pemirsa! Maafkan atas sedikit gangguan kecil yang ada. Adegan tersebut terpaksa kami sensor demi kebaikan bersama sebab seharusnya tidak ada adegan kekerasan dalam tayangan ini." Hungary kembali melanjutkan acara dengan senang. Sebab memang selain il-fil dengan Roman Empire, jatah tampilnya menjadi lebih banyak dengan sekaratnya Roman Empire di belakang panggung.

Adegan di belakang panggung sungguh merupakan adegan yang mengerikan. Semua kru pun bersumpah untuk tidak memicu amarah sang produser. Akibat yang akan diterima sungguh di luar batas penalaran manusia sebagai makhluk ilahi.

"Mari kita lanjutkan acaranya!" senyum Hungary manis pada kamera.

--

"Baiklah, tentukan pilihanmu sekarang!" instruksi Hungary pada semua Negara seme yang ada. Sementara itu dia berdiri dengan Japan di tengah. Penampilan mereka terlihat sangat bertolak belakang sekali. Hungary dengan roknya yang penuh dengan renda dan penampilan Japan yang sederhana namun memikat.

"Hmm, dari yang saya lihat beberapa Negara terlihat mulai mematikan lampunya. Namun masih cukup banyak yang tersisa, lebih dari setengah memutuskan untuk bertahan. Tampaknya memang walaupun uke yang ada memang cuma sedikit, beberapa Negara tetap mematikan lampunya. Ternyata hati juga berperan dalam urusan mati-mematikan lampu. Apabila uke yang ada memang tidak sreg di hati. Untuk apa dipaksakan?" komentar Hungary.

"Hmm.." Japan pun memperhatikan beberapa seme yang masih menyalakan lampu. Dilihatnya German, America, France, dan beberapa Negara lainnya. Sampai matanya berhenti pada seorang seme berambut coklat agak berantakan berkaos putih. Seuntai senyum kecil menghiasi bibir Japan.

"America! Saya lihat anda tidak mematikan lampu, bagaimana menurut anda?" wawancara Hungary pada America yang dari tadi berusaha mengambil pose keren di hadapan kamera.

"Yah, walaupun kami pernah memiliki masa lalu yang tidak baik tapi saya ingin mencoba mengenal Japan lebih baik. Lagipula, I'm the HERO! Hero selalu memaafkan kesalahan masa lalu orang lain padanya!" seru America semangat sambil mengangkat jempol di depan kamera.

"… baiklah! Mari kita mulai perkenalan selanjutnya dengan Japan!" lanjut Hungary tidak memperdulikan America yang mulai berteriak-teriak dia tidak mau dicuekin.

"Konnichiwa, Minna-san. Namaku Honda Kiku. Sehari-hari biasanya saya seorang pekerja keras, namun di waktu senggang saya suka minum teh sambil nonton TV. Itu saja sepertinya— dan, oh, saya memelihara dua ekor kucing." Japan memperkenalkan sedikit tentang dirinya.

Beberapa lampu pun kembali mati, Japan melihat sekeliling. Senyum maish tersungging di bibirnya. Dia tidak perduli pada seme lain. Hanya satu seme yang dia inginkan, dan seme tersebut masih menyalakan lampunya. Tentu dia menginginkan Japan sebagai ukenya kan?

"Wah, kenapa pada mematikan lampu nih? Kenal lebih dekat dulu lah!" Hungary berdecak kesal saat melihat banyak yang mematikan lampu. Padahal dia ingin melihat uke yang diperebutkan oleh banyak seme seperti di manga-manga. Belum lagi uke yang sangat manis kalau mengenakan pakaian perempuan. Sejenak, Hungary bernostalgia pada masa lalunya di mana dia suka mendandani Chibitalia dengan pakaian perempuan. Namun untung dia cepat sadar dari lamunannya. Kalau dia juga dikoitkan oleh Belarus, acara ini tentu akan berakhir di ronde kedua.

"Japan, apakah ada pertanyaan yang ingin kau ajukan?" Hungary memberikan kesempatan pada Japan.

"Hmm, Bagi kami orang Japan, wajib untuk membersihkan rumah sebelum tahun baru. Maukah membantu saya membersihkan rumah?" Japan mengajukan perntanyaannya.

Beberapa lampu langsung mati.

"Wah! Kenapa langsung dimatikan lampunya?? Para seme ternyata banyak yang pemalas rupanya!!" komentar Hungary.

Namun Japan tidak tampak kecewa sama sekali. Mukanya tetap adem seperti biasa. Kelewat adem malah. Dan dia yakin dia tidak perlu repot-repot mematikan lampu para seme yang tersisa. Karena pasti hanya ada satu seme yang akan tersisa.

"Bolehkah saya mengajukan pertanyaan lagi?" Japan bertanya dengan sopannya.

"Ha? Eh, tentu saja boleh!" jawab Hungary agak heran. 'Semangat juga si Japan ini cari seme.' Batin Hungary.

"Seperti yang saya bilang tadi, saya memelihara dua ekor kucing! Maukah membantu saya memeliharanya?" Japan bertanya cukup lantang. Dan benar saja, semua lampu yang ada langsung mati dan hanya menyisakan satu lampu saja. Greece.

"Ooooohh!! Greece masih bertahaaann!! Japan, apakah dia seme pilihanmu? Kalau ya, jemput dan bawa dia ke panggung. Kalau tidak, matikan lampunya!" sorak Hungary semangat. Akhirnya pasangan baru kembali tercipta!

Japan pun berjalan ke arah Greece dan membawanya ke tengah panggung diiringi sorakan gemuruh dan ucapan selamat dari seme di samping Greece. Kalau boleh jujur, mereka tak menyangka Greece akan secepat ini mendapatkan seorang uke. Secara Greece orangnya agak kurang jelas dan pendiam.

"Apa kau senang dengan pilihanmu, Japan?" tanya Hungary.

"Ya, tentu saja." Jawab Japan sambil tersenyum memandang Greece yang hanya balas tersenyum menatapnya.

"Baiklah, Japan, Greece, terima kasih atas partisipasinya dalam acara ini. Semoga kalian jadi pasangan yang langgeng seterusnya!" dan dengan ucapan Hungary tersebut, Japan dan Greece pun menuruni tangga ke belakang panggung sambil berpegangan tangan dan tersenyum kecil.

"Ah, indahnyaaaa…!! Baiklah pemirsa! Kami akan kembali setelah yang satu ini!"

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

What a man, what a man, what a man

What a mighty good man

--

~Iklan di belakang panggung ~

Di sebuah ruangan bernuansa simple, di mana hanya ada sofa dan meja serta sedikit bunga yang menghiasi meja tersebut, terdapat pasangan pertama kita, yaitu Sweden dan Finland tampak sedang bercakap-cakap.

"Wah, rasanya tegang sekali saat menghadapi Russia tadi. Tatapannya seolah mau membunuh." Keluh Sweden sambil merebahkan tubuhnya di sofa.

"Kamu lelah sayang? Minum Plus-Jozz dong, apalagi sekarang sudah ada rasa baru, yaitu rasa anggur. Dijamin kamu langsung segar lagi deh!" hibur Finland sambil memegang segelas besar Plus-Jozz .

"Wah, sayang. Kamu perhatian banget sama aku, ya?" muka Sweden terlihat sangat sumringah kemudian Sweden pun meraih gelas tersebut dan meneguk sedikit minuman tersebut.

"Wuaaahh! Rasanya segar sekali Fin-san! Tenagaku kembali!" seru Sweden senang. Padahal baru minum seteguk juga.

"Tentu saja, kamu tahu tidak? Dalam minuman Plus-Jozz ini, terdapat kandungan ginseng yang bagus untuk stamina, selain itu, anggur yang digunakan juga anggur asli! Bukan perasa anggur seperti produk lainnya." Kata Finland sambil memperlihatkan beberapa sachet minuman Plus-Jozz.

"Produk yang berkualitas, ya!" sambung Sweden singkat.

"Pastinya. Dan selain itu, masih ada beberapa pilihan rasa loh! Ada rasa jeruk, ada rasa plain, ada juga yang plus madu maupun plus susu! Pilihannya banyak!" Finland kembali mengiklankan minuman tersebut sambil memperlihatkan beberapa sachet minuman tersebut dalam berbagai rasa.

"Memang kamu yang selalu tahu apa yang terbaik buat aku sayang.." Sweden pun memeluk pinggang Finland mesra.

"Su-san.." Finland memejamkan matanya.

"Fin-san…"

Kemudian mendadak saja mereka langsung bergumul hebat di sofa dan Finland mulai merintih-rintih akibat bibir Sweden yang menyapu lehernya.

"CUUUUUUUTTTT!!! ADEGAN ITU TIDAK ADA DALAM SKENARIO IKLAN WOOOIII!! INI BUKAN IKLAN OBAT KUAAAAAAAT!!" amuk si sutradara.

--

a/n : Oiya, sebelumnya saya ada bilang pada salah satu reviewer kalau seme uke kali ini adalah USAXUK. Maap! Giliran mereka diundur dulu. *ditampol*

Balesan review buat yang gak login! :D

Dillia : terima kasih sudah review! Yah, dalam TMO ini, uke dan seme yang akan ada adalah paring yang sudah jelas, atau banyak hint-nya di anime kok. Saya tidak akan menampilkan pairing yang gak nyambung sama sekali. Haha! XD

Coolkid : makasih sudah review, Ta! Lo kaget? Gw juga!! Ahahahah! *ditimpuk*

Kuro Lunatic : SIAPA SAYA? SIAPA SAYA? SIAPA SAYA? WHO AM I? I'm spiderman. *dilempar dari gedung tingkat 50* terima kasih atas reviewnya. Review terus, da? XD *ditimpuk* buat pasangan yang direquest memang ada beberapa pairing yang akan saya masukkan, namun ada beberapa yang sudah saya tentukan sendiri. Tapi semoga anda menyukainya. :D

Baiklah, sekian sampai di sini dulu. Sampai jumpa di chapter berikutnya! XD *lambai-lambai miss unipers*